seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..
penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
2 hari telah berlalu
Hari ini mereka semua akan pergi ke puncak, ke rumah Oma Kania sekalian berlibur
Keluarga Ammar sudah ada di rumah Daniel
Hanya Ammar, Hera dan Alfian yang ikut
tuan Hanggono dan istrinya sudah kembali ke Jogja 2 hari yang lalu
Aluna juga ikut mengantar, atas permintaan nyonya Hanggono sendiri.
Mereka semua memasuki mobil masing2
Aluna satu mobil dengan keluarga Ammar
Alfian yang jadi supir ditemani Aluna yang duduk di samping nya
sedang di mobil lain Daniel dan Sera duduk di kursi penumpang
Darren yang jadi supir nya, tapi sayang tidak ada yang menemani, nasib jomblo wkwkwkw
mereka menempuh perjalan selama 3 jam
Mobil memasuki halaman luas rumah bergaya eropa klasik
Oma Kania sudah berada di depan pintu
Tersenyum bahagia,
Menyambut kedatangan mereka semua .
Para pelayan sigap membantu membawakan koper dan paperbag berisi oleh2
Daniel dan Sera melangkah terlebih dulu
Menghampiri Oma Kania
Lalu di susul Ammar dan Hera
"selamat datang nak Ammar, nak hera di rumah aunty, ayo silahkan masuk" ucapnya
Mempersilahkan mereka masuk.
Mereka semua duduk di ruang tamu, para pelayan menyajikan minuman dan aneka kue2
Dari kue kering sampai kue basah
Semua tersaji di meja
oma Kania mempersilahkan mereka untuk mencicipi makanan yang dia hidangkan
Setelahnya keluarga Ammar di antar ke kamar yang sudah di siapkan oleh pelayan
Daniel dan keluarganya tidak perlu di arahkan . Karna sudah mempunyai tempat masing2 di rumah orang tuanya.
......................
Siang harinya setelah istirahat
Mereka makan siang bersama
Oma Kania memasak khusus makanan kesukaan cucu2 nya
ada juga aneka seafood,dan makanan2 kampung seperti sayur asem, tumis kangkung, sambal terasi, dan masih banyak menu2 Nusantara lain nya
Makan siang kali ini terasa berbeda bagi Kania,
Lebih hidup, lebih bahagia
biasanya dia hanya makan dengan Marta dan para pelayan lain nya,
atensinya teralihkan ke arah cucunya yang antusias mencicipi masakan nya
"wah, Oma masak makanan kesukaan kami?" tanya Darren matanya berbinar senang
Sudah lama juga dia tidak makan masakan Omanya
Aluna juga ikut menimpali
"iya bang, sudah lama kita tidak makan masakan Oma, dan mommy juga tidak bisa masak makanan ini" ucapnya senang
Semua orang tersenyum bahagia melihat Kaka beradik itu
"iya nak, dulu mommy pernah belajar sama Oma, tapi entah kenapa rasanya selalu beda , padahal resepnya sama" kata Sera
"tidak apa2 mom, masakan mommy yang lain juga jadi kesukaan kami, "timpal Aluna menenangkan sambil tersenyum hangat
Oma Kania menengahi
"sudah,sudah lebih baik kita makan saja dulu, nanti di lanjut lagi ngobrolnya" ucapnya.
Lalu mereka pun makan bersama,
Entah kenapa momen makan di rumah orangtua itu rasanya selalu nikmat,
Mungkin karna kasih sayang mereka yang tak pernah padam terhadap anak2 nya.
......................
Selesai makan siang para orangtua berkumpul di ruang keluarga
Alfian ,Aluna dan Darren memilih jalan2 ke kebun teh yang jarak nya tidak jauh dari rumah Omanya
Di sepanjang jalan banyak warga yang menyapa
Dan ada juga yang mengajak Alfian dan Darren kenalan dan berfoto ,
karna sering kerumah Omanya semua penduduk sudah kenal dengan Aluna.
Berbeda dengan Darren yang jarang ke sini, kalaupun ke rumah Omanya pun dia jarang sekali jalan2 seperti ini.
Sebenarnya Alfian dan Darren merasa risih dan canggung
Muka mereka sangat kaku saat di foto
Aluna yang melihatnya sejak tadi berusaha menahan tawa.
Mereka berjalan kembali setelah selesai
Berfoto dengan fans2 dadakan wkwkwwk
Darren mendelik kesal ke arah adiknya
"ketawa saja, jangan di tahan2 seperti itu" ucapnya kesal
Dan Aluna langsung tertawa geli
" cie yang dapat fans baru" ledeknya
Darren tidak menjawab tapi malah menggetok kepala adiknya
Aluna meringis kecil, bukan pura-pura, tapi memang betul sakit,
Lumayan keras juga getokan. Darren di kepalanya
Alfian yang melihat nya menatap tajam Darren
Lalu mengelus kepala Aluna sayang
"mas kepalaku sakit" ucap Aluna manja sengaja memanas2i Abang nya
Darren memutar bola mata malas mendengar nya.
"mana yang sakit sayang" jawab Alfian lembut sambil menciumi kepala Aluna
Darren benar2 kesal sekarang
Melihat kebucinan 2 manusia itu
"heh, ingat tempat "ucapnya ketus
Aluna terkekeh geli,menjulurkan lidah meledek abangnya.
Darren yang kesal pun berjalan lebih dulu
Meninggalkan mereka
"masih sakit" tany Fian
Aluna menggelang sebagai jawaban
Lalu melepaskan pelukan dan melanjutkan perjalanan.
Aluna mengambil gambar perkebunan teh
Dia juga Selfi dengan Alfian
Ada juga foto bertiga dengan Darren,
Karna dirasa sudah siang dan semakin panas
Aluna mengajak Abang dan calon suaminya untuk kembali kerumah Oma
Ditengah perjalanan menuju rumah Oma Kania
Aluna hampir saja Ter tabrak motor yang melaju kencang
Jika saja dia tidak segera di tarik oleh Alfian
Mungkin sekarang dia sudah terluka
Darren yang geram berniat mengejar
Tapi Alfian menahan nya, dia juga tak kalah emosinya, hampir saja calon istrinya celaka
Biarlah nanti mereka cari tau siap orang itu
Apa memang murni tidak sengaja
Atau direncana,
Aluna yang masih syok di tenangkan oleh Fian
"ada yang sakit?" tanya Fian khawatir
Aluna menggeleng dengan nafas memburu
Dadanya masih berdebar karna terkejut,
"lebih baik kita segera pulang," ajak Darren
"sayang, kamu kuat jalan, atau mau di gendong?" tanya Alfian lembut
"jalan saja, " jawabnya singkat
Lalu mereka melanjutkan perjalanan pulang
Dengan hati yang gelisah
......................
Sesampainya di rumah
Darren menceritakan apa yang di alami Aluna di jalan tadi
Raut wajah Ammar dan Daniel sudah tegang menahan emosi
Para wanita yang khawatir lalu mengajak Aluna beristirahat di kamar
"ini bukan kebetulan , tapi sudah di rencana" ucap Ammar
Daniel menganggukan setuju
Lalu Ammar mengeluarkan ponsel dari saku celananya,
menelpon seseorang
"kirim 5 orang ke tempat ku sekarang, nanti aku kirim lokasinya" ucapnya tegas
"dan pastikan satu hal, awasi wanita itu dan antek2 nya"
setalah mendapat jawaban dari anak buahnya
Dia mematikan sambungan Telepon.
"Alfian apa kamu lihat nomer plat motor orang tadi?" tanya Daniel
"maaf dad aku fokus ke Aluna jadi tidak sempat melihat nya" jawabnya menyesal
"tunggu dad, sepertinya tadi aku sempat memfoto plat nomer nya" ucap Darren lalu memeriksa handphone nya
Dan benar di sana ada Poto nya
Dia menyerahkan ponselnya ke arah daddy-nya
Daniel melihat , bukan hanya plat nomer yang Darren foto tapi orang nya pun ikut terfoto
Dia memperbesar foto itu dan mencatat plat no di hp nya
"kita punya bukti , walaupun kecil tapi lumayan, bisa kita lacak" ucap Ammar
Lalu mengirim foto itu ke anak buahnya
Untuk segera di lacak .
"aku sudah menyuruh anak buahku kemari untuk berjaga" kata Ammar tegas
"terimakasih Ammar, dan mulai sekarang jangan dulu ada yang keluar rumah, sebelum kita tau siapa di balik semua ini."ucap Daniel
mereka semua mengangguk paham
tidak lama ponsel Ammar berbunyi
pesan masuk dari anak buah nya
Ammar membukanya , lalu tersenyum miring
"sudah ku duga" jawabnya
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤