Kebun jagung milik Bu Sarah selalu berbuah lebat setiap saat, dengan luas yang begitu luar biasa sehingga bila tidak tau jalan maka akan tersesat di dalam sana.
Namun kabar yang beredar mengatakan bahwa kebun jagung itu memang meminta tumbal nyawa manusia, kebun milik janda cantik itu memang sudah di jauhi oleh para warga karena Mereka sangat takut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23. Di beri cincin
"Bagaimana mungkin?!" Purnama saja gemetar ketika dia sudah menyentuh pupuk yang telah di berikan oleh Umar tadi.
"Kenapa memang nya, Kak?" Arya sangat penasaran dan Dia mendekati Purnama untuk mencari tahu.
"Apa selama ini selalu pupuk yang seperti ini yang diberikan oleh dia?" Purnama bertanya kembali kepada Umar.
"Iya, tapi aku memang tidak tahu dia beli pupuk ini di mana karena dia tidak pernah menyuruh kami." jelas Umar.
"Amis sekali memang." gumam Arya ikut memegang pupuk yang telah diberikan oleh Umar tadi.
"Gila, jadi selama ini dia memakai tubuh para korban untuk pupuk agar jagung itu berbuah lebat!" pekik Arya secara mendadak.
Umar yang mendengar hal itu tentu saja menjadi kaget bukan main, tadi dia memang sudah memiliki pikiran seperti itu namun berusaha dia tepis. sebab Dia merasa jelas itu tidak mungkin dan Bu Sarah tidak akan memiliki rasa tega seperti itu, namun ini malah Arya secara langsung mengatakan bahwa pupuk tersebut dari tubuh para manusia.
Arya dan Purnama juga sebenarnya agak kaget ketika mengetahui bahwa pupuk itu telah di campur dengan gilingan tubuh manusia, tentu saja pikiran Purnama langsung mengarah terhadap Alia dan juga Imron yang hilang secara mendadak, Digo juga sempat menemukan cincin yang bertuliskan nama Alia sehingga rasa curiga itu semakin besar di dalam hati.
Berarti selama ini orang yang menghilang dari dalam kebun jagung itu pasti telah dimangsa oleh iblis penunggu milik Bu Sarah, atau bahkan bisa saja yang turun tangan membantai mereka semua adalah Bu Sarah itu sendiri, bila Dia tidak memiliki iblis maka pasti dia yang telah membunuh mereka semua.
Purnama masih ragu apa memang Bu Sarah telah memiliki iblis atau dia menggunakan tenaga yang dia miliki seorang diri, sebab mereka sudah berusaha untuk mencari tahu saat itu di kebun milik Bu Sarah namun tidak menemukan hal yang aneh di dalam kebun itu, jadi sekarang Purnama ragu sendiri apa memang Bu Sarah telah memiliki iblis atau tidak.
Namun masih ingat juga ketika tadi Kiara sempat mengatakan bahwa keponakan dari Bu Sarah itu mengalami hal yang tidak biasa di dalam rumah, jadi tidak mungkin Bu Sarah melakukan sendirian pembunuhan tersebut tanpa ada bantuan dari makhluk yang telah dia puja.
Purnama masih harus bekerja keras untuk mencari tahu tentang keberadaan iblis itu yang ada di dalam kebun jagung, entah itu iblis yang sama seperti yang ada di dalam rumah atau yang berbeda, tapi yang jelas nanti malam Maharani pasti akan turun tangan untuk mengetahui tentang iblis tersebut.
Ini kebetulan juga Umar merasa curiga dan malah langsung membawa gigi serta campuran pupuk yang telah di berikan oleh Bu Sarah, dengan adanya barang ini maka Purnama semakin yakin untuk menyelidiki tentang kebun jagung milik janda itu, Karena sekarang sudah terbukti bahwa memang ada yang tidak beres dengan kebun jagung tersebut.
Kalau pun nanti Bu Sarah mengelak dan mengatakan bahwa dia sama sekali tidak mengetahui tentang masalah pupuk itu, apakah Purnama bisa bertanya di mana dia membeli pupuk tersebut. bila memang dia memiliki tempat untuk di tunjukkan kepada Purnama, maka pasti lah Bu Sarah telah bekerja sama dengan orang tersebut.
"Aku tidak tau secara pasti siapa yang sudah dia bantai ini tapi yang jelas di dalam pupuk itu ada kandungan tubuh manusia." Purnama berbicara kepada Umar.
"Ya Allah, jadi bisa dibilang bahwa gigi itu adalah milik korban?" Umar ternganga tidak percaya.
"Betul, mungkin saja gigi ini tidak tergiling sehingga bisa muncul dan Kau menemukan." angguk Purnama.
"Apa yang sudah dia giling ini adalah sepupu Amir yang telah menghilang?" Umar bertanya kembali dengan suara lirih.
"Jamban langsung menyimpulkan seperti itu karena kita tidak tahu juga, kau harus menutup mulut dan jangan sampai memberitahu orang lain." pesan Purnama kepada Umar.
"Ya, aku pasti akan tutup mulut dan tidak akan membicarakan kepada para tetangga." janji Umar.
"Bila sampai ada yang tahu tentang masalah ini maka sudah pasti itu adalah kau pelaku nya, Kau tidak perlu mengelak karena yang mengetahui tentang masalah ini hanya kita saja." Arya langsung menegaskan kepada Umar saat ini.
Pria ini mengganggu dengan raut wajah sedikit takut karena dia sama sekali tidak menyangka bahwa akan terjebak dalam masalah seperti ini lagi, dulu sudah pernah mengalami hal yang tidak biasa dan berhubungan dengan setan lalu sekarang justru harus berhubungan kembali, ada rasa takut dan cukup besar di dalam hati Umar sekarang.
"Bekerja lah dulu seperti biasa seolah kau tidak tahu apa-apa." suruh Purnama kepada Umar.
"Ya, sebab dari yang aku lihat dia tidak membutuhkan tumbal dari para pekerja." Arya juga setuju dengan hal itu.
"Iya tidak ada pekerja dia yang meninggal ketika sedang di kebun jagung itu kok, jadi mungkin saja dia mencari orang lain untuk di jadikan pupuk ini." Umar berkata serius.
"Nah kalau begitu Kau bisa bersikap santai seolah tidak mengetahui apa yang telah terjadi." Purnama agak lega sekarang.
"Aku cuma takut nanti kalau Asep curiga karena dia sangat percaya kepada bu Sarah." cemas Umar.
"Kalau untuk yang percaya pada Bu Sarah maka biarkan saja, Kau tidak perlu memberitahu mereka karena nanti justru akan menjadi pertengkaran diantara kalian berdua." pesan Purnama.
"Iya, Asep juga tidak mungkin percaya kalau aku mengatakan bahwa pupuk itu terbuat dari tubuh manusia." angguk Umar.
"Om bawa ini sekarang, jangan sampai ada sesuatu yang mengganggu dirimu karena sudah mengetahui tentang rahasia dia." Kiara memberikan cincin warna biru kecil.
Umar agak ragu ketika akan menerima cincin dari gadis itu, namun ketika melihat purnama dan Arya mengangguk maka dia tak lagi sungkan dan segera mengambil. Kiara takut bila nanti Umar akan mendapat gangguan, jadi untuk berjaga-jaga maka lebih baik mereka memberi penangkal terlebih dahulu.
"Selalu pakai dan kalau ada yang tidak beres segera hubungi kami saja." pesan Purnama.
"Apa kemungkinan Bu Sarah telah mengetahui bahwa aku membongkar rahasia dia?" tanya Umar.
"Kalau Bu Sarah mungkin saja belum tahu saat ini, tapi aku tidak menjamin dengan iblis yang ada di dalam kebun jagung itu." jawab Purnama.
Bulu kuduk Umar semakin merinding ketika mendengar Purnama mengatakan bahwa iblis itu bisa saja sudah mengetahui perbuatan dia, sebab Purnama juga tahu bagaimana cara iblis bekerja sehingga dia sudah merasa curiga, kemungkinan besar memang iblis itu mengetahui bahwa Umar telah mencari bukti.
Selamat malam Besti, tetap nulis ya walau pendapatan merosot drastis😭
benar-benar lucknut 🤬
dan mobil yg ada di gudang yg di tutupin terpal hitam psti mobil nya si Imron 😱😱
semuanya psti ada hubungannya dg Bu Sarah 😡😡
mknya buruan donk Kendal kamu cari pasangan biar gak jomblo trs 🤣🤣
apakah itu iblis peliharaan nya Bu Sarah ❓❓