Fatimah dan Farrel, dua nama yang kalau disebut bareng, seluruh sekolah pasti langsung heboh. Bukan karena mereka pacaran, tapi karena setiap kali bertemu, pasti berantem. Farrel terkenal sebagai cowok jenius yang santai tapi super jail, tapi herannya jailnya cuma sama Fatimah. Sementara Fatimah dikenal sebagai cewek pintar yang gampang kesal dan nggak tahan lihat tingkah konyolnya.
Mereka dijuluki “Tom & Jerry versi sekolah” selalu ribut. Sampai suatu malam, sebuah kecelakaan tak terduga mengubah segalanya, setelah pertengkaran besar.
Saat sadar di rumah sakit, dunia mereka terbalik — Fatimah terjebak di tubuh Farrel, dan Farrel di tubuh Fatimah.
Dunia seakan berputar terbalik.
Farrel harus belajar jadi cewek yang biasa dandan, sementara Fatimah harus berpura-pura jadi cowok santai yang senyumnya bisa bikin satu sekolah teriak walaupun di saat dengannya kayak monyet. Bisa gak mereka bertahan di tubuh yang salah dan gak sesuai dengan gander mereka? Penasaran yuk baca Guys😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatimah Cutꪻᶠᵃᵗᶦ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33 Gue gak nyangka Fati, ternyata hidup lu gak seenak yang gue duga.
🧸🦋 Happy Reading 🦋 🧸
Setelah drama surat misterius, mereka pun sepakat memutuskan untuk memutar haluan dari yang mau ke RS jadi ke rumah masing-masing. Karena mereka capek butuh istirahat, besok masih ada waktu untuk pergi ke RS melihat Zaza.
BRUM!
CHIKTT!
Sebuah mobil mewah berhenti di depan pintu gerbang yang menjulang tinggi terbuka otomatis, seketika terlihat rumah yang besar seperti istana memasuki indra penglihatan. Itu adalah rumah milik Gaxela.
Fatimah menatap Farrel dalam, "Hati-hati Far! Ehh, kayaknya aman deh soalnya papa kan lagi di RS," celutuk Fatimah lega.
Farrel mengernyit, "Emangnya kenapa kalo papa lu ada di rumah? Gue bakal di gigit kah? Apa mau di jual?" tanya Farrel bertubi-tubi, ia sungguh penasaran.
Fatimah menatap Farrel malas, "Bukan coy! Pokoknya ada lah, lu harus hati-hati aja yaa sama papa gue, jangan bikin dia marah, semoga lu baik-baik aja deh!" doa Fatimah sambil meringis, yang membuat Farrel semakin penasaran.
"Apa sihh! Gaje lu! Bilang aja kenapa!? Bisa mati gue karena penasaran," decak Farrel mendengus.
"Gak! Gak jadi! Lu masuk sana cepat, istirahat dan jangan apa-apain tubuh gue lu, awas aja!" ancam Fatimah di akhir.
Farrel melirik sinis, "Aman! Gue kagak sekurang ajar itu!" teken Farrel dan keluar dari mobil kasar.
BRAK!
"Astagfirullah! Pelan dikit kenapa sih!" teriak Fatimah tertahan. Setelah itu melajukan kembali mobilnya untuk ke rumahnya Farrel.
Fatimah menghela napas panjang, ia sempat merasa bersalah ngomong seakan Farrel cowok kurang ajar tadi. Mau gimana lagi ia cuma khawatir.
Sedangkan di sisi lain Farrel masuk ke dalam rumah dengan rahang yang mengeras, tangannya terkepal, ia marah saat ini.
"Jirr! Dikira gue cowok apaan coba! Tapi wajar sih gue kan cowok, jadi wajar banget kalo Fati khawatir! Tapi gue sakit hati jirr, duh punya hati kok baper banget kalo masalah ginian!" batin Farrel menjerit kesel. Di saat lagi sibuk melampiaskan emosinya di dalam batin, tiba-tiba...
PLAK!
Wajah Farrel tertoleh ke samping, rasanya pipinya kebas, sudut bibirnya berdarah, ia seakan dejavu akan kejadian ini. Ia mendongak ternyata lagi-lagi pelaku orang yang sama.
Di saat mau membuka mulut, tiba-tiba ... kepalanya seakan baru saja di belah dua oleh kapak tak kasat mata, ini sungguh sakit. Ia meringis tertahan, menahan sesuatu yang memaksa masuk ke dalam otaknya. Dan sekelebat bayangan yang lama-lama terlihat jelas, seperti video berputar di dalam pikirannya, makin membuat ia mau pingsan rasanya. Ia oleng dan terduduk di lantai putih dingin itu.
"Awwhh! Astagfirullah sakit, itu kayak nabati basi, kenapa jadi ada di otak gue sih!" batin Farrel sambil menjambak rambutnya kuat, Wajahnya memerah, kejadian-kejadian yang bukan di alaminya seakan di paksakan untuk masuk ke otak mungilnya, sakit.
Zendra pelaku yang menampar anak pertamanya itu sekarang tengah mematung menatap anaknya, yang saat ini seperti sangat kesakitan. Perasaan ia tampar seperti biasa. Rasa khawatir yang hanya setitik, membuat ia mengurungkan niatnya untuk memarahi anaknya, yang ia kira sudah tidur di rumah ternyata baru pulang, pakek di antar oleh cowok lagi, walaupun itu calon suaminya nanti. Tapi tetap aja ini jam berapa, jam tiga malam. Kenapa ia bisa di sini, karena ia ke rumah untuk membawa keperluan anak dan istrinya, kenapa gak suruh pembantu, karena pembantu jam sepuluh malam sudah pulang, mereka hanya kerja dari subuh sampe jam sepuluh.
Zendra makin khawatir, saat Fatimah memukul kepalanya sendiri untuk mengusir bayang-bayang di dalam otaknya berputar terus menerus.
Akhirnya karena terlalu khawatir, ia mau menggendong anaknya untuk di bawa ke RS, tapi di tahan oleh Farrel yang saat ini ngos-ngosan, peluh membasahi pelipisnya, wajahnya memerah. Tatapannya berubah tajam menatap Zendra dingin, tangannya terkepal kuat.
"Gue gak nyangka Fati, ternyata hidup lu gak seenak yang gue duga. Sorry udah sempat kepengen rasain gimana rasanya di atur dan di bimbing sama orang tua, kayak lu, gak kayak gue yang kesepian. Ternyata di balik itu semua, lu terluka. Maafin gue..."
🧸🦋 Bersambung 🦋🧸
Begitulah rasanya yaya sebelum ini 🤭
itu pantas bagi kalian... karena kalian telah melakukan kejahatan yang begitu mengerikan/Angry/
Kok bisa g saling cinta punya anak 2 🤭
Sekarang terjadi di kalian 🤭
Mungkin alasan ini jg jiwa Fatimah & Farel ketukar 🤗