NovelToon NovelToon
Dua Istri Polosku

Dua Istri Polosku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:10M
Nilai: 4.6
Nama Author: MahaSilsi24

Harap bijak dalam membaca 😊😊😊

Nama tokoh, tempat dan latar semuanya dari imajinasi penulis sendiri, jadi itulah ya 😁😁😁🙏🙏

Perasaan dan hasrat ingin memiliki memang wajar di alami oleh manusia, terkadang apa yang di inginkan tidak dapat terpenuhi. Bagaimana caranya menginginkan apa yang ingin kita miliki? Apa kita harus pasrah akan keadaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MahaSilsi24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tuan Muda

🌹Harap Bijak Dalam Membaca🌹

Pria yang di panggil Tuan Muda itu telah tiba, ia berjalan dengan angkuh menuju kamarnya. Sebelum masuk ke dalam kamar ia sudah membuka jas berwarna hitam yang di pakainya, pria itu melemparkan jas tadi ke pelayan wanita yang menjaga Anjeli dari luar.

"Apa dia sudah ada di kamar?" tanya pria itu dengan datar.

"Nona sudah ada di dalam, Tuan Muda." jawab pelayan itu setelah membungkuk memberi salam.

Setelah mendengar jawaban dari pelayan wanita itu, pria yang di panggil Tuan Muda itu langsung berjalan menuju ke arah pintu kamarnya, ia ingin membuka handle pintu tetapi malah terkunci.

"Kenapa pintu ini di kunci? Apa kau tidak mengizinkan aku masuk ke dalam kamarku sendiri?!" tanya pria itu dengan tatapan tajam menoleh ke arah pelayan itu.

"Maaf Tuan Muda, saya akan membukanya." jawab pelayan itu dengan terburu-buru membuka pintu kamar dengan kunci yang di pegangnya.

"Silahkan Tuan Muda!"

Pria itu hanya menatap pelayan itu dengan tatapan tajam, karena ia ingin segera melihat gadis yang menebus hutang itu ia tak menghiraukan pelayan itu.

CEKLEK.

Saat pintu terbuka mata pria yang di panggil Tuan Muda itu melotot, ia melihat gadis dengan dress biru sedang menonton tv dengan santainya, namun semua cemilan yang di berikan oleh pelayan tadi berserakan di mana-mana. Semuanya sama rata, cemilan itu terkapar di lantai dengan sebuah kesengajaan yang di buat Anjeli.

"Kau apakan kamar ku, hah?!" teriak Tuan Muda itu ia menatap bengis ke arah Anjeli.

"Hai, Tuan Muda." sapa Anjeli dengan ramah dan tanpa bersalah.

"Kau! beraninya kau denganku!"

Pria itu langsung berjalan menuju Anjeli, walaupun banyak cemilan yang berserakan di lantai ia tetap lalui. Anjeli menelan ludahnya saat pria itu mendekat, nyalinya tiba-tiba menciut saat pria itu menatapnya dengan tajam.

Anjeli langsung berdiri, ia yang tadi duduk di tepi ranjang sambil menonton tv kini berjalan mundur karena Tuan Muda itu makin mendekatinya. Ia melihat ke arah pemilikan pria itu, ia langsung teringat tendangannya saat menendang Rahul.

"Anjeli tendang aja, kalau Tuan Muda ini kesakitan berarti Anjeli menang hihihi..."

Saat makin mendekat, Anjeli langsung menendang di bagian kepemilikan pria itu. Namun sayang, sepak terjangnya sudah terbaca oleh sang Tuan Muda.

"Akhh... lepasin!" teriak Anjeli saat kakinya di tahan dengan kuat oleh pria itu, kini Anjeli hanya berdiri dengan kaki kirinya.

"Kau sangat agresif, tapi tidak apa-apa aku suka yang agresif sepertimu." Pria itu makin mengangkatkan tinggi-tinggi kaki kanan Anjeli sampai dress biru muda itu tersingkap dan menunjukan celana dalamnya yang berwarna biru muda pula.

"Wow... kau tidak hanya agresif, tapi kau juga pandai menggoda rupanya. Aku makin penasaran bagaimana rasanya bercinta dengan gadis agresif dan penebus hutang yang banyak itu."

"Agresif? Bercinta? Anjeli tidak peduli, tolong turunin kaki Anjeli! Kaki Anjeli sakit sekali, cepat turunin!"

"Hahaha... bukankah kau yang memulainya? sekarang ayo kita bersenang-senang hahaha...."

"Heh, Monster! kaki Anjeli sakit, apa kamu tidak mengerti?!" teriak Anjeli, ia benar-benar merasakan kesakitan di kakinya.

"Kau berani berteriak kepadaku?!"

"Iya, Monster. Lepaskan Anjeli at.... Aaakkkhhhh..."

Anjeli di gendong dan di lemparkan ke atas tempat tidur, ia cepat-cepat membenarkan dress-nya yang tersingkap.

"Kau ingin bermain-main denganku kan? maka rasakan permainanku. Aku ingin mendengar suara kau meminta ampun akibat permainanku nanti." kata Tuan Muda itu sambil melepaskan satu persatu kancing kemeja yang ia kenakan.

"Kita mau bermain apa?" tanya Anjeli, ia duduk melihat pria itu kini sudah membuka bajunya.

"Waw..." Anjeli kagum melihat tubuh pria itu, badannya tak kalah keren dengan Rahul.

"Ck... ternyata kau ini murahan juga," pria itu berdecak karena Anjeli melongo melihat perutnya yang sixpack.

Setelah membuka celananya dan hanya tersisa celana dalam, pria itu langsung beranjak naik ke atas tempat tidur. Anjeli menelan ludahnya saat pria itu makin mendekat, pria itu hanya menyunggingkan senyumnya karena Anjeli tidak seagresif tadi.

Anjeli di baringkan, ia hanya pasrah mendapatkan perlakuan dari pria itu. Wajah mereka kini beradu, Anjeli melihat dengan jelas jika pria itu jauh lebih tampan dari Rahul. Mata, hidung dan bibir semuanya sempurna, Anjeli benar-benar terpesona oleh pesona yang keluar dari wajah Tuan Muda itu.

"Mmmmhhh...."

Anjeli menggigit bibirnya saat tangan pria itu bermain di kepemilikannya, baru kali ini Anjeli merasakan sensasi yang beda dan sangat berbeda dari yang Rahul berikan.

"Kau menikmatinya?" tanya pria itu, Anjeli hanya mengangguk pasrah.

"Kau masih perawan?" Anjeli hanya mengangguk lagi.

"Mulai hari ini, aku akan mengambil kehormatan mu. Apa kau menginginkannya?"

Anjeli menggelengkan kepalanya, ia ingin merasakan ada yang ingin keluar.

"Kau yakin?" tanya pria itu lagi, tangannya makin aktif di kepemilikan gadis itu.

"Tolong berhentilah, mmmmhhh... Anjeli mau keluar!"

"Keluarkan saja, jangan di tahan."

"Anjeli tidak mau, tolong berhenti mmmhhh..."

"Itu namanya kau akan mencapai puncak!"

PRETTT......

"Kau kentut?"

Pria itu langsung menarik tangannya yang sudah basah akibat cairan milik Anjeli, ia melihat Anjeli dengan kesal.

"Ke..." belum pria itu bicara ia sudah di bantah oleh Anjeli.

"Kan Anjeli bilang mau keluar, kenapa masih ngeyel. Salah sendiri, dasar Monster!"

"Namaku Dewa bukan Monster."

"Oh... baik, Dewa."

"Tanpa Tuan Muda?!"

"Iya."

"Kau!"

"Tadi Enak!"

"Mau lagi?"

Anjeli tersenyum dan menganggukkan kepalanya dengan cepat, Dewa hanya memicingkan matanya melihat Anjeli.

"Kau busuk! aku tidak mau!"

🌹🌹🌹🌹

1
ALE BRAMASTRA
hai kakak dalam kenal ...bolehdonk aku mampir aku rasa cerita nya cukup seru ...... semangat
Kaje
mantab gaya kisahnya
Didik Setyawan
gk lucu bnget crtax,mertua bru kenal kok dah gitu.logika gk it...
Supriyanto Ade Irawan
kon upnya
Ardan
bagus banget
zenara
wah dapat notif ada season 2 setelah sekian tahun, kemana aja author kok baru rilis, season 2 lama banget lo berapa tahun coba aku nunggu babang rahul dan dewa🥺🥺🥺
Rini Untari
lanjuttttttt
Mala Sari
bagus say
masya imut
lama bngeet thor di tunggu i UPdate nya baru muncul 😀 terima kasih
untung masih ingat cerita nya
tapi kemaren kemaren saya kira si rahul mengambil si kembar di jadi kan isteri keduanya ternyata tidak
sdh deg deg kan baca nya awal,mikirnya gimana ya masa' iya rahul,kk beradik kembar di jadikan isteri sekaligus,ternyata pas di lanjut lanjut lanjut terus eeeeh malah ketagihan baca nya...sukses ya kak othor karya karya nya 😇😇😇😇
Siti Nurulqoyimah
polos
Dafila Nurul
jadi hareudang
safitri alfionita
Ini novel agak gila 😂😂😂 jangan jangan author nya miring
Pania Syanum
w
Mak e Tongblung
istrinya Tina dan Anjali
Wiwin Cibby
kok amar zoni g pantes dong Rahul kan gila'
ganti aza
Wiwin Cibby
wowww dewa
Wiwin Cibby
tiap ke panti dpt cewek terus d nikahi lg
Wiwin Cibby
tuan muda dewa jd somplak bget
Wiwin Cibby
Anjeli SM dewa aza
buat dewa jd bucin
jgn ternoda duluan
Wiwin Cibby
ngikut aza ya Thor..bacaan d musim hujan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!