Annika, kembali setelah bertahun-tahun di asingkan oleh keluarga nya sendiri karena bisu. Takut menjadi perbincangan publik seorang anak yatim piatu yang mereka angkat malah di perkenalkan sebagai anak mereka.
Sampai saat pesta perayaan keberhasilan si putri palsu, Annika datang dan membuat semua orang bertanya-tanya siapa kah putri yang asli dan yang palsu itu.
Saksikan kelanjutan ceritanya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lafratabassum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Hei reader cinta ku, Jangan lupa like dan beri dukungan sebanyak-banyaknya ya . Terus baca semua bab nya biar retensi nya stabil dan karya ini terus berlanjut.
Terimakasih
...----------------...
Ternyata baru hari ini Annika cek, jumlah nya cukup fantastis. Annika merasa seperti kejatuhan bulan, mendadak menjadi wanita kaya raya.
Makan malam berlangsung dengan suasana yang canggung dan terasa asing. Elgar sendiri juga sengaja tidak banyak aktif, dia ingin melihat bagaimana sebenarnya perasaan Annika padanya.
Tetapi Elgar lupa, jika Annika saat ini tengah merasa tidak enak. Dia merasa bingung dengan semua kebaikan yang lelaki itu berikan padanya. Rasanya Annika tidak berhutang apapun, namun kenapa Elgar gampang sangat perhatian.
Tidak mungkin kan jika Elgar tertarik padanya? mereka hanya sebatas teman masa kecil bukan?
Makan malam itu sangat sepi, hanya obrolan seputar pekerjaan. Sama sekali tidak penting.
Annika memilih untuk mempersingkat acara makan malam itu. Elgar sendiri juga merasa jika Annika benar-benar tidak memiliki perasaan untuknya.
Annika hanya memperlakukan seperti kolega. Bagi Elgar sikap Annika ini hanya tentang keprofesionalan semata.
Mereka terikat karena adanya kepentingan saja, Elgar mendadak merasa sedih dengan apa yang dia simpulkan.
Mereka berpisah di arena parkir. Elgar hanya mengucapkan terimakasih lalu pergi begitu saja.
Annika menarik nafas panjang lalu kembali fokus pada pekerjaan nya.
Hubungan itu terasa renggang. Mereka tidak ada komunikasi selama berhari-hari.
Hingga saat acara launching bisnis Annika akhirnya terjadi. wanita itu mengundang banyak orang berpengaruh serta peminat fashion.
Acara berlangsung sangat riuh dan lancar. Tidak hanya secara nyata, banyak dari bisnis Fashion yang memuji desain yang Annika suguhkan di beberapa katalog yang Annika kirimkan kepada mereka lengkap berserta penawaran kerjasama.
Tak lupa, Elgar tetap hadir dalam acara itu. Hanya saja lelaki itu hanya bertingkah seperlunya. Tidak seaktif biasanya.
Lelaki itu tidak banyak mengajak Annika berbicara dan malah mengobrol dengan kolega lainnya.
Selesai acara Elgar langsung pamit, dengan alasan ada urusan kantor.
Perubahan sikap ini membuat Annika merasa tidak nyaman, serasa ada hal yang perlu mereka jelaskan. Namun Annika tidak banyak berpikir, berusaha mengelak rasa kosong yang menyelinap di hatinya. bukankah sejak awal dia hanya merepotkan lelaki itu.
Suasana berbeda terjadi di kediaman Masashi. Saat ini bukan hanya Calvin saja, Tania juga tampak tidak sedang dalam mood yang bagus.
Kedua orang itu sudah melihat tayangan berita tentang suksesnya launching bisnis Annika. Dan jelas tidak suka.
Calvin meminta pelayan memanggil Tania ke ruang kerjanya " Tania, bagaimana kabar proyek yang kamu tangani, apa belum jalan?" tanya lelaki itu dengan penuh ketegasan.
Tania meremas kedua tangan, kerjaannya belakang ini memang begitu rumit. karena asal-asalan memilih tim, dia menjadi kewalahan sendiri.
Tania sendiri belum miliki pengalaman didalam bidang ini sebelumnya. Dengan terbata-bata Tania berusaha menjawab " ja.. Jangan khawatir ayah, pekan depan Masashi akan merilis beberapa katalog baru. Tania tidak akan mengecewakan ayah" raut wajah nya terlihat begitu tenang, namun jelas ada raut kecemasan di balik senyum yang Tania tampilkan.
Namun Calvin tidak ingin mengendurkan semangat Tania. Saat ini dia masih membutuhkan peran Tania. Jadi Calvin akhir nya memberikan kesempatan kedua " kalau begitu pekan depan ayah tunggu kabar baiknya" tidak ada kemarahan. Namun ketegasan dan aura dingin Calvin bagai menusuk ke tulang.
Selepas berbicara dengan ayahnya, Tania masuk ke kamar penuh rasa kesal. Lagi lagi Annika selalu merusak hidupnya. " kenapa sulit sekali menghadapi nya.. " dengan kedua tangan menggenggam erat.
Di tengah kekesalan tiba-tiba Tania mengingat sesuatu. Kumpulan desain yang Annika buat. Dia lupa sudah mengambil buku yang penuh dengan rancangan desain Annika saat masih kecil.
Siapapun yang menyaksikan Annika saat kecil, pasti tidak akan ragu jika dia adalah cucu Masashi yang terkenal itu. Desain dan pandangan nya tentang Fashion sungguh luar biasa.
Tania mencari buku itu di tumpukan barang -barang nya. Khususnya barang -barang lama yang sudah dia simpan dia kemari paling atas. Setelah lama mencari, senyum puas terbit menghiasi wajahnya.
Inilah alasan kenapa Annika memukuli dan memusuhi nya dulu. Tania yang pintar memutar balikkan fakta, apalagi saat itu Annika tidak bisa berbicara.
Membuat semua orang hanya percaya pada sudut pandang Tania. Jadilah akhirnya Annika di asingkan.
Kini dengan adanya buku itu, Tania yakin bisa menghadapi Annika. Saat ini dia berterimakasih pada dirinya sendiri karena sudah mengambil barang berharga ini.
rancangan desain yang bahkan mendiang tuan Masashi ikut terkesan ketika melihat nya.
Tania mulai dengan memilih beberapa contoh desain. Lalu dia salin seakan bahwa dialah yang merancang ini sendiri.
Sesuai dengan prediksi Tania, hari ini saat rapat kerja Tania di benar -benar di puji habis habisan lantaran rancangan yang di sungguh mengagumkan.
" Bagus sekali, sungguh ini siapapun pasti akan ingin memakainya" tanggapan salah satu rekan timnya.
" Bu Tania memang hebat, tidak salah kita masuk ke tim ini " yang lain ikut menimpali.
Tania merasa diatas angin. " ini hanya rancangan biasa. Kalau kalian setuju, mulai sekarang dia siapkan bahannya" Tania berlagak dengan totalitas. Semua ucapan pujian itu membuatnya merasa aman dan akan mendapatkan prestasi.
" baik Bu Tania!"
Ruangan rapat menjadi hidup. Tania tidak mengira jika akan sebagus ini tanggapan dari timnya. Sekarang dia sombong, dia bahkan meminta suntikan dana yang besar pada Manager Dania.