Beverly seorang gadis terpelajar yang terpaksa harus menerima sebuah perjodohan yang di adakan oleh orang tua angkatnya .Tapi laki laki yang menikahinya itu malah mempersunting wanita lain setelah beberapa bulan pernikahanannya. Entah nasib apa yang dia alami saat itu?? Niat baiknya membalas budi kedua orang tuanya justru malah menghancurkan masa depannya sendiri.
Dia mengajukan kesepakatan bercerai saat satu tahun pernikahannya.
Bagaimana kelanjutan nasib Beverly selanjutnya???
Akankah dia menemukan seseorang yang bisa menerima status jandanya saat itu??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina Warsiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia pikir aku mau jadi banci
Beverly nampak terdiam dan memokirkan kembali apa yang Kenzie katakan barusan. Tawaran Kenzie barusan sedikit menggiurkan untuknya.
"tiga kali lipat dari jam lembur...ummm"gumam Beverly yang mulai memikirkan akan kata kata yang Kenzie barusan katakan.
Sementara Sbastian yang mendengar tawaran Kenzie untuk Beverly merasa iri dengan tawaran itu.
"kenapa Beverly mendapatkan upah lemburnya tiga kali lipat dari upah lemburnya...sementara saya tidak dapat..."kata Sbastian.
"kalau Beverly tidak mau..biar saya saja yang menemani bapak saat ada pertemuan pertemuan penting"lanjut Kenzie.
"baiklah kamu bisa menemaniku...tapi kamu harus berpakaian seperti wanita saat sedang menemaniku...apa kamu mau?"kata Kenzie yang seketika membuat mata Sbastian membulat sempurna.
"apa kamu sudah gila?? aku ini laki laki.. bagaimana bisa berpakaian seperti wanita..kamu pikir aku banci"kata Sbastian yang nampak kesal dengan syarat yang Kenzie ajukan.
"pak kepala Sbastian... perhatikan cara bicaramu"bentak Kenzie saat mendapati kata kata Sbastian yang menurutnya kurang sopan padanya. Walaupun Sbastian adalah temannya, namun saat di kantor Kenzie ingin Sbastian menghormatinya sebagai direkturnya.
"ahh ...iya...baik...maaf pak"jawab Sbastian dengan segera mulai menundukkan kepalanya.
"apa kamu masih menginginkan upah lembur seperti yang aku tawarkan pada Beverly??"tanya Kenzie pada Sbastian.
"umm....ituu...anu.."kata Sbastian bingung. sesaat di dalam otaknya terlintas jika dia sungguhan menggunakan pakaian wanita dan berjalan di samping Kenzie sebagai pasangannya.
"hisss...amit amiit deh"kata Sbastian nampak bergidik merinding membayangkannya.
"tidak pak"jawab Sbastian dengan segera menolaknya.
"apa apaan dia ini...dia pikir aku mau jadi banci...amit amit dehh"gumam Sbastian.
"bagaimana dengan kamu Bev, kamu memilih keluar dari perusahaan ini atau mengikuti peraturan yang saya buat??"kata Kenzie dengan sorot mata mengarah pada Beverly.
"aduhh... gimana nih... bayarannya sih lumayan...tapi jika aku mengiyakan permintaannya itu berarti tandanya aku harus siap kapan saja saat dia ingin aku menemaninya..jika aku menolaknya maka aku akan di pecat juga dari perusahaan ini"gumam Beverly.
"ini namanya maju mati mundurpun juga akan mati..huaaaa"gumam Beverly sambil memikirkan keputusan apa yang akan dia ambil.
"kalau kamu sudah keluar dari perusahaan ini...sudah dapat di pastikan perusahaan lain tidak akan mau menerima karyawan yang sudah terbacklis dari perusahaan ini"kata Kenzie lagi masih dengan kata kata ancamannya.
Kenzie bersikekeh ingin mempertahankan Beverly di sampingnya, apapun akan dia lakukan supaya Beverly bisa dekat dengannya saat ini.
Entah itu memang hanya karena rasa penasarannya atau dia memang sudah memiliki perasaan terhadap Beverly.
Sedangkan Sbastian yang melihat cara Kenzie memaksakan keinginannya kepada Beverly,dia semakin yakin bahwa Kenzie memang memiliki perasaan terhadap Beverly.
Yang jadi fikirannya saat ini adalah, apakah Kenzie akan tetap mengejar Beverly jika mengetahui status janda Beverly saat ini.
Sementara Kenzie nampak melihat ke arah tangan Beverly yang nampak saling meremas karena gugup.
"gadis ini...di saat semua wanita dengan beraninya ingin dekat denganku, tapi dia yang aku kasih kesempatan untuk bisa dekat denganku malah terlihat tidak menginginkannya"gumam Kenzie.
"aku justru semakin penasaran dengannya"gumamnya lagi.
"bagaimana??"tanya Kenzie lagi saat tak kunjung mendapatkan jawaban dari Beverly.
"umm...itu.."jawab Beverly yang belum cukup pasti dengan keputusannya.
"itu apa?? cepat jawab?? mau atau tidak??jangan membuang buang waktuku"kata Kenzie yang nampak mulai kesal karena Beverly terlalu lama berfikir.
"umm...mau pak"jawab Beverly dengan terpaksa.
"Kenzie benar benar paling bisa memaksakan kehendaknya kepada seseorang"gumam Sbastian di dalam hatinya.
"baiklah...sesuai kesepakatan..tanda tangan di sini"kata Kenzie.
"apa maksudnya tanda tangan pak?? kenapa harus pakai tanda tangan??"tanya Beverly yang merasa bingung karena di suruh tanda tangan.
"aku tidak ingin kamu mengingkari ucapanmu barusan"kata Kenzie.
"saya bukan tipe orang yang suka mengingkari janji...bapak bisa mempercayai kata kataku"kata Beverly
"justru karena aku percaya...maka tanda tanganlah dulu"kata Kenzie.
"kemari"panggil Kenzie.
Beverly pun segera mendekat ke meja Kenzie.
"ini"kata Kenzie yang memang sudah menyiapkan kontrak kerja dengan Beverly.
"Astaga... monster ini...sejak kapan dia menyiapkan surat kontrak ini"gumam Beverly saat membuka map yang berisi kontrak kerja bersama Kenzie.
Dengan terpaksa Beverly pun segera menandatangani kontrak kerja itu.
semangat
ku memilihmu karena adikku