Note : Ini sequel dari novel my boss my sweet husband dan menikahi pria cacat demi ayah yang digabungkan dalam satu cerita. Disarankan membaca cerita sebelumnya agar terhubung dengan alur ceritanya 😊
Perjuangan Seorang gadis cantik yang mengejar cinta pria impiannya sejak kecil, pernikahan yang tidak disebut sebagai pernikahan melainkan sebuah kesepakatan dan tantangan bagi keduanya.
"Setelah menikah aku ingin tinggal berdua saja bersama alya sebagai orang biasa. Tidak ada kemewahan, mobil, kamar ber AC apalagi harta yang banyak. Aku ingin dia menjadi istri yang mandiri dan dapat mengatur keuangan yang pas pasan untuk rumah tangga kami. Hidup sederhana di sebuah kontrakan kecil. Semua itu akan berjalan selama 6 bulan, jika dia gagal melewati ujian ini maka aku akan langsung menceraikan nya"Ucap alvin menjelaskan persyaratan yang ia ingin alya lakukan.
"Kau bilang 6 bulan kak? dengarkan aku baik baik. 3 bulan, dalam 3 bulan jika aku tidak bisa membuatmu jatuh cinta padaku maka aku akan pergi meninggalkanmu dengan surat gugatan cerai"Ucap alya lagi dengan berderai air mata.
Akankah Alya berhasil mendapatkan cinta suaminya alvin??
Jangan lupa like,komen dan vote✨
Follow Instagram @Alfianaaa05_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PIJATAN ALYA
Keesokan harinya alvin dan alya akan ke Jakarta untuk memeriksa beberapa kepentingan di kantor, alya dan alvin menggunakan motor untuk ke Jakarta karena alvin tidak mau naik mobil baginya sekarang mengendarai motor jauh lebih menyenangkan.
"Udah di kunci pintunya?" Tanya alvin yang sudah duduk manis di atas motor.
"Udah sayang, ya udah yuk buruan nanti keburu kemalaman kita pulangnya" Ajak alya duduk di belakang alvin dan memeluk pria itu.
Alvin mengendarai motornya dengan kecepatan tak menentu tergantung pada kondisi jalanan yang di lalui. Alya akan memeluk pria itu erat kala alvin mengendarai dengan cepat.
"Sayang, jangan cepet cepet ih" Ucap alya hampir tak terdengar karena terbawa angin.
"Biar cepet sampe" Balas alvin pelan ya tentu saja itu tidak di dengar oleh alya.
Di tengah perjalanan tiba tiba hujan turun dengan deras, alvin hanya membawa 1 jas hujan saja sehingga mereka memutuskan untuk berteduh lebih dahulu di emperan toko yang tutup.
"Deres banget hujannya, padahal tadi gak mendung" Ucap alvin.
"Mungkin beda daerah yangg jadi beda, siapa tau disana gak hujan" Saut alya sambil menggosok tubuhnya yang kedinginan karena hujan plus angin.
"Kan tadi dibilang suruh pake jaket, ngeyel sih" Cibir alvin tapi membuka jaket yang ia gunakan kemudian memakaikannya kepada alya.
"Gak usah yangg kamu aja, nanti kamu sakit" Ucap alya ingin melepas jaketnya namun dihentikan oleh alvin.
"Nurut" Ucap alvin membuat alya akhirnya memakai kembali jaketnya.
Beberapa orang yang meneduh bersama mereka tertawa melihat bagaimana pasangan itu berinteraksi. Sampai seorang wanita hamil bertanya pada alya.
"Pacarnya ya mba?" Tanya wanita hamil itu.
"Bukan kak, dia suami aku" Jawab alya.
"Ganteng ya, semoga saja anak saya nanti ganteng kaya suami mba" Ucapnya sambil mengelus perut besarnya.
"Hehehe amin kak" Balas alya tertawa kecil.
Setelah dirasa hujan berhenti, alvin dan Alya melanjutkan perjalanan mereka. Alvin yang fokus membawa motor sedangkan alya asik makan gorengan di belakang.
"Sayang, cobain" Ucap alya memberikan gorengan pisang ke mulut alvin.
Alvin memakannya dan terus saja seperti itu sampai gorengan yang dibeli Alya tadi habis.
"Jangan kebanyakan makan gorengan" Ucap alvin.
"Kenapa?" Tanya alya.
"Gak baik buat kesehatan" Jawab alvin datar.
"Ummmm iya sayangku" Balas alya gemas dan mencubit pipi alvin.
"Nyubit lagi awas aja" Ancam alvin.
"Mau diapain aku nya?" Tanya alya namun tidak dijawab oleh Alvin karena ia fokus membawa motornya.
Akhirnya mereka sampai di kantor, alya mengerutkan keningnya karena mengira mereka akan mampir lebih dulu ke rumah brawijaya tapi ternyata tidak.
"Selamat datang tuan dan nona" Sapa mang Dadang dibalas anggukan dan senyuman oleh keduanya.
Alvin membawa alya ke ruangannya untuk memeriksa beberapa berkas yang ia minta kemarin oleh mila sekretarisnya.
tok tok tok
"Masuk"
"Papah??" Panggil alya melihat aditya. Ia mencium punggung tangan ayah mertuanya.
"Apa kabar sayang?" Tanya aditya.
"Alhamdulillah baik pah, bagaimana dengan mamah dan alisha?" Tanya alya.
"Alhamdulillah baik, alisha sedang kuliah sementara mamah....,"
"Alya, sayang??" Panggil Vina yang datang kemudian langsung memeluk menantunya.
"Apa kabar mah?" Tanya alya.
"Baik sayang, kamu sendiri gimana? Al gak nyakitin kamu kan?"Tanya vina khawatir.
"Enggak kok mah, kak alvin sangat baik padaku"Jawab alya tersenyum.
"Mah, pah anak kalian itu kan aku. Kenapa semua hanya kepada alya" Protes alvin karena kedua orang tuanya hanya fokus pada istrinya.
"Biarin aja, Sejak kamu menikah alya sudah menjadi putri kami dan kamu yang anak orang lain" Balas vina ketus.
"Ishh si mamah" Cibir alvin.
"Kamu mau mengecek beberapa berkas kan?" Tanya Aditya.
" Iya pah" Jawab alvin.
"Ayo kita ke ruangan om aldo" Ajak aditya.
"Sayang kamu mau kemana?" Tanya alya memanggil sayang didepan orang tua mereka.
"Ke ruangan om aldo" Jawab Alvin.
"Mmm rupanya anak anak kita sudah saling sayang mas" Ucap vina karena mendengar alya memanggil sayang.
"Iya sayang, lihat saja nanti anak kamu yang jelek ini akan tergila gila pada istrinya" Ledek Aditya.
"Sudahlah pah ayo, aku harus kembali ke rumah sebelum malam" Ajak alvin.
"Kalian tidak menginap saja?" tanya vina.
"Tidak mah, pekerjaan kak alvin tidak bisa ditinggal disana" Jawab alya.
"Ya sudah kalian urus pekerjaan, kami akan belanja sebentar ya" Ujar vina diangguki aditya.
"Istriku bukan wanita yang suka berbelanja mah" Saut alvin.
"Ya sudah dia mengantarkan mamah saja, ada beberapa keperluan yang mamah butuhkan" Balas vina kemudian menarik menantunya keluar ruangan.
Vina membelikan menantunya beberapa baju padahal alya sudah menolaknya namun vina memaksa.
"Mah, aku sudah punya baju kok" Ucap alya.
"Tidak masalah sayang" Balas vina.
Setelah membeli baju alya ditarik oleh ibu mertuanya ke toko perhiasan, vina membelikan satu set perhiasan untuk Alya.
"Mah tidak perlu, aku tidak membutuhkan ini semua" Ucap alya.
"Ini kau simpan saja ya, demi mamah" Tutur vina akhirnya mau tidak mau alya menerimanya.
Tak terasa sama sekali, waktu sudah menunjukan pukul 17:00 alya menunggu alvin di ruangannya sementara vina sudah pulang bersama aditya.
"Sayang apa masih lama?" Tanya Alya.
"Sebentar lagi, jika mengantuk tidurlah"Jawab alvin tanpa mengalihkan pandangannya.
"Apa kau tidak lelah kak?" Tanya alya lagi.
"Ini semua sudah kewajibanku" Jawab Alvin.
Setelah dirasa semuanya beres, mereka berdua bergegas pulang tanpa ke rumah Brawijaya maupun dierja, butuh waktu hampir 3 jam ke Bogor dari Jakarta.
"Kau jangan tidur, jangan sampai kau membuat pengendara lain repot" Ucap alvin.
"Iya kak iya" Jawab alya lesuh mengeratkan pelukannya pada alvin.
Alvin dan alya sedikit terjebak macet karena jam pulang kerja tapi beruntung mereka menggunakan motor jadi bisa menyalip.
"Alya apa kau tidur?" Tanya alvin merasakan pelukan istrinya mengendur.
"Hmmmm" Balas Alya.
"Alya ada kecoak di tanganmu" Ucap alvin sontak membuat alya membuka mata dan kelojotan.
"Susah diam, aku hanya bercanda" Desis alvin.
"Isshhh sayang" Kesal alya mencubit perut alvin.
"Aduh sakit Al" ringis aditya.
Akhirnya setelah melewati perjalanan yang cukup panjang seperti perjuangan cinta Alya eaaaa🤣 mereka berdua sampai di kontrakan mereka pukul 21:00 karena macet.
"Kak, kau mandilah aku akan siapkan baju dan makan malam untukmu" Tutur alya.
"Iya baiklah" Jawab alvin.
Setelah keduanya sama sama sudah mandi, mereka berdua makan malam dengan menu sederhana yaitu nasi goreng.
"Aku langsung tidur ya, badanku pegal semua" Ucap alvin langsung masuk ke dalam kamar.
"Iya kak"Saut Alya.
Setalah mencuci piring dan membersihkan bekas makan mereka, alya masuk ke kamarnya dan melihat alvin yang belum tidur.
"Sini kak aku pijatkan" Tutur alya melihat alvin yang mematahkan leher nya ke kiri dan kanan.
"Kau bisa?" Tanya alvin ragu.
"Sudah berbaringlah, aku ambil lotion ku dulu" Tutur alya.
Alvin tengkurap sementara alya duduk di sebelahnya.
"Buka bajunya kak" Pinta Alya.
"Kau mau pijat atau buat anak?" Tanya alvin.
"Ishh apasih yang namanya pijat kan emang buka baju" Balas alya.
Alya memijat badan alvin yang putih bersih bak tembok baru di cat itu dengan lihai, Alvin bahkan keenakan sampai tertidur karena pijatan alya.
"Sudah kak" Ucap alya.
"Kak?" Panggil alya lagi karena tidak ada balasan.
"ihh molor, dasar suamiku" Desis alya melihat suaminya sudah tidur.
Cup
"Selamat malam sayang" Ucap alya mencium kening alvin dan berbaring di samping alvin dan memeluknya erat.
AKU USAHAIN UP LEBIH DARI 1, TAPI GAK JANJI YA😊😊
BERSAMBUNG......
author nya keren.
tapi kalau author maunya varo sama hana ya gpp terserah author aja tapi kalau varo sama hana, tiana sama siapa dong thor
saran saya Thor kalo mau bikin cerita,dipikir dulu dan koreksi ulang cerita yg kita buat sebelumnya,supaya ceritanya bisa nyambung🙏