NovelToon NovelToon
Cinta Suci Raina

Cinta Suci Raina

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:56.2k
Nilai: 5
Nama Author: tris riyana

"Setiap orang memiliki alasannya sendiri mengenai bagaimana ia harus bersikap. Jadi, tugas kita bukanlah untuk membenci ataupun bertanya mengapa? tapi kita wajib menghargainya"
.
Aisyah Raina Abdullah, gadis cantik yang memilih menutup dirinya, demi untuk menjaga marwah pribadinya juga keluarganya.

Semakin jauh ia melangkah, semakin banyak ia mengenal sifat. Ada yang murah senyum, ada pula yang dingin layaknya es.

Saat itu juga, Raina menemukan sosok pria yang sangat berbeda baginya, namanya Malik Fajar Admajaya. Akrab di sapa Fajar, ia adalah laki-laki yang memiliki sifat sedingin es.

Ia juga sangat membenci sosok wanita, kecuali sang Ibunda. Selama ini ia tak mau perduli dan tersenyum pada wanita manapun, kalaupun ia memiliki seorang 'wanita' itu hanyalah permainan baginya.
.
Kemudian, dua anak manusia yang berbeda karakter itu dipersatukan dalam mahligai cinta yang halal.

Walaupun pasti banyak rintangan yang akan menghadang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tris riyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Kembali

Athor Pov

Setelah mengetahui Fajar telah pulih kembali, dengan senyuman penuh ramah dan sumringah pria itu langsung menaruh Al-Qur’an yang ia baca dan meletakkan di tempatnya semula. Kemudian ia menghampiri Fajar dan menepuk pelan punggung Fajar yang tampak memikirkan sesuatu.

“Jar...” sapa pria itu yang langsung menyadarkan Fajar.

“Eh.. iya Mas..” Segera Fajar membalas senyuman ramah dari pria yang ia sapa Mas itu.

Pria itu langsung mempersilahkan Fajar, untuk duduk bersama dengannya. Ya.. yang membuat Fajar kaget adalah mengenai pria itu, dia adalah Azzam. Azzam merupakan salah satu dokter sekaligus direktur muda di salah satu rumah sakit swasta di kota ini.

Fajar dan Azzam dulunya sering sekali bertemu, karena Azzam ternyata adalah kakak kandung dari Dhuha. Sejak tujuh tahun terakhir memang Azzam tidak tinggal di Indonesia, ia sibuk menyelesaikan studynya di salah satu Universitas di Amerika dan baru kembali sekitar satu bulan ini.

“Gimana kepalamu, apa masih sakit?” ucap Azzam untuk memastikan keadaan Fajar. Karena sebagai dokter, memastikan orang disekitarnya baik-baik saja adalah tugas dan tanggung jawabnya.

“Alhamdulillah baik Mas, terimakasih sudah membantuku Mas..” jawab Fajar dengan senyum yang terpaksa ia kembangkan. Padahal sebenarnya ia masih memikirkan Raina, dan masih mengkhawatirkan keadaan gadis itu.

Suasana tiba-tiba hening, Fajar masih belum bisa fokus. Sementara Azzam masih memikirkan topik yang tepat untuk pembicaraan mereka. Sampai akhirnya Azzam bersuara.

“Dhuha masih sering cerita tentang kalian dulu. Nggak jarang juga, Dhuha pengen kalian akrab dan bersahabat lagi. Mas juga kangen liat kalian ngumpul lagi. Dan kita jadi seperti keluarga lagi.”

Fajar masih diam tak menanggapi, ia hanya sesekali tersenyum kecil pada Azzam. Mana mungkin mereka akan bisa bersahabat lagi seperti dulu, karena sekarang Fajar sedang menaruh kecurigaan besar pada Dhuha.

Menyadari pria didepannya tidak berkutik atau menanggapi katanya, kemudian Azzam kembali bertanya. “Mas dengar dari Dhuha, katanya kamu udah nikah.”

“Iya Mas, mungkin hampir dua pekan ini,” jawab Fajar singkat.

“Mas harap, karena kamu udah memiliki pasangan, kalian bisa baik-baik lagi," ucap Azzam penuh harap.

Sebagai seorang kakak, Azzam sangat mengetahui bagaimana karakter Dhuha. Dan Azzam juga sudah tahu, bahwa dulu Dhuha tidak pernah memiliki perasaan apapun pada Citra kekasih Fajar waktu SMA. Hanya saja, Fajar merupakan mode orang yang cepat menarik kesimpulan kemudian marah.

“Justru setelah memiliki pasangan ini, aku malah makin tidak menyukai Dhuha Mas," ucap Fajar, yang membuat air muka Azzam berubah.

Lelaki itu bahkan memasang posisi siap dalam duduknya, ia ingin mendengarkan penjelasan dari Fajar sekali lagi.

“Alasannya?”

“Beberapa hari lalu, Dhuha melamar Raina istriku.” Mendengar kalimat pertama Fajar, Azzam tampak mengrenyitkan dahinya. Kemudian, Fajar melanjutkan katanya.

“Awalnya ku pikir nggak masalah Mas, karena memang pernikahan kami tidak diketahui banyak orang.” Azzam masih mendengarkan penjelasan Fajar dengan antusias yang tinggi.

Pasalnya untuk masalah ini, Dhuha belum pernah menceritakan padanya. Dan sebelumnya juga Dhuha tidak pernah cerita, memiliki perasaan pada seorang gadis manapun. Termasuk gadis yang bernama Raina, yang tidak lain adalah istri Fajar.

“Tapi.. beberapa hari ini juga, tepatnya setelah pernikahanku dan Raina tersebar. Beberapa kali pula aku mendapat pesan bernada teror. Awalnya aku nggak terlalu ambil pusing Mas. Tapi.. kemudian tanpa sengaja, aku mendengar Dhuha berbicara dengan seseorang, dan itu sangat singkron dengan semua kejadian dan teror yang ku alami Mas.”

Panjang lebar Fajar bercerita, namun.. Azzam masih tidak percaya dengan begitu mudahnya. Mana mungkin adik yang sejak kecil selalu diajarkan tentang pentingnya prinsip dan agama, oleh kedua orang tua mereka, bisa mengambil tindakan sebodoh dan senekat itu.

Kemudian ia melihat lagi ke arah Fajar, kali ini pria gagah di sampingnya itu malah tampak menunduk dan menahan sesuatu. Azzam dapat merasakan, Fajar benar-benar tidak baik hari ini.

Kemudian, Azzam melontarkan pertanyaan lagi untuk Fajar. “Jadi tadi malam.. keadaanmu seperti itu?” katanya sambil mengusap punggung Fajar, untuk menenangkan pria yang tampak lemah disampingnya itu.

Dengan isakan dan juga penuh penyesalan, Fajar menceritakan semuanya kepada Azzam. Sebagai orang yang dulunya sangat dekat, Fajar bahkan sudah menganggap Azzam sebagai kakaknya juga, begitupun sebaliknya.

Dan memang keluarga mereka sebelumnya juga sangat dekat bahkan sangat dekat. Mungkin jika dikiaskan mereka sudah seperti saudara. Hanya saja saat ini Fajar memilih menjauh dari Dhuha.

Mendengar kejujuran yang Fajar ungkapkan, rasanya kepercayaan Azzam kepada Dhuha sedikit goyah. Ia bahkan tak mempercayai semua ini, namun fakta yang Fajar ungkapkan juga tampak nyata dan benar. Bahkan fikirannya kembali tertuju pada Dhuha yang bersikap aneh dan tidak seperti biasanya kemarin.

Flashback On

Pagi ini seperti biasa, Azzam masih dengan senyumannya yang hangat menyapa seluruh anggota keluarganya. Ia bahkan sempat bersenda gurau dengan sang Ibunda, sementara ayahnya sibuk dengan koran dihadapannya, sambil menikmati seduhan kopi yang telah tersuguhkan.

Sungguh jika dibayangkan suasana hangat seperti ini sangat banyak orang yang memimpikan.

Tapi.. di samping itu semua, ada sosok yang tampak berbeda. Pasalnya, Azzam melihat Dhuha yang selalu menyapa dan mencium sang Ibunda, kali ini malah langsung mengayunkan langkah panjangnya dan tampak terburu-buru kemudian masuk kedalam mobilnya.

Heran, tentu saja itu yang Azzam rasakan. Adik semata wayangnya itu tampak seperti orang yang berbeda hari ini. Tak ada senyuman diwajahnya, hanya ada wajah muram nan mencekam. Dhuha bahkan tampak seperti menahan gejolak amarah di dalam dirinya. Apakah gerangan yang menyebabkan Dhuha menjadi seperti itu?

Jika ditengok kebelakang, kemarin Azzam bahkan mendengar teriakan dengan nada frustasi dari dalam bilik Dhuha.

Sebenarnya ia ingin melihat apa yang terjadi dan menanyakannya, namun ia urungkan karena ingin memberi luang untuk sang adik menenangkan fikiran.

...*****...

Dilihatnya, jam sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB malam, namun tak kunjung Dhuha yang dinantikan datang. Bahkan dilihatnya, sang Ibunda memperlihatkan wajah kekhawatirannya.

Ia mencoba menenangkan wanita paruh itu dan membuatnya tidak berfikir buruk tentang Dhuha. Karena bagi seorang ibu, seperti apapun anaknya, pasti akan tetap mengkhawatirkan keadaannya.

Ditambah lagi, Dhuha tidak pernah seperti ini, kalau Dhuha memiliki tugas diluar pasti ia akan selalu memberikan kabar setidaknya mengirimkan pesan. Tapi tidak dengan hari ini.

“Bunda.. kalau gitu, Azzam keluar cari Dhuha ya Bund. Bunda jangan khawatir lagi, Dhuha itu sudah besar. Dan dia juga nggak akan bertindak macam-macam,” ucap Azzam sambil merangkul sang Ibunda. Ia ingin kegusaran dari wanita yang paling dicintainya itu hilang.

*

Kemudian Azzam yang sudah berada di dalam mobil langsung menarik pedal gas, dan melajukan mobilnya, entah kemana tujuannya. Bahkan sedari tadi ia mencoba menghubungi ponsel Dhuha pun tak ada jawaban, pesan pun tak ada balasan.

Satu persatu teman Kampus Dhuha yang Azzam kenali, ia hubungi namun jawabannya sama saja, mereka tidak tahu. Bahkan hari ini pun, Dhuha tidak mengikuti aktivitas di Kampus seperti biasanya. Tugasnya saja tidak dikerjakan, begitulah tutur salah satu teman Dhuha.

Sangat jauh Azzam melajukan mobilnya, hingga akhirnya ia memaksa mobilnya untuk berhenti, ketika ia melihat ada seseorang yang tergeletak di pinggir jalan. Segera dengan cepat, Azzam langsung menghampiri orang itu. Dilihatnya pria itu, ia seperti mengenalinya tapi masih samar, kemudian ia teringat.

Ya.. pemuda yang ia temukan itu adalah Fajar. Fajar sahabat adiknya, Dhuha. Dengan segera dan dengan kekuatannya ia langsung memapah Fajar untuk masuk kedalam mobil dan langsung membawanya pulang ke rumah.

Dibaringkannya Fajar diatas kasur miliknya, dan diambil peralatan kesehatan miliknya, segera ia memeriksa keadaan Fajar. Dan memberikannya beberapa obat untuk mengobati memar dikepalanya.

Flashback Off

“Mas akan bantuin kamu buat cari Raina. Kalau benar ini ulah Dhuha, Mas nggak akan tinggal diam," ucap Azzam, khas seorang kakak yang sangat menyayangi adiknya. Baginya, siapapun yang bersalah dia tidak akan membiarkan orang itu lolos, kalaupun itu adalah Dhuha adiknya sendiri.

Dengan anggukan pelan Fajar mengiyakan perkataan Azzam. Fajar merasa beruntung, walaupun dirinya dan Dhuha tidak lagi akrab dan baik-baik saja. Keluarganya masih sama seperti dulu, bahkan masih tidak ada yang berubah.

Ting..

Dentingan dari notifikasi ponsel Fajar berbunyi. Yang membuat sang empu langsung merogoh saku celananya, dan langsung membuka kunci benda pipih itu. Dibacanya pesan yang ia terima.

“Lo siap kan, dengan syarat yang akan gue kasih? Nanti jam 13.00 WIB temui gue di, cafe ujung alun-alun. Jangan sampai ada orang lain yang tahu. Kalau sempat ada yang tahu bukan hanya elo yang akan menanggung akibatnya, tapi juga istri lo Raina," ata orang itu singkat.

Melihat air muka Fajar yang berubah, Azzam kemudian menimpali pertanyaan pada Fajar, “Pesan dari siapa Jar?”

“Oh.. ini dari biasa mas Azzam, ada orang iseng nawarin asuransi," jawabnya sedikit gugup, ia hanya tidak ingin Azzam mengetahui orang yang membawa Raina mengajaknya bertemu. Jika Azzam sampai tahu, maka nyawa Raina akan dalam bahaya.

Jika benar orang itu adalah Dhuha, maka Fajar akan menjadi orang yang pertama kali memberikan luka di wajah tampan Dhuha. Baru lah kemudian ia memberitahukan pada Azzam dan menyerahkan Dhuha pada keluarganya.

“Nanti aku mau ke lokasi semalam Mas, mau ambil motor..” ucap Fajar untuk memecahkan keheningan sementara diantara mereka.

“Oh.. motor hitam bukan?” dengan anggukan kemudian Fajar menjawab pertanyaan Azzam. “Tadi malam, motornya langsung dibawa ke bengkel, entar deh Mas kasih nomor tukang bengkelnya.”

“Oh.. iya mas,”

*

Setelah berbincang cukup panjang, tepat pukul 11.00 WIB Fajar berpamitan untuk pergi mengambil motor miliknya. Sekalian ia langsung menuju tempat yang orang itu janjikan.

Fajar menolak dihantarkan oleh Dhuha, ia memilih untuk menggunakan taxi karena berfikir, jika Azzam ikut dengannya mungkin akan susah nanti mencari alasan untuknya pergi menemui orang yang membawa Raina.

...-----♡●♡-----...

Alhamdulillah bisa up😁

Episode ini author belum bisa kasih tahu teman-teman ya siapa pelakunya, hehe😅

Tapi, semoga di episode ini teman-teman bisa menyimpulkan, mana tahu benar kan🤔

Sekali lagi, terimakasih buat teman-teman semua yang sudah mensupport dan meluangkan waktu untuk mampir kecerita sederhana ini yah💙

Jazakillah Khair 💖

1
Dandelion
Fajarr
Dandelion
Masa lalu bisa saja merubah kepribadian seseorang, Fajar ternyata pemuda yang malang🤧
Dandelion
Fajar😬
Dandelion
wah, penasaran😍
Dandelion
Ceritanya bagus, sukaa💖
zha_zha
ceritanya indah kak... maksh.. 🙏🙏
Panah Aksara🌼: makasih ya Kak😁
total 1 replies
nazaruddin thamrin
4 like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Ghiie-nae
yaaaaahhh...tamat ya thor....

semangat terus ya thor...
Panah Aksara🌼: Iya Kak, terimakasih banyak ya Kak😍😍
total 1 replies
Dian Anggraeni
senang bisa lihat notif biru di novelmu toor 👏👏👍👍👍👍
Never Home
seribu cinta untuk Raina .. eh, Riyana ....

tetap semangat untuk karya selanjutnya .... love you full....😍😍😍
Panah Aksara🌼: Makasih banyak ya kak😘 ❤1001 cinta buat kakak juga pokoknya😍😍😍

tetap semangat dan selalu sukses juga ya kak❤💪
total 1 replies
Dedek Gemmezzzz
weeeeh lama tak muncul ternyata nyiapin end 🙂 akan ada sequelnya kah...? semangat ya sayang ✊✊✊❤
Dedek Gemmezzzz: waah ikut pindah lapak kah...?
total 2 replies
Eva Santi Lubis
hadir thor mari saling mendukung
Panah Aksara🌼: siap.. insyaa Allah kakak😁
total 1 replies
mimi
lanjut thor
Panah Aksara🌼: siap.. insyaa Allah kak😁
total 1 replies
💎⃞⃟вѕ❀•พ͠ɑพɑ⃟🍏𝕸y💞
lanjuut kak
Dian Anggraeni
senang bisa up lagi tor...akupun baru mampir lagi nih...semangaaat 👏👏👏👍👍👍
Panah Aksara🌼: makasih banyak ya kak😊aku malah yang belum sempat mampir di tempat kakak..
total 1 replies
Ghiie-nae
lanjut kak.....


semangat ya....

aku udah baca sampai sini....

lanjut terooos....💪💪💪💪💪💪
Panah Aksara🌼: makasih banyak ya kak😁
total 1 replies
Never Home
episode bawang lagi... 😭😭😭
Panah Aksara🌼: kemarin kebanyakan beli bawangnya kak, gak abis2 jadinya 😢😢
total 1 replies
isniriswana
tetap berjuang juga untuk author semangat meraih cita cita 👍👍❤❤❤

di tunggu kelanjutan nya 👍👍❤❤❤
isniriswana: sama sama sayy❤❤❤
total 2 replies
Liana'S
Lanjuuut
triana 13
semangat kak 😉


salam hangat dari Zahra Anak Yang Tak Berdosa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!