NovelToon NovelToon
KATAKAN CINTA

KATAKAN CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:266
Nilai: 5
Nama Author: Raden Saleh

Orang bilang, cinta masa SMA itu, adalah cinta monyet? Aku rasa iya. Tapi ini berbeda, sejak mengenal gadis cantik bernama Cinta Alisya, disitulah aku sadar, kalau ini lebih dari sekedar cinta monyet. Aku Rangga 18th. Aku akan berjuang demi Cinta, untuk sebuah ungkapan... KATAKAN CINTA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raden Saleh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lembaran Baru

Isak tangis Tasya perlahan mulai mereda, menyisakan kesunyian yang terasa jauh lebih tenang di dalam ruang tamu bernuansa modern itu. Ketegangan yang tadinya berada di titik didih kini menguap, digantikan oleh atmosfer penerimaan yang sunyi namun melegakan. Tasya perlahan menurunkan kedua tangannya dari wajah, menatap layar laptop premiumnya yang masih menampilkan baris-baris kode enkripsi sistem logistik diler.

Dengan gerakan tangan yang sedikit bergetar namun pasti, Tasya menarik laptop itu mendekat. Jemarinya menari di atas *keyboard* selama beberapa detik, lalu dia menekan tombol *Enter*.

"Gue udah mengembalikan seluruh hak akses utama ke server pusat London," ucap Tasya, suaranya terdengar serak namun tidak ada lagi nada ancaman atau keputusasaan di dalamnya. Dia mendongak, menatap Rangga dan Cinta bergantian dengan sisa-sisa harga diri yang telah kembali utuh. "Gak ada data yang dihapus, gak ada sistem yang dirusak. Semuanya aman."

Rangga melangkah mendekat, menatap sahabat masa sulit nya itu dengan tatapan yang dipenuhi rasa hormat yang mendalam. "Terima kasih, Sya. Terima kasih karena lu udah milih buat tetep jadi Tasya yang selama ini gue kenal—wanita paling hebat yang pernah bantu gue ngerintis mimpi dari nol."

Tasya tersenyum tipis, sebuah senyuman yang kali ini terasa tulus, meski ada guratan kesedihan yang belum sepenuhnya hilang. Dia beralih menatap Cinta Alisya, yang masih berdiri anggun di hadapannya. "Lu bener, Cinta. Gue hampir aja ngerendahin diri gue sendiri malam ini. Selama tiga tahun ini gue sibuk ngebangun karier dan kemandirian gue secara finansial, tapi mental gue ternyata masih terjebak di masa lalu, masih ngerasa sebagai gadis bengkel yang gak punya apa-apa kalau gak ada Rangga."

Tasya berdiri dari sofanya, merapikan kemeja satinnya, lalu mengulurkan tangannya ke arah Cinta. "Makasih karena udah dateng bukan buat ngehancurin gue, tapi buat ngingetin siapa diri gue yang sebenarnya. Rangga beneran gak salah milih pendamping."

Cinta menyambut uluran tangan Tasya dengan hangat, sebuah jabat tangan erat antar dua wanita mandiri yang saling menghormati kelas masing-masing. "Kamu adalah bagian dari alasan kenapa Rangga bisa berdiri sekuat ini sekarang, Tasya. Dan posisi kamu di diler baru Jakarta sebagai Direktur Operasional Keuangan gak akan pernah berubah, kecuali kamu sendiri yang memutuskan untuk pergi."

Tasya menggeleng pelan sambil melepaskan jabat tangan mereka. "Gue tetep bakal bantu diler baru lu sampai peluncuran kendaraan listrik akhir pekan ini selesai, Ngga. Setelah itu... gue mau ambil cuti panjang. Gue mau pergi ke Bali atau mungkin keluar negeri, menikmati hasil kerja keras gue selama tiga tahun ini tanpa harus selalu ngeliat bayangan lu di setiap sudut bengkel."

Rangga tersenyum lega dan mengangguk paham. "Pintu Bina Karya dan diler baru selalu terbuka buat lu, kapan pun lu siap balik, Sya."

Malam kian larut ketika taksi eksekutif yang membawa Rangga dan Cinta akhirnya keluar dari gerbang kluster perumahan Jakarta Timur. Hujan lebat telah berganti menjadi rintik gerimis yang damai, membasahi kaca mobil dan memantulkan pendar lampu jalanan Jakarta yang berkilauan seperti berlian berserak.

Di dalam kabin belakang taksi yang sunyi, Rangga menggenggam erat tangan kanan Cinta, menyatukan jemari mereka di atas pangkuannya. Rangga menoleh, menatap wajah Cinta yang tampak kelelahan akibat *jetlag* penerbangan belasan jam, namun sisa-sisa ketegasan seorang wanita tangguh masih terpancar dari profil samping wajahnya.

"Gue bener-bener gak habis pikir, lu nekat terbang langsung dari London sendirian cuma karena liat notifikasi server?" tanya Rangga, suaranya melembut, dipenuhi rasa sayang yang membuncah.

Cinta menyandarkan kepalanya di bahu kokoh Rangga, menghirup aroma familier dari kemeja hitam pria itu yang selalu membuatnya merasa aman. "Aku gak bisa diam aja di London, Ngga. Aku tahu seberapa keras kamu berjuang di Jakarta buat nyelesaiin masalah Nicholas. Begitu aku liat nama Tasya yang ngunduh data itu, aku langsung tahu kalau ini bukan soal sabotase bisnis biasa, tapi soal hati yang lagi menuntut penjelasan."

Cinta memejamkan matanya perlahan, menikmati kehangatan genggaman tangan Rangga. "Aku gak mau kehilangan kamu lagi, Ngga. Cukup tiga tahun lalu kita dipisahkan kasta dan jarak. Sekarang, kalau ada badai yang datang, aku mau kita hadapi bareng-bareng di tempat yang sama."

Rangga mengecup pucuk kepala Cinta dengan penuh perasaan. "Badai di Jakarta udah selesai, Sayang. Nicholas udah di balik sel, diler kita siap meluncur, dan Tasya udah berdamai sama masa lalunya. Akhir minggu ini, kita balik ke London bareng-bareng."

Dua hari kemudian, suasana di diler digital baru kawasan Jakarta Pusat tampak sangat meriah. Balon-balon putih dan biru menghiasi lobi utama yang megah, menampilkan deretan unit kendaraan listrik terbaru yang siap dipasarkan secara massal. Para investor, awak media, dan tamu undangan penting dari kalangan korporasi telah memenuhi ruangan konferensi pers.

Di atas panggung utama, Rangga berdiri dengan setelan jas abu-abu modern yang pas di badannya, memancarkan aura seorang *Chief Innovation Officer* berkelas internasional yang penuh karisma. Di sebelah kanannya, Pak Hendra tersenyum bangga, dan di sebelah kirinya, Tasya Amelia berdiri anggun dengan blazer formal, memberikan presentasi keuangan digital yang mutakhir dengan sangat lancar dan penuh percaya diri.

Dari barisan kursi penonton paling depan, Cinta Alisya duduk sambil bertepuk tangan dengan anggun. Sepasang matanya tidak lepas dari sosok Rangga yang kini telah bertransformasi sepenuhnya. Pria itu bukan lagi montir jalanan yang bisa diintimidasi oleh kekuasaan Tuan Kresna atau dihajar oleh preman Nicholas. Rangga telah berhasil mendaki kastanya sendiri dengan cara yang paling terhormat—lewat kecerdasan, kerja keras, dan integritas.

Saat acara pemotongan pita digital selesai, riuh tepuk tangan menggema di seluruh ruangan. Rangga turun dari panggung, mengabaikan beberapa jurnalis yang mencoba mewawancarainya, dan berjalan lurus ke arah Cinta.

"Proyek Asia Tenggara resmi berjalan," ucap Rangga sambil tersenyum lebar di hadapan Cinta.

Cinta berdiri, merapikan kerah jas Rangga dengan gerakan manis yang natural. "Selamat, Mr. CIO. Kamu resmi menaklukkan Jakarta."

Rangga menggeleng pelan, lalu berbisik tepat di telinga Cinta, membuat bulu kuduk gadis itu meremang indah. "Gue gak peduli soal menaklukkan Jakarta atau London, Cinta. Yang paling penting... gue udah berhasil ngebuktikan kalau gue layak buat berdiri di sebelah lu, di kasta mana pun lu berada."

Di sudut ruangan, Tasya menatap interaksi kedua orang itu dari kejauhan. Tidak ada lagi rasa benci atau obsesi di matanya. Dia meminum sisa sampanye non-alkohol di gelasnya, lalu tersenyum tipis. Tasya tahu, besok pagi kopernya sudah siap untuk penerbangan ke Bali. Dia siap memulai lembarannya sendiri, sebagai wanita sukses yang merdeka atas hatinya sendiri.

Sementara bagi Rangga dan Cinta, Jakarta kini bukan lagi kota penuh luka dan trauma masa lalu. Kota ini telah menjadi saksi bisu kembalinya sepasang kekasih yang berhasil meruntuhkan tembok kasta tinggi dengan kekuatan kedewasaan dan cinta sejati. Akhir minggu nanti, London telah menunggu mereka, bukan lagi sebagai tempat pelarian, melainkan sebagai rumah masa depan yang baru.

1
Kam1la
keren aksinya Cinta👍😍
Kam1la
👍👍
Kam1la
aksi penyelamatan yang keren...
Kam1la
nah, kan ada pernyataan maaf
Kam1la
keren...💪 tetap semangat Rangga, meski diremehkan
Kam1la
Aldi, ada selera humor juga
Kam1la: siap...👍
total 2 replies
Kam1la
seru....! Pernikahan 2 Rahasia, hadir kak....
Lalat Mu
Ceritanya seru kak, semangat nulisnya ya! /Good/
Raden Saleh: Terimakasih atas partisipasinya, semoga terhibur, dan aku semangat lagi menulis, insya Allah lebih seru lagi 😍
total 1 replies
Kim Borahae
ceritanya bagus. semangat ya 💪

btw saya pun baru mula menulis novel kalau ada masa boleh tinggalkan komen.. Tinggal tekan profile saja, terima kasih /Hey//Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!