NovelToon NovelToon
Benih Satu Malam Tuan Cassanova

Benih Satu Malam Tuan Cassanova

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:97.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Bayu Rangga Alexander, seorang pengacara handal yang banyak memenangkan kasus persidangna di usianya yang masih terbilang muda. Semuanya terlihat sangat sempurna, jika saja dia bukan seorang cassanova.

Bermain wanita hanya untuk kepuasan semalam sudah biasa dia lakukan. Alasannya hanya satu, dia tidak pernah mau terikat dengan siapapun. Menganggap jika semua wanita hanya akan menginginkan hartanya, Bayu tidak percaya akan ketulusan cinta.

Hingga suatu malam seorang wanita beranjak naik ke atas ranjangnya, menemani malamnya, memuaskannya, tapi sama sekali tidak meminta bayaran, hal yang membuat Bayu merasa aneh hingga dia cukup penasaran.

Wanita bernama Viona itu menolak kehadirannya, menolak keras untuk tidur kembali dengan Bayu meski pria itu akan membayarnya mahal. Dia memilih untuk pergi dan tidak berurusan dengan Bayu lagi.

"Aku tidak meminta bayaran, karena aku sengaja memanfaatkanmu untuk tidur denganku. Jangan ganggu aku lagi!"

"Sial wanita itu berani sekali menolakku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Ada Arah Tujuan

Seperti kehilangan arah, Viona tidak tahu harus pergi kemana setelah pergi dari rumah suaminya. Bahkan rumahnya yang dulu sudah dia jual untuk menutupi hutang orang tua. Selama ini Viona hanya tinggal di sebuah Apartemen kecil yang dia sewa. Tapi sejak menikah sewa di hentikan, Apartemen itu sudah di isi oleh orang lain.

Ketika turun dari taksi dengan koper dan tas besar miliknya, Viona masih bingung harus pergi kemana. Tidak ada tempat untuknya kembali. Tatapannya kosong, bahkan seperti tidak ada lagi tujuan hidup. Semuanya hancur karena sebuah pengkhianatan, rasa sakit yang tidak bisa di jelaskan apapun.

Rintik hujan yang perlahan turun, seperti langit sedang ikut bersedih akan takdirnya. Di bawah derasnya hujan, Viona berjalan sambil menyeret kopernya. Air mata mengalir tersamarkan air hujan, isak tangis yang hampir tidak pernah terdengar lagi karena derasnya hujan.Terus berjalan di trotoar sampai sebuah mobil membunyikan klakson dan berhenti.

Viona menoleh, kaca mobil yang hitam membuatnya tidak dapat melihat siapa yang berada di dalam mobil itu. Sampai kaca jendela terbuka, Viona cukup terkejut melihat pria di dalam mobil.

"Vio, kenapa kamu ada disini dan hujan-hujanan seperti ini?"

"Rendi"

Pria itu turun dengan membuka payung, berjalan cepat ke arah Viona dan memayunginya. "Cepat masuk ke mobilku, hujannya semakin deras. Kau bisa sakit"

Viona sedikit di tarik oleh Rendi, membawanya masuk ke dalam mobilnya. Rendi juga memasukan koper dan tas Viona ke dalam bagasi mobil. Saat dia sudah kembali duduk di balik kemudi, Rendi menatap Viona yang duduk terdiam di kursi penumpang dengan tubuh yang basah kuyup.

"Kamu ikut pulang ke rumahku saja ya"

Viona menoleh, menatap Rendi dengan tatapan sendu yang seperti tidak ada pilihan lain. "Bagaimana dengan istrimu? Nanti dia akan salah paham dengan kamu membawaku kesana"

"Nanti biar aku jelaskan pada istriku, lagian aku tidak mungkin meninggalkan kamu sendirian di jalan dalam keadaan seperti ini"

Viona hanya menunduk diam, bahkan untuk mengungkapkan semuanya, rasanya sulit sekali. Dadanya begitu sesak, sakit yang tidak bisa dijelaskan. Dunia sedang memberikan sebuah perjalanan hidup yang tidak baik-baik saja padanya.

"Vio, dimana suamimu?" Akhirnya Rendi bertanya juga, meski awalnya dia ingin menahan diri untuk tidak bertanya dulu. Tapi dia tidak bisa, melihat keadaan Viona tentu membuatnya penasaran. "Kenapa kamu berjalan sendirian di tengah hujan, dan membawa koper dan tas? Sebenarnya kamu mau kemana?"

Tangan Viona saling bertaut erat di atas pangkuannya. Melipat bibirnya ke dalam dengan mata terpejam sebelum siap menjawab, mencoba untuk mempersiapkan diri untuk menjelaskan semuanya pada Rendi.

"Aku akan berpisah dengan suamiku, Ren. Dia ... dia selingkuh dengan Tari, bahkan sekarang Tari sedang hamil. Emm... Mungkin Mas Dani melakukan itu karena aku tidak kunjung hamil dan memberinya keturunan"

Suaranya begitu parau, seperti tercekat di tenggorokan. Air mata tertahan di pelupuk, dada yang sesak sudah tidak bisa di abaikan lagi. Sakitnya luar biasa, sampai dia merasa dadanya hanya berdetak untuk rasa sakit itu.

"Tari teman kamu itu?" tanya Rendi, masih seolah tidak percaya dengan ucapan Viona.

Viona mengangguk, mengusap air matanya yang menetes begitu saja. Isak tangis tidak bisa ditahan lagi. "Mereka sudah lama menjalin hubungan. Aku bahkan sudah tahu, namun belum ada waktu yang tepat untuk bisa pergi meninggalkan Mas Dani. Sampai hari ini, akhirnya aku bisa lepas darinya"

Rendi memegang kemudi dengan erat, tatapan matanya menajam, hembusan napas juga terasa begitu berat. "Jadi ini akhir dari janji dia yang akan membahagiakanmu itu? Sialan, pria seperti apa dia ini sampai berani selingkuh dengan teman istrinya sendiri"

Viona tidak menjawab, dia hanya sibuk mengendalikan kembali dirinya. Mengusap air mata yang terus mengalir. "Rendi, bolehkah aku minta bantuanmu?"

Mendengar suara parau karena menahan tangisan itu, membuat Rendi semakin merasa iba pada Viona. "Bantuan apa? Aku pasti membantumu"

"Bantu urus perceraianku dengannya"

"Baiklah, aku akan membantumu"

Ketika mereka sampai di rumah Rendi, Viona merasa ragu untuk ikut masuk. Tahu jika Rendi sudah mempunyai istri, dan takut kehadirannya akan membuat masalah dalam rumah tangga mereka.

"Tenang saja, aku yang akan berbicara dengan istriku"

Akhirnya Viona ikut saja untuk masuk ke dalam rumah Rendi. Sesuai dugaannya ekspresi istri Rendi sangat jelas tidak suka dengan kehadiran Viona.

"Mas, ada apa ini? Kenapa kamu membawa mantan kamu ke rumah?"

Pertanyaan penuh waspada dan kekhawatiran itu, tentu Viona maklumi, karena seorang istri hanya takut suaminya berpaling dan pernikahan mereka akan hancur. Viona menunduk dengan perasaan tidak enak pada istri dari Rendi ini.

"Maaf Raisa, aku tidak bermaksud untuk mengganggu kalian, tapi-"

"Sayang, aku bertemu Viona di jalan tidak sengaja. Dia sedang kesulitan dan butuh bantuanku"

"Tapi kenapa harus kamu Mas? Apa kamu gak mikir perasaan aku? Kalian itu pernah pacaran, dan istri mana yang bisa terima suaminya pulang membawa mantan pacarnya ke rumah"

Raisa langsung pergi begitu saja tanpa memberikan kesempatan untuk Rendi dan Viona menjelaskan apapun.

"Ren, sebaiknya aku pergi saja"

Rendi langsung menahan tangan Viona yang sudah berbalik dan ingin melangkah pergi. "Tidak Vio, kau mau pergi kemana malam-malam begini dalam keadaan pikiran yang kacau. Sudah, kau tinggal saja dulu disini. Masalah Raisa, biar aku yang bicara padanya"

Rendi membawanya ke kamar tamu di rumahnya. Membiarkan Viona beristirahat dan berganti pakaian. "Istirahat saja dulu, nanti jam makan malam aku panggil ya"

Viona mengangguk dengan perasaan tidak enak. "Terima kasih Ren"

Setelah Rendi pergi, Viona menutup pintu dan bersandar di pintu kamar itu. Tatapannya kosong, masih bingung dengan apa yang akan dia lakukan setelah ini. Semuanya benar-benar hancur.

"Rendi, kamu masih sebaik itu dan sangat peduli padaku. Kenapa bukan kamu yang jadi suamiku... Hiks.. Kenapa hubungan kita harus terhalang restu?"

Bayangan masa lalu kembali menghantuinya. Kegagalan dalam hubungan dan komitmen atas cinta berulang kali Viona rasakan. Dengan Rendi, mereka bahkan berpacaran dari masa sekolah hingga kuliah. Namun, hubungan tetap tidak bisa berjalan jika restu tak di dapat. Membuat Viona mundur perlahan, meski rasa cintanya masih begitu besar pada Rendi. Tapi dia sadar, hubungan tanpa restu tidak akan bisa terus berjalan.

Di saat hatinya sedang kosong, sedang berusaha menata kembali, menjalani kehidupan yang baru setelah patah hati ketika mendengar kabar perjodohan Rendi dan istrinya sekarang. Viona mulai menata hati dan perasaannya, mulai menjalani kehidupan yang baru tanpa hadirnya Rendi dalam hidupnya. Saat itulah, Dani datang sebagai pahlawan. Menemaninya, membantu menyembuhkan lukanya, sampai akhirnya memberinya ruang untuk kembali menjalin komitmen itu.

Dan sekarang, kedua kalinya Viona terluka karena cinta. Semua hubungannya kandas tanpa sisa, yang tertinggal hanya sakitnya saja.

"Apa aku memang tidak pantas untuk mendapatkan kebahagiaan? Apa aku setidak pantas itukah untuk dicintai, Ya Tuhan? Hiks..."

Tangisnya benar-benar pecah, tubuhnya perlahan luruh ke lantai dengan air mata yang mengalir deras. Dunia terasa kejam padanya, di saat Viona bahkan tidak punya sandaran untuk berlindung.

Bersambung

1
olyv
jangan mau vio pikirkan anakmu
olyv
bisa²nya keluarga raline, gimana kalo bayu tau ngamuk ngak tuh, kenapa g jujur aja vio
olyv
egois bgt keluarga raisa
olyv
dani mendapatkan karmanya, good 👍
Nessa
gregert bgt part ini
Nessa
hii bodohnya viona
Nessa
mampuuusssss
stefani n.i.s
aku sbg ortu hrs nya ksh nasehat kpd anak..ngapain maksain anak spy bisa nikah sama laki² yg dicintai sama ank nya padahl si laki² tdk cinta kpd cewe trsb..pst nanti si cewe nya yg mendrita. apalagi dr awal si Bayu sdh tdk suka bahkn ilfil liht si Raline..
Sarinah Quinn
orang tua dan anak sama egois 😡
Nna Nna 💖
gemes bgt sm viona ga jujur aja sm bayu.
ga usah ngalah disuruh suportif, kalo bayu memilih siapa jgn dipermasalahkan. lagian kalo viona ngalah apa bayu mau milih raline, ga kan?
Nna Nna 💖: eh sportif gitu bkn suportif 😁
total 1 replies
Uyen Uyen
Viona kenapa tidak bisa tegas, jangan selalu memikirkan kebahagiaan orang lain mulailah memikirkan diri sendiri
Indriani Kartini
tau dari mana ya mereka kalau veline anak Bayu?
Indriani Kartini
kali ini jangan mengalah viona, dlu kmu mengalah untuk raisa sekrng jangan, perjuangkan cintamu, Bayu pun pasti akan mendukungmu dan akan memperjuangkan kamu, kamu berhak bahagia dan ankmu juga, untuk kali ini jangan mengalah, tak apa di pecat ada Bayu yg tanggung jawab.
Susma Wati
byan ngaku nipu identitas ke cewek, apakah cewek itu raline? nunggu cerita byan nih soal cewek, kan dia yang belum nikah, cewek juga belum punya, viona harusnya jujur ke bayu, kalau dia cinta pertama bagi viona, dan mau nerima bayu untuk menikah, karena bayu yang berhak mengambil keputusan siapa wanita yang akan bayu nikahi, jangan turuti tekanan dari orang tua raline, toh raline mungkin salah paham, byan sekarang yang punya cerita setelah bayu bisa bersatu dengan viona dan velia
Mutaharotin Rotin
laaannjjuut thor 😍😍
Mutaharotin Rotin
goblok banget kamu viona, seharusnya cerita sama Bayu,ttg reline
Nurminah
hadeh keluarga kaya nggak berhati juga dzolim ama orang demi anak yg rela jadi jalang demi laki-laki hadeh miris
Nurminah
raisa ngasih pilihan buat bales budi hadeh ternyata nggak sekilas itu menolong orang
chiara azmi fauziah
jangan mau vio gara2 uang dan jabatan anak kmu taruhany terus trang aj sm bayu biar kmu tidak tersakiti lg bahagikan velli vio kasihan anakmu
Mita Paramita
viona terlalu naif ya ngelepas Bayu buat Raline 🤨🤨🤨jadi gemes nih bacanya 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!