NovelToon NovelToon
Istri Pertamaku Berubah Barbar

Istri Pertamaku Berubah Barbar

Status: tamat
Genre:Trauma masa lalu / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / TimeTravel / Reinkarnasi / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:163.6k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Setelah kejadian kecelakaan kerja di laboratorium miliknya saat sedang meneliti sebuah obat untuk wabah penyakit yang sedang menyerang hampir setengah penduduk bumi, Alena terbangun di suatu tempat yang asing. Segala sesuatunya terlihat kuno menurut dirinya, apalagi peralatan di rumah sakit pernah dia lihat sebelumnya di sebuah museum.
Memiliki nama yang sama, tetapi nasib yang jauh berbeda. Segala ingatan tentang pemilik tubuh masuk begitu saja. Namun jiwa Alena yang lain tidak akan membiarkan dirinya tertindas begitu saja. Ini saatnya menjadi kuat dan membalaskan perlakuan buruk mereka terutama membuat sang suami bertekuk lutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nyonya juga belum sadarkan diri

Buuugggghhhh

Sebuah pukulan yang cukup telak mendarat di pipi mulusnya, Althaf yang tak sengaja tertidur tentu tak mengetahui sebuah kepalan tangan kekar mengarah kepadanya. Dua hari sudah dia terpaksa bolak balik rumah sakit - kantor disebabkan Alena yang belum sadarkan diri sejak ditemukan pingsan oleh Gilbert.

“Brengsek kau Althaf, lebih baik aku yang menjaga Alena!!” hardik Zaldo menggebu-gebu.

Karena urusan mendadak membuat dua hari ini dia sibuk hingga baru mengetahui jika Alena tengah dirawat dirumah sakit. Jika dirinya tak datang ke rumah Althaf mungkin dia juga tak akan mengetahui kabar Alena.

Gilbert berusaha menahan Zaldo yang ingin melampiaskan amarahnya terhadap Althaf. Sedangkan Althaf sendiri berusaha mengumpulkan serpihan nyawanya yang terpencar akibat serangan yang mendadak.

“Do.. tenangkan dirimu. Ini bukan salah Althaf. Penyebab Nyonya pingsan dan tidak sadarkan diri belum diketahui. Bahkan tim dokter terbaik pun masih mengobservasinya!!” terang Gilbert, berusaha memberitahu Zaldo faktanya.

“Jika manusia bajingan ini tidak egois Alena tidak akan menderita. Lepaskan Alena brengsek, tidak pernah becus menjaga Alena. Sh*t!!!” Zaldo tak memperdulikan lagi benar atau salahnya. Dia hanya menganggap apa yang terjadi terhadap Alena adalah murni kesalahan Althaf seorang.

Sialnya pukulan itu menyebabkan kepala Althaf semakin berdenyut, isi kepalanya seolah terombang -ambing sehingga rasa sakit kian terasa. Meski lamat-lamat, Althaf mendengarkan apa yang diucapkan oleh Zaldo. Kondisi tubuhnya saat ini sungguh lelah, biarpun tidak membenarkan tindakan Zaldo. Tapi Althaf tak ingin berdebat saat ini, terlebih saat ini mereka berada di rumah sakit dan kondisi Alena yang belum mendapatkan perkembangan.

“Bangun breng-sek!! Apakah sekarang kamu menjadi orang yang lemah hah!!! Jika sudah tak sanggup menjaga Alena, ada aku yang akan selalu menjaganya seumur hidupku!!” lanjut Zaldo berusaha memancing amarah Althaf.

“Cukup Do!! Tenangkan dirimu. Ingat ini rumah sakit, Nyonya juga belum sadarkan diri. Jika mendengar dan melihat kalian berdua seperti ini pasti akan sedih!! Tolong sekarang kalian berdua jangan bertengkar, kesembuhan Alena yang terpenting saat ini.”

“Tapi pria payah yang satu ini harus dihajar dan diberi paham!! Dia—”

Bbbuugghhh

“Stop Zaldo, apa kamu sama sekali tidak menghargai Alena!!! Jika tidak bisa tenang sebaiknya kamu keluar!!!”

Gilbert sudah kehilangan cara untuk menenangkan Zaldo, terpaksa dia memukul tepat di bagian pipinya. Gilbert yang biasanya tenang dan tak ingin ikut campur, menjadi sosok yang tak bisa berpikiran tenang untuk saat ini. Kondisi Alena yang bisa dikatakan parah, membuatnya cemas berlebihan. Apalagi selama ini Alena sudah dia anggap seperti adik sendiri.

“Apabila kamu masih kesal, pukul saja lagi Do. Saya ikhlas jika itu bisa membuat Alena kembali sadar. Apa kamu tidak tahu, saya hampir gila dengan keadaan seperti ini!!!” seru Althaf memberikan penekanan pada kalimat terakhir yang dia ucapkan.

Baru Zaldo menyadari, cekungan mata Althaf begitu dalam dan pekat. Bukti jika Althaf kekurangan tidur dan istirahat, pasti dia juga sama khawatir dan cemas seperti dirinya.

“Sebenarnya apa yang terjadi pada Alena?” tanya Zaldo, kali ini dia berusaha menekan amarahnya, cukup penasaran dengan kondisi Alena yang tak kunjung sadar.

Althaf tak ingin menjawab, sakit rasanya mengetahui apa yang terjadi pada Alena. Padahal sebelumnya dia masih melihat Alena sehat, tentu Althaf lebih senang melihat Alena kesal atau marah kepadanya dari pada tertidur lelap tanpa mengetahui kapan dia akan bangun.

Gilbert melihat Althaf membuang mukanya ke arah lain seolah menolak menjelaskan yang sebenarnya.

“Diagnosa sementara dokter ada peradangan pada saraf di bagian otaknya yang menyebabkan Alena mengalami penurunan kesadaran,” terang Gilbert menjelaskan.

“Mengapa tiba-tiba seperti ini??” tanya Zaldo semakin penasaran.

Gilbert menggelengkan kepalanya, dokter saja yang ahli di bidangnya tidak mengetahuinya secara pasti apalagi dirinya yang tidak memiliki ilmu di ranah kesehatan.

“Dokter menduga ada hubungannya dengan cedera kepala Alena saat terjatuh dari tangga, ada trauma yang tidak diduga dan akibat fatalnya saat ini.”

Semua menjadi lesu, berharap ada keajaiban yang menyembuhkan Alena dengan segera.

“Bangun Althaf!!! Mana usaha anda untuk Alena!! Jika dokter terbaik di sini tidak bisa menyembuhkan Alena, masih ada dokter dan rumah sakit terbaik di luar negeri, Singapura, Amerika, Belanda bahkan luar angkasa sekalipun!! Tidak usah pikiran soal biaya, uang tidak jadi masalah!!!” geram Zaldo, dia mengangkat tubuh Althaf sambil meremas kerah bajunya.

Althaf hanya terkulai, bukannya dia tidak mau mencoba. Beberapa setelah diagnosa dokter keluar, Althaf langsung mendatangkan dokter terbaik asal Singapura. Hasil MRI pun tidak memperlihatkan sesuatu yang nyata. Membawa tubuh Alena dalam penerbangan jarak jauh terlalu beresiko, terutama perbedaan tekanan saat di pesawat ditakutkan akan mempengaruhi sistem syaraf yang menyebabkan kondisinya semakin memburuk.

Zaldo semakin kesal melihat Althaf yang terdiam lemas seperti mayat hidup, tanpa mengetahui apapun.

“Breng-sek, dasar baji-ngan kau Althaf!!! Sa—” Deringan ponsel milik Zaldo menghentikan ucapannya untuk saat ini.

Perhatian Zaldo teralih pada ponselnya dan bergegas membuka sebuah pesan WhatsApp yang masuk.

“Sh*t!!”

Tanpa banyak berkata, Zaldo langsung pergi begitu saja. Althaf dan Gilbert tak ambil pusing. Kepalanya yang terasa begitu berat, Althaf memutuskan untuk berbaring sejenak pada sofa yang terdapat di ruangan rawat itu. Meskipun demikian, Althaf tak bisa beristirahat dengan tenang. Pikirannya terlalu penuh dengan segala sesuatu menyangkut hidup Alena saat ini.

Untung saja, perusahaan sudah mulai stabil berkat bantuan dana dari Alena. Padahal Senin kemarin Althaf sudah membuat sebuah dokumen pengalihan sebagian saham atas nama Alena, namun rencana kejutan itu harus tertunda. Gilbert pun tak bisa meninggalkan Althaf begitu saja, perilaku dan tindakan yang tak terduga bisa saja sewaktu-waktu terjadi.

Belum lagi ancaman dari Mahyadi atas keselamatan Althaf maupun Alena membuat Gilbert tak bisa lepas tangan. Pria tua itu pasti akan melakukan sesuatu setelah perceraian Althaf dengan Ruby. Apalagi terdengar kabar jika stabilitas perusahaan milik Mahyadi terancam.

Tok

Tok

Tok

“Permisi Tuan, maaf mengganggu. Penanggung jawab atas pasien Nyonya Alena diminta ke ruang praktek dokter neurologi. Ada hal penting yang ingin disampaikan mengenai pasien,” ucap seorang perawat menyampaikan informasi.

Tak menunggu jawaban dari Althaf maupun Gilbert, perawat tersebut langsung undur diri. Melihat tak ada pergerakan dari Althaf, Gilbert pun menghampirinya. Bagaimanapun juga Althaf yang lebih berhak tahu bagaimana kondisi Alena saat ini.

“A-aku tidak siap Gil, bagaimana jika–”

“Tolong jangan berpikiran yang buruk untuk Nyonya untuk saat ini. Berdoalah semoga ada titik terang untuk kesembuhan Nyonya,” ungkap Gilbert

“Ta-tapi jika–”

“Berhentilah membual Tuan!! Fokus kita untuk saat ini adalah Nyonya. Jangan memperlihatkan sisi terlemah anda!!” Pada akhirnya Gilbert menjadi geram sendiri.

“Jika memang Tuan tidak bersedia, biar saya yang menemui dokter dan mendengarkan apa penjelasannya tapi jangan harap saya memberitahu Tuan apa yang dokter katakan!!”

1
Andrea
/Rose//Rose//Rose/
Andrea
kyk gx ada cwo laen aja nih si Althaf direbutin bnyk cwek🤦🏻
Andrea
🤣🤣🤣
Muft Smoker
waah kagum deh liat Alena begini ,, mati kutu kn anda ,,
maka ny cepat2 sadar diri ,,
sblum jatuh ny harga diri ,,
/Smug//Smug//Smug//Chuckle/
Muft Smoker
astagaaa raja singa berubah jdi anggora ,, saat Ratu singa ny dtg ,, /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker
Kalo ras terkuat di bumi sudah mode on ,,
Pak su diam dlu aj yx ,, sayangi nyawa anda yx Pak su ,, 🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
ruby kah?
Muft Smoker
astagaaa bisa gx jgn buriik kak pemilihan kata ny ,, buduk Kya ny lebih bagus🤭🤣🤣🤣🤣🙏 ,,
nama udh keren2 di panggil ny kodok buruk ,, 🤣🤣🤣
Erlina Ibrik
kondisi tubuh*
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
wah anak Diyah berarti bukan benihnya Althaf eh tapi anak siapa klo begitu 🤔
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
Yasmin ini benar benar ya semoga kau segera didepak sendiri sama Althaf niatmu busuk sekali kecil2 kok mau jadi pelakorr
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
woy bocil kenapa kau jadi terobsesi sama kakak angkatmu sendiri kan tadi sudah dibilang kau dianggap adiknya malah ngelunjak dasar tak tau diri luuu
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
Althaf ini deh lupa apa bagaimana sama istrinya sendiri baru juga pulang dari RS malah nuntun Yasmin dasar bocil ini juga hadeh
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
Althaf ini posesif kalo sudah sama Alena mau itu sepupunya atau siapapun kalo jenis kelamin laki laki pasti di cemburuin semua
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
Alena segeralah sembuh biar kau bisa balas itu kelakuan istri kedua dan ketiga Althaf yang selalu merundungmu semangat ya
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
bikin ribut melulu itu Helena bikin puyeng aja
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
pasti Althaf modus yang awalnya mau memandikan Alena malah lanjut ronde kedua 🙊🙈😆😆😆
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
waduh bab ini bikin hareudang mendadak gerah ini wkwkwkwk🤭🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
owalah Yasmin ternyata kau tak lebih dari wanita penggoda apa kau tak tau kalo Althaf sudah beristri 3 lagi 🙈🙊
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
dasar rubah betina Ruby ini lah kok sama papahnya malah didukung padahal apa yang dilakukan Ruby selama ini tidak ada baik baiknya selama jadi istrinya Althaf
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!