Kisah triplets keluarga Rao dalam perjalanan cintanya.
Charusmita Rao atau Mita harus mengubur impiannya menjadi balerina akibat kecelakaan yang dialaminya. Dokter Vikram Gupta membantu gadis itu melewati masa-masa menerima kenyataan meskipun Mita tidak tertarik dengan orang India tapi dokter tampan ini berbeda.
Ararya Rao atau Arya bertemu dengan Riko Ichida, seorang dokter anak yang menderita lupus. Arya yang juga seorang dokter penyakit dalam, mendampingi Riko dalam pengobatannya hingga keduanya sama-sama jatuh cinta.
Benoit Rao atau Ben bertemu dengan dokter bedah judes, Ran Tsubasa saat bertugas di Tokyo. Keduanya saling membenci satu sama lain, hingga mereka harus terjebak saat membantu korban tsunami.
Generasi ketujuh klan Pratomo
Follow my IG @hana_reeves_nt
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BR - RT - Masih Di Daerah Bencana
Daerah Bencana Gempa dan Tsunami
Ben dan Ran saling berpandangan tanpa sadar posisi mereka seperti orang yang sedang...
"Kalian tidak apa-apa?" tanya Takeshi yang datang tergopoh-gopoh.
"Ka.. Kami baik-baik saja.." jawab Ran dengan sedikit gemetar. "Hanya ... Takut tadi..." Gadis itu pun bangkit dari atas tubuh Ben yang juga menyusul untuk duduk diatas aspal.
"Lengan kamu terluka Ben !" seru Takeshi karena Ben melepaskan snelinya dan hanya mengenakan kemeja flanel yang digulung hingga ke siku.
"It's okay..." ucap Ben.
Tak lama getaran gempa pun terasa kembali dan cukup keras hingga ketiganya terdiam dengan posisi duduk. Suara gemuruh terdengar dari bangunan yang berada di seberang ketiga dokter itu dan Ben reflek menarik tangan Ran lalu berdiri kemudian berlari sambil menggandeng gadis itu menjauh dari bangunan kantor yang tadi dekat dari Ben dan Ran duduk.
"Ugoku! Kabā o toru! Tatemono ga tōkai sunzenda!" teriak Ben. "Minggir ! Berlindung ! Gedungnya mau roboh !"
"Ugoku ! Ugoku !" teriak Takeshi.
Ran yang tampak panik, tidak bisa berkata apa-apa dan ...
BRRUUUKKKK ! Bangunan itu pun rubuh
Ben reflek memeluk Ran dengan posisi membelakangi tempat bangunan itu rubuh untuk melindungi gadis itu dari debu dan reruntuhan. Takeshi sendiri menutupi wajahnya dengan snelinya karena debu - debu yang beterbangan.
Setelah dirasakan aman, ketiganya membuka matanya dan melihat para petugas pemadam kebakaran serta tim SAR mulai memeriksa reruntuhan itu.
"Shitai ga aru yo ( ada jenazah )!" teriak anggota tim SAR.
Dua dokter senior, yang salah satunya dokter Tanaka, pun menghampiri lokasi dan Ben yang masih memeluk Ran, memandang dengan penasaran sementara yang dipeluk, mendongakkan wajahnya dan menatap wajah serius pria berdarah India itu.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Ben ke Ran.
"Da... Daijoubu ( tidak apa-apa )" jawab Ran dengan nada sedikit ketakutan. Kejadian tadi membuat Ran ketakutan setengah mati.
"Benoit !" panggil Dokter Tanaka. "Bantu autopsi !"
"Kejadian deh !" gumam Ben sambil melepaskan pelukannya dari Ran. "Aku kesana dulu."
Ran hanya mengangguk dan merasa kehilangan rasa nyaman dan terlindungi dari Ben. Apakah aku sudah jatuh cinta pada Ben?
***
Malam harinya, tenda-tenda darurat untuk para dokter beristirahat sebagian giliran karena pihak kampus tidak mau para dokter pun ikutan tumbang disaat pasien dan korban masih banyak. Ben meletakkan tubuhnya yang sangat lelah karena tadi harus membantu autopsi dan benar, mayat wanita yang ada disana sudah tewas sebelum gempa terjadi dan dokter Tanaka sudah curiga dengan rigor mortis jenazah.
Kaku mayat (bahasa Latin: Rigor mortis) adalah salah satu tanda fisik kematian. Kaku mayat dapat dikenali dari adanya kekakuan yang terjadi secara bertahap sesuai dengan lamanya waktu pasca kematian hingga 24 jam setelahnya.
Rigor Mortis adalah keadaan dimana otot-otot jasad kaku setelah beberapa jam pasca kematian. Meski tidak ada impuls untuk berkontraksi, keadaan ini dapat bertahan hingga berjam-jam atau seharian.
Dalam dunia kedokteran, kekakuan yang terjadi pada otot orang yang telah meninggal lazim disebut sebagai rigor mortis, yang merupakan salah satu tanda- tanda kematian. Sampai saat ini, rigor mortis merupakan fenomena yang menarik diamati, dan masih merupakan hal yang mengherankan bagi sebagian orang.
Sumber Wikipedia.
"Jadi menurut kamu dan dokter Tanaka, jenazah wanita itu sudah tewas sekitar 48 jam sebelum gempa?" tanya Takeshi ke Ben yang sudah memejamkan matanya.
"Bau mayatnya terasa kok Takeshi jika kamu dekat dengan bangunan itu..." gumam Ben.
"Kamu lelah sekali ya Ben .."
"Sangat ! Sekarang biarkan aku untuk tidur..." jawab Ben yang tak lama terdengar suara dengkuran halus dari pria tampan itu.
***
Sementara itu di tenda khusus wanita, Ran masih belum bisa memejamkan matanya karena kejadian yang tadi terjadi masih terbayang bayang di matanya.
Ran memegang pipinya yang memerah mengingat bagaimana eratnya Ben memeluk dirinya dan melindunginya seolah takut terluka. Memang tidak ada pertanyaan yang bagaimana tapi melihat wajah Ben yang khawatir, membuat hati Ran menghangat.
"Ya ampun ... Aku kena karma. Yang tadinya sebal ke Ben, kenapa aku jadi rindu dengan pelukannya..." gumam Ran.
"Tsubasa ! Ayo kita tidur, besok akan lebih brutal !" ucap salah satu rekannya.
Ran hanya mengangguk. Goodnight Ben. Tak lama mata Ran pun menutup.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
Ahahhahaha