Kembali dari perantauan dan berhasil meraih impiannya menjadi Dokter. Aldo begitu bahagia, dia akan segera melamar kekasih hatinya.
Namun bukan kebahagiaan yang ia dapat, justru sang kekasih telah menjadi istri kakak kandungnya.
Rasa tidak terima membuatnya berniat merebut kembali kekasihnya, namun siapa sangka ia justru bertemu masa lalu ketika berada diperantauan. Apa yang sebenarnya Takdir mainkan pada mereka?
Bagaimana kelanjutan kisah Mereka?
Ini karya pertamaku, mohon maaf apabila banyak kesalahan dan membosankan.
Cover : By Instagram
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AfkaRista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengawali Hidup Kembali
Aldo sudah berada di kota B, ia memilih untuk membeli apartemen dari tabungannya. Apartemennya tak jauh dari rumah sakit tempatnya bekerja. Setelah membereskan bajunya ia memilih merebahkan tubuh lelahnya di kasur. Ia akan menyusun rencana apa yang akan ia lakukan ke depan. Ia membuka HP dan melihat kembali foto foto Aira, dimana saat mereka masih berpacaran dulu. Mulai SMA sampai saat mereka harus berpisah karena Aldo harus mengejar cita citanya.
"Ra, aku terluka sangat dalam, kenapa kamu setega itu padaku, apalagi dengan kak Aldi, gumam Aldo lirih tanpa sadar air matanya jatuh. Kemudian ia memejamkan mata dan mengistirahatkan tubuh lelahnya.
Di sisi lain
Aldi dan Aira tengah berada di kediaman Wisnu, mereka disuruh datang karena Sintia merindukan putrinya, bahkan Sintia sudah memasak makanan kesukaan Aira dan Aldi menantunya.
"Bagaimana kondisi calon cucu bunda?, tanya Sintia antusias.
"Mereka baik bunda, dan kabar bahagianya lagi mereka sepasang ujar Aldi dengan senyum bahagianya.
Sintia langsung memeluk putrinya dan mengelus perut Aira. Begitu juga Wisnu
"Cucu oma baik baik didalam perut mama ya, kami tidak sabar menunggu kalian hadir.
"Cucu opa, sehat sehat terus sayang sampai kalian hadir ke dunia ini dan menyapa opa"
Aira menatap haru kedua orang tuanya, matanya berkaca kaca, inilah yang di inginkan orang tuanya, mereka akan segera memiliki cucu, apalagi Aira menikah dengan orang pilihan orang tuanya, dan kini Aira justru teramat bahagia, padahal dulu ia terpaksa menerima suaminya itu karena orang tuanya. Aldi yang melihat mata istrinya berkaca kaca memberikan pelukan hangat pada istrinya itu.
Mereka makan bersama sesekali bersenda gurau kecil.
Di Kota B
Aldo sudah bangun dari tidurnya ia berjalan keluar apartemen untuk mencari makan malam, ia pergi ke restoran dekat apartemen lalu memesan makanan. Makanan sudah tiba lalu Aldo pun menyantap makan malamnya, hingga suara seseorang menyapanya.
"Dokter galau,".
Aldo langsung mendongak menatap ke arah suara. Hah, bocah ini lagi, sial sekali nasibku bathin Aldo.
"Dokter galau sedang apa di kota ini, pasti menghindar dari masalah kan?,"
"Sok tahu, lagian kita ga kenal juga, ucap Aldo ketus".
Gadis itu lalu duduk di meja Aldo dan langsung mendapat tatapan tajam Aldo
"Ngapain duduk disini?, kan itu banyak meja kosong, tunjuk Aldo ke beberapa meja yang memang kosong.
"Hais, kalau makan ga ada temen ga enak dok, lagian kita kan kenal jadi ga apa apa kalo gabung.
Aldo yang malas meladeni bocah itu, melanjutkan makannya, hingga makanan gadis itu datang.
"Oh ya dok, kita belum kenal kan?, namaku Dira kalau dokter namanya siapa?"
Aldo yang ditanya tak menggubris ia tetap melanjutkan makannya, hingga dia selesai lalu beranjak pergi dari tempat itu.
"Aish, orang kalau lagi galau emang cuek dan dingin setengah mati, gumam Dira. Ia melanjutkan makannya lalu juga beranjak pergi setelah selesai makan.
Hari ini adalah hari pertama Aldo bekerja di rumah sakit Husada, ia segera bergegas menuju rumah sakit, berkat bantuan temannya Aldo bisa pindah kesini dan dengan mudah mengurus segala dokumen pindahannya dengan mudah. Pukul 07.30 ia sudah tiba dirumah sakit, ia segera menemui pihak HRD rumah sakit, kemudian ia diantar keuangannya dan dikenalkan pada beberapa suster dan dokter lain, kemudian ia mulai bertugas untuk memeriksa pasien anak.
Ia sedang menunggu pasien ketiganya masuk, setelah pasien masuk ia langsung akan memeriksanya, namun ia sedikit terkejut saat lagi lagi ia bertemu dengan bocah ingusan yang mengatainya dokter galau.
"Eh, dokter galau kita ketemu lagi,".
Sebenarnya Aldo malas namun ia tetap harus profesional.
"Ini anakmu?".
"Hahahaha, ya bukan lah apa tampangku ini seperti ibu ibu?, yang benar saja, aku masih perawan ting ting asal dokter tahu,
"Aku tidak tanya statusmu, ucap Aldo ketus.
"Dia anak majikan saya dok".
"Kamu babysister?"
"Bukan, aku hanya kerja sambilan ketika ada orang tua yang butuh bantuan untuk menjaga anaknya namun aku tidak mau kerja setiap hari".
Aldo tak mengharaukan ucapan bocah itu, ia memeriksa anak tersebut.
"Dia terkena tyfus, akan aku berikan resep nanti terus saja di apotek, jaga pola makannya dan suruh istirahat beberapa hari agar lekas sembuh".
"Ok lah dokter galau nanti aku sampaikan pada majikanku, suster yang mendengar ucapan gadis itu terlihat menahan senyum membuat Aldo jengkel.
Dira dan anak tersebut pergi meninggalkan ruangan Aldo, kemudian Aldo kembali memeriksa pasien lainnya.