NovelToon NovelToon
Hamil Kontrak

Hamil Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Cintapertama
Popularitas:32.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nenahh

Ayana Amalia seorang gadis berusia 19 tahun yang masih kuliah rela mengorbankan rahimnya untuk mengandung dan menjadi ibu surogasi anak dari seorang pasangan kaya raya untuk menebus hutang keluarganya dan mengobati penyakit ibunya,
namun kesalahan datang Proses ibu surogasinya gagal Ayana malah terikat cinta dengan tuannya hingga mengandung anak tuannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nenahh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

meninggalnya ibu ayana

Di waktu yang sama, Ilham baru sampai rumahnya ketika Marta sedang menunggu Ayana di kafe.

Bu asih menceritakan garis besar semua yang terjadi dengan detail, dari Marta datang sampa dia keluar lagi dari rumah ini.

Plaaaaakkkk tamparan di pipi penjaga. "bodoh"

"maafkan Saya tuan."

Kenapa kau biarkan Marta pergi sendiri, kenapa tidak kau ikuti? Hah." menuding kening penjaga.

"Maafkan saya tuan" tubuhnya gemetar, bahkan dia tidak berani mengambil nafas. Rasa sakit tamparan Ilham masih terasa, namun tak berani dia mengusap wajahnya.

Dia tau siapa orang yang saat ini berhadapannya, yaitu tuan besar Ilham Abuzar, orang yang bisa melakukan apapun untuk apapun.

Bahkan dia bisa membunuh hanya dengan mengucap tanpa menyentuh.

Seorang monster yang memiliki perusahaan raksasa di negri ini.

" saya minta maaf atas kebodohan saya tuan, pasti saya sudah gila membiarkan nyonya jalan sendiri."

"bukan itu maksudku," Ilham menendang angin.

Para asisten terheran begitu juga dengan penjaga tadi, apalagi ketika Ilham mengucap nama Ayana, serempak hati mereka berkata loh ko Ayana, ada apa dengan nona Ayana.

"dia pasti menyerang Ayana sekarang," mengambil ponselnya lalu menghubungi Marta, dan Ayana, nihil mereka berdua tidak ada yang mengangkat telponnya.

"aaakh sial, dimana kalian, Marta ga mungkin ke apartemen Ayana karna dia tidak tau dimana Ayana tinggal, tapi aku harus sekeras kesana," Ilham melangkahkan kakinya cepat menuju keluar rumah, mengendarai mobilnya.

Tempat pertama yang dia tuju adalah apartemen yang di tempati Ayana, mobil melaju di kecepatan kencang, dia mengambil jalur yang jarang di lewati orang, meski jaraknya lumayan lebih jauh setidaknya dia terhindar dari jebakan macet di jalan utama.

Sampai di apartemen miliknya, dia membuka kunci dengan sidik jarinya, mencari ke semua ruangan di dalam, namun gadis itu tidak ada di dalam.

"Ayana, Ayana," masih mencari.

Ilham melangkahkan kakinya cepat, keluar dari gedung apartemen, hatinya gelisah memikirkan apa yang terjadi pada Ayana dan Marta.

Tentu Marta sudah tau mengenai hubungan mereka, tapi yang jadi pertanyaan hatinya, siapa yang berani memberitahukan kehamilan Ayana sedangkan tidak ada yang tau tentang itu.

***

Di tempat lain.

didalam mobil Ayana terus menjelaskan apa yang terjadi tapi Marta sama sekali tidak mendengarkannya.

Sampai titik terakhir Ayana mengucap, " mbak ini anak mu, aku akan pergi dari kehidupan kalian setelah aku melahirkan anak ini, aku tidak menginginkan tuan Ilham atau harta apapun,"

sontak Marta menoleh ke arah Ayana, menatap tajam gadis itu, "apa aku bodoh mau menerima bayi haram itu?" menunjuk perut Ayana dengan bibir dan matanya. Membuat Ayana terdiam

Marta melajukan kendaraannya cepat, berkali-kali Ayana menanyakan mau kemana kita, tapi dia tidak menggubrisnya,

Tetap dengan wajah marahnya, menatap lurus ke ujung pandang jalan-jalan raya.

Sampai pada satu rumah yang tidak asing lagi bagi Ayana, yaitu kediaman ibunya, tempat paling nyaman untuknya dan tempat masa-masa indah bersama ibunya pasca sang ayah meninggal dan sebelum dia menandatangani surat kontrak.

klakson mobil sengaja di bunyikan kencang agar orang yang di dalam rumah mendengar dan keluar.

Benar saja wanita paruh baya keluar dari rumah Ayana, dia adalah Bu Dewi ibunya Ayana, mengecilkan matanya menerka siapa yang datang, memang penglihatan matanya sudah kurang jika untuk jarak jauh.

"Mbak mau apa kita ke sini," gemetar.

"Turun,"

"tidak mau"

"Kau tidak mau aku antar pulang hah"

Marta segera turun dari mobil, membanting pintu mobil kasar, hingga orang yang di dalam mobil terperanjat.

Memutar tubuhnya berjalan ke arah Ayana membuka pintu Ayana dan menarik paksa tangan Ayana, agar Ayana turun dari mobilnya.

"turun" menarik paksa tangan Ayana.

gadis itu terseret sampai terloncat dari dari mobil, memegangi perutnya hawatir dengan janin yang dia kandung.

ciiiiiih.

"sini kau," Marta menyeret Ayana, dengan suara keras, "kurang ajar."

Tuhan tolong aku, entah apa yang akan dilakukan mbak Marta padaku.

Sedari di mobil Ayana mencoba menjelaskan kepada Marta kejadiannya, tapi Marta menyuruhnya diam atau aku robek mulutmu, begitu ancamnya.

Jadi Ayana terpaksa diam tubuhnya gemetar.

Sekarang tidak ada lagi yang bisa dia harapkan untuk menyelamatkan hidupnya kecuali tuhan.

Tapi apakah tuhan mau menolongku, sedangkan aku adalah manusia terhina di muka bumi ini, karna sudah bersetubuh dengan majikanku.

Membayangkan saat dulu bersama Ilham saja sudah membuat dia jijik atas tubuhnya.

"sini kau" Marta terus menyeretnya dan mendorong Ayana sampai Ayana tersungkur di kaki ibunya.

"Nyonya ada apa ini, ada apa dengan Ayana,"

Bu Dewi masih bingung dengan apa yang terjadi, kesalahan apa yang anaknya perbuat sampai memperlakukan nya seperti itu.

"Martaa" dari kejauhan suara laki-laki berteriak.

Ilham melihat saat Ayana tersungkur di dalam mobil, dia hanya melihat tidak mendengar apa-apa.

Ilham segera turun dari mobil.

"Buu, Ayana bisa jelasin ke ibu,"

"heyyyy," menunjuk mata Bu Dewi "wanita macam apa kau sampai melahirkan anak seperti pelacur ini" mengarahkan telunjuknya ke arah Ayana yang masih dalam posisi duduk di tanah."

Bu Dewi mengelus dadanya, nafasnya mulai terasa sesak, oksigen yang terhirup tidak sesuai dengan pompaan jantungnya.

"betulkah begitu nak" nafasnya Terengah-engah

Dia meraih tangan anaknya, "bangun nak, jelaskan pada ibu apa yang terjadi"

Marta menepis tangan Bu Dewi, "dia, menggoda suamiku sampai mengandung anak suamiku, apa pantas kau di sebut wanita baik sedangkan kau melahirkan anak yang merebut suami orang, tidur dan melakukan hubungan badan di dalam rumahku." Marta berapi-api

plakk, tamparan di pipi Marta "Marta stop, kamu tidak tau detail yang terjadi kamu menyalahkan Ayana yang sama sekali tidak bersalah, aku yang bersalah" Ilham.

"Bu, ini tidak seperti yang mbak Marta bayangkan, ini salah faham ayana bisa jelasin semuanya," memeluk ibunya, bulir-bulir kristal menetes di pipinya, dia menyekanya berkali-kali agar tetep tenang dan bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

Namun orang yang dia peluk lunglai mulai tak berdaya terjatuh, Ayana segera menopang tubuh ibunya kemudian dia duduk di tanah karna tak kuat menahan berat tubuh ibunya..

"Ibuu" Ayana menepuk lembut pipi ibunya, yang sekarang mulai kehabisan nafas.

"ibuuuu, Ayana bisa jelasin Bu," air matanya menetes melihat ibunya tak berdaya di pangkuannya.

Marta dan Ilham terdiam melihat ibu Ayana dalam keadaan tidak baik.

"Ibu tau kamu anak baik," terbata "ibu tau kamu gak melakukan itu kan," air matanya menetes, matanya terpejam, tangannya menyentuh pipi Ayana, "apa benar yang di ucapkan.." tapi kata-katanya tidak berlanjut nafasnya semakin sesak hingga Bu Dewi mengambil nafas terakhir di pangkuan anak tunggalnya.

Tangan yang tadi menyentuh pipi anaknya kini terjatuh kasar, dia menghembuskan nafas terakhir nya.

"Ibuuuuuuu, ibuuuu, ibu bangun Bu, ibu kenapa,," syok melihat ibunya yang tiba-tiba tak sadar, menepuk lembut pipinya dan menggoyahkan badan Bu Dewi lembut, "ibu kenapa Bu, ibu banguuun.

Ilham menghampiri Ayana, jarinya diarahkan ke hidung Bu Dewi untuk merasakan angin nafasnya, tidak ada apapun yang dia rasakan.

Lalu menempelkan dua jarinya ke leher Bu Dewi untuk merasakan detakan di lehernya, tapi sama tidak ada detak apa pun,

Sekali lagi Ilham memastikan bahwa fikirannya salah, pasti Bu Dewi masih hidup, menyentuh tangan Bu Dewi meraba urat nadi Bu Dewi, tapi sama sekali tidak ada denyutan di tangannya.

"Ayana," Ilham mengelus lembut kepala Ayana, menatapnya penuh iba, menahan air mata yang ingin menetes, matanya berkaca-kaca, " ibumu sudah tiada" memeluk Ayana,

"Apa,, ga mungkin mas gak mungkin, ibu masih hidupkan," menciumi pipi ibunya, memeluk erat.

"Ibuuuuuuuuuuuuuu" teriak sekuat tenaga, dengan energi yang tersisa, menangis sejadi-jadinya seperti guyuran hujan deras,

"Ibu jangan tinggalin Ayana Bu, Ayana gak punya siapa-siapa lagi selain ibuu, sesegukan air matanya terus mengalir membasahi pipinya.

"Apa" Marta terkejut mendengar penjelasan Ilham, tubuhnya mundur sedikit ke belakang, berfikir apa yang telah dikatakannya.

Dia tau dulu sebelum operasi, saat dokter mendiagnosa bahwa Bu Dewi mengidap penyakit jantung.

Mungkin kata-katanya membuat Bu Dewi syok, hingga meninggal dunia, dia pergi meninggalkan kekacauan yang dia buat.

1
اختی وحی
aldo apa steven tmen ny ayana
Reddisna
Halo, yuk luangkan waktu untuk mendukung penulis kecil ini ini! Satu like dari kalian sangat berharga bagi saya..

Penulis kecil ini hadir dengan membawa cerita berjudul 'When The Heavy Rain Comes to You' yang menceritakan tentang seorang gadis bernama Lunar Paramitha Yudhistia yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi harus menerima kenyataan pahit bahwa ayahnya menikah lagi dengan rekan kerjanya. Ia tak terima akan hal tersebut namun tak bisa berbuat apa-apa.

Tak disangka-sangka, wanita yang menjadi istri muda sang Ayah menaruh dendam padanya. ia melakukan banyak hal untuk membuat Lunar menderita, hingga puncaknya ia berhasil membuat gadis itu diusir oleh ayahnya.

Hal itu membuatnya terpukul, ia berjalan tanpa arah dan tujuan di tengah derasnya hujan hingga seorang pria dengan sebuah payung hitam besar menghampirinya.

Kemudian pria itu memutuskan untuk membawa Lunar bersamanya.
angel
lanjut Thor ku cuantik/guanteng
Win wina
Setelah mengetahui peselingkuh Marta,Aku jdi mendung Ayana bersanding dgn suami Marta
Mila
Buruk
Mila
Bagus banget cerita nya seru dan bikin aku pengan selalu membaca novel ini setiaap hari nya 🥰
Mila
aku suka bangat sama novel ini 🥰🥰
Cevineine
Lanjut thorr👍
Auzora
semangat /Good/
ˢⁱᵐᵖ 2ᴅ
Nggak kecewa! 👌
Nenahh: makasih kaka
total 1 replies
Nenahh
makasih Kaka😍
Dira Alina
Wajib baca! Dijamin bikin galau tapi bahagia~ 🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!