Marvel putra Alaska sesosok remaja SMA yang terkenal nakal dan tak tau aturan, itu semua disebabkan karena orangtuanya yang selalu sibuk dengan pekerjaannya hingga tak memperhatikan sang anak, sehingga Marvel sebutannya memilih mencari kesenangannya di dunia luar.
Menjadi ketua basket dan juga ketua geng motor yang terkenal di kota dan menjadi incaran banyak remaja putri yang mengagumi ketampanan Marvel, namun seperti beku hatinya tak seorang pun bisa memulihkan besi yang keras itu.
Hingga tiba-tiba datang seorang gadis cantik nan lugu memporak-porandakan hatinya, namun dengan perbedaan status 360° dengannya.
Bagaimana kelanjutan???
Yukkk kepoinnnn ceritanya!!
🥕🥕🥕
Follow Instagram @lala_syalala13
Follow TikTok @Lala_Syalalaa13
Follow Facebook @Lala Syalala
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
S1 BAB 33_Mengobati
KALAU ADA TYPO LANGSUNG KOMEN DI PART-NYA YA BIAR SEGERA AKU PERBAIKI 🙏🏻🙏🏻😁
HAPPY READING 🌼 🌼 🌼
🥕🥕🥕
Setelah itu Marvel pun mengantar Adira untuk pulang karena hari sudah semakin larut.
"Sayang," panggil Marvel saat Adira baru saja turun dari motor sport milik Marvel.
Adira yang di panggil pun langsung berhenti dan menoleh ke arah sang kekasih.
"Aku sayang kamu," ucap Marvel kemudian mengecup sekolah bibir Adira, untung saja di sana sepi sehingga tidak ada yang tahu tentang kecupan singkat itu.
Adira hanya bisa tersenyum malu dengan sikap Marvel yang sangat romantis menurutnya.
"Aku juga." ucap Adira.
"Udah sana masuk," ucap Marvel.
Setelah di rasa Adira sudah masuk ke dalam kos an nya baru kah Marvel melajukan motor sport nya menuju kembali ke markas.
"Gimana udah nganter nya?" tanya Angga yang juga baru saja tiba dari mengantarkan Jihan pulang, entah ada hubungan apa mereka berdua yang jelas hanya mereka saja yang tahu.
"Hm." jawab Marvel singkat, mereka pun langsung masuk ke dalam dan berbaur lagi dengan anak-anak lainnya.
"Gw mau serang Jeffry sama cecunguknya itu." sahut Marvel saat mereka sedang bercengkrama santai.
Semua anggota yang mendengar pun langsung ke mode serius, jika menyangkut misi Orion maka semua akan langsung serius.
"Gw ikut," ucap Angga.
"Gw juga ikut." balas semuanya.
Marvel pun menganggukkan kepalanya, dia akan memperingatkan Jeffry agar tidak macam-macam karena dari yang Marvel lihat, seperti nya Adira terpengaruh akan ucapan jeffry.
Hari semakin larut namun tidak menyurutkan niat Marvel untuk memperingatkan Jeffry agar tidak main-main dengannya, apa lagi sampai menargetkan sang kekasih.
Marvel dan anak-anak Orion lainnya sudah sampai di markas geng yang entah apa namanya milik SMA laksamana itu.
Dari yang Marvel dapatkan bahwa di dalam ada Jeffry dan anggota lainnya sedang pesta, Yap apa lagi kalau bukan Besta miras dan n*rkoba.
"Kita masuk." ucap Marvel memimpin jalannya serangan.
"Wah enak juga ya jadi anak laksamana bisa ngeobat dengan bebasnya." ucap Marvel dengan tenang nya, sedangkan jeffry yang masih dasar karena dia belum menggunakan obatnya itu pun terkejut bukan main, bagaimana Marvel dan geng nya bisa masuk ke sana karena setahunya di depan ada anak buahnya yang dia suruh untuk menjaga gerbang.
"Kenapa? Takut gw ke sini? Elo cuma berani di kandang makanya gw samperin." ucap Marvel dengan seringai mengejeknya.
"Gw dateng ke sini cuma mau peringatin elo buat jangan pernah usik kehidupan gw, apa lagi elo dengan berani ngancem pacar gw. Gw bisa bikin lo kayak intan atau bahkan lebih dari itu, jadi kalau mau main-main cari lawan yang tepat." ucap Marvel memperingati nya sekaligus mengancam Jeffry agar tidak bermain-main dengannya.
Sebenarnya Jeffry itu pria yang sok berani, padahal dalam hatinya merasa takut dan cemen, apa lagi dia tahu siapa Marvel dan ucapan pria itu tidak akan pernah di ingkari.
Setelah itu Marvel pun pergi dari sana, anak anak Orion lainnya hanya melotot ke anak anak SMA laksamana, ingin menghajar namun di tahan oleh Marvel, dia ingin melihat seberapa kesalnya Jeffry setelah dia ancam tadi.
"Itu belum seberapa dengan apa yang sudah elo lakuin ke intan Marvel!" teriak Jeffry saat Marvel baru akan keluar.
Hal itu menghentikan langkah kaki Marvel dan langsung balik badan menghadap ke arah Jeffry.
"Apa elo pikir gw ngelakuin itu ke intan tanpa sebab, dia udah nyakitin pacar gw, gw ngelakuin sama seperti apa yang elo lakuin sekarang bangsat." pekik Marvel.
"Banyak bacot." seru Jeffry dengan mengepalkan tangannya dan ingin menghajar Marvel.
Dan benar saja baku hantam pun tak terelakkan, Marvel dengan kerasnya meninju wajah Jeffry hingga babak belur, di susul oleh anggota lainnya.
Di pertempuran ini geng Orion lah pemenangnya, Marvel tadi juga terkena di bibirnya pukulan cukup keras dari Jeffry namun tak separah Jeffry yang sudah terkapar di lantai.
"Gw peringatin buat jangan pernah usik siapapun lagi dari hidup gw kalau elo gak mau kayak gini lebih parah." ucap Marvel kemudian pergi bersama anggotanya.
🥕🥕🥕
Keesokan harinya Marvel masuk ke sekolah dengan wajah babak belur namun tidak separah kemarin, karena dia sudah meminta mbok Sumi untuk mengobatinya.
"Adira udah tahu wajah lo kayak gini?" tanya Angga saat mereka sudah sampai di rooftop di jam istirahat.
"Belom, gw gak bakalan ngasih tahu, nanti malah khawatir lagi, gw gak mau Adira sampek khawatir dan marah-marah." sahut Marvel.
"Lo yakin mau sembunyiin ini dari Adira?" tanya Angga lagi dan hanya di balas diam saja oleh Marvel.
Di sisi lain, Adira berada di sekolahan namun dia tidak melihat Marvel sama sekali padahal tadi saat melewati parkiran dia melihat motor Marvel.
"Lo kenapa sih kok kayak gelisah gitu?" tanya Jihan melihat Adira yang aneh banget.
"Aku kok seharian gak ngelihat Marvel sama sekali ya Han, padahal aku tadi lihat motor nya loh." jelas Adira.
"Mungkin dia ada di rooftop?" ucap Jihan sambil menebak-nebak.
"Eh mau kemana?" tanya Jihan saat melihat Adira berdiri dan pergi, segera dia ikuti kemana perginya Adira.
Sedangkan Adira langsung saja menuju ke rooftop tempat dimana geng Orion berkumpul jika sekolah.
CEKLEK
Adira membuka pintu rooftop dan benar saja di sana ada Marvel, Angga, Diki, oik dan juga onde.
Semua orang diam melihat kehadiran Adira, jangan tanya lagi bagaimana Marvel yang dia saat di tatap oleh Adira begitu tajam.
"Gw pergi dulu, lo selesai-in dulu sama Adira." sahut Angga sambil menepuk bahu Marvel.
"Eh ngapain gw mau ikut Adira!" teriak Jihan saat tubuhnya di dorong keluar oleh Angga.
Mereka semua pun keluar dari sana dan hanya menyisakan Adira dan Marvel saja.
Adira pun duduk di samping Marvel, dia melihat wajah Marvel yang babak belum pun langsung menumpahkan semua air matanya, dia dari tadi khawatir takut terjadi sesuatu dengan Marvel namun Marvel malah menyembunyikan sesuatu pada dirinya.
Melihat wajah itu Adira langsung berdiri dan pergi dari sana, Angga dan yang lainnya yang memang sengaja menguping di pintu keluar pun terlonjak kaget dengan keluarnya Adira.
"Loh Adira kok keluar?" tanya onde merasa mati kutu.
Adira tak menanggapi nya dan pergi begitu saja entah kemana, sedangkan Marvel yang melihat itu pun merasa was-was pasti Adira marah lagi dengannya.
Untuk memberitahukan yang sebenarnya juga Marvel tidak tega, Marvel tahu pasti sang kekasih menyembunyikan hal tersebut pasti ada sebab nya.
Tak lama Adira masuk kembali namun dengan kotak obat di tangannya, hati Marvel menghangat melihat hal tersebut.
"Diem jangan bergerak, kalau sakit bilang." ujar Adira mengobati wajah Marvel yang luka.
"Shh," lirih Marvel saat luka yang cukup parah Adira olesi dengan salep.
"Mau jadi jagoan berantem segala?" ujar Adira menyindir sang kekasih.
"Maaf." hanya kata itu yang bisa Marvel ucapkan lagi, karena dia tidak bisa menepati janjinya sendiri.
.
.
Bersambung.....
...🌼🌼🌼...
...JANGAN LUPA BUAT PENILAIAN BINTANG LIMA NYA YA 🌟🌟🌟🌟🌟 VOTE, LIKE, KOMENTAR BIAR UP SETIAP HARI🙏🏻...
...KRITIK SARAN DI PERSILAHKAN ASAL DENGAN BAHASA DAN KATA-KATA YANG SOPAN KARENA AUTHOR JUGA MANUSIA PUNYA SALAH DAN KEKHILAFAN 🙏🏻...
...MASIH DALAM TAHAP BELAJAR JADI HARAP DI MAKLUMI YA READERS SEMUANYA 🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
chiayoo 🙏, do the best