Di dunia di mana batas tertinggi manusia hanyalah Saint Rank, Sander Duster—putra ketiga keluarga militer terkuat di Elegrand Kingdom—dianggap gagal karena tidak memiliki bakat Life Energy seperti para ksatria lain. Namun takdirnya berubah saat ia menyelamatkan seekor kucing hitam misterius di tengah badai salju.
Kucing itu ternyata adalah Behemoth, salah satu Legendary Beast pemegang Hukum Devouring yang hampir memusnahkan dunia di masa lalu.
Melalui ikatan Soul Resonance yang tak disengaja, Sander perlahan memperoleh kekuatan fisik abnormal yang melampaui logika manusia biasa. Di balik kehidupan akademi, intrik politik bangsawan, ancaman perang antar kerajaan, dan kebangkitan monster legendaris mulai mengguncang dunia.
Saat semua orang memperebutkan kekuasaan, Sander justru berjalan menuju sesuatu yang belum pernah dicapai siapa pun dalam sejarah—
God Rank, ranah sang Dewa Perang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Argo Sujendro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32: Alpha Wolf
Kepekatan kabut abadi di Sektor Luar Hutan Arden perlahan-lahan merembes pekat, membawa bau anyir dan riak energi negatif yang semakin menekan panca indra. Sander Duster melangkah dengan sangat hati-hati, mengikuti jalur robekan tanah dan patahan akar purba raksasa yang menjadi penanda jejak monster besar yang baru saja mereka temukan. Di belakangnya, Elena Aurelius, Sylvia Frost, dan Gideon Valentine bergerak dalam formasi siaga tinggi, tidak membiarkan ada satu pun celah buta yang luput dari pengawasan.
"Jejak kaki ini semakin rapat dan kedalamannya bertambah dua kali lipat," bisik Gideon Valentine sembari menunjuk ke arah permukaan lumpur hitam di dekat sebuah ceruk batu. "Artinya, makhluk yang kita ikuti sejak tadi telah menghentikan pergerakan konbanya dan kini sedang berada dalam posisi diam, mengunci wilayahnya. Kerapatan massa energinya sudah berada di ambang batas Bronze Rank akhir, atau bahkan mungkin sudah menyentuh ranah Silver Rank awal."
Belum sempat kelompok mereka mengambil keputusan taktis untuk memutar arah, seulas lolongan panjang yang luar biasa nyaring dan sarat akan otoritas pemangsa mendadak meledak, bergaung keras membelah kesunyian Hutan Arden. Getaran suara tersebut membawa gelombang tekanan udara yang begitu masif, hingga sanggup merontokkan dedaunan legam dari dahan pohon purba dalam radius belasan meter.
Dari balik kepekatan dinding kabut di depan mereka, beberapa bayangan murid tahun pertama dari faksi lain tampak berlarian keluar dengan wajah yang dipenuhi oleh rasa panik yang mendalam. Zirah besi mereka dipenuhi oleh bekas cakaran besar, dan lencana sihir di dada mereka terus berkedip merah tanpa sempat mereka aktifkan karena tekanan mental yang terlalu ekstrem.
"Monster macam apa itu! Kekuatannya benar-benar tidak masuk akal untuk ukuran tempat latihan ini!" teriak salah seorang siswa faksi selatan yang berlari limbung menembus semak-semak berduri, mengabaikan keberadaan kelompok Sander demi menyelamatkan nyawanya sendiri.
Kepanikan masif dari para siswa lain yang melintas di sekitar perimeter tersebut tidak membuat fokus kelompok Sander goyah. Tepat ketika gelombang pelarian itu surut, sosok makhluk yang menjadi sumber teror di sektor tersebut akhirnya membelah kabut dan menampakkan wujud aslinya seutuhnya.
Makhluk itu adalah Alpha Wolf, pemimpin tertinggi dari seluruh kawanan serigala bayangan di Hutan Arden. Ukuran tubuhnya sebesar dua kali lipat kereta kuda kerajaan, dibalut oleh bulu-bulu kasar berwarna kelabu legam yang memancarkan riak sihir kegelapan berbentuk kobaran api tipis. Sepasang mata besarnya menyala merah darah, memancarkan naluri membunuh yang sangat pekat saat menatap sisa-sisa manusia yang masih berdiri di atas wilayah perburuannya. Di bagian punggungnya, barisan duri tulang hitam tumbuh berjejer, memberikan kesan proteksi fisik yang luar biasa tebal.
"Semuanya, jangan bergerak mundur atau membelakangi monster itu!" sebuah seruan lantang yang sarat akan wibawa komando mendadak keluar dari sela-sela bibir Elena Aurelius.
Untuk pertama kalinya dalam situasi krisis nyata, Putri Pertama Kerajaan Elegrand itu mengambil alih kepemimpinan situasi kelompok secara mutlak. Rasa ceria dan kehangatan bangsawan yang biasanya melekat pada dirinya kini telah lenyap sepenuhnya, digantikan oleh sorot mata dingin, jernih, dan penuh perhitungan khas seorang komandan perang garis depan. Elena melangkah maju satu langkah, menempatkan posisinya di sisi tengah arena tanding sembari mengangkat tinggi-tinggi rapier safirnya ke udara kosong.
"Gideon, kunci pergerakan spasialnya dari arah jarum jam sembilan! Sylvia, gunakan seluruh sediaan mana es milikmu untuk membekukan area tanah di bawah cakar depannya agar mobilitasnya berkurang! Sander, kau adalah benteng fisik murni kita, bersiaplah menahan hantaman langsung jika makhluk itu mencoba menerobos formasi tengah!" perintah Elena dengan nada suara yang tegas, konstan, dan tidak menerima bantahan sedikit pun.
Mendengar instruksi taktis yang begitu rapi dari Elena, Gideon dan Sylvia segera merespons dengan tingkat sinkronisasi yang sangat tinggi. Gideon memutar belati peraknya, memicu sirkulasi angin tipis di bawah sepatunya untuk melesat mencari posisi flank, sementara Sylvia mulai membentangkan kedua tangannya untuk menarik seluruh kelembapan udara menjadi kristal-kristal es pertahanan.
Sander Duster menurunkan pusat gravitasinya, menancapkan kedua kaki kokohnya ke dalam lumpur hitam, lalu memegang pedang besi latihannya dalam posisi silang di depan dada. Di dalam pembuluh darahnya, sirkulasi internal yang berputar secara terbalik kembali bergerak dengan tenang, mengalirkan denyut energi hitam keperakan Behemoth untuk mempertebal kerapatan jaringan otot fisiknya.
Di atas bahu kirinya, Behemoth menegakkan tubuh kecil berbulu hitamnya, sepasang mata emas kosmiknya menyipit tajam menatap riak sihir kegelapan murahan yang dipancarkan oleh sang Alpha Wolf. Sebuah geraman batin yang dipenuhi rasa angkuh kembali mengudara di dalam kepala Sander.
(Hmph! Seekor anjing kelabu besar berani mengaum dengan begitu lancang di hadapan keberadaanku, Sander! Riak kegelapan yang ia gunakan bahkan tidak lebih dari sekadar asap tipis yang tidak memiliki esensi hukum sejati! Biarkan gadis berambut emas itu memimpin pertarungan luar ini, namun jika binatang itu berani mengarahkan cakarnya ke arah wadah fisikmu, aku sendiri yang akan memastikan jiwanya terkoyak di dalam pusaran Resonansi Jiwa kita!)
(Tahan posisimu, Behemoth. Kita ikuti taktik Elena. Ini adalah pertarungan tim pertama kita,) balas Sander secara tenang di dalam batinnya, menjaga agar pandangan matanya tetap terkunci pada pergerakan otot paha belakang sang Alpha Wolf.
Alpha Wolf tersebut tampaknya merasa terhina karena kelompok manusia kecil di depannya tidak melarikan diri seperti siswa-siswa sebelumnya. Dengan seulas raungan beringas yang mengguncang tanah, pemimpin kawanan itu menghentakkan cakar belakangnya, melesat maju menembus dinding kabut laksana sebuah meteor kelabu yang siap meremukkan seluruh formasi taktis tim Sander. Pertempuran tim yang sesungguhnya di bawah kepemimpinan Elena Aurelius kini resmi meledak di tengah keheningan Hutan Arden.
folback aku yah ehehe