NovelToon NovelToon
Become An Agent

Become An Agent

Status: tamat
Genre:Action / Petualangan / Misteri / Horror Thriller-Kejahatan Kriminal / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: EijEnEs

Volume 1- End

Seorang anak perempuan mencoba mewujudkan cita-citanya untuk menjadi agen rahasia. Sifatnya yang sedikit dingin menjadi daya tarik tersendiri untuk orang lain.

kebiasaannya yang lebih menyukai kesendirian dan tak suka suara bising bertentangan dengan resiko menjadi agen rahasia yang mana hari-harinya akan di penuhi serencengan peluru yang memekakkan telinga.

Pertemuan secara tak sengaja dengan agen CIA yang melihat kemampuannya dalam menganalisa sesuatu mampu menarik perhatian salah satu agensi paling terkemuka di dunia.

Pelatihan keras dengan gaya militer yang ia jalani berhasil membuatnya menjadi wanita tangguh dan kuat. Berbagai latihan baik fisik maupun mental terus ia tekuni untuk menggapai apa yang ingin ia penuhi.

Berbagai pertarungan hidup dan mati harus di hadapinya setiap kali menjalankan misi. Menemukan banyak misteri dan teka-teki dengan berbagai petualangan terus membuka matanya agar lebih mengenal dunia.

Warning!!!!
Di beberapa chapter akan ada adegan kekerasan. Mohon tanggapi ini dengan bijak.
Note:
Bukan novel terjemahan. Di larang menjiplak.
Selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EijEnEs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tertembak^

"Seenaknya saja menyandar di pundakku." gerutu Chelsea sambil mendekat ke arah gerbang dan memanjatinya lalu berlari menuju tempatnya menyimpan motor.

Dia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menuju ke pelabuhan Chicago untuk menangkap Morley.

 ----------

Sementara itu Morley sedang dalam perjalanan menuju ke pelabuhan untuk mengirim barang setelah mengecek ke kantornya tadi. Dia tampak melaju dengan 2 buah mobil box di belakangnya yang berisi barang-barang ilegal. Selama ini pihak pelabuhan tak mencurigai karena Morley ternyata menyuap orang-orang yang ada di pelabuhan itu agar barang yang di kirim tak di periksa terlebih dahulu.

Morley tak tahu apa yang terjadi di perusahaan dan rumahnya karena ponselnya tertinggal di ruang bawah tanah penyimpanan stok, hingga akhirnya asisten pribadinya mengatakan bahwa ada penyusup yang masuk ke dua bangunan penting itu.

"Sir, ada penyusup di perusahan dan di rumah. Mereka sepertinya orang suruhan dari pihak kepolisian karena security mengatakan bahwa brangkas di ruang kerja anda berhasil di bobol. Satu yang lainnya juga berhasil masuk ke tempat penyimpanan stok di perusahaan." lapor asisten pribadi Morley.

Morley yang mendengar itu tersentak kaget tak percaya. Matanya melebar dengan nafas yang menderu marah. Dia lalu memerintah semuanya agar cepat sampai di pelabuhan dan segera melakukan pengiriman.

Setibanya disana, pemindahan barang dari mobil box ke kapal ferry ternyata memakan waktu cukup lama karena petugas dari pihak pelabuhan sedang sibuk mengurus tugas lainnya.

Sekarang terlihat anak buah Morley berjaga dengan senjata lengkap. Proses pemindahan di awasi oleh 7 orang dengan dengan ketat karena tak ingin ada gangguan. Morley berjalan diikuti 5 orang di belakangnnya dengan senjata yang di pegang oleh setiap anak buahnya masing-masing.

"Awasi pemindahan barang ini. Aku takut pihak kepolisian datang karena mereka sudah berhasil menyusup dalam jajaaranku. Berapa lama lagi semuanya selesai?" tanya Morley pada salah satu orang pelabuhan yang di suapnya.

"Mungkin paling cepat memakan waktu sekitar 1 jam karena barang kali ini sepertinya lebih banyak. Kau tak lupa bonusnya bukan? Sepertinya kau habis mengadakan pertemuan jika barang yang dikirim sebanyak ini." jawab petugas itu sambil tersenyum penuh makna.

"Ya jika aku kedepannya masih bisa menjalankan bisnis ini." tutur Morley.

"Apa maksudmu Tuan?"

"Penyusup berhasil membawa bukti semua bisnis ilegal ku."

"Lalu bagaimana selanjutnya? Jika kita sampai tertangkap maka semuanya tak akan bisa seperti semula. Bagaimana kau masih bisa tenang Tuan?"" ucap petugas itu panik.

"Morley Lashwan selalu punya rencana cadangan jadi apa yang perlu di khawatirkan?" jawabnya santai.

 -------------

Chelsea melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menuju ke pelabuhan. Dengan mata yang sedikit menyipit terkena terpaan angin dia membelah jalanan melewati gedung-gedung yang menjulang tinggi.

dia menyimpan motornya di dekat patung Core-loc Armoring Devices begitu saja. Suasana hari itu terlihat sedikit sepi karena hari sudah larut malam. Hanya ada beberapa petugas dan awak kapal yang berlalu lalang.

Matanya menyisir kesana kemari sampai dia bisa melihat sedang ada pemindahan barang di sisi sebelah kiri gedung pelabuhan. Pakaian dan senjata yang menonjol cukup menarik perhatian beberapa awak kapal yang akan pulang.

Tanpa peduli tatapan orang, Chelsea melangkahkan kakinya namun, langkahnya terhenti ketika terdengar suara motor yang berhenti tak jauh darinya. Dia menoleh ke belakang melihat Ana yang menghampirinya.

"Tunggu Chel, kau harus melihat ini dulu. Tadi aku ke kantor kepolisian untuk membuka ponsel ini." ucap Ana dengan nafas terengah-engah sambil menyerahkan ponsel yang di ambilnya tadi.

Mata Chelsea sedikit melebar ketika melihat ponsel itu yang mana terdapat percakapan antara Morley dan Fani yang mengatakan bahwa mereka menyandera Meghan di sebuah gedung kosong sebagai ancaman agar keluarga Alexander menjalin bisnis dengan mereka.

Nafas Chelsea memburu, dia mencoba menghubungi Edward untuk bertanya apakah anak itu mengetahui tentang ini atau tidak namun tak ada jawaban. "Aku harus cepat kembali ke California." ucap Chelsea sambil menatap tajam Ana.

"Tentu, tapi selesaikan dulu tugas kita disini, aku sudah menghubungi pusat komando, helikopter akan datang sebentar lagi. Kita bisa membawa Morley pergi ke Virginia dengan memutar balik arah agar bisa sampai ke California terlebih dahulu. Aku sudah mengatakannya pada Myra dan dia menyetujui ini karena keluarga Alexander juga sudah bertindak dengan melapor pada pihak hukum. Disana akan ada tim yang sudah di bentuk untuk menyelamatkan sahabatmu itu. Kau bisa membantu dan anggaplah ini tugas dobel." tutur Ana panjang lebar.

Chelsea mengangguk kemudian kembali menyalakan earphone di telinganya. Terdengar sahutan dari pusat komando. Chelsea memberi isyarat pada Ana agar dia juga memakai earphone itu.

"Ana, Chelsea jangan terlalu memaksakan diri. CIA sudah mengirim pesan pada kepolisian disana agar bisa membantu kalian tapi itu membutuhkan waktu, pasukan khusus pun sedang dalam persiapan. Dan ya apa sudah ada helikopter yang mendarat di pelabuhan itu?" tanya sebuah suara dari pusat komando.

Bertepatan dengan selesainya orang itu bicara, terdengar suara baling-baling helikopter yang siap mendarat tak jauh dari Chicago harbor dekat gedung Marine Safety Station.

"Aku tak mau menunggu bantuan, secepatnya aku ingin ke California jadi kalian katakan saja ada berapa orang yang harus kami lumpuhkan untuk menangkap Morley?" tanya Chelsea yang terkesan dingin. Mulut Ana menganga karena tak menyangka Chelsea bisa mengatakan hal itu.

"Di sisi sebelah kiri Marine Station ada 7 orang yang bertugas menjaga pemindahan barang. Sementara Morley di jaga 5 orang di dalam kapal yang di pakai untuk berlabuh." jawab petugas yang memantau dari satelit.

(Chicago Harbor)

Chelsea menarik nafas panjang, dia kembali mengecek peluru dari kedua pistol nya sambil mengkongkang senjata itu dan menyiagakan di kedua tangannya. Ana melihat Chelsea yang sepertinya sudah mulai terbiasa memakai senjata.

"Ana aku akan maju sementara kau carilah tempat agar bisa menggunakan senjatamu itu." ucap Chelsea saat melihat senjata yang di bawa Ana lebih efektif jarak jauh. Ana meringis karena keahlian menembaknya memang lebih bagus dari jauh.

Chelsea melangkah tanpa keraguan, dia kini tak segan menembak karena ingin cepat-cepat sampai California untuk menyelamatkan Meghan dan Edward yang sepertinya tertangkap juga. Dia bersembunyi di balik mobil dekat gedung.

Chelsea berjongkok sambil mengintai dan saat ketika menurutnya sudah pas dia melirik ke arah Ana yang bersembunyi di balik kapal lalu menganggukkan kepalanya memberi isyarat agar Ana mulai menembak.

Ana melepaskan peluru-pelurunya yang tepat mengenai kepala satu persatu penjaga dari tujuh orang itu. Anak buah Morley yang mendengar tembakan langsung ke luar kapal. Meskipun Ana memakai peredam tapi tentu saja terdengar karena suasana sedang sepi.

Melihat anak buah Morley yang di dalam kapal sudah keluar, Chelsea langsung berlari lalu ikut menembak mereka. Namun naas dia tak menyadari bahwa ternyata di atas kapal ada 1 orang yang menembakkan peluru ke arahnya.

"Arghhhh!!!" rintih Chelsea saat peluru itu menembus kulit bahunya yang tak berpengaman. Dia merasakan sensasi asing saat timah panas itu masuk ke dagingnya yang langsung mengeluarkan darah segar.

Nafasnya menjadi memburu, dia paling tak suka jika tubuhnya terluka. Dengan hati yang sudah diliputi amarah Chelsea menembak sisa anak buah yang lainnya hingga mereka mati satu persatu. Dia naik ke atas kapal lalu melihat orang yang menembaknya tadi sudah menyiagakan pistol yang di arahkan ke kepalanya.

Namun Chelsea tak takut dia menendang tangan orang itu hingga senjatanya terlepas. Dia juga mengepalkan tangan lalu memukul perut orang itu sampai jatuh berlutut dan menendang dagunya dengan kaki kirinya hingga jatuh terlentang. Dia mengambil pistol nya kembali dan menembak kepala orang itu.

Chelsea masuk ke ruangan dalam kapal lalu saat membuka pintu, terlihat ada dua orang anak buah morley yang menembakkan peluru tepat ke arah dahinya. Dia yang sudah memprediksi hal itu langsung menghindar dengan menggerakan lehernya ke arah belakang hingga pandangannya lurus ke atap ruangan kapal itu lalu menembak dua orang anak buah Morley yang tersisa.

Dorrrr......dorrrrrr.....

Morley mematung melihat dua anak buahnya yang mati di tangan seorang gadis. Chelsea melangkah ke arahanya dengan tangan kiri yang memegang pistol lalu mengarahkannya pada Morley dan spontan orang tua itu mengangkat tangannya. Dia menatap wajah Chelsea yang terlihat akrab.

"Tn. Morley, suatu keberuntungan bisa menangkapmu setelah bersusah payah menyamar menjadi pembantu di kediaman Lashwan." ujar Chelsea sambil menyeringai.

"Jadi kau adalah orang pemerintah, tak heran aku seolah melihat seorang tentara saat kau menyamar di rumahku. Kau benar-benar menghancurkan semuanya." jawab Morley geram.

"Ya, dan kau sendiri yang memberiku jalan menghancurkanmu dan rekan baikmu."

"Rekan baikku? Apa maksudmu?" tanya Morley

"Lashwan dan Reginald bukankah kalian sangat dekat? bahkan memanfaatkan Edward anak sekaligus penerus asli dari keluarga Reginald untuk kepentingan kalian." jawabnya.

"Kau bahkan mengenal Edward dan mungkin juga anak ku Fani lebih parahnya mungkin kau juga mengenal Keluarga Alexander dan anaknya yang sedang kami sandera." balas Morley dengan seringainya. Chelsea menggertakan giginya geram.

"Dari reaksimu sepertinya itu benar, jadi kau punya pilihan, membebaskanku dan kami melepaskan anak keluarga itu atau membiarkan dia mati jika kau tak melepaskanku." lanjut Morley.

Chelsea tak menjawab, dia menodongkan pistol di dahi Morley sambil memberi tanda agar orang itu berdiri lalu mengikutinya. Dia lalu mengarahkan pistol itu di kepala belakang Morley sambil mengunci kedua pergelangan tangannya di punggung orang tua itu dengan tangan kirinya dan tangan kanan yang memegang pistol.

Saat keluar kapal, dia melihat ada orang dari kantor polisi chicago dan juga Ana di dekat landasan helikopter. Dia lalu mengambil borgol dari salah satu polisi itu dan memakaikannya di lengan Morley. Namun, para polisi itu malah mematung melihat keindahan paras Chelsea. Mereka tak percaya bahwa wanita di hadapan mereka adalah seorang agen rahasia.

"Kalian bisa bereskan mayat-mayat itu bukan?" tanya Chelsea dengan alis terangkat.

Para polisi itu tersadar dan mengangguk lalu mulai berpencar membereskan kekacauan yang terjadi di pelabuhan itu. Chelsea memasukkan Morley ke helikopter di kursi paling belakang dengan tentara yang sudah duduk dengan bersenjata lengkap memakai sebuah senjata laras panjang di tangannya. Chelsea kemudian duduk di kursi jajaran ke dua sementara Ana duduk di dekat pilot sebagai co-pilot. Pintu helikopter pun tertutup setelah Chelsea masuk.

Di sebelah Chelsea terdapat seorang perawat yang sedang mencoba mengeluarkan peluru dari bahunya dengan peralatan medis yang tersedia. Chelsea menyandarkan bahunya pada kursi dimana helikopter mulai terbang dengan memutar balik menuju ke arah California terlebih dahulu.

Dia memejamkan matanya saat perawat itu merobek bajunya dan membuka lukanya lalu mengambil peluru dengan sebuah pinset. Rasa sakit dan perih itu membuatnya mulai mengeluarkan keringat dingin namun tak ada erangan yang keluar dari mulutnya meskipun nafasnya terengah-engah seolah baru habis berlari.

Ana yang melihat ke arah belakang saat mendengar tak ada suara erangan padahal dia tahu bahwa Chelsea tertembak dan pelurunya harus segera di keluarkan tampak memandang wajah Chelsea yang masih menutup matanya.

Ana menggeleng pelan karena takjub pada Chelsea yang tak pernah mengeluh dan selalu tenang dalam hal apapun, bahkan tak berteriak saat perawat itu merobek lukanya untuk melihat letak peluru yang bersarang di bahu gadis itu. Helikopter terbang dengan baik menuju arah California.

1
marchang
baguss banget plissss thorr
Amoura
suka banget sama cerita sampe udah dia kali baca 😭🥰
lady nana
nangis bgt🥺
zkiafslll
Biasa
Nur Kediri
keren
Nur Kediri
suka sama ceritanya
Carissa Chan
Ngakak, denger si jierui bilang gitu sumpah 🤣🤣🤣
HNF G
sdh ada vol 2 nya kah?
HNF G
😭😭😭😭😭
HNF G
pasti punggung hansel
HNF G
pasti hansel
HNF G
delwyn atau hansel?
HNF G
ganggu aja nih si gavin. orang lg ada misi koq ditelp2😒
HNF G
aq curiga si delwyn hackernya, dia dendam sm CIA
HNF G
hackernya cewek? siapakah dia? apakah hacker dr CIA yg jd pelatihnya chelsea? 🙄🤔
HNF G
nasipmu sungguh2 tragis han, lbh baik kuburan saja cintamu dlm2 biar gak terluka lg.
HNF G
hahahaha......kelakuan chelsea memang benar2 diluar nalar😂😂😂😂
HNF G
haaiisshh.... pusing deh, gak sanggup otakku buat mencerna😅😅😅
HNF G
apakah chelsea akan kecewa krn ternyata kopernya kosong gak ada uangnya?
HNF G
apakah hackernya hansel sendiri yg pura2 bego?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!