NovelToon NovelToon
ISTRI PENGGANTI SANG GUS COLD

ISTRI PENGGANTI SANG GUS COLD

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Pernikahan rahasia / Poligami
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

Dibuang dua puluh tahun ke London, Kalea dipaksa pulang hanya untuk menjadi tumbal wasiat kakaknya. Najwa, sang bidadari pesantren yang sedang menjemput ajal, meminta satu hal yang mustahil: Kalea harus menggantikan posisinya sebagai istri Gus Malik.
Kini, si pemberontak berpakaian seksi itu harus terjepit dalam pernikahan "turun ranjang" bersama pria sedingin es yang hanya mencintai kakaknya. Di bawah atap yang sama dengan Najwa yang kian merapuh, sanggupkah Kalea bertahan menjadi bayang-bayang di atas ranjang pria yang menganggapnya penuh dosa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Buah dari Keikhlasan

Waktu terus bergulir bagai air yang mengalir tenang di lingkungan Pesantren Al-Fatih. Dua bulan telah berlalu sejak malam mencekam di pelabuhan tua dan momen pembakaran foto-foto masa lalu di halaman belakang. Kehidupan pernikahan Gus Malik dan Lea kini telah bertransformasi sepenuhnya. Tidak ada lagi kecanggungan yang membeku di antara mereka, yang ada hanyalah jalinan kasih yang kian hari kian menguat dalam balutan ibadah dan ketaatan.

Pagi itu, suasana di kamar Lea tampak sedikit berbeda. Udara pagi yang sejuk biasanya disambut Lea dengan semangat untuk menyusun bab terakhir skripsinya. Namun, sudah hampir satu minggu ini, tubuhnya selalu terasa lemas setiap kali terbangun dari tidur. Kepala gadis itu terasa berputar hebat, dan perutnya bergejolak seperti diaduk-aduk.

"Mwek... hoek..."

Lea berlari terburu-buru menuju kamar mandi, mencengkeram tepi wastafel, dan memuntahkan cairan bening dari tenggorokannya. Tubuhnya bergetar, wajahnya yang biasa merona kini tampak pucat pasi.

Gus Malik yang baru saja selesai menunaikan shalat dhuha di musala keluarga terkejut mendengar suara rintihan dari arah kamar mandi istri keduanya. Dengan langkah lebar, pria berbaju koko itu segera masuk dan mendapati Lea sedang terkulai lemas sambil memegangi perutnya.

"Kalea... kamu kenapa?" tanya Malik dengan nada suara yang sarat akan kecemasan. Ia segera memapah tubuh mungil Lea, membimbingnya untuk duduk di tepi ranjang. Tangan kekar Malik terulur, mengusap peluh dingin yang membasahi kening dan pelipis istrinya dengan penuh kelembutan.

"Nggak tahu, Gus... perut gue mual banget dari subuh tadi. Kepala gue juga pusing kayak muter-muter," bisik Lea lirih, menyandarkan kepalanya yang terasa berat di dada bidang Malik.

Malik terdiam sejenak. Ia menatap wajah pucat Lea, lalu beralih menatap kalender dinding yang terpajang di dekat meja belajar. Sebuah pemikiran melintas di kepala sang Gus, membuat jantungnya mendadak berdegup lebih kencang dari biasanya.

"Kalea... maaf, kalau saya boleh tahu, kapan terakhir kali kamu mendapatkan siklus bulananmu?" tanya Malik dengan suara bergetar, mencoba menetralkan rasa gugup yang tiba-tiba melanda.

Lea mengernyitkan dahi, mencoba mengingat-ingat di tengah rasa peningnya. "Hah? Siklus bulanan? Kayaknya... harusnya dua minggu lalu gue udah dapet, Gus. Tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda. Kenapa emangnya?"

Mendengar jawaban itu, binar kebahagiaan yang tertahan mulai terpancar dari manik mata hitam Malik. Ia menggenggam erat kedua tangan Lea. "Tunggulah di sini sejenak. Jangan ke mana-mana."

Malik bangkit berdiri dan keluar dari kamar dengan terburu-buru. Beberapa menit kemudian, ia kembali dengan sebuah kantong plastik kecil dari apotek mini pesantren yang biasa menyediakan kebutuhan darurat para santri. Di dalamnya terdapat sebuah alat uji kehamilan instan (testpack).

"Cobalah periksa ini di kamar mandi," ucap Malik sambil menyerahkan alat tersebut kepada Lea.

Lea menatap benda kecil di tangannya dengan jantung yang ikut berpacu liar. Dengan langkah gemetar, ia kembali masuk ke dalam kamar mandi. Lima menit berlalu terasa seperti berjam-jam bagi Malik yang menunggu di luar sambil tiada henti merapalkan doa di dalam hatinya.

*Cklek.*

Pintu kamar mandi terbuka. Lea melangkah keluar dengan pandangan mata yang kosong, namun air mata perlahan mulai menggenang di pelupuk matanya. Tangan kanannya gemetar hebat saat menyodorkan alat pipih itu ke hadapan suaminya.

Malik menerima alat tersebut. Di sana, di bawah cahaya lampu kamar yang terang, terlihat dengan sangat jelas: dua garis merah yang tebal.

"Gus... gue... gue hamil?" bisik Lea seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Malik tidak menjawab dengan kata-kata. Air mata kebahagiaan runtuh dari sudut matanya. Ia langsung menarik Lea ke dalam pelukannya yang teramat erat, mengecup puncak kepala dan kening istrinya itu berkali-kali dengan penuh rasa syukur yang membuncah.

"Alhamdulillah... Alhamdulillah, Ya Allah. Terima kasih atas amanah-Mu," ucap Malik dengan suara yang serak karena menahan haru. "Iya, Kalea. Kamu sedang mengandung anak kita. Ada kehidupan baru di dalam rahimmu."

Lea menangis sejadi-jadinya di dada Malik. Rasa tidak percaya, bahagia, dan haru melebur menjadi satu. Gadis yang dulunya dibuang ke London, gadis yang mengira dirinya adalah noktah hitam yang tidak pantas bahagia, kini sedang mengandung buah cinta dari pria yang sangat dihormatinya.

Setelah emosi mereka sedikit mereda, Malik membimbing Lea turun ke lantai bawah untuk sarapan sekaligus membagikan kabar bahagia ini kepada keluarga. Di ruang makan, Najwa sudah duduk di kursi rodanya dengan anggun, ditemani oleh Ibu mertua yang sedang menyendokkan nasi goreng ke piring Arkan.

"Assalamu'alaikum," sapa Malik dan Lea saat memasuki ruangan.

"Wa'alaikumussalam. Eh, Lea... muka kamu kok pucat sekali pagi ini? Kamu sakit?" tanya Najwa dengan raut wajah penuh kekhawatiran saat melihat adiknya berjalan dengan langkah yang sedikit pelan dipapah oleh suaminya.

Malik mendudukkan Lea di kursinya dengan sangat hati-hati, sebuah perlakuan yang sangat protektif yang langsung mengundang perhatian Ibu mertua.

"Ada apa, Malik? Kenapa istrimu diperlakukan seolah-olah dia sedang membawa porselen rapuh begitu?" seloroh Ibu mertua sambil tersenyum menyelidik.

Malik menarik napas panjang, menatap ibunya lalu beralih menatap Najwa dengan tatapan yang dipenuhi rasa syukur yang mendalam. "Ibu... Najwa... Alhamdulillah, dengan izin Allah, pagi ini Lea baru saja memeriksa dirinya. Lea... saat ini sedang mengandung. Dia sedang hamil anak saya."

*Prang!*

Sendok yang dipegang oleh Ibu mertua tidak sengaja terlepas, membentur tepi piring porselen. Ruangan makan itu seketika menjadi hening seketika.

Najwa terpaku di kursi rodanya. Matanya membelalak sempurna menatap ke arah perut Lea yang masih rata di balik gamis longgarnya. Otaknya seolah berhenti berputar selama beberapa detik untuk mencerna untaian kalimat yang baru saja diucapkan oleh suaminya.

*Lea hamil? Anak Mas Malik?* batin Najwa bergejolak.

Seketika itu juga, rentetan pemikiran langsung berputar di dalam kepala Najwa. Kehamilan bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja akibat sentuhan tangan atau bimbingan mengaji. Kehamilan berarti... suaminya, Gus Malik, dan adiknya, Lea, telah melakukan hubungan suami istri yang sah di atas ranjang. Mereka telah meleburkan jiwa dan raga mereka sebagai sepasang suami istri yang sesungguhnya.

Rasa terkejut yang luar biasa sempat menyelimuti hati Najwa. Namun, keterkejutan itu tidak berlangsung lama. Detik berikutnya, sebuah senyuman yang teramat manis dan tulus perlahan terukir di bibir pucat bidadari pesantren itu. Air mata kebahagiaan mengalir deras membasahi pipinya yang kian tirus.

Hatinya membuncah oleh rasa syukur yang tiada tara. *Ya Allah... Alhamdulillah. Misi hamba... wasiat hamba... akhirnya berhasil,* bisik Najwa di dalam lubuk hatinya yang paling dalam.

Selama ini, ketakutan terbesar Najwa adalah jika pernikahannya Malik dan Lea hanya berjalan di atas kertas tanpa ada rasa cinta dan ikatan batin yang nyata. Ia takut Malik mengabaikan Lea karena terlanjur mencintai dirinya, dan ia takut Lea merasa terkurung dalam pernikahan paksaan ini. Namun hari ini, kabar kehamilan ini adalah bukti otentik yang tak terbantahkan bahwa kedua orang yang teramat dicintainya itu telah saling membuka hati, saling menerima, dan bersatu dalam cinta yang diridhai-Nya.

Najwa segera memutar kursi rodanya mendekat ke arah kursi Lea. Ia meraih kedua tangan adiknya, menggenggamnya dengan sisa-sisa kekuatan yang ia miliki.

"Lea..." suara Najwa bergetar hebat karena haru. "Terima kasih... terima kasih banyak, Sayang. Kamu sudah melahirkan kebahagiaan baru di rumah ini. Kakak... Kakak bahagia sekali mendengarnya."

Lea menatap kakaknya dengan mata yang kembali berkaca-kaca. Rasa bersalah yang sempat terbersit di hatinya langsung sirna melihat ketulusan yang terpancar dari wajah Najwa. "Kak Najwa... maafin Lea kalau Lea belum bisa jadi adik dan istri yang sempurna..."

"Kamu sudah sempurna, Lea. Kamu adalah hadiah terbaik yang Allah kirimkan untuk Mas Malik dan untuk keluarga ini sebelum..." Najwa menggantung kalimatnya, tidak ingin merusak suasana bahagia dengan menyebutkan tentang ajalnya yang kian dekat. Ia menoleh menatap Malik, memberikan sebuah anggukan penuh hormat dan keikhlasan mutlak seorang istri pertama. "Mas... terima kasih sudah menjaga dan membimbing Lea dengan sangat baik. Aku sangat bangga padamu."

Malik mendekat, berlutut di samping kursi roda Najwa sambil tetap memegang tangan Lea. Di ruang makan yang dipenuhi haru itu, tiga hati yang sempat terikat dalam luka dan paksaan takdir kini telah melebur dalam satu ikatan keikhlasan yang suci. Bagi Najwa, kehamilan Lea adalah sebuah tanda bahwa ia bisa pergi kapan saja dengan tenang, karena tugasnya untuk meninggalkan kebahagiaan di dunia ini telah selesai dengan sempurna.

1
6690
wait ini Lea sama Najwa kakak beradik kandung ya? mohon maaf ya Thor, bukannya kalau kandung tidak boleh dinikahi secara bersamaan oleh pria yang sama , kecuali salah satunya sudah meninggal, baru boleh menikah. misalnya boleh menikah dengan suami kakak namun ketika si istri/kakak sudah meninggal. CMIIW
Nda
double up thor
Nda
novelmu luar biasa thor
Ci Ka
ditunggu up nya thor💪
Nda
ditunggu double up nya thor
Sri Jumiati
lanjut up thor
Sri Jumiati
umur kalea brp ya? kok msh kuliah .kan di buang 20 th yll
Jeon Ndhh: Dikirim umur 3-5 tahun → 20 tahun di London → balik ke Indonesia umur 23-25 tahun → sekarang kuliah semester akhir. karna pernah tertunda. kuliah di umur berapa pun boleh kuliah umur 50 tahun pun masih bisa kuliah 🙏
total 1 replies
Sri Jumiati
semangat thor
Sri Jumiati
bagus ceritanyq
Waodeumizahara Waodeumizahara
kapan apload nya thor🙏
Waodeumizahara Waodeumizahara
sangat bagus
Waodeumizahara Waodeumizahara
sangat bagus
Waodeumizahara Waodeumizahara
thor lebih banyaknya lagi dong aploadnya🙏
Waodeumizahara Waodeumizahara
plis, up lebih banyak thor🙏
Waodeumizahara Waodeumizahara
sangat menarik/Heart/
Anonim
GUS GUS AGUUUS AGUUUSSS
Titik Sofiah
lanjut Thor
Titik Sofiah
lanjut lanjut Thor
Titik Sofiah
lanjut Thor
Titik Sofiah
plis doubel up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!