Warning⚠️ dilarang boom like, jika tidak suka dengan karya ini, ... kalian boleh skip.
Bangun dari koma, Calista Nandini menatap aneh sekelilingnya. Asing, terlihat sangat asing. Lalu, siapa lelaki itu? Kenapa dia mengaku sebagai suaminya? Semua itu terus menari-nari di dalam otaknya, dan berusaha mencari sebuah jawaban atas dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shizi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab (33)
“Mungkinkah mereka ingin membangun hotel lagi? Bukankah aku dulu pernah membuat perjanjian jika di satu kota hanya ada satu hotel?” Kini, pikiran Calista semakin jauh karena selain di kota (B) masih ada hotel lain.
Sama-sama diam dan bergelut dengan pikirannya masing-masing. Perusahan parfum yang terkenal hingga mancanegara itu pun sengaja ingin memperluas hotelnya. Entah bagaimana caranya sehingga perusahaan milik Leo yang menenangkan tender tersebut. Namun, tujuan utamanya bukan itu. Kedok menjalin kerja sama tanpa tahu di balik semuanya ada satu masalah yang harus diungkap.
Melihat sang suami melamun. Membuat Calista bosan dan mulai membicarakan soal perusahaan yang kini sedang bekerja sama dengan Leo. Pura-pura tidak tahu dan bodoh, itulah yang sekarang menjadi perannya. “Leo, aku pernah dengar. Di sini ada perusahaan terkenal. Kenapa kamu tidak mencoba menjalin kerjasama dengan mereka,”
Mendengar ujaran dari istrinya. Sedikit bersemangat dan mulai membagasnya. “Sudah,”
Calista mendongak. Saat ini hanya ada satu cara agar tidak ketahuan niatnya ikut ke kota (B). “Kapan? Kenapa aku tidak tahu?”
Perlahan Leo mulai memberi penjelasan ketika dicerca beberapa pertanyaan dari Calista. “Proyek yang sedang aku kerjakan sekarang dari perusahaan terkenal AY grub.”
Diam, pikiran Calista mulai berkelana lagi. AY grub, perusahaan parfum yang kini meningkat pesat. Produk yang dikeluarkan berbeda dari kebanyakan, dan satu bulan lagi perusahaan itu akan meluncurkan parfum dengan feromon orchid. Di mana tiap parfum mengikuti aroma dari mahluk. Entah, darimana mereka mendapat ide tersebut hingga terbitlah parfum dengan feromon tak biasa.
Melihat Calista diam dan tidak bereaksi. Sedikit membuat Leo penasaran karena wajahnya kini bak bulan dikekang oleh kegelapan malam. “Apa ada yang salah,” ujar Leo.
Masih tetap diam. Calista masih mengingat perjuangannya untuk membuat parfum bertemakan feromon yang dinamakan (ABO) Alpha, Beta, dan Omega. Orchid dengan aroma pahit, bercampur manis. Wangi yang tak biasa dan ada saatnya aroma itu ada di fase rendah dan semakin dibuat beraktivitas maka akan semakin kuat. Penelitiannya terhadap anggrek hutan tidaklah sia-sia, tetapi sayangnya kini ia lenyap dan seseorang menikmati hasil jerih payahnya.
Sesaat, setelah Calista sadar dari lamunannya. Ia menatap dan benar-benar meletakkan sumpit itu ke atas mangkok dengan helaan napas ia pun berkata. “Leo, aku sudah kenyang.”
Tatapan Leo sedikit membelalak. Entah apa yang ia pikirkan saat ini tentang Calista benar-benar sulit dipahami. Perubahan sikapnya menjadikan dirinya tak banyak mengenal siapa sebenarnya wanita yang kini dua tahun dinikahinya.
Dengan sedikit sesal Leo bertanya. “Apa kamu yakin?”
Calista mengangguk. “Apa kita bisa pergi sekarang,”
Leo berdiri dan menjawab. “Iya.”
Keduanya keluar dari restoran. Kembali ke apartemen karena hari juga sudah cukup untuk beristirahat. Sesampainya di tempat, Leo mencoba mencari sebuah kejelasan yang mana sejak istrinya bangun dari koma. Semuanya nampak asing dan berbeda, ada banyak orang mengincarnya, ada banyak orang ingin dia mati. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi itu mengapa … Leo perlu menyelidiki satu demi satu.
Di ruang tamu, Leo menghampiri Calista dengan membawa dua cangkir teh jahe. Menyerahkannya kepada sang istri seraya berbicara. “Ada hal yang ingin aku tanyakan kepadamu.”
Sambil menerima gelas itu. Calista mendongak dengan mengernyitkan dahinya lalu membalas. “Memangnya apa yang ingin kamu ketahui?”
Leo duduk, menimpali suara Calista. “Banyak.”
Selamanya rahasia yang disembunyikan tak selama bertahan. Tidak masalah baginya untuk mengatakan, tetapi … apakah Leo percaya dengan apa yang dikatakannya? Apakah Leo benar-benar mempercayai jika semuanya ada sangkut paut tentang masa lalunya itu.
Setelah menyeruput minuman pemberian Leo, Calista pun meletakkannya dan mulai mendengarkan apa yang ingin dibicarakan oleh sang suami. “Kalau begitu kamu bisa bertanya,” ujarnya.
“Baik, tiga minggu lalu. Sebelum tak sadarkan diri apa yang sebenarnya terjadi, bahkan kamu berhasil lolos dari kecelakaan yang sudah direncanakan oleh Lidya, ditambah soal kolam renang. Bisakah kamu menjelaskan satu persatu kepadaku?”
Bahkan Calista sudah mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu Leo meminta sebuah kejelasan. Kehidupan yang sulit dipahami oleh manusia secara normal tapi, … tidak ada pilihan lain selain berkata jujur tentang dirinya sendiri.
Calista mulai menjelaskan dan kenapa Lidya ingin sekali membunuhnya. Cinta yang membuat dia nekat. Perasaan yang tak bisa ditahan menjadikannya tidak peduli akan konsekuensinya.
“Jadi begitu, dia terlalu mencintai kamu. Obsesinya terlalu tinggi untuk bisa bersamamu. Sedangkan aku, aku hanya wanita idiot yang kapan saja bisa disingkirkan hanya demi sebuah ambisi.”
Kembali ke pertanyaan dan Leo mulai mengajukannya untuk yang kedua. “Jadi, siapa yang sempat terbaring pada saat itu. Bahkan aku tidak bisa mengenali sosok ‘Calista’ dua tahun, dua tahun kami bersama. Bahkan sedikitpun aku tidak bisa memahaminya, diam bukan berarti tak acuh akan sosoknya. Bisakah kamu memberitahuku siapa ‘Calista yang dulu dan sekarang’ dan perubahannya,”
Sebelum menjawab, Calista menatap Leo untuk sesaat dan setelah itu …. “Bukankah kamu tidak percaya kehidupan kedua setelah kematian? Lantas apa yang harus aku jelaskan mengenai pertanyaanmu ini—,”
“Maka dari itu aku butuh penjelasan agar aku bisa mencernanya!” sahut Leo dengan tidak sabar.
“Baik, aku akan bertanya kepadamu. Jika wanita di depanmu ini bukan istrimu, apa kamu percaya?”
Seketika Leo menyangkal. “Omong kosong!”
Calista tersenyum. Tidak salah jika Leo tidak percaya. “Sudah aku duga, lantas kenapa kamu masih mencercaku dengan begitu banyak pertanyaan yang kamu sendiri sulit untuk memahaminya?”
pokoknya harus tuntas tuhhh buat terus kasih Clue siapa istrinya yg sekarang 👍😍😁