NovelToon NovelToon
Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun

Status: tamat
Genre:Dunia Lain / Barat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: J

Dua pemuda genius yang terlempar ke dunia lain.
Bertemu dengan seorang putri terbuang, dan kemudian membangun sebuah dinasti.

Ini adalah kisah tiga orang legendaris yang akan menyatukan dunia dalam satu dinasti selama seribu tahun lamanya.

Bukan dengan Sihir dan Pedang, melainkan dengan Akal dan Pengetahuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon J, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25.5. Lugwin Story : Hari Kelabu

Hujan terus berjatuhan sedari pagi tadi, seolah langit sedang ikut bersedih akan hari kelabu ini. Lugwin duduk dikursi disebelah Isabela pengasuh yang sudah 18 tahun ini mengurusnya. Perempuan setengah baya itu mengusap punggungnya dengan lembut selama ia duduk ditempat itu. Air mata Lugwin sudah kering sejak sehari yang lalu. Gadis itu sudah tidak mampu lagi menangis. Ia hanya diam menunduk dibalik cadar hitam yang ia kenakan.

Di hadapannya dua puluh peti mati yang siap untuk dibakar, berjajar berurutan dalam ruang pertemuan kerajaan yang kini penuh dengan orang-orang yang datang untuk mengikuti upacara pemakaman. Empat diantaranya adalah milik ayah, ibu, kakak perempuan, dan adik laki-lakinya. Sisanya berisi jenazah paman, bibi, sepupu, dan keponakannya. Juga termasuk raja kerajaan ini. Kerajaan Estrinx.

Memang ini adalah hari terberat untuk Lugwin. Ia kehilangan dua puluh anggota keluarga yang ia sayangi hanya dalam satu acara jamuan makan keluarga. Ini merupakan sebuah kudeta terburuk dalam sejarah kerajaan Estrinx. Raja wafat bersama seluruh keluarga dan keluarga saudara-saudaranya dalam satu malam.

Kejadian itu terjadi seminggu yang lalu. Dan dalam seminggu itu yang bisa Lugwin lakukan hanya mengutuki diri sendiri. Ia bisa lolos dari malapetaka yang menimpa keluarganya itu karena ia melarikan diri saat acara jamuan makan itu akan dimulai. Dan hal itu membebani dirinya. Membuatnya selalu merasa bersalah terhadap seluruh keluarganya.

"Ini merupakan tragedi yang sangat menyedihkan dalam sejarah kerajaan ini" ucap seorang pria baya yang duduk dibelakang Lugwin dengan sedikit berbisik ke seorang wanita baya disebelahnya.

"Benar, dua puluh nyawa hilang dalam satu malam" jawab wanita baya itu kemudian.

"Dan puluhan orang di pancung esok harinya" tambah pria itu dengan nada getir.

Mendengar kenyataan pahit yang diutarakan sepasang baya di belakang tempat duduknya itu membuat Lugwin semakin merasa tertekan. Dampak dari kematian puluhan keluarga kerajaan, puluhan pegawai dapur, penjaga, pendistribusian makanan, serta para pelayan dipenggal esok harinya. Setelah melalui pengadilan darurat yang singkat. Alhasil salah satu pelayan setianya yang telah mengabdi sejak usia 15 tahun, dan sudah menjadi teman bermain bagi Lugwin pun ikut dipenggal.

"Keluarga Estros yang tersisa kini hanyalah tinggal anak-anak yang belum cukup umur dan anak-anak dari keluarga cabang" wanita baya dibelakang Lugwin mulai berucap lagi.

"Mereka tidak memiliki hak untuk menduduki tahta apa lagi memiliki kekuatan untk merebutnya" jawab pria baya disebelahnya.

"Akan jadi seperti apa kerajaan ini nantinya?"

"Beraninya kau datang kemari?!" Tiba-tiba ucapan wanita baya tadi di sela oleh teriakan dari seberng ruangan. Seorang wanita bangsawan dengan perawakan gendut terlihat sedang marah-marah kepada beberapa orang yang baru saja datang.

"Kau pembunuh!" ucap wanita yang lain, yang terlihat lebih muda dari wanita gendut tadi ikut berteriak histeris.

"Jangan seenaknya menuduh. Mana bukti anda nyonya Kaleen?" ucap pria bangsawan yang baru saja datang tadi membela diri.

"Pergi kalian dari sini, pergi!"

"Anda tidak bisa megusir saya"

Suasana dalam ruangan tersebut mulai gaduh, terdengar walau hanya seperti sebuah dengungan namun orang-orang yang ada dalam ruang tersebut mulai berbisik menggunjingkan kelakuan dua bangsawan tadi.

"Ini pemakaman keluarga kerajaan, bisa kah kalian berdua tenang" Seorang pria dengan rambut yang dikuncir kebelakang rapi tampak melerai mereka.

"Bukan saya membuat gaduh suasana tuan Matiu" jawab pria bangsawan itu kemudian. Pria bangsawan itu berwajah dingin dan berpostur tinggi tegap. Kemudian dengan acuh tak acuh menuju kesalah satu kursi kosong di deretan paling depan.

"Tenangkan diri anda nyonya Saleen, jangan membuat gaduh ditempat ini" Ucap Matiu yang kali ini ke wanita gendut yang bernama Saleen itu.

"Aku tidak sudi berada satu ruangan dengan keluarga Raye yang tidak punyai hati itu. Pembunuh berdarah dingin itu" ucap Saleen yang kemudian pergi meninggalkan ruangan disusul oleh keluarganya yang lain.

"Keluarga Albern itu memang selalu berisik dimanapun mereka berada" ujar pria baya dibelakang Lugwin kemudian saat suasana mulai kembali sepi.

"Benar, kedua keluarga Dux itu selalu tidak pernah akur" ucap wanita baya disebelahnya.

Kemudian tepat tengah hari dua puluh peti mati itu diusung keluar ke altar pembakaran jenazah yang masih dalam lingkungan istana kerajaan juga. Meski hujan masih rintik berjatuhan, namun api yang membakar peti mati itu besar dan membumbung tinggi seolah seedang menari-nari diatas rasa pedih orang-orang yang ditinggalkan. Lagu pengiring kepergian pun dikumandangkan oleh para penyanyi dan penyair kerajaan. Yang terdengar seolah saling bersautan dengan suara tangis.

-

"Apa yang harus ku lakukan setelah ini Isabel?" Ujar Lugwin saat ia berada di kereta dalam perjalanan pulang setelah acara pemakaman itu selesai.

"Putri, anda hidup bukan karena anda mencurangi kematian. Tapi itu adalah berkat dari para dewa. Takdir anda. Jadi jangan salahkan diri anda sendiri" jawab Isabel seraya menggengan tangan Lugwin dengan erat.

"Apakah aku mampu melakukannya?" Tanya Lugwin kemudian yang seolah ditujukan kepada dirinya sendiri.

"Anda tidak sendirian tuan putri. Anda masih memiliki kami" jawab Isabel menghibur Lugwin.

Sementara Lugwin hanya terdiam sambil menatap nanar pemandangan diluar jendela kereta yang bergerak lambat.

-

1
Ghiets'Enay
inget animasi Tarzan😁
Hanif Purwo nugroho
c261 peta baru provinsi urbar
Hanif Purwo nugroho
c220 peta urbar2
Hanif Purwo nugroho
C210 peta urbar
Hanif Purwo nugroho
gak harus di cari. si Rafa punya kok, sepasang😊😘
Hanif Purwo nugroho
dasar aksa wibu
Hanif Purwo nugroho
sama² Loli, tapi Loli yg ini punya senyum semanis Loli anak e mbok rondo gak ya?
Hanif Purwo nugroho
c73 peta Pharos
Hanif Purwo nugroho
e51 buah karan
Hanif Purwo nugroho
serius tanya, apa sih geek?
PHSNR👾
😂😂😅 sama aja jadi duda juga
PHSNR👾
😅😂😂
PHSNR👾
🤣🤣🤣
PHSNR👾
kenapa cewek2 di novel ini kebanyakan keras kepala dan merepotkan siih?
PHSNR👾
🤣🤣🤣
PHSNR👾
kamu hadir juga gak ada gunanyaaa...
PHSNR👾
putri ini, udah gak ada kontribusi apa2, dikasih saran marah2 mulu, kelakuan seenaknya aja, gak guna sama sekali, ngerepotin orang mulu
PHSNR👾
🤣🤣 rasis gak tuuuhh..
Al^Grizzly🐨
Novel Terbaik👍👍👍👍🔥🔥🔥🔥
Al^Grizzly🐨
Novel yang sangat bagus...Sudah 5x di baca tetap Semangat sekali membacanya...karena ceritanya menarik.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!