NovelToon NovelToon
My Savage Wife: Mafia Juga Takut Istri!

My Savage Wife: Mafia Juga Takut Istri!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Dokter Genius
Popularitas:34.4k
Nilai: 5
Nama Author: dhya_cha7

Gara-gara difitnah "impoten" oleh mantan istri, Kenzo sang CEO Mafia terpaksa menikahi Zia, dokter spesialis sekaligus pengacara yang mulutnya sepedas cabai.

‎Sialnya, Zia juga punya hobi latah yang bikin harga diri Kenzo jatuh di depan anak buahnya!

‎"EH COPOT-COPOT, MAFIA GANTENG PISTOLNYA KARATAN!"

‎Mantan istri? Kena mental lewat jalur medis dan hukum! Tapi bagi Kenzo, menghadapi musuh lebih mudah daripada menghadapi satu istri latah ini!


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dhya_cha7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Clarissa kini telah berdiri dari tempat duduknya dan mematung di tengah ruang tamu klan Mahendra.

Wajahnya yang dilapisi bedak mahal 3 cm itu telah berubah menjadi merah padam menahan malu yang teramat sangat.

Seluruh tubuhnya bergetar hebat karena dihantam skakmat bertubi-tubi dari keluarga inti Mahendra.

Zia yang melihat mantan istri suaminya itu sudah seperti patung selamat datang di alun-alun, langsung melirik ke arah pilar tempat kedua pelayan tadi mengintip.

"Mbak kuncir! Iya, kamu yang tadi sibuk bisik-bisik julid," panggil Zia dengan nada santai namun terdengar berwibawa.

"Tolong dong antarkan Mbak Clarissa ini keluar sampai ke depan gerbang. Kasihan, mukanya sudah merah banget kayak kepiting rebus. Takutnya nanti dia pingsan di atas karpet bulu mahal saya, kan repot bersihinnya."

Pelayan berambut kuncir kuda yang merasa terpanggil langsung keluar dari balik pilar dengan wajah semringah.

"Baik, Nona Zia! Mari, Nona Clarissa, saya antarkan ke luar sebelum karpet mahal ini ketumpahan bedak luntur Anda. Kan sayang karpetnya," ucap pelayan itu dengan nada yang sengaja dibuat sopan namun menyengat.

Clarissa tidak bisa lagi menahan harga dirinya yang sudah diinjak-injak sampai hancur berkeping-keping.

Dengan air mata yang mulai menggenang karena menahan amarah yang meledak-ledak, ia menyambar tas branded edisi terbatasnya dengan kasar.

Sialan! Awas aja kalian semua! batin Clarissa.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun atau berpamitan pada Papa Juan dan Mama Soraya, Clarissa membalikkan badan.

Ia melangkah pergi dengan menghentakkan kakinya dengan sangat keras seperti anak kecil minta mainan di atas lantai marmer.

Namun, baru dua langkah Clarissa berjalan menuju pintu keluar, suara dingin Kenzo tiba-tiba menghentikannya.

"Tunggu, Clarissa," panggil Kenzo datar.

Hal itu membuat Clarissa langsung berbalik dengan mata berbinar penuh harapan, mengira Kenzo akan membelanya.

Kenzo melangkah maju, melewati sofa Zia sang istri, lalu berjalan mendahului Clarissa menuju pintu utama mansion yang besar.

Dengan gerakan santai namun penuh penekanan, Kenzo membuka pintu itu lebar-lebar, lalu menatap Clarissa dengan pandangan menjijikkan.

"Lain kali, kalau kau berani menginjakkan kaki di rumah ini lagi tanpa izin dari istriku tercinta, aku tidak akan menyuruh pelayan yang mengantarmu keluar," ucap Kenzo dengan nada suara yang sangat tenang namun menusuk.

"Tapi aku akan memastikan seluruh gerai toko pakaian bermerek langgananmu di negara ini ditutup besok pagi. Sekarang, silakan angkat kaki dari sini. Kedatanganmu merusak hari indahku."

Brak!

Kenzo menutup pintu utama mansion dengan bantingan keras tepat di depan muka Clarissa yang masih melongo syok.

Tindakan brutal nan savage dari Kenzo itu sukses membuat Zia langsung bertepuk tangan bangga.

Prok... prok... prok!

Sementara Papa Juan dan Mama Soraya kompak tersemringah dan tersenyum puas.

Sementara itu, tepat di luar gerbang mansion Mahendra, sebuah mobil sport mewah berwarna hitam baru saja berhenti.

Ban mobil itu mencit sedikit keras. Ckittt! Menandakan bahwa sang pengemudi sedang dalam kondisi emosi yang tidak stabil.

Pintu mobil pun terbuka, dan sosok Marco alias Mas Masako keluar dengan wajah yang tertekuk masam.

Ia berniat menerobos masuk karena merasa tidak terima nomor ponselnya diblokir sepihak oleh Kenzo beberapa menit yang lalu saat di rumahnya.

Namun langkah Marco terhenti saat matanya menangkap sosok Clarissa yang baru saja keluar dari area mansion.

Air mata tampak mulai merusak riasan wajah wanita itu gara-gara dibentak Kenzo tadi. Clarissa yang sedang emosi juga syok melihat kedatangan kakak kandung Zia tersebut.

"Lho, Clarissa? Ke napa kamu ada di sini? Dan kenapa mukamu berantakan begitu?" tanya Marco dengan kening berkerut, menghentikan langkah wanita itu.

Clarissa menghapus air matanya dengan kasar, lalu menatap Marco dengan pandangan penuh dendam.

"Harusnya aku yang tanya, kamu ngapain ke sini, Marco?!"

"Asal kamu tahu ya, adik bar-bar kamu yang sialan itu benar-benar tidak punya tata krama sama sekali! Dia bersama Kenzo dan orang tuanya bekerja sama untuk menghinaku habis-habisan di dalam!"

"Bahkan Kenzo berani membanting pintu di depanku! Sialan adikmu itu, Marco! Dia benar-benar gila!"

Marco yang mendengar hal itu langsung mendengus sinis.

Rasa dongkolnya pada Zia sebenarnya masih ada, tapi mendengar orang luar menjelek-jelekkan adiknya sendiri di depan mukanya, entah kenapa ada rasa tidak nyaman yang bergejolak di hati Marco.

"Oh, jadi perempuan bar-bar itu bertingkah lagi?" sahut Marco ketus, mencoba menutupi rasa gengsi dirinya sebagai abang Zia.

"Baguslah, aku memang datang ke sini untuk memberi pelajaran pada adikku yang kurang ajar itu!"

Clarissa mencengkeram lengan Marco dengan erat, matanya menatap tajam penuh kelicikan.

"Jangan cuma dilabrak lewat kata-kata, Marco! Tidak akan mempan. Kenzo dan kedua orang tuanya pasti akan membela dia. Bagaimana kalau kita bekerja sama?"

"Aku punya kenalan orang dalam di klan Adiwangsa yang membenci Zia. Kita bisa singkirkan Zia dari posisi pewaris selamanya!"

Mendengar kata "singkirkan selamanya" dari mulut Clarissa, rahang Marco langsung mengeras.

Gengsi dan kekesalannya pada Zia seketika sirna, digantikan oleh rasa waspada dan amarah yang murni sebagai seorang kakak.

Marco langsung menghempaskan tangan Clarissa dengan kasar dari lengannya.

"Jaga bicaramu, Clarissa! Secengeng-cengengnya atau se-barbar apa pun Zia, dia itu tetap adik kandungku! Darah daging keluarga Adiwangsa!"

"Kekesalanku pada Zia itu urusan internal keluargaku sendiri. Kau tidak perlu ikut campur!"

"Tapi kalau orang luar seperti kamu berani berniat jahat sampai ingin mencelakai adikku, jangan harap kamu bisa lepas dari klan Adiwangsa!" bentak Marco dengan nada suara yang meninggi, membuat Clarissa langsung tertegun ketakutan.

"Sialan! Urus saja urusanmu sendiri. Dan jangan pernah injakkan kakimu di rumah keluargaku lagi!" seru Marco ketus.

Tanpa memedulikan Clarissa yang masih syok di halaman, Marco melangkah lebar melewati wanita itu.

"Dasar adik dan kakak sama-sama gila!" ucap Clarissa kesal.

Marco mengabaikan Clarissa yang berteriak frustrasi di belakangnya, sebelum wanita itu akhirnya masuk ke mobilnya sendiri dengan penuh dendam.

Di dalam mobilnya yang mulai melaju meninggalkan area luar mansion, Clarissa mengeluarkan ponselnya dengan tangan gemetar.

Ia langsung menghubungi sebuah nomor rahasia—nomor milik si pengkhianat asli di klan Adiwangsa yang selama ini memanfaatkannya.

Tidak butuh waktu lama sampai sebuah suara parau dari seorang pria paruh baya terdengar di seberang telepon melalui speaker mobil.

"Bagaimana, Clarissa? Apa kamu berhasil membuat Marco mau bekerja sama dengan kita?"

Clarissa mendengus kesal. "Tidak, Tuan! Marco menolak mentah-mentah! Dia malah membela adik bar-barnya itu dan mengancam saya! Sialan, rencana kita lewat Marco gagal total!"

Suara di seberang telepon terkekeh pelan, terdengar sangat licik dan menyeramkan.

"Sudah kuduga. Marco memang anak bodoh yang terlalu setia pada keluarga. Tapi tidak apa-apa, Clarissa, santai saja."

"Tanpa Marco pun, rencana kita harus tetap berjalan. Perempuan kampung bernama Zia itu seharusnya mati dua puluh tahun yang lalu. Dan sekarang, kita akan menyelesaikan apa yang tertunda dengan tangan kita sendiri."

"Baik, Tuan. Saya mengerti," ucap Clarissa.

Sementara itu, di luar halaman, sosok Marco berjalan kembali mendekati pintu utama klan Mahendra. Tangannya yang mengepal langsung terangkat ke udara.

Brak! Brak! Brak!

Marco menggedor pintu utama mansion Mahendra dengan sangat kasar, memicu ketegangan baru di dalam rumah tanpa tahu bahwa obrolan Clarissa barusan akan mengubah segalanya.

1
Muft Smoker
puncaak konflik udh d mulai
Acep Agan
cerita nya seru menarik dan tidak membosankan thor
Acep Agan
👍👍👍👍💪💪💪
Muft Smoker
wah trnyata ayh angkat Zia bukan org sembarangan ,,
saat ni perjalanan menuju konflik sebenarny udh di mulai ,,
tentu saja di bumbui dg sifat dokter reog yg takk terduga ,,
Muft Smoker
aaaa penasaran kak ,,
knp ad barang2 Dari mafia Marco Dan kenzoo ,, siapa sebenarny ayah angkat Zia ini ,,
ayooo dtggu kelanjutan ny ,,
Jumi Saddah
penasaran🤔🤔🤔🤔🤔 double thor,,🤭🤭🤭
Muft Smoker
waaaah masiih ad rahasia besar niih ,,
lanjuuut kak ,,

penasaran banget
Muft Smoker
skraaang mereka bnr2 mafia yx ,, tegas , kaku , dingiin tp tetap penuh hormat ,,,
tp yaaaa gx tau klo pas sarapan nnti ,, wibawa mafia ny msh ad gx🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
dsni qta bisa belajar yx ,,
sx pun mereka mafia,, tp sikap solidaritas , sikap kerja sama Dan sikap persaudaraan mereka patut di acungi jempol ,,
krn bagaimana pun mereka ttap manusia yg memiliki hatii ,,
meski di beberapa waktu mereka bisa menghabisi musuh tanpa belas kasihan ,,
Muft Smoker
astgaaaaa/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ ,,
Muft Smoker
Zia kayak mak2 kos2an yg lgi kasih makan ank kos ny ,,
si kenzzo Dan jajaran ny udh kehilangan wibawa mafiany gara2 masakan dokter reog ,, 🤭🤭🤭😂😂😂😂
Muft Smoker
aduuuuuh kak ,, sumpah ni bab paling absurd yg prnh aq baca ,,
dmna mafia gx da harga diri ny di depan zia klo udh ngereog 🤭🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker
naah si Rico lngsung cosplay jd patung pancoran 😂😂😂😂😂😂
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker
ni kayakny si Marco mantan teman arisan ibu RT tetangga aq deh ,,
cosplay jd mafia ,, 🤭🤭🤭😂😂😂😂
Muft Smoker
jdii tahu donk zi suami mu ,, 🤭🤭🤭😂😂
Muft Smoker
😂😂😂😂😂😂😂😂😂 ,,
makhluk bodoh katanya ,,
gaby
Kecewa sm reaksi Kenzo setiap ada jalang yg mendekat. Dr mulai mantan istri, pramugari gatel, & skrg gadis desa gila. Kenzo ga menanggapi tp ga pernah menolak di goda para jalang itu. Slalu Zia yg pasang badan, kayanya kalo ga ada Zia, di perkosa jalang pun Kenzo cm diem aja. Bahkan anak buah Kenzo pun pada diam aja tiap Zia di hina jalangnya Kenzo, dr Clarisa, pramugari, & skrg Intan. Trus buat apa Zia pny suami yg katanya Kaya raya, pny anak buah 1pengawal 1batalyon, tp tiap di hina jalang cuma jadi penonton. Kesannya cm Zia yg berjuang demi rmh tangganya, Kenzo cm diem aja kaya patung pancoran. Cuek tp ga menolak, kaya ngasih peluang wanita lain masuk ke rmh tangganya. Mending Zia cari suami lg deh, percuma pny suami kaya tp lemah syahwat & lemah godaan jalang
Muft Smoker: sabar kak ,, sabar ,,
mungkin kenzoo gx mau menanggapi hal2 yg menurut ny gx pntiing ,, pdahal cukup riskan tuk rumah tangga mereka ,,
dn mungkin kenzoo merasa Zia msh mampu menghadapi para hama di sekitar mereka ,,
🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Pa Muhsid
kalau pun yang datang uget uget tenang aja soal nya mas Masako bentar lagi datang
Muft Smoker
lanjuuuut kakak ,,
makiin seruuuu cerita ny ,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!