NovelToon NovelToon
Sexy Venus

Sexy Venus

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:140.3k
Nilai: 5
Nama Author: Riri Lidya

Masa lalu yang kelam membuat Helena harus hidup dengan dua identitas. Pertama, sebagai dirinya sendiri. Kedua sebagai Candy, wanita malam yang mendapatkan uang setelah memuaskan hasrat para pria hidung belang.

Semua pria itu sama sekali tidak tahu mengenai Helena. Mereka hanya tahu tentang Candy. Sampai kemudian terjadi sesuatu yang tak terduga, ada seorang pria yang menyadari jika Helena dan Candy adalah wanita yang sama. Ya, Adam tahu kalau Helena memang sengaja menyamar menjadi Candy. Hal itu membuatnya ingin tahu lebih jauh tentang kehidupan wanita itu.

Tentu saja seharusnya Adam adalah pria yang Helena jauhi. Namun kenyataannya, Helena malah selalu berakhir di ranjang pria itu. Apa yang harus Helena lakukan? Bagaimana jika seluruh dunia tahu identitas aslinya? Jika itu terjadi, sanggupkah ia menghadapi masa lalu yang kembali terkuak?


WARNING 21+

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riri Lidya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32

Semenjak menginjakkan kakinya turun dari anak tangga pesawat, Helena tak henti-hentinya tersenyum. Ia memejamkan matanya menarik nafas dalam-dalam mencoba menghirup aroma Paris. Sudah lama ia tidak ke sini, Perancis, negara impiannya. Mungkin sudah lebih 4 tahun. Dan dia sangat merindukannya.

Helena berhenti. “Adam?”

Adam menatap Helena dan ikut berhenti di tempat. Ia melirik Lucas -yang ikut berhenti-, menyuruh Lucas mendahului mereka dulu sebelum fokus pada Helena.

“Kau membawaku ke Paris.”

Adam mengangkat sebelah alisnya.

“Kau membawaku ke Paris.” Helena mengulang ucapannya.

“... Dan?”

“Aku rasa aku akan orgas*e.” Helena bergumam membuat Adam menatapnya tajam.

“Don’t, Baby.”

Helena terkikik geli, mereka kembali berjalan dengan Adam melingkarkan lengannya di pinggang Helena. “Aku berharap kau membawa banyak uang.”

“Well, aku mempunyai uang yang banyak. Asal kau tahu.”

Helena mengangguk membenarkan. Ia menengadahkan tangannya ke hadapan Adam.

“Apa ini?”

“Berikan aku kartu kredit.” Helena berkata dengan santai tanpa malu. “Dompetku ada di dalam koper. Dan aku ingin jalan-jalan sekarang juga.”

“Kita baru saja sampai. Setidaknya istirahatlah dulu.”

Helena cemberut, menggelengkan kepalanya kuat. “Aku mau jalan-jalan, Adam. Jika tidak kemungkinan malam ini aku tidak dapat orgas*e untukmu.”

Adam menghela nafasnya. Mengeluarkan ponselnya di saku jas, melakukan panggilan dengan Lucas. “Kau membawa mobil lain seperti apa yang aku bilang?”

Menunggu beberapa detik, Adam bergumam sebelum memutuskan sambungan. Ia menatap Helena, menggandengnya keluar. “Untung saja aku tahu siapa dirimu.”

Helena hanya tersenyum. Dari jauh, Helena melihat 2 orang porter tadi sudah membantu Lucas memasukkan koper-koper mereka ke dalam mobil. Dan sekarang Lucas berdiri di depan 2 mobil mewah menunggu Adam.

Lucas memberikan kunci mobil kepada Adam. Menundukkan kepalanya sekilas sebelum masuk ke mobil yang di penuhi koper, meninggalkan Adam dan Helena dengan satu mobilnya.

“Oke. Baiklah... Kau ingin kemana?”

Dengan senyum mengembang, Helena berkata, “First, Avenue Montaigne!”

Yang bisa Adam lakukan hanya tersenyum... Dengan terpaksa.

Hari berlalu begitu cepat. Dan sekarang Adam dan Helena sudah berada di salah satu Hotel ternama di Paris. Baru saja mereka menghadiri acara makan bersama di salah satu ruangan Hotel tersebut. Acara tadi sangat membosankan menurut Helena. Kenapa tidak? Setiap ia ingin berbicara dengan pria lokal selalu saja dihalang Adam.

Dengan menggunakan bathrobe, Helena duduk santai di loveseat yang terletak di balkon dan di temani segelas anggur seraya menatap pemandangan menara Eiffel di depannya. Saat ini ia tengah asik melakukan panggilan video bersama Venus.

“Aku ingin cokelat, cokelat, dan cokelat!” teriakkan Diana membuat Helena terkikik geli.

“Hanya itu?”

Diana mengangguk lalu Inanna yang mencondongkan kepalanya. “Giliranku….”

Beberapa menit kemudian Adam mendekati Helena dan tersenyum saat Venus menyapanya dari panggilan video. Adam duduk di samping Helena lalu melingkarkan lengannya di tubuh Helena. Mendapat perlakuan nyaman, Helena langsung menyandarkan kepalanya di bahu Adam.

“Helena berjanji ingin membelikanku tas Gucci yang akan keluar musim semi nanti.”

Adam tertawa pelan mendengar kode dari Hera. Ia mengangguk. “Segera datang untukmu.”

Terdengar suara sorakan kegirangan dari seberang telepon. Dan Helena kembali mengobrol bersama Venus hingga beberapa menit selanjutnya.

Setelah menutup telepon, Helena mendongak untuk menatap Adam. “Temanku mengatakan jika kau hanya memiliki dua mantan kekasih dan juga kau tidak pernah bermain dengan wanita tiap malamnya. Apakan itu benar?”

“Apakah kau percaya?”

Helena menggeleng membuat Adam tersenyum.

“Uang selalu membuat langkahmu sangat ringan untuk menutup mulut media masa, Baby.”

“Pantas saja popularitasmu selalu baik di mana-mana. Aku juga ingin seperti itu… Untuk menutupi jati diriku.”

“Kau tidak perlu menutupi jati dirimu jika bersamaku. Percayalah, tidak ada yang bisa mengambilmu dariku.”

Helena terpesona dengan perkataan Adam. Ia bisa merasakan jantungnya berdegup kencang. Dengan cepat ia berdeham dan menatap pemandangan kota Paris di depan mereka. “I love Paris.”

“Ya. Aku tahu itu. Bagaimana kehidupanmu di Yunani?” Adam mulai membuka pembicaraan.

“Biasa saja.”

“Ceritakanlah,” bisik Adam.

“Cerita itu sangat membosankan.”

“Sepertinya tidak.” Adam tetap gencar.

Helena menghela nafasnya. “Tata krama, kesopanan, tutur bahasa, kelakuan, senyum dan lai-lain. Aku harus menguasai itu semua. Tapi hanya satu yang aku tak bisa, memasak. Saat di Yunani, aku selalu mengikuti kursus memasak yang di paksa Mommy namun selalu saja gagal. Semua makananku selalu membuat pemakannya sakit perut.” Helena tersenyum malu-malu saat menceritakan itu membuat Adam ikut tersenyum sambil memainkan rambut Helena.

“Dan aku memiliki Nana. Aku pernah menceritakannya, bukan? Kami belanja bersama... Tertawa bersama... Menangis bersama...” Helena mengingat-ingat masa lalunya yang menyenangkan.

“Apa kau mempunyai foto Nana?” tanya Adam.

Helena mengambil ponselnya dan mulai mencari foto-foto kenangannya kemudian melihatkannya. Adam menatap layar ponsel Helena yang berisikan foto-foto mereka. Dan betapa kejutnya Adam melihat foto-foto tersebut. Mereka berdua sangat mirip seperti saudara kembar, yang membedakannya hanya warna mata dan rambut.

“Bagaimana... Mirip, bukan?” tanya Helena girang.

Adam menatap Helena kaget, “Kau yakin, ayahmu tidak selingkuh- Ah... Pasti tidak. Aku tahu itu.”  Saat mendapati pelototan dari Helena, Adam langsung menjawab pertanyaannya sendiri dengan cepat.

Helena menggeser layar ponsel menunjukkan satu foto dengan gambar 2 anak perempuan sekitar 12-13 tahun berjalan bergandengan tangan seraya membawa kantong belanjaan membelakangi kamera.

“Coba tebak yang mana aku?” bisik Helena.

Adam menatap sekilas foto tersebut. Kedua anak perempuan itu mempunyai warna rambut yang sama, panjang lurus berwarna coklat. Yang satunya memakai gaun putih, satunya lagi hitam. Namun Adam tahu yang mana Helena.

“Yang ini,” jawab Adam seraya menunjuk anak perempuan berbaju hitam.

Helena kaget bukan main, saat ia menunjukkan foto tersebut ke Venus, mereka bilang kalau Helena berbaju putih. Baru kali ini ada orang yang dapat membedakan Helena tanpa perlu berfikir keras seperti Venus dan Ethan.

Adam menatap Helena yang hanya diam menatapnya.“Apa aku salah tebak?”

Helena mengerjapkan mata berkali-kali sebelum menjawab, “Bagaimana bisa kau tahu? Venus saja yang sudah mengenalku lebih dari 7 tahun masih salah.”

Adam mengangkat bahu.“Entahlah. Mungkin insting.”

Helena masih menatap Adam kagum, “Sebenarnya kau bisa menjadi detektif swasta atau semacamnya dengan instingmu itu.”

“Ingat Ms. Alexandras, aku sudah mempunyai pekerjaan. Dan kalau diperhatikan, kau tak akan mau disuruh membawa barang belanjaan terlalu banyak.” Adam menunjuk foto Helena yang hanya membawa satu kantong belanjaan.

Helena mengerucutkan bibirnya, memutar bola mata dengan malas kemudian terkekeh bersama Adam.

“Bukannya rambut Nana berwarna merah?” tanya Adam penasaran.

Helena mengangguk antusias. “Ya. Memang benar. Di foto ini kami sedang berada di sini, Paris. Kami menemani Mommy ke salon langganannya dan tiba-tiba saja Nana meminta merubah rambutnya sama sepertiku saat itu. Haha... Awalnya Mommy menolak, ia bilang itu akan merusak rambut Nana karena saat itu dia masih sangat muda bila harus melakukan pewarnaan rambut. Tapi karena kegigihannya, membuat Mommy hanya bisa menggeleng-geleng kepala. Dan kau menjadi orang kedua yang bisa menebak foto ini setelah Daddy.”

“Sepertinya kau melupakan sesuatu, Nona.”

Helena menatap Adam bingung. “Apa?”

“Kau melewatkan jadwal belanjamu.”

Helena langsung tertawa lepas. Sedangkan Adam langsung tegang lebih tepatnya terpesona. Sudah lama ia tidak mendengar suara tawa Helena. Harus adam akui, ia sangat merindukan itu.

1
Theresia Lewar
Luar biasa
Khansa Arsyifa
👍
Parti Pastys
inti dari masalh mereka kurang komunikasi....adam belum sampai cerita mslh nya disuguhkn helena dgn kopernya#emosi.
Anonim
Suka bgt sma couple ini...

Moga aja ada lnjutan cerita khidupan mereka stelah menikah..
Anonim
Daddy frontal bgt yaak .. wkwkwk
Anna Musrifah
aq suka sm ceritanya
Risma Wati
bagus cerita,singkat n jelas...d tunggu karya2 lainnya ya,semangatttt💪💪💪
Patma
kadang suka bingung,
tapi bagus ceritanya
lee ailee
kenapa yang like dikit padahal ceritanya seru
Laila_zaerii
kak, mau baca yang clever venusnya dong 😭😭😭

saya pernah baca di WP tapi ndak selesai jadi penasaran sampai sekarang endingnya gimana 😭😭😭
Vina Minolarizky
sangat bagus selalu☺
Danty Indria
well,menarik
dafa ramadhan
best
Vlink Bataragunadi 👑
sukaaa suka bgt!!! ini indah bgt keren bgt, romantisnya dapat tegangnya dapat, ih keren bgtttttt! sukses trs ya Ri ♡(∩o∩)♡
Vlink Bataragunadi 👑
duh....demi apa aku menangis terharuuu (╥﹏╥)
Vlink Bataragunadi 👑
duh adam..... emak meleleh....
Vlink Bataragunadi 👑
well.... ga ada manusia yg sempurna, ya kan helena hihihi
Vlink Bataragunadi 👑
akhirnya Matthew dapat balasannya...
Vlink Bataragunadi 👑
tegang bgttttt (╥﹏╥)
Vlink Bataragunadi 👑
aku sampe ga bisa nafas, thoor (╥﹏╥)
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!