Sahara adalah anak kandung yang terusir bersama dengan ibunya karena Fit-nahan yang di buat oleh wanita lain di hati ayahnya.
Mampukah Sahara memperjuangkan dan membersihkan nama ibunya dari fit-nah keji wanita yang tak lain adalah sahabat ibunya itu?
Akankah ayahnya percaya? baca terus kisah Perjuangan Sahara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sahar 6
Flashback
"Ada apa ini Mas?"tanya Rianty saat melihat Sandy datang bersama dengan Wanda dan dua anaknya, Akmal dan Citra. Wanda yang dia tau adalah karyawan dari perusahaan, bahkan saat ini sedang menggandeng tangan kekar milik suaminya.
"Aku dan Wanda sudah resmi menikah dua bulan lalu. Aku harap kalian akur dan kamu menerima Wanda menjadi madumu juga Akmal dan Citra..."jawab Sandy dengan mata berembun.
Sebenarnya dia tidak tega menyakiti Rianty seperti ini. Dia memang merasa bersalah karena sudah berselingkuh dengan Wanda. Tapi bagaimana lagi dia juga tak bisa menahan godaan dari janda dua anak yang selalu menggodanya saat di kantor. Apalagi sekarang dia melukai Rianty lebih dalam dengan membawa Wanda tinggal bersama di dalam istana mereka.
Istana yang di bangun oleh Rianty dan Sandy. Istana yang menjadi lambang kerja keras mereka berdua membangun perusahaan. Tapi terpaksa dia membawa Wanda datang ke istana impian mereka, karena istri keduanya yang di nikahi secara siri itu terus memaksa dirinya agar bisa satu rumah bersama dengan Rianty. Dia berjanji akan bisa akur bersama dengan kakak madunya.
"Apa Mas? Jadi selama ini kalian mengkhianati aku? Kamu mengkhianati pernikahan kita? Dengan menikahi wanita itu secara diam-diam? Ternyata kecurigaanku kepada kalian selama ini benar kan? Dan alasan kamu meminta aku untuk berada di rumah saja karena untuk membuat kalian bebas berselingkuh disana? Kalian memang hebat... Hebat... Hebat sekali Mas!"ucap Rianty menahan air matanya agar tidak jatuh terlalu banyak.
"Maafkan aku. Tapi aku juga nyatanya mencintai suamimu. Dan Mas Sandy juga mencintaiku, kami saling mencintai. Dia mendapatkan apa yang tak bisa dia dapat dari kamu. Makanya jadi wanita itu harus bisa memuaskan suami di atas ranjang*ng..."ucap Wanda tak tau malu.
"Apa benar begitu Mas? Alasannya hanya soal ran-jang yang membuatmu mengkhianatiku dan juga pernikahan kita. Apa kamu tidak memikirkan perasaan aku dan juga Sahara?" Tanya Rianty.
Dia tak mengira jika alasan Sandy berselingkuh karena alasan itu. Padahal mereka selama ini masih sering melakukan kewajiban mereka sebagai suami istri. Dan selama pernikahan mereka lima belas tahun ini, tak pernah sekali pun Sandy berbicara atau membahas masalah itu padanya. Jika memang itu alasannya. Tak perlu harus sampai ber-se-ling-kuh. Mereka bisa membicarakan yang terbaik dan mencari solusi dari permasalahan ini. Rianty yakin ini hanya akal-akalan dari mereka saja.
Mendengar alasan tak masuk akal dari Wanda membuat Rianty hanya geleng kepala tak percaya menatap tajam ke arah suaminya. Rasanya dia tak sanggup lagi untuk berjalan atau hanya sekedar memukul suami dan juga Wanda dengan alasan itu.
"Kita bicara di dalam... Ada anak-anak disini..."ajak Sandy kepada istrinya.
"Katakan disini saja, bukannya anak-anak dari wanita Ja-lang itu juga sudah tau kelakuan hi-na kalian? Untuk apa kalian menutupinya? Katakan saja! Tak usah banyak alasan. Karena kalian sudah terlanjur melukai hatiku dengan kebohongan kalian selama ini!"jawab Rianty.
Rianty wanita cantik dan bahkan bentuk tubuhnya juga sangat indah. Tak ada yang kurang dari istrinya, dia adalah ibu dan juga istri yang sangat baik,tak pernah membantah. Tapi entah kenapa godaan dari Wanda, janda dua anak mampu meruntuhkan pertahanan dan kesetiaannya kepada Rianty.
Dari segi wajah dan segala yang ada pada Rianty lebih segalanya dan lebih unggul dari Wanda. Tapi memang benar Wanda mampu membuat Sandy bertekuk lutut saat di atas ran-jang. Karena ternyata wanita itu begitu li-ar saat disana. Sehingga membuat Sandy tak bisa melupakan yang selalu mereka lakukan. Bahkan sensa-sinya berbeda karena mereka bahkan bisa melakukannya di dalam kantor. Makanya dengan sengaja Sandy meminta Rianty untuk fokus mengurus rumah dan menyerahkan urusan kantor padanya.
"Apa yang ingin kamu jelaskan Sandy... Katakan setelah itu lepaskan aku! Sampai kapanpun aku tak akan pernah mau di madu!"tanya Rianty.
"Maafkan aku sayang. Aku sangat mencintaimu. Tapi aku tak bisa membohongi perasaanku kepada Wanda. Aku berjanji akan berbuat adil padamu Sayang. Asal kamu mau menerima Wanda menjadi madumu..."jawab Sandy membuat Rianty memejamkan matanya.
Menahan gejolak di dalam dadanya. Bagai di hantam batu besar dadanya terasa sangat sesak dan sulit bernafas. Pengakuan suaminya membuat dia tak percaya kepada pria yang sudah dia berdamai dari mereka bukan siapa-siapa dan tak memiliki apa-apa menjadi seperti sekarang ini. Rianty tak menyangka jika suaminya akan runtuh dan tak bisa menahan godaan wanita. perjuangan dan segala bentuk pengorbanan yang dia berikan kepada suaminya seakan tak ada artinya lagi. Semua hilang karena naf-su setan suaminya.
"Baiklah jika itu alasanmu. Tapi aku tetap memilih mundur. Silahkan kamu bersama dengan wanita yang membuatmu mabuk kepayang dengan naf-su setan kalian,"ujar Rianty dengan tatapan tajam ke arah suaminya tapi air mata sia-lan dari dalam matanya itu tak bisa di ajak kompromi dan malah keluar dan terus menerobos pertahanan matanya.
"Aku tak akan pernah menceraikan kamu sampai kapanpun Rianty. Kamu adalah istriku. Ibu dari anakku satu-satunya Sahara!."jawab Sandy penuh emosi.
Dia tak mengira jika Rianty malah memilih untuk berpisah darinya di banding dengan menerima Wanda sebagai madunya. Wajar saja kan jika seorang pria memiliki istri lebih dari satu jika dia mampu dan bisa berbuat adil. Apa salahnya?
Kenapa Rianty malah memilih untuk bercerai. Tidak bisa. Apalagi cintanya masih sangat besar untuk dia. Kepada Wanda mungkin benar apa yang di katakan oleh Rianty jika dia hanya naf-su saja. Karena memang hanya itu kemampuan yang di miliki oleh Wanda.
"Lalu kamu ingin menyiksaku dengan melihat kemesraanmu bersama dengan wanita itu di depanku Sandy? Jika memang cinta tidak begini Sandy. Kau sangat melukai aku yang begitu percaya kepada pria yang sudah aku pilih menjadi suami dan juga ayah untuk anakku! Aku tak mengira jika kesetiaan dan cintamu hanya sebatas naf-su. Aku benar-benar menyesal sudah memilihmu! Lepaskan aku Sandy. Karena sampai matipun aku tak akan pernah ikhlas,"jelas Rianty dengan tatapan penuh amarah kepada suaminya.
Tak ada lagi panggilan penuh hormat kepada pria yang masih berstatus sebagai suaminya itu. Nama yang dia sebut membuat hati Sandy berdenyut nyeri. Apa istrinya semarah itu? Karena selama bersama dengan Rianty, wanita itu bahkan tak pernah memanggil dia dengan namanya. Tatapan penuh kebencian dan kekecewaan dari istrinya membuat dia merasa sangat sakit. Apa yang harus dia lakukan? Dia tak bisa melepaskan Rianty yang begitu dia cintai.
salam sehat selalu outhor syantik ku 🫶🫶🫶🫶