NovelToon NovelToon
Tuan Tiada Tanding 2

Tuan Tiada Tanding 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

lanjutan novel Tuan Tiada Tanding

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyelinap masuk ke dalam rumah Arjuna

Dengan penuh percaya diri Maheswari berjalan menuju ke Garasi yang terbuka itu.

Arjuna ternyata lupa menutup dan mengunci pintu garasi. Tentu saja Arjuna tidak tahu bahwa pembunuh mengerikan yang dia takuti saat ini berjalan hendak menyelinap masuk ke dalam rumahnya.

Arjuna terlihat sedang menghangatkan tongseng kambing miliknya.

"Untung saja sore tadi setelah rapat di balai desa aku segera membeli tongseng..." ucap Arjuna yang menjilat bibirnya tidak sabar untuk memakan tongseng.

Akhirnya tongseng itu matang, Arjuna kemudian berjalan menuju ruangan tempat biasa dia bersantai.

Sementara itu Maheswari berada tepat di depan pintu garasi, Maheswari melihat mobil, motor, dan beberapa sepeda biasa.

"Hmm..." ketika Maheswari ingin melangkah masuk tiba-tiba Maheswari merasakan ada yang aneh. Maheswari merasakan gerak-geriknya seolah di awasi oleh banyak entitas tidak di kenal.

"Aneh, mengapa aku merasa di awasi?" Batin Maheswari sambil tolah-toleh mencoba mencari siapa yang mengawasinya. Namun Maheswari sama sekali tidak melihat ada seorang pun yang sedang mengawasinya.

Maheswari mengangkat bahunya cuek. Tidak lama kemudian dia mendengar suara tawa seorang pemuda dari pintu yang terhubung dengan garasi.

"Hahaha!!" Arjuna tertawa ketika menonton televisi.

Maheswari langsung menyeringai, "aku mengenali suara ini, ini adalah suara milik pemuda polos itu!"

Maheswari kemudian mengabaikan perasaan aneh di dalam hatinya, dengan cepat dia masuk ke dalam garasi itu.

Maheswari kemudian mengendap endap melewati pintu. Suara Arjuna terdengar semakin jelas.

"Siapa sangka acara tv dini hari ini cukup menarik!" Ucap Arjuna dengan santai.

Setelah melewati garasi bukan berarti Maheswari tiba di ruang tempat bersantai Arjuna, Maheswari terlebih dahulu memasuki ruang utama pemajangan barang-barang antik milik Arjuna.

"Hmm, lumayan juga barang-barang an--" ketika Maheswari hendak menilai barang-barang antik di sini tiba tiba dia menghentikan kalimatnya.

Seketika itu juga dia merasakan hawa kehadiran yang sangat mengerikan dari setiap jengkal barang antik yang ada di sini. Maheswari langsung berlutut di atas lantai dan mendongak menatap langit-langit ruangan ini.

Memandangi ribuan pasang bola mata yang memelototinya. Maheswari merasakan saat ini dia seperti semut yang sedang di tatap ribuan manusia.

Tubuh Maheswari bergetar ketakutan.

"Te-- tempat macam apa ini?!!" Tanya Maheswari sambil mencoba sekuat mungkin bertahan dari penindasan ini.

Wus..

Tiba-tiba pandangan Maheswari kembali normal lagi, Maheswari kembali ke dalam ruangan ini. Namun bukan berarti Maheswari bisa berdiri atau bergerak tubuhnya saat ini kaku, dia saat ini berada di titik ketakutan yang sangat ekstrim.

Tiba tiba dari bawah rak muncul sebuah mainan pocong-pocongan. Ukuran mainan pocong-pocongan itu sangat kecil hanya seukuran burung merpati.

Namun tiba tiba mainan pocong-pocongan itu berubah menjadi sosok pocong yang sangat mengerikan.

Tubuhnya tiba-tiba membesar, dengan kain kafan berlumuran darah dan robek robek, tangan kanan pocong itu mencuat keluar dari kain kafan yang robek dan memegang sebuah sabit.

Maheswari menelan ludahnya dengan ketakutan ketika melihat pocong mengerikan itu melompat-lompat mendekat.

Maheswari menatap sabit yang di pegang pocong mengerikan itu, entah mengapa Maheswari rasanya ingin menangis merasakan ketakutan ini.

Terbesit sebuah pertanyaan di hati Maheswari, apakah ini yang di rasakan korban yang hendak di bunuh? Perasaan tidak berdaya dan perasaan di ujung kehidupan.

Pocong itu semakin mendekat dan semakin membesar, hawa membunuh pocong itu semakin menggila.

Tiba-tiba pocong itu mengangkat sabitnya ke udara, namun sebelum pocong itu membacok Maheswari sebuah suara langkah kaki seseorang terdengar.

Wus...

Pocong mengerikan itu mengecil.

Maheswari terdiam menatap sumber suara langkah kaki yang semakin mendekat.

Tiba-tiba sebuah tangan pucat meraih kerah baju belakang Maheswari dan menarik paksa Maheswari masuk ke dalam sebuah lukisan pemandangan kamar.

Hap!

Maheswari masuk ke dalam sebuah kamar, "di-- dimana aku?" Tanya Maheswari yang kaget ketika melihat pemandangan di sekitarnya.

Dia melihat sebuah dinding kaca besar di depannya. Maheswari pun mencoba menggedor dinding kaca itu. Yang sejatinya itu merupakan frame kaca lukisan tersebut.

Maheswari tampak seperti sosok dalam tv yang menggedor keluar.

"Tu... tunggu! Apa yang terjadi?!" Tanya Maheswari yang panik. Namun sayang sekali seberapa besar usaha Maheswari untuk keluar dan kabur kaca itu sama sekali tidak pecah bahkan tidak ada suara yang keluar.

Dari dinding kaca ini Maheswari masih bisa melihat pemandangan ruang utama pemajangan barang-barang antik itu.

Tiba-tiba Maheswari melihat pemuda polos yang dia temui tempo hari itu muncul sambil membawa sebuah sendok makan.

Ketika pemuda polos itu muncul semua benda yang ada di dalam ruangan itu mendadak tenang dan senyap.

Sontak Maheswari kaget, "Tu.. tunggu!" Entah mengapa otaknya langsung bisa menyimpulkan semua ini, "dia bukannya pemuda bodoh! Dia merupakan pemuda sakti yang sedang menyamar! Sama seperti Tuan Penjaga toko kelontong!" Ucap Maheswari yang menebak identitas Arjuna.

Maheswari menghirup udara dalam dalam, "Siapa sangka di desa pinggiran malang ini ternyata terdapat dua tuan yang sangat mengerikan!"

Maheswari melihat pemuda itu berjalan dan secara tidak sengaja menginjak mainan pocong-pocongan yang hampir membunuhnya sebelum ini.

"Awww.." Arjuna meringis merasakan telapak kakinya menginjak sesuatu.

Arjuna menoleh kebawah dia melihat mainan pocong-pocongan dengan wajah lucu. Karena menghalangi jalan tanpa basa basi Arjuna langsung menendangnya begitu saja seolah menendang barang tidak berguna.

Bang!

Mainan itu menghantam dinding dan tergeletak begitu saja di lantai.

Maheswari dari dalam lukisan langsung tercengang hingga menutup mulutnya dengan kaget. Dia sendiri mengetahui betul betapa seram dan mengerikannya pocong itu dan pocong itu di tendang seolah barang tidak berguna?

Maheswari sadar pemuda ini merupakan pemilik sejati dari pocong mengerikan itu, namun bukankah sangat sayang apabila pocong itu di tendang begitu saja?

Maheswari sendiri sangat yakin apabila pocong ini di lepas dan di biarkan berkeliaran di luaran sana sudah jelas akan membunuh banyak manusia dan membuat manusia menyembah pocong mengerikan itu. Namun bagi pemuda ini pocong mengerikan ini hanya di tendang seolah barang tidak berguna? Bukankah ini menunjukan bahwa kekuatan sejati dari pemuda ini jauh di atas pocong mengerikan itu?

Seketika itu juga Maheswari langsung berlutut, "tu-- tuan maafkan saya tuan! Saya kapok tuan!" Maheswari langsung memohon kepada Arjuna dari dalam lukisan.

Tentu Arjuna tidak mendengar suara Maheswari, Arjuna justru mengintip suasana di luar selama beberapa detik.

"Sepertinya malam ini aman." Gumam Arjuna, sambil menghela nafas Arjuna berucap, "semoga besok pembunuh berantai itu tertangkap..."

Kemudian Arjuna berjalan dengan santai menuju ke kamarnya yang berada di belakang.

"Tidak tuan ampuni saya tuan!! Saya kapok tuan, saya tidak akan membunuh orang lagi!"

Namun Arjuna berjalan begitu saja meninggalkan ruang tamu rumahnya. Meninggalkan semua barang antik di situ bersama dengan Maheswari yang terjebak di dalam lukisan.

Maheswari berlutut dia hanya bisa meratapi penyesalannya. Andai saja dia tidak masuk ke dalam toko barang antik ini mungkin dia tidak berakhir semenyedihkan ini.

Tiba-tiba Maheswari menyadari satu hal, "tunggu! Aku masuk ke dalam lukisan ini karena di tarik dari belakang!"

Bulu kuduk Maheswari berdiri ketika dia mengingat belum memeriksa tempat ini secara detail. Maheswari memberanikan diri untuk menoleh kebelakang.

Gluk...

Dia menelan ludahnya dengan ngeri ketika melihat sosok Noni Eropa duduk dengan santai di atas ranjang.

"Sssttt!!!"

Noni Eropa itu memasang kode jangan berisik sambil memasang seringai licik.

1
Pencuri Hati
upppp thorrrr....
Pencuri Hati
Maheswari mau nambah benjol di kepala kali😆
Rere Emon
/Drool/upp lagi kak thor
Jadi Orang
knp mc nya di buat tolol
Pencuri Hati
crazy up Thor....
brajamusti
yg banyak thorrr.. jangan males up nya
Pencuri Hati
lanjuttt
Pencuri Hati
up Thor 🙏
heru Rujak
receh
watno antonio
bagus
Arman Jaya
semangat...../Good/
Aqlul /aqlan
tetep smngt thor...merdeka...
Vinski Ambar01
semoga lekas diberikan kesembuhan dan bisa beraktivitas seperti dulu lagi.. aamiin
Eva Akmal
semoga lekas sembuh aamiin..
Pencuri Hati
Syafakallah semoga cepet sembuh 🤲
brajamusti
wah up nya cuma 1 uyy
Aqlul /aqlan
wah kabuuuurrrr.....lnjut tpi jngan kabur ya thor....
Lilis Khotimah
lg dong ceritanya
Aries Hikmal
💝
Aqlul /aqlan
hhhh...bolo sewu opo srewu tor...lnjut...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!