=Chosen youth and destined love=
Seorang anak terlantar yg memakai kalung misterius bertuliskan ANDERSON. Terbuangnya bayi berumur 2 th ini disebabkan pemberontakkan internal keluarga.
Frans anderson adalah anak misterius. Anak bandel dan suka berkelahi yg diasuh oleh sepasang suami istri paruh baya, ketika ditemukan disebuah pinggir sungai desa mata angin kota C'.
Tumbuh dewasa adalah sesuatu yg sangat mempengaruhi takdirnya dimasa depan.
Dengan berbagai cara yg telah Frans lakukan untuk menerima setiap berbagai kiriman pembunuh dalam keluarganya. Beberapa teman dekatnya juga mengalami pembalasan yg panjang dari orang yg menginginkannya mati.
Siapa orang misterius yg menginginkannya mati? Dan bagaimana kelanjutannya? pantau terus cerita kelanjutannya.!
btw ini PENGALAMAN PERTAMA BUAT NOVEL,! HARAP DIMAKLUMIN YAH🙌😁selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang kate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.32 Kecelakaan
Ketika tuan Daren dan yang lainnya tiba diluar, mereka semua mematung.
Apa yang terjadi?
Mereka mengalihkan pandangannya ke arah sosok pria muda yang sedang melakukan pertarungan, mereka semua tercengang dengan gerakan pria muda itu, yang menurutnya sangat mengesankan.
Yang paling terlihat senang adalah Michelle sendiri ketika melihat siapa pria yang sangat tangguh dan mempesona.
Wuuhzz! Krak!!
Blaarr!! Blaarr!!
Aarghhh!!
Setiap orang yang mendekat menyerang langsung terpental terbang memuntahkan seteguk darah.
"Kamu!? Siapa kamu sebenarnya?!" Tanya dengan ngeri tuan Kenedy, Dia tercengang.
Dia sudah mempersiapkan 5 Master terlatih, 5 Gangster hebat, tetapi masih saja tidak bisa menghentikan anak muda didepannya ini? Sulit dipercaya menurutnya.
Ken yang berada di mobil pun ketakutan, tubuhnya menggigil, Jeky yang melihat itu juga sedikit lega, tetapi suasana hatinya sangat rumit mengingat dia masih membenci Frans yang dulu pernah mempermalukannya.
"Kamu tidak berhak tau siapa aku! Lepaskan Jeky, atau aku akan mematahkan kakimu?!" Ucap Frans dengan nada dingin.
"Bocah! Apa kamu tau siapa aku?!" Teriak tuan Kenedy murka.
Tanpa aba aba Frans bergerak cepat memukul tuan Kenedy yang berjarak 5 Meter.
Wushh!
Brakk!!
Aarhhhggh!! Uhuk!!
Tuan Kenedy terpelanting menabrak mobil yang di tumpangi Jeky dan Ken. Body mobil bagian samping itu sampai penyok membentuk cekungan besar.
Jelas tuan Kenedy terluka parah.
Ken dan Jeky tercengang hingga ketakutan. Frans ini sangat kejam menurutnya, jika mereka yang berada di posisi itu pasti sangat menyakitkan.
Tuan Daniel, Daren, Elijah, Michelle dan orang lain juga tidak kalah kaget dengan tindakan Frans yang sangat berani ini.
"Kamu siapa itu tidak penting! Yang jelas, kamu menyandera orang dengan terang terangan di hari pesta. Apa kamu mau menunjukkan betapa luar biasanya kamu dan putra pengecutmu!?" Frans berkata dengan tenang tetapi nadanya sedikit mengandung penekanan.
"Nak Frans! Cukup! Kamu tidak bisa membunuh orang ini! Tenang sedikit oke?!" Ucap tuan Daniel sedikit cemas jika Kenedy mantan temannya ini terbunuh, Maka maka banyak pihak yang menekannya. Dia tidak berani mengambil resiko, berbeda dengan tuan Daren yang dari awal memang pemimpin Gangster cukup disegani.
"Bocah! Sebaiknya kamu dengarkan kata katanya!" Ucap tuan Kenedy sambil memegangi dadanya kesakitan, lalu dengan susah berdiri.
"Lepaskan Jeky! Aku akan melepaskanmu kali ini!" Perintah Frans tegas.
"Ayah!! Kamu harus membalaskan dendam ini! Dialah yang membuat kita...." Teriak Ken histeris sebelum ada yang menamparnya keras.
"Diam!! Jika kamu berani bersuara, aku akan memukulmu!" Teriak tuan Kenedy kepada sang putranya yang bisanya membuat suasana semakin buruk.
"A...Ayah..." Ucap tergagap Ken ketakutan. Sambil memegangi pipinya yang terasa sakit tertampar.
Jeky dengan segera keluar dari mobil dengan susah payah, karena di sana tidak ada yang menghentikannya. Semua sisa pengawal yang masih bisa bertahan tidak berani bertindak gegabah.
"Daniel! Hubungan kita sudah berubah! Aku akan selalu mengingat dendam ini!! Semuanya pergi dari sini!" Teriak tuan Kenedy.
Disusul beberapa pengawal yang terluka mengikutinya dan bergegas meninggalkan tempat itu.
"Frans!" Teriak bahagia seseorang berlari, lalu segera melompat, memeluknya sangat erat sampai Frans pun terhuyung huyung mundur.
"Kenapa kamu tidak mengangkat teleponku?! Kamu kemana saja?! Aku selalu khawatir!" Cerocos Michelle dengan isak tangis.
"Hei! Apa apaan ini?! Lepas!" Frans merasa heran dengan wanita didepannya, Bukankah hanya terlambat ke acara? kenapa harus khawatir?! Aneh!" Pikirnya seraya menautkan alisnya.
"Tidak mau lepas! Dasar kamu!! Bikin aku cemas saja!" omelnya Michelle dengan menggemaskan seperti anak kecil yang merajuk.
"Apa kamu mau membunuhku?! Aku susah bernafas!" Frans berkata tanpa daya.
"Eh! Maaf, aku terlalu khawatir." Michelle menjawab lirih dengan malu malu, tatapi tidak sadar bahwa posisinya yang sangat intim ini, masih berada di gendongan membuat orang disekitar mulutnya menganga lebar.
"Kamu tidak lihat posisimu?! Semua orang menatap kita! Jangan membuat aku bermasalah" Bisik Frans dengan wajah masam.
Semua orang masih berdiam mematung, membuka mulutnya O. Jadi pria ini yang ditunggu nona pertama keluarga Thompson? Pantas saja!
Pria ini memang seperti lelaki yang tangguh dan mendominasi.
"Ehm ehm!!" Tuan Daniel terbatuk batuk tidak karuan, putrinya ini sepertinya sangat menyukai pria didepannya.
"Eh! Aaargh!! Apa yang kalian lihat!?" Michel buru buru melepaskan pelukannya dan segera berteriak kearah kerumunan dengan wajah memerah seperti apel.
"Ah! Paman tidak lihat! Kakak, ayo kita masuk, sepertinya udara disini sangat panas." Jawab tuan Daren kepada Daniel dengan mata isyarat.
"Ah baiklah, baiklah, tuan Elijah ayo masuk juga! Jeky kamu juga masuk, jangan ganggu orang yang sedang kasmaran." Ucap tuan Daniel mengingatkan.
"Baik." Tuan Elijah mengikuti dari belakang disusul Jeky dengan kepala tertunduk. Lalu memasuki mansion dan segera memerintahkan para pengawal membersihkan tempat kekacauan.
.
5 Menit suasana diluar sangat hening.
.
"Aku sudah datang, Apa kamu tidak berniat mengajakku masuk?!" Tanya Frans mencairkan suasana.
"Ba...Baik, baiklah!" Michelle terlihat salah tingkah. Berjala disamping Frans menuju mansion dengan kepala tertunduk.
.
Mereka segera melanjutkan perjamuan seadanya secara bersama tamu yang tersisa, Hanya tersisa sedikit tamu undangan, tetapi suasana sudah terlihat nyaman seperti sedia kala.
Hingga akhirnya beberapa tamu pergi berpamitan dengan tuan rumah, kecuali tuan Elijah yang sebagai rekan bisnis setia keluarga Thompson.
.
Tuan Daniel, Elijah, Daren, semuanya tengah berkumpul di meja dekat taman belakang rumah sambil berbincang.
"Kak! Kenapa kamu melepaskan Kenedy itu?! Orang itu terlalu berbahaya jika dibiarkan." paman Daren berkata tidak puas kepada Daniel sang kakak.
"Daren, kamu tau sendiri kan, jika kita menekan terlalu keras kepada Kenedy, yang ada akan memperbesar konflik. Aku hanya tidak ingin adanya dendam diantara kita. Biar bagaimana pun, dia tetap teman dimasa dulu." Daniel mendesah panjang, menjelaskan dengan tidak berdaya.
"Tapi kamu salah kak! Justru jika dibiarkan, aku bisa menebak suatu kemungkinan. Kamu akan menghadapi pembalasan Kenedy yang tidak ada habisnya!" Jelas Daren sang adik mengingatkan dengan tegas. Kakaknya ini memang terlalu lembut jika urusan seperti ini.
"Sudahlah! Lupakan masalah ini sementara. Oiya, pengawal! panggil nak Frans ke sini, aku mau berbicara kepadanya." Perintahnya. Tuan Elijah yang di sana hanya mendengarkan dengan tenang.
"Baik tuan" Ucap pengawal memasuki Mansion.
Tidak lama kemudian, Frans datang diikuti Michelle dibelakangnya.
"Tuan Daniel, apa ada masalah?" Ucap Frans dengan tenang.
"Hahaha sini, duduklah, putriku kamu juga duduk." Perintah tuan Daniel.
"Baik." Mereka menjawab serempak.
"Pantas saja keponakanku yang cantik ini, sangat menantikan kedatanganmu anak muda! Kamu memang laki laki yang tangguh!" Puji paman Daren .
"Benar! Aku cukup terkejut dengan aksinya tadi yang sangat heroik. Memang pantas bersanding dengan Nona pertama keluarga Thompson!" Timpal tuan Elijah dengan jujur.
"Hahaha tentu saja! Mana mungkin kekasih putriku hanya orang biasa?! Tuan Daniel tertawa riang.
" Hanya kebetulan membantu saja tuan!" Jawab Frans dengan tersenyum sopan.
"Jangan terlalu formal, panggil saja kami paman, biar kita semakin akrab!" Ucap paman Daren.
"Anak muda, kamu bekerja dimana?" Tanya tuan Elijah dengan santai.
"Aku masih kuliah semester akhir paman. Sebentar lagi lulus." Jawab Frans jujur.
"Ah! Aku kira kamu sudah bekerja. Lalu di Universitas mana kamu kuliah?" Tanya paman Daren ikut penasaran.
"Aku kuliah di Universitas Kebangkitan 01 paman."
"Oh bagus! Lumayanlah, aku harap kamu segera lulus!" Ucap tuan Daren.
"Kamu kuliah di tempat itu?! Putri ke tiga ku juga berada di Universitas yang sama denganmu!" Ucap Tuan Elijah sedikit penasaran.
"Siapa putri paman kalo boleh tau?" Tanya Frans singkat.
"Apa kamu mengenal Veronika Johnson?" Tanya balik tuan Elijah.
Frans sedikit terkejut dengan ucapan tuan Elijah, ternyata Veronika Johnson putri ke tiga paman ini, yang artinya keluarga Johnson ini punya hubungan yang baik dengan keluarga Thompson. Benar benar kebetulan. Pikirnya.
"Veronika yah? Aku hanya kenal biasa saja dengannya. Hanya sebatas kenal saling menyapa paman." Frans menjelaskan dengan jujur.
"Haha! Tidak masalah, itu masih lebih baik dari pada belum mengenalnya sama sekali!" Tuan Elijah berkata dengan senyum ramah.
Tuan Daniel dan paman Daren saling berpandangan, lalu menghela nafas lega. Entah apa yang mereka pikirkan. Seperti merasa tersaingi oleh sesuatu.
Michelle yang mendengar disamping hatinya juga sedikit terganggu Frans menyebut wanita lain. Tetapi segera menepis perasaan itu, hanya memasang wajah serius.
.
Lalu mereka melanjutkan obrolannya dengan suasana hangat. Tidak lama setelah itu Frans pamit undur diri agar tidak pulang terlalu malam.
.
"Baiklah nak Frans! Hati hati dijalan. Terimakasih atas bantuan kamu, jika tidak ada kamu, entah bagaimana nasib putraku Jeky itu. Jika berkunjung dilain waktu, pintu ini terbuka lebar untukmu." Tuan Daniel berkata dengan tulus. Diikuti tuan Elijah dan paman Daren yang mengizinkannya.
"Putriku! Antar Frans ke depan rumah!" Perintah tuan Daniel yang mengerti jika putrinya merasa keberatan. Hah! anak muda memang selalu membara.
Michelle yang mendengar itu sedikit enggan, tetapi segera mengantar ke depan rumah.
.
Mereka berjalan berdampingan, terlihat Michelle berjalan semakin pelan seolah olah ingin mengulur waktu. Lalu sampai di depan rumah.
"Aku akan pergi! Sebelum itu aku ucapkan Selamat ulang tahun."
"Frans." Michelle tidak bisa berkata kata, seakan susah untuk berbicara. Hanya menggigit bibir bawahnya dan matanya sedikit sembab.
"Semoga sukses karirnya dan diberikan kesehatan yang melimpah, jangan tidur terlalu malam, tidak baik untuk wanita." Ucap Frans dengan tulus.
Tanpa bisa ditahan Michelle memeluknya erat, seolah olah enggan berpisah.
"Hei! Lepaskan. Ini aku ada sedikit hadiah, ya walaupun tidak mahal sih, hehehe." Ucapnya mencairkan suasana. Lalu memberikan sebuah gelang terbuat dari tali dengan kerajinan tangan yang ditambah beberapa manik manik batu zamrud kecil. Cukup unik.
"Terimakasih." Ucap Michelle melepaskan pelukannya, dengan senang hati menerima hadiah kecil itu.
"Baiklah, Aku pergi dulu." Frans melambaikan tangannya, segera berjalan menjauh.
"Hati hati Frans!" Teriak Michelle dari belakang. Dia pun kembali memasuki mansion, Berencana langsung istirahat.
.
.
.
Ketika di dalam perjalanan, Frans dengan tenang duduk di kursi penumpang taxi. Jendela mobil terbuka dengan lebar, angin malam yang sejuk menerpa wajahnya yang tampan. Sesekali melamun, entah apa yang bikin suasana hatinya menjadi rumit.
Dari 2 arah samping kanan kiri jalan simpang 3 yang cukup sepi, 2 Truk besar melaju kencang ke arah Taxi secara bersamaan, seperti akan menabraknya.
S*****! Apa apaan ini!!
Bruumm!! Mesin taxi menderu dengan keras, Membanting setirnya berusaha menghindari 2 Kendaraan itu.
Teriak sopir taxi dengan histeris, membuyarkan lamunan Frans. Dia pun sadar dengan cepat lalu melihat ke samping dengan mata melotot, tanpa aba aba dia keluar secepat kilat dari jendela terbuka, berdiri di kaca jendela sebagai tumpuan lalu dengan menyalurkan tenaga dalam di kakinya.
Krek!! Whoozzz!!
Jendela mobil seketika penyok dengan injakkan kuat Frans.
Dia melompat sejauh 7 Meter salto kearah belakang mobil. Dalam keadaan mobil berlaju cukup cepat. Mengarah pohon besar di depannya.
Nguuuiingg!! Nguuiingg!!
Duarr!! Duar!!
BOOM!!
2 Truk menabrak secara bersamaan dan taxi pun meledak, diikuti teriakan kematian sang sopir.
Kedua kendaraan besar itu rusak parah. Tetapi yang anehnya didalam 2 truk itu tidak ada sopirnya.
.
Brugh!
Frans mendarat dengan berguling teratur ke belakang. Cukup dekat dengan posisi truk yang bertabrakan itu.
Suasana hatinya sedang rumit, ditambah adanya kejadian ini seketika hatinya panas membara.
Matanya memandang area sekitar dengan pandangan dingin mematikan.
.
.
.
.
BERSAMBUNG🙌NEXT
Terimakasih dukungannya🙏Semoga sehat selalu.