NovelToon NovelToon
Mr. Langit Tutor Nakal Ku

Mr. Langit Tutor Nakal Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romansa Fantasi / Bad Boy
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jee Jee

cinta pertama jaman aku SMP sulit sekali aku lupakan... kenangan manis nya masih sama dan luka semasa SMA juga yang sulit aku lupa.. hingga suatu hari sahabat terdekat yang dari lahir udah barengan sama aku! kenalkan aku sama dia.. Tutor nakal ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

...

..

  Suara dentuman tembakan dari game FPS memenuhi kamar Langit yang luas. Di depan monitor masing-masing, Langit dan Yayan duduk berdampingan, jemari mereka lincah menekan keyboard dan mouse. Sesi mabar kali ini bukan cuma soal menaikkan rank, tapi juga jadi sesi "curhat berandalan" antar saudara kembar.

"Gimana perkembangan 'hantu' lo, Yan? Masih kaku kayak kanebo kering?" tanya Langit sambil fokus membidik musuh di layar.

Yayan menyeringai, matanya menatap tajam ke monitor tapi pikirannya melayang ke kejadian di Ruang 302 kemarin. "Gue udah tag dia, Lang. Kemarin gue kunci di kelas. Dia bilang dia udah punya cowok..." Yayan menjeda kalimatnya, lalu tertawa rendah yang terdengar dingin. "Tapi persetan sama cowoknya. Gue bodo amat. Dari awal, dia itu punya gue."

Langit tertawa terbahak-bahak sampai karakternya di game mati tertembak. "Gila lo! Kerja bagus, Yan! Itu baru namanya kembaran gue. Jangan kasih kendor! Cewek modelan gitu kalau nggak digituin nggak bakal sadar siapa bosnya."

Langit menyandarkan punggungnya ke kursi, menghela napas panjang sambil memijat lehernya. "Gue nih yang lagi pusing. Gara-gara skripsi brengsek itu, waktu gue buat 'bidadari' gue jadi kepangkas banget. Gue nggak punya waktu buat jagain dia se-intens dulu. Rasanya gue kayak mau meledak tiap kali mikir dia di kampus sendirian."

Yayan melirik Langit dari sudut matanya, "Ntar direbut orang baru tahu rasa lo, Lang. Jakarta itu luas, cowok agresif itu banyak banyak. Sekali lo lengah, dia bisa aja nyaman sama yang selalu ada. apalagi cewek lo nakal" ledek yayan asal

Mendengar itu, muka Langit langsung berubah masam. Insting pawang posesifnya mendadak naik ke level maksimal. Dia menoleh ke arah Yayan dengan tatapan yang sangat sinis—tatapan adu mekanik yang nggak mau kalah.

"Rebut aja kalau ada berani," desis Langit dengan suara berat. "Denger dia dideketin cowok lain aja gue udah mau gila, Yan. Kalau sampe ada yang beneran berani macem-macem atau dia mulai goyah..." Langit menjeda, lalu seringai nakalnya muncul tapi matanya tetap gelap. "Gue buntingin dia saat itu juga biar nggak ada yang bisa ambil dia dari gue!"

Yayan tersedak air minumnya sendiri sampai terbatuk-batuk. Dia menatap Langit dengan pandangan nggak percaya. "Sinting lo, Lang! Tutor sesat lo makin hari makin kriminal!"

"Bodo amat! cewek gue itu ya punya gue lahir batin. Gue nggak bakal kasih celah buat siapa pun, termasuk 'hantu' dari masa lalu mana pun," ucap Langit mantap, sama sekali tidak menyadari kalau "hantu" yang dia maksud sedang duduk di sebelahnya,

"bisa aja lo.. mau lahir batin dari cewek lo ya lo nikahin bego" ucap yayan geleng geleng meski begitu dia tetap nyengir aja dengerin ide gila kembaran nya.

...----------------...

Suara denting sendok di meja makan malam itu mendadak terasa seperti lonceng peringatan. Di ujung meja, Mama menatap kedua putra kembarnya dengan tatapan serius—tatapan "wanita karier" yang sedang mengatur strategi bisnis.

"Mama serius, Lang, Yan," buka Mama sambil meletakkan map berisi profil proyek terbaru perusahaannya. "Bisnis properti Mama lagi berkembang pesat di Jakarta Selatan. Mama butuh salah satu dari kalian buat mulai magang jadi manajer operasional di sana. Mama nggak mau orang luar yang pegang kendali aset keluarga kita."

Langit, yang baru saja mau menyuap nasi, langsung meletakkan sendoknya. Dia mendengus pelan, tipikal Langit yang nggak suka diatur. "Ma, Langit udah bilang berkali-kali. Skripsi Langit itu prioritas. Dosen pembimbing Langit itu bener-bener kayak algojo, kalau Langit kepangkas waktunya buat ngurusin semen sama batako di proyek Mama, kapan lulusnya? Langit mau lulus tahun ini, titik."

Mama menghela napas, lalu menoleh ke Yayan dengan harapan terakhir. "Yan, kamu kan udah S2. Waktunya lebih fleksibel. Kamu bisa bantu Mama, kan?"

Yayan meminum air putihnya dengan tenang, auranya tetap misterius. "Nggak bisa juga, Ma. Yayan nolak."

"Alasannya apa lagi, Yan?" tanya Mama sedikit frustrasi.

"Yayan udah mulai pegang kendali beberapa urusan Papa," jawab Yayan santai. "Papa minta Yayan bantu awasin manajer di kebun sawit dan teh yang di luar kota. Meskipun Yayan kuliah S2 di sini, tiap akhir pekan Yayan harus fokus ke laporan keuangan dan operasional kebun Papa. Urusan properti Mama... itu terlalu jauh dari apa yang Yayan pelajari sekarang."

Langit menyeringai tipis, dia tahu Yayan pake alasan "Kebun Papa" buat tameng. "Bilang aja lo nggak mau ribet urusan Jakarta biar bisa leluasa nyari 'hantu' lo itu kan, Yan?" sindir Langit telak.

Yayan hanya menaikkan alisnya tanpa membantah. Emang bener, dengan alasan fokus ke S2 dan bisnis Papa yang lokasinya jauh, dia punya alibi kuat buat "berkelana" di kampus nyari Jelita tanpa dicurigai Mama.

Mama menggeleng-gelengkan kepala. "Kalian berdua ini bener-bener ya. Yang satu sibuk sama dunianya sendiri, yang satu lebih milih ngurusin pohon sawit daripada gedung mewah di Jakarta. Papa kalian emang pinter narik perhatian Yayan."

"Papa cuma dateng kalau ada urusan bisnis di Jakarta doang, Ma. Dan kalau dia udah kasih tanggung jawab kebun, Yayan nggak bisa lepas gitu aja," tambah Yayan membela diri.

Makan malam itu berakhir dengan jalan buntu. Mama yang ambisius dengan dinasti propertinya harus gigit jari karena dua anaknya punya agenda masing-masing. Langit ingin "merdeka" demi Jelita, sementara Yayan ingin menggunakan celah "bisnis Papa" untuk memburu masa lalunya yang tertinggal.

Dua saudara kembar itu kembali ke kamar masing-masing, saling melempar tatapan penuh rahasia di koridor. Mereka tidak tahu, bahwa kebohongan dan alasan bisnis ini akan segera bertabrakan saat Yayan akhirnya menemukan koordinat Jelita yang sebenarnya.

1
Vike Kusumaningrum 💜
Gimana ceritanya itu, maksapun kamu udah telat Yan, Langit udah jauuuuh merubah Jelita, bahkan udah icip2 jg. lah kamu ???

susah jadi dirimu Jee. mana sodaraan pula. 🤦‍♀️
jhiee: kedua nya boleh gak beb😭😭😭 soalnya aku aja dilema.. mau milih siapa🤣🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
akan kan mereka bertemu ??

hohoho jawbanya ada di tangan kk author tercinta ini 🤣🤣🤣
jhiee: hahaha rahasia🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
🤣🤣🤣🤣masih jadi misteri , kucing agen rahasia 🤣🤣🤣
Desy Bengkulu
ngakak aku baca nya kak dari awal sampek yg ini , makan kurma si langit ngajarin yg enggak² berjung uji nyali kesabaran , tapi bagus sih, si langit bisa jaga kehormatan jelita
jhiee: sebenarnya ini novel harus di kasih label 21+ 🤣 karena ini gendre nya agak beda dari yang lain😭kalau di novel lain lebih mementingkan etika kalau di sini trabas aja🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!