NovelToon NovelToon
Kecanduan Sama Istri Kakakku

Kecanduan Sama Istri Kakakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Duniahiburan / Cintapertama / Berondong
Popularitas:111.6k
Nilai: 5
Nama Author: Qori Maret

Aku Reza, lelaki dewasa yang belum mau menikah karena terlanjur jatuh hati sama kakak iparku.

Sifatku tegas, ramah dan penyayang. Selain itu ketampanan aku yang membuat iparku tidak bisa menghindar setiap kali aku mendekati dia.
Akankah kakakku tahu akan hubungan terlarangku dan istrinya?

Hingga suatu saat, kakakku ketahuan memiliki wanita lain, dan hal itu membuat istrinya kecewa berat, tapi bagiku ini adalah awal yang baik buat aku dan iparku.

Nisa memiliki postur tubuh yang Semampai, ditambah rambut panjang dan senyumannya yang manis, membuat aku semakin yakin suatu saat bisa menggantikan posisi kakakku di hatinya. Akankah semua impianku tercapai?

Mari ikuti konflik percintaan yang menegangkan tapi indah ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qori Maret, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Mina berusaha bangun sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit. Ia duduk di lantai, berupaya mengembalikan energinya.

Nisa berjalan mendekati mantan Sahabatnya yang kini sudah memusuhi dirinya itu.

"Oh, jadi semua itu akal-akalan kamu. Kalau saja pegawai di sini tidak melihat tingkahmu, mungkin, kami salah paham dan menuduh mas Reza. Ternyata kamu yang kegatalan mendekati pacarku. Berdiri, kamu.! Pergi dari sini dan jangan pernah kembali. Apapun usaha kamu untuk menghancurkan aku, tidak bakalan aku tertipu."

Nisa yang selama ini diam melihat sikap aneh Mina, akhirnya bisa melepaskan isi hatinya.

"Tuh, dengar apa kata calon istrinya boss. Pergi, sana!"

Pegawai wanita yang satunya menarik Mina dan memaksanya pergi.

Sementara Reza berdiri diam saja dan menyaksikan semua. Dia membiarkan Nisa dan para pegawainya memarahi Mina.

Risal merasa aneh mantannya dibilang calon istri boss. Tapi, mau tak mau dia harus mengakui hal itu. Dia berusaha mengubur dalam-dalam rasa cemburunya yang datang di waktu yang tidak tepat.

Sementara Mina berdiri, lalu menutup wajahnya dengan tas tangan dan berlari ke luar. Dia benar-benar dipermalukan di dalam toko tersebut.

"Aku bersumpah akan melakukan hal yang lebih gila dari ini."

Bisiknya dalam hati sambil berlari pergi.

Kemudian seseorang datang mengantarkan makanan yang dipesan Nisa. Kedua kakak beradik itu pun mengekor Nisa yang sedang membawa pesanannya ke belakang.

"Kak, mas, kita makan!"

Ajak Nisa.

Selesai makan, perut mereka kini sudah terisi. Reza pergi mandi, sementara Risal duduk bersama Nisa di kamar.

"Dek, maafkan aku yang selama kurang lebih dua tahun, menyembunyikan hal yang sebenarnya dari kamu. Ku akui, aku tidak mencintaimu waktu itu. Aku hanya menyayangimu sebagai ibunya Bobi. Jujur, aku cemburu kalau melihat kamu, Reza dan Bobi bermesraan di depanku. Tapi aku janji, Dek. Akan ku kubur dalam-dalam rasa cemburu ini, dan berusaha menganggap kamu sebagai adikku sendiri, agar hubungan baik kita tidak akan pernah putus hingga Bobi dewasa."

"Siap, kak. Aku juga minta maaf kalau ada salah dalam bersikap dan berucap."Untuk terakhir kalinya, Risal mendekati Nisa dan mengecup puncak kepala mantannya itu.

Ada perasaan lega Yang menjalari hati mereka masing-masing. Kini Risal siap untuk benar-benar melepas rasa cemburunya.

"Kak, Ayo berangkat. Motor kakak taruh saja di sini. Kita pakai mobil."

Ajak Reza. Ia gerah melihat kakaknya tidak mau melepaskan motornya. Padahal, sang kakak mampu untuk membeli mobil.

Tapi, tetap saja Risal menolak. Ia memilih menggunakan motor.

Kendaraan roda empat itu meluncur pergi, menuju suatu tempat yang dimaksud Risal.

Satu jam lebih, barulah mereka tiba di tempat tujuan.

"Kak, Ini kok dekat dengam kampus tempat kakak mengajar?"Reza dan Nisa kompak bertanya.

"Ya, benar. Kebetulan teman Dosenku sudah membeli rumah baru, bahkan sudah pindah ke sana. Ini rumah lamanya yang ingin dijual. Tadi sudah aku telepon orangnya dan dia setuju sekali, malahan senang kalau aku yang membeli rumahnya. Tadi dia sudah mengirim nomor rekeningnya, jadi nanti aku langsung transfer saja bayarannya.

Rumahnya tidak besar. Hanya memiliki dua kamar tapi, kakak jamin Nisa dan Bobi pasti suka. Halamannya tertutup semua dengan tembok jadi aku rasa sangat aman."

Benar saja. Saat mereka masuk ke halaman rumah tersebut, Nisa langsung jatuh hati pada pandangan pertama. Yang paling menarik dari halaman ini adalah Kolam renang besar yang terdapat di samping rumah tersebut. Bukan hanya itu, ada beberapa pohon yang sedang berbunga, di antaranya; Rambutan, jambu air, dan beberapa pohon kelapa pendek.

"Wah, kak. Halamannya tidak terlalu luas, tapi cantik sekali. Aku tidak peduli rumahnya kecil. Asalkan halamannya subur makmur seperti ini. Seru Nisa dan tanpa sadar, ia lompat seperti anak kecil yang kesenangan di kasih permen.

Reza menatap kakaknya sambil tersenyum simpul. Sang kakak menepuk pundak adiknya dengan penuh ketulusan.

"Ini kan lokasinya di luar halaman kampus mas. Berarti tidak akan repot-repot kalau mau bertemu Bobi." Ucap Reza.

"Iya, Dek. Syukurlah."

Mereka masuk dan memeriksa setiap ruangan, ternyata sudah bersih semua, dan wangi. Mungkin Pak Dosen menyuruh pembantunya untuk membersihkan semua. Pikir Nisa senang.

"Eh, Yank. Ayo masukkan barang-barang kamu yang masih di mobil."

Reza menggandeng tangan Nisa Untuk masuk ke mobil tersebut, lalu menyalakan mesin dan membawa masuk mobil yang masih terparkir di jalan, menuju halaman rumah yang tertutup tembok tinggi di setiap sisinya.

Dengan senang hati, janda satu anak ini mengeluarkan semua barang dan membawanya masuk ke rumah.

"Kak, jangan ada yang membelikan perabotan apapun. Aku lebih suka hidup minimalis. Tak banyak barang, malah lebih bagus."

Ucap Nisa memperingatkan kakak beradik yang perbincangannya mengarah ke sana.

Di tempat lain, Hana mendatangi rumah mami Ati. Dia kaget melihat Bobi dipangku sama Omanya.

"Eh, Bobi. Kapan datangnya? Bukannya Bobi ikut kabur sama maminya?"

"Mereka dibawa pulang sama Risal dan Reza."

Jelas Ati apa adanya. Sudah beberapa hari Hana tidak muncul-muncul karena, Risal semakin cuek sama wanita ini.

"Hah?" Tanpa sadar, dia ber ah ria di depan mami Ati.

"Kamu kenapa, nak? Mami senang bisa melihat Bobi lagi. Semenjak mereka pergi, rumah rasanya sepi. Apalagi kamu sama Gina juga tidak datang-datang. Apa kabarnya Gina sekarang? Jujur, Mami kecewa sama perilakunya. Kenapa dia menggunakan cara licik untuk menjebak Reza?"

"Maaf, Mi. Itu ide dari aku, biar Reza mau sama Gina." Hana mulai bertingkah aneh lagi mengambil hati Mami Ati.

"Ya, sudah. Mami maafkan. Yang paling penting Bobi sudah sama kita."

Wanita tua itu tersenyum seraya membelai rambut pirang pacar anaknya.

Berbeda dengan Mina. Dia menelepon Coki, dan mengajak bertemu. Wanita ini sudah tidak fokus bekerja. Dia datang ke hotel sesukanya saja. Kadang tak sesuai jadwal, tapi, atasannya tidak berani menegurnya. Mereka tahu hubungan wanita genit ini dengan si boss.

Mobil milik Coki masuk ke halaman rumah milik Mina. Ia masuk dan langsung disambut Mina yang hanya memakai bh dan rok mini di atas lutut. Melihat pemandangan itu, Coki semakin semangat. Ia mendorong tubuh Mina hingga jatuh terduduk di sofa.

Bukannya marah, Mina malah semakin genit di atas sofa tersebut. Ia dengan sengaja melakukan gerakan gerakan yang memicu emosi pria itu. Tanpa mereka sadari, seorang wanita merekam adegan ini. Wanita tersebut dari tadi terus saja mengikuti Coki dari jarak dekat. Sayangnya, pria ini tidak menyadari kalau ia diikuti. Wanita tersebut adalah pacar baru Coki.

Sementara itu, Risal pulang ke rumah. Dia berjanji akan membawa Bobi ikut serta nanti sore kalau ia ke kampus.

"Oma. Maminya Bobi itu istimewa sekali, ya. Om Reza suka sama mami, Om Bagus juga suka sama mami..Apalagi Papi..Dia masih sayang sama mami, walaupun mami sama papi sudah pisah. Itu tandanya mami Bobi orang spesial."

Ucap bocah itu polos.

"Ati kaget mendengar ucapan cucunya. Dalam hati, dia mulai cemburu sama mantan menantunya sendiri. Ia merasa perhatian kedua anaknya, termasuk cucunya sendiri, sangat teralihkan sama wanita itu.

Reza masih di rumah baru Nisa.Ia lebih suka menghabiskan waktu bersama wanita yang sudah dia incar sejak lama ini.

Lagi asyik-asyiknya mereka bersantai, tiba-tiba pesan masuk di ponsel Reza berdering.

"Sayang, aku ingin bertemu kamu malam ini, di rumahku.Kalau kamu tidak datang, aku pastikan Nisa akan tahu kalau kamu pernah menyentuh buah dadaku."

Reza melirik pesan tersebut, jantungnya langsung berdebar. Ia harus menemui Mina dan bicara dari hati ke hati, kalau tidak mau wanita licik itu bertindak gegabah.

"Mas, kenapa wajahnya panik begitu?"

Tanya Nisa seraya berusaha melihat pesan masuk di ponsel kekasihnya.

"Aku tidak panik, sayang. Reza meraih tubuh mungil itu dan membawanya ke kamar. Diletakkannya dengan hati-hati, lalu mulai menelusuri tubuh kekasihnya dengan penuh penghayatan.

Selama empat jam lebih, Reza memadu asmara dengan kekasihnya. Mereka saling menggelitik, saling melempar dengan bantal, hingga berguling-guling bak anak kecil.

Pria itu bukannya puas, malah semakin brutal menyerang Nisa. Ia menggerayangi tubuh mungil mulus tersebut, membuat sang pemilik tubuh mengerang kenikmatan. Nisa berlari menghindari Risal ke kamar kosong yang sebelah, namun, Kekasihnya itu menyusulnya masuk ke kamar tersebut dan semakin tertantang dengan aksi Nisa. Ditariknya tubuh itu dan menggendongnya.

Tok tok tok

Kesenangan mereka terganggu dengan ketokan di pintu depan. Tanpa mereka sadari, hari sudah sangat sore, dan Risal sudah datang bersama Bobi.

"Gawat, Mas. Pasti Risal yang datang."

Nisa panik karena keadaan mereka berantakan sekali, seluruh tubuh bermandikan keringat.

1
koen
ngasal aja ceritanya
Surati
bagus
Ulufi Dewi
maaf Thor cerita berbelit-belit
🅱︎𝐨𝐛
lanjut Thor
🅱︎𝐨𝐛
lanjut thor
🅱︎𝐨𝐛
Wow
🅱︎𝐨𝐛
wah
Nurul Adawiyah
wah ulat bulu
Aditya HP/bunda lia
dateng lagi ulat bulu
Nurul Adawiyah
nyaris
Qori Maret: Hehehe😃
total 1 replies
Aditya HP/bunda lia
untung saja
Aditya HP/bunda lia
heh .. Bobi jangan macem2 yah kan kamu udah punya pacar yang kerja di cafe itu
Nurul Adawiyah
Auto dijauhi sama Bobi tuh
Nurul Adawiyah
Ayi nggak selevel sama Bobi
Aditya HP/bunda lia
Nah ... ulah si ayi ternyata gimana tuh si Bobi pas nanti tau kelakuan si ayi ...
Aditya HP/bunda lia
si bobi kesambet apa sampe tergoda cewe modelan si ayi
Aditya HP/bunda lia
si Reza emang sangat keterlaluan amat sangat nisa juga gak mau kan anaknya hilang dan itu juga bukan sepenuhnya kesalahan Nisa tapi dia dengan emosi mengusir nisa dan melarang bisa kembali sama anaknya egois banget jadi laki pantas Nisa perlakukan si Reza begitu kurang malah Thor bikin lebih menderita lagi si Reza tuman gemes aku
Nurul Adawiyah
Namanya juga cowok.😂
Nurul Adawiyah
Lanjut, Thor.
Nurul Adawiyah
Semakin tua ya Nisa ku.😄😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!