NovelToon NovelToon
Dalam Dekap Bayangmu

Dalam Dekap Bayangmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:787
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"sebenarnya mau pria itu apa sih?"
kanaya menatap kala dengan sorot mata penasaran.
pria dingin itu hanya menatapnya datar, seperti biasa tanpa ekspresi.
"hhhhhh" kanaya mendengus kesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24

Sebulan sejak kepergian kanaya dari rumah, masalah yang harus kala selesaikan belum juga kelar.

Untuk urusan ruangan khusus di lantai dua, kala memutuskan untuk membersihkannya dengan kanaya nanti, ia akan menceritakan tentang ruangan khusus itu nanti kepada kanaya dengan sebenar-benarnya tanpa menutupi apapun.

Kala juga sudah mengakui segalanya kepada keluarganya, hatinya merasa lega. Walaupun reaksinya mamanya cukup dramatis, namun kala memakluminya.

Pasti kekecewaan sempat hadir dalam hati wanita kesayangannya itu, air mata mamanya cukup deras membasahi pipi. kala sungguh iba melihat mama menangis malam itu, ia juga merasa bersalah sebenarnya tapi kala memastikan bahwa ia benar-benar mencintai kanaya dan kali ini ia ingin memiliki hubungan yang benar-benar serius dengan wanita itu.

Perlahan senyuman indah terbit dari wajah mamanya yang masih basah oleh air mata, sementara papanya, kala juga melihat mata pria kebanggaannya itu yang berkaca-kaca.

Kala tahu kedua orangtuanya sangat menyayanginya, keterpurukan yang kala alami 6 tahun yang lalu, cukup menjadikan trauma yang mendalam untuk keluarganya.

Kepergian aluna membuat kala mengurung dirinya 1 tahun penuh, ia tidak bersosialisasi, sifatnya yang periang pun, menghilang perlahan.

Membutuhkan waktu 2 tahun dan juga bantuan psikiater untuk mengembalikan kala menjadi seperti saat ini, walau yah tidak bisa menjadi seperti sediakala.

Kepergian aluna yang dramatis, masih meninggalkan luka dan trauma yang menganga di hati kala, setiap mendengar nama aluna disebut, ia akan selalu merasakan sakit dan rasa bersalah yang luar biasa.

Bertahun sudah kepergian aluna, namun rasa itu masih selalu menggelayuti hatinya, ia menyalahkan dirinya sendiri selama beberapa tahun ini, ia menutup hatinya dari wanita lain.

Tidak lebih tepatnya, ia benar-benar tidak bisa memiliki perasaan romantis kepada wanita lain, hingga kehadiran kanaya, kehadiran wanita itu, mampu menghadirkan denyut indah di dadanya, mampu mengembalikan senyumnya.

Kala tersenyum mengingat kanaya dan semua kerandoman wanita itu, rasa rindu di hatinya semakin membuncah indah tak terbendung, denyutan di dada kala berdenyut indah, menghadirkan rasa yang sulit untuk diungkapkan ke dalam kata-kata.

Saat ini yang kala rasakan adalah rindu yang tak terkata, ingin rasanya ia menghubungi wanita itu.

Beberapa kali dalam sehari kala memandangi nama kontak kanaya di ponselnya, ingin rasanya ia menekan nama kontak itu, melakukan panggilan. Namun kala masih bertahan, ia ingin menyelesaikan semuanya terlebih dahulu.

Kala ingin menemui kanaya dengan membawa rasa yang ada hanya tentang wanita itu saja saja. Lagi-lagi kala tersenyum,

'Sabarlah kala' bisiknya lirih, tersenyum menatap nama kanaya di gawainya.

Tok..tok..

Terkejut kala menatap pintu kantornya, lamunannya tentang kanaya menghilang begitu saja. Senyuman manis dari wajahnya sirna seketika, kala menatap dingin ke arah sekretarisnya yang tertunduk takut, berdiri di ambang pintu.

"Maaf pak, saya..saya ingin menyampaikan 15 menit lagi bapak harus menghadiri rapat" tergagap lia sang sekretaris menjelaskan, matanya menatap kala takut.

"Suruh edo menghadiri rapat itu, hari ini saya ada urusan keluar" perintah kala dingin, berdiri dan merapikan kancing jasnya yang terbuka.

"Dan rangkum semua hasil rapat nanti dan kirimkan ke saya dalam bentuk file"

"Baik..pak" angguk lia cepat, bergeser dari mulut pintu dan membuka pintu lebar. Membiarkan kala keluar, terlihat gurat lega dari wajah sekretarisnya melihat kala keluar dari ruangannya.

Bagi para karyawan dan staf kantor kehadiran kala ke kantor, bagaikan kehadiran gunung es yang berjalan.

Aura dingin kala mengalahkan kegantengannya, walaupun para karyawan mengakui bahwa bos mereka ini ganteng, tapi para pekerja wanita di kantor itu tak ada yang berani untuk mencoba menarik perhatiannya.

Aura dingin kala membuat para wanita enggan mendekatinya, lebih tepatnya takut untuk mendekati pria itu.

"Apakah saya perlu mereservasi restoran, untuk makan siang bapak" tanya lia lagi, berjalan dengan cepat mengiringi langkah kala yang panjang.

"Tidak usah, kan saya sudah bilang, saya ada urusan, kamu temani edo menghadiri rapat nanti.." tatap kala tajam.

"Baik pak"

Sang sekretaris mengantarkan kala sampai ke depan lift, menekan tombol dan menunggu sampai kala masuk ke dalam lift.

Kala melangkah keluar dari lift langsung menuju basement, mengeluarkan kunci mobilnya. Hari ini ia memang membawa mobilnya sendiri tanpa pak ardi, karena hari ini kala memang berniat tidak akan sampai sore di kantor.

Tapi setelah beberapa saat dalam mobil, kala kebingungan sendiri. Ia tak tahu hendak kemana, sebulan sejak kepergian kanaya dari rumah, entah mengapa rasanya wanita itu seperti raib ditelan bumi.

Beberapa kali kala keluar ke tempat-tempat yang sekiranya didatangi kanaya, tapi sekalipun mereka tak pernah bertemu atau berpapasan.

Kala menatap lurus kedepan, tangan kanannya memegang setir mobil, sementara tangan kirinya memegang dagunya.

Jalanan lumayan padat, mungkin karena sudah memasuki jam makan siang. Kala mengarahkan mobilnya kesebuah cafe, ia memutuskan untuk makan siang di cafe itu sebelum pulang ke rumah.

Suasana cafe itu lumayan sunyi, kala melangkah dengan tenang. Matanya mengitari ruangan cafe, mencari tempat yang sedikit tenang.

Tiba-tiba kala melihat sesosok pria yang cukup dikenalnya, duduk disebuah kursi dengan seorang pelayan cafe berdiri disampingnya, mencatat pesanan.

Kala melangkah mendekati, berdiri di depan pria itu, menatap dengan wajah datarnya.

"Boleh saya duduk disini?"

Wajah ferdian melongo heran, ternganga menatap kala yang masih menunggu jawabannya.

Ferdian masih menatap kevin keheranan, namun akhirnya ia mengangguk ramah.

"Hmm..silahkan" sahut ferdian tersenyum sopan.

Kala menarik kursi dan duduk dengan santai, matanya masih menatap ferdian yang juga masih menatapnya dengan senyum ramahnya.

Kala mendengkus, entah mengapa hatinya tak suka melihat senyum ramah itu. Baginya ferdian terlalu ramah, walau hati kala meyakini bahwa pria yang ada dihadapannya ini adalah pria yang baik. Namun entah mengapa hatinya sangat tidak suka, rasa cemburu menguasai hati kala yang sedang menggelegak.

"Ada yang bisa saya bantu?"

Kala melengos jengah, membuang pandangannya dari pria itu. Suara pria itu begitu ramah, entah mengapa kala merasa sedikit minder dibuatnya.

Dari segi fisik kala yakin ia berada diatas pria itu, tapi entah mengapa ada rasa rendah diri menyelinap di dalam hati kala. Keramahan pria ini, pantas membuat kanaya selalu tersenyum.

"Maaf..anda kala mahendra wirawan kan?", tanya ferdian dengan masih tersenyum ramah.

"Apakah anda ada keperluan dengan saya?"

Kala menatap tajam ke arah pria itu, bibirnya masih saja bungkam. Benaknya dipenuhi pikiran yang tidak-tidak, pikiran tentang kanaya dan pria ini selalu berkutat dalam benaknya.

"Apakah istri saya bekerja dengan anda?"tanya kala datar, dingin.

Ferdian tersenyum, tapi entah mengapa kali ini kala melihat senyuman itu mengandung ejekan.

Kala menatap tak suka, apalagi senyum diujung bibir pria itu terasa mengejek dan menusuk hatinya.

"Istri..?"

Dengkusan keluar dari mulut pria ramah yang sudah tidak tersenyum lagi, menatap tajam kemata kala.

"Mungkin maksud anda mantan istri.."

Kala menatap tak senang ke arah ferdian yang mendengkus ke arahnya.

Mereka saling menatap tajam, atmosfer disekitar merekapun ikut memanas. Pandangan mata kala ke arah ferdian sangat tajam, tatapannya menghunjam tajam tepat ke mata ferdi yang menatap ke arahnya tak kalah tajam.

Bibir kala menyeringai, menampilkan smirk yang terlihat sangat sinis, kala mendengkus kesal.

"Lantas kalau memang mantan istri..anda mau apa?"

"Tidak mau apa-apa sih.., cuman heran aja, untuk apa anda masih perduli dengan seorang mantan" ujar ferdi dengan santainya, dengan mimik seakan keheranan.

Kala tahu, pria itu hanya pura-pura heran. Dan itu semakin membuat kala menegang marah. genggaman tangannya yang saling terkait mengeras, mata elangnya memandang penuh amarah.

Kepalan tangan itu tak luput dari perhatian ferdian. ferdian, pria  itu tersenyum penuh arti, pandangan tajamnya melunak. Ia menyadari bahwa kala sedang emosi dan marah.

Entah mengapa hati ferdian menghangat sekaligus sedih, ia menyadari ternyata kanaya tidak bertepuk sebelah tangan.

"Kalau anda bertanya tentang kanaya, apakah dia bekerja dengan saya atau tidak, kanaya tidak bekerja dengan saya, saya sudah sebulan tidak berhubungan dengannya lagi"

Mata kala menatap ferdian dengan serius, seakan ia ingin menanyakan apakah hal yang disampaikan ferdian itu benar.

Ferdian mengangguk dan tersenyum, seakan meyakinkan bahwa apa yang ia katakan benar.

"kanaya tak pernah menghubungi saya..."

Pandangan tajam kala melunak, ia mempercayai pria yang duduk dihadapannya. walau hatinya tak menyukai pria ini, entah mengapa hatinya mempercayai pria itu.

Kala menggeser kursinya ke belakang, berdiri. ia ingin beranjak pergi,

"Terima kasih..,

Tapi apakah anda tahu sekarang kanaya dimana?"

ferdian menggeleng,

" maaf saya tidak bisa mengatakannya, saya sudah berjanji ke kanaya"

Kala, menatap ferdian dengan pandangan tak percayanya, namun kala menemukan kejujuran dari mata pria itu.

Kevin mengangguk tanda memahami pria itu, ia hanya menepati janjinya pada kanaya.

"Baiklah..terima kasih", ujar kala mengulurkan tangannya dengan ramah, uluran tangan itupun disambut ferdian dengan tak kalah ramahnya, wajahnya masih tersenyum menatap kala yang masih tetap terlihat dingin dan datar.

Bersambung...

1
Bungatiem
boleh kala boleeeh
Bungatiem
boleh dooong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!