NovelToon NovelToon
Pewaris Phoenix Api Xiao Chen

Pewaris Phoenix Api Xiao Chen

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: APRILAH

Di dunia yang mengandalkan kekuatan sebagai hal utama, Xiao Chen terlahir tanpa memiliki akar spiritual. Membuatnya hanya bisa menjalani hidup sebagai manusia biasa. Tetapi takdir berkata lain, ia mendapatkan suatu berkah bertemu dengan sisa jiwa sang Ratu Phoenix, dan mewarisi kekuatan Phoenix Api yang sangat kuat. Tetapi, kenyataan pahit harus kembali dirasakannya, di mana keluarga Xiao di hancurkan, bahkan hanya menyisakan Xiao Chen seorang diri sebagai keturunan terakhir keluarga Xiao. Dendam, hampir mati. Menjadikan Xiao Chen tumbuh sebagai pria yang sangat kuat. Dan sejak saat itulah ia telah bertekad untuk membalaskan dendam keluarga Xiao. Namun, di saat ia menemukan kebenaran tentang pembantaian keluarga Xiao, dia harus memilih antara dendam dan cinta. Apakah dia dapat menemukan kekuatan untuk membalaskan dendam dan menyelamatkan orang yang di cintai? Dalam dunia kultivasi yang penuh dengan kekuatan dan kekuasaan, Xiao Chen harus menghadapi berbagai tantangan dan musuh kuat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33 - Pertempuran di hulu sungai bagian 2

"Tidak aku sangka, ternyata jurus pedang bocah itu mengandung sedikit aura pedang!" ucap Yan Ling, terpukau. Segaris senyuman masih menggantung di sudut bibirnya.

"Kuat sekali!" kata Dai Yi'er.

Setelah ledakan dari jurus pedang pembantaian milik Xiao Chen. Dai Yi'er melihat satu kesempatan besar untuk memukul mundur semua binatang monster. Dia pun segera berteriak, "Semuanya, serang!" teriaknya dengan suara yang sangat lantang.

"Serang!"

"Serang!"

Semua orang berteriak, seolah-olah api pertarungan kembali menyala di dalam diri mereka. Membuat semangat mereka kembali menggebu-gebu, mereka pun mulai menyerang, membalikkan keadaan.

Xiao Chen yang mendarat di tengah-tengah pertarungan pun seketika kembali mengangkat pedangnya. Berlari cepat, menebas satu persatu binatang monster di depannya. Bahkan satu ayunan pedangnya kembali menunjukan bentuk energi pedang bulan sabit, membuat lebih dari dua puluh binatang monster itu terhempas membentur tembok dinding bebatuan.

Duar!

Ledakan yang cukup besar membuat tanah bebatuan bergetar.

"Semoga aku tidak bertemu dengannya di babak selanjutnya!" gumam Dai Yi'er. Walaupun ia merupakan seorang praktisi Raja Tempur, tetapi ia baru saja berada pada tingkatan ranah Raja Tempur bintang satu, dia tidak memiliki keyakinan untuk melawan Xiao Chen yang diketuai telah memiliki aura pedang.

Seorang pendekar pedang, tentu mempunyai keistimewaan mereka sendiri. Berbeda dengan kultivator lainnya yang hanya mengembangkan energi spiritual di dalam dirinya.

Tingkat pendekar pedang selain tingkatan ranah pada umumnya, mereka juga mempunyai tingkatan khusus sebagai pendekar pedang atau di sebut juga sebagai ahli pedang.

Aura Pedang.

Bentuk Pedang.

Roh/Jiwa Pedang.

Niat Pedang.

Ahli pedang.

Raja Pedang.

Kaisar Pedang.

Dewa Pedang.

Selain Xiao Chen yang telah berada pada tingkatan ranah Tiga Daun, dia juga telah membangkitkan tingkatan pertama seorang pendekar pedang, dengan aura pedang dalam unsur elemen api yang berhasil di bangkitkan nya. Setiap mengeluarkan jurus pedang berbentuk bulan sabit, aura pedang itu selalu dapat di rasakan oleh orang-orang di sekitarnya. Bahkan para binatang monster nampak terlihat mundur di saat berhadapan dengan Xiao Chen.

***

"Akhirnya, mereka mundur juga!" kata Yan Ling, lega.

"Haaaa!"

"Hore!"

"Kita menang, kita menang, kita menang!"

Teriakan-teriakan kemenangan memenuhi hulu sungai. Tetapi mereka nampak sangat begitu kelelahan, beberapa orang seketika berbaring di atas permukaan tanah bebatuan. Beberapa orang menceburkan dirinya ke dalam sungai, membasahi tubuh dengan air, membuat mereka segar.

Xiao Chen duduk bersandar di sebuah batu besar hitam, menarik nafasnya dalam-dalam, membuang rasa lelah. Ia menancapkan pedangnya di tanah.

"Pedang yang bagus!" Yan Ling datang menghampirinya, mengatakan sebuah sanjungan dengan segaris senyum yang masih menggantung.

"Ternyata senior Yan Ling!" sahut Xiao Chen, ramah. Segera Xiao Chen pun menggambar segaris senyuman di bibirnya.

Yan Ling pun duduk di samping Xiao Chen, bersandar di sebuah batu hitam. Nampak Yan Ling pun merasa kelelahan, kehabisan cadangan energi spiritual yang ia miliki.

"Apakah aku boleh bergabung?" seru Dai Yi'er. Dia datang lalu melemparkan sebuah botol minuman berisikan anggur di dalamnya.

"Junior Dai!" sambut Yan Ling, ramah, "Silahkan!" sambung Yan Ling, mempersilahkan Dai Yi'er.

Dai Yi'er pun duduk di depan mereka. Dia seperti gadis yang turun dari dunia fantasi, tetapi sikapnya seperti seorang laki-laki. Bahkan tak ragu duduk berkumpul bersama Yan Ling dan juga Xiao Chen.

"Di— dia ....?" seru Dai Yi'er.

Perkataan Dai Yi'er yang tak lengkap, membuat raut wajah Yan Ling seolah-olah terbangun, ia pun berbicara, "Ah, perkenalkan, dia adalah temanku, Xiao Chen!" kata Yan Ling.

Xiao Chen pun membungkuk sebagai rasa hormatnya, "Salam kepada senior Dai!" kata Xiao Chen, sopan.

"Dai Yi'er, panggil saja aku Yi'er!" sahut Dai Yi'er terhadap Xiao Chen.

"Ah, baiklah, senior Yi'er!" kata Xiao Chen. Ia pun menenggak sebotol anggur pemberian Dai Yi'er.

1
wiralingan77 wisa
keren..
berpengalaman..
semangat Thor💪 🔥
APRILAH: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
Cecilia
kehokian mc
Mo Xiao Lam
Ehh...sudah sampai bab 30 baru tau nama author nya April ah imut banget kodenya 😍🙏
APRILAH: /Grin//Grin/🙏🙏
total 1 replies
Cecilia
HAHHHHH, cwek? kukira cwo jir
APRILAH: awowkwkwkwk 🤣
total 1 replies
Cecilia
terlalu terang2an sih, yg ada malah jadi sasaran ntar
Cecilia
apa2an tiba2 banget😭
APRILAH: mwehehehe
total 1 replies
Mo Xiao Lam
oh kalo marah langsung tampar aja tuh wanita di depanmu
APRILAH: mwehehe
total 1 replies
Cholisi Muhlis
oke
Pandeka Garang
terlalu banyak penggunaan kata sangat begitu, membola bulat, tidak ada kata2 lain yang lebih tepat thor, rancu dan tidak enak membacanya
Pandeka Garang
penggabungan sangat dengan begitu merupakan pemborosan kata tor, dan penggunaan kata sangat begitu malah terlalu sering
wiralingan77 wisa: betul..jgn terlalu boros kata²..
cukup simple aja akan lbh menarik 👍
total 2 replies
Pudan
ketawa ngk jelas hhhhhhh
Pudan
👍👍👍
Pudan
good
Afie Fie
koq melompat Thor..kan Xiao chen bisa kelarkan sayap nya
Hendrik Hendrik
kompor 😄😄
Cecilia
akhirnya 1m🗿
APRILAH: mwehehe, Alhamdulillah
total 1 replies
Nur Wakhid
⭐⭐⭐⭐⭐
Sis Nurhayati
👍👍👍😍
APRILAH: 🙏🙏/Grin/
total 1 replies
Akagami
luar biasa mantap
Akagami
cantik banget woyyyy😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!