Warning......
Segala hujatan dan cibiran yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja bebas untuk di lontarkan. Itu akan kami terima sebagai saran untuk karya saya ini.
Jika kalian pernah mendengar kata IBLIS, itu pasti ada kaitannya dengan pembunuhan dan memakan manusia dengan banyak cara. Namun bagaimana jika ada seseorang yang menolong iblis? Dan bersahabat dengannya? Apa itu mungkin? Ini adalah karya saya yang berjudul "Tetangga Iblis" By : Novianingsih Juliani
Veby adalah seorang gadis SMA yang harus berpisah dengan keluarga nya. Karena ia harus bersekolah di sekolah baru dikarenakan adanya sebuah pertukaran pelajar antar kota.
Ia juga harus tinggal di sebuah apartemen dekat sekolah nya yang baru dan hanya bisa pulang saat libur sekolah atau hari raya karena jarak antara kedua kota tersebut sangat jauh
Hal aneh mulai terjadi saat ia baru saja pindah ke apartemen tersebut, yaitu di sebelah apartemen miliknya, yang ditinggali oleh seorang pria tampan yang kira-kira Satu tahun lebih tua darinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novianingsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 33
Tiba-tiba dalam perjalanan Veby dan Jung-dae ke ruangan Ji-Sung. Mereka melihat seseorang melambaikan tangan dari sebrang ruang terbuka yang mereka pijaki.
"Kenapa tu cowok?" Tanya Jung-dae pada Veby.
"Tanya gihh." Usul Veby.
"Woooooooooyyyyy Aphaaaaaaaaaaaaa." Teriak Jung-dae.
Kata pria itu : " Lu liat kunci gak di situ?"
Yang di dengar " @$_5'-6dk#+:* Luuuu."
"Dia ngomong apa?" Tanya Jung-dae pada Veby.
"Dia bilang dia suka ama lu." Ujar Veby.
"Serius? Lu denger kek gitu?"
Mencoba lagi "Gue gak dengeeeerrr, lu bilang apaaaaaaaa?"
Kata pria itu : "Kunci gue cukkkkk. Ada gak?"
Yang didengar Veby : Keranjang yoook, mau kagak?"
"Anjimm tu cowok gay....Dia ngajak lu ke ranjang. Lu mau gak?" Kata Veby.
"Buang-buang waktu, kalo deket gua timbuk tu orang." Kesal Jung-dae. Lalu meninggalkan tempat tersebut.
"Manusia budek.... Duhhh dimarahin nih ama bokap, dimana cobak tu kunci." Sambil merunduk dan terus mencari.
Akhirnya mereka sampai pada ruangan yang tertulis pada kertas yang di berikan oleh dokter. Rumah sakit tersebut adalah rumah sakit kelas atas, yang sangat luas dan juga mewah.
"Langsung buka aja." Kata Jung-dae.
"Selamat pagi....." Sapa Veby pada semua yang ada di ruangan tersebut.
Terlihat Ji-Sung yang sedang melahap sesendok bubur, dan Claura yang sedang memegang ponsel. Mereka berdua seketika menatap ke arah Veby dan Jung-dae.
"Vivi..........." (Hewan kesayangan Sehun EXO) Teriak Claura pada Veby.
"Chacha......." (Permen rasa kacang dan coklat)
Sambil berlari dan saling berpelukan juga melompat-lompat.
"Veby..." Panggil Ji-Sung. Sontak di mata Veby terdapat dua buah jantung yang berdetak. Kemudian Veby berjalan mendekati Ji-Sung.
"Aku sangat merindukanmu." Kata Veby lalu mereka berpelukan.
"Bisa-bisanya mereka berpelukan tanpa menghargai jombloooooo." Batin Jung-dae dan Claura.
"Dia? Dia siapa?" Tanya Ji-Sung pada Veby
"Ahhh dia itu teman aku. Dia adalah teman sekelas aku, namanya Jung-dae." Ujar Veby.
"Dia terlihat lebih tampan dari ku. Aku tidak suka kau lebih dekat dengannya." Canda Ji-Sung.
Ketika Veby sedang sibuk mengobrol dengan Ji-Sung. Claura ternyata tertarik terhadap Jung-dae. Dengan kesempatan emas itu, Claura mendekati Jung-dae yang duduk agak jauh darinya.
"Hai..." Kata Claura. Dan tanpa di sadari Veby dan Ji-Sung sedang memperhatikan mereka dan pura-pura sedang sibuk.
"Gue Claura." Sambil menyodorkan tangannya berharap dapat bersalaman dengan Jung-dae.
"Gue tau, Veby udah cerita. Dan gue harap lo denger nama gue dari Veby tadi." Sambil kembali fokus pada ponselnya tanpa sedikitpun menatap Claura apalagi membalas sodoran tangannya.
"Hahhh Iya." Jawab Claura sambil menggaruk kepalanya karena malu.
"Tu anak bobobrok banget kalo ama gue. Lah di depan cewek cantik malah dingin banget." Batin Veby dengan bingung.
"Sepertinya aku ketinggalan banyak momen nihh." Kata Mark yang tiba-tiba saja duduk di kursi tempat dokter biasanya memeriksa surat atau obat.
"Ehh Mark...." Kata Veby tanpa di sadarinya.
"Mark? Siapa lagi itu?" Tanya Ji-Sung.
"Ahhhh dia adalah....eem dia .....@&$#-! ku." Kata Veby yang ngelantur karena samaskali tidak ada jawaban yang melintas di pikirannya.
"Maksud mu?" Tanya Ji-Sung yang bingung.
"Lupakan!! Aku hanya teringat sesuatu pada kakakku." Kata Veby setelah berfikir keras.
sejauh ini aku masih suka alurnya