NovelToon NovelToon
Bloodthirsty Handsome

Bloodthirsty Handsome

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintapertama / Pembunuhan / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rizky Rachma

"Kalau hati sudah memilih, otakku ini bisa apa?!"

Devian Almero, sosok pria tampan yang sama sekali tak mengerti perihal cinta sebelum bertemu dengan Diandra.
Ya, Diandra. Gadis manis itu mampu menggetarkan hati Devian saat awal perjumpaan.

Hingga akhirnya Devian nekad mengejar Diandra dan langsung mengklaim gadis itu sebagai milik. Berjalannya waktu, hujan rasa kasih sayang yang diberikan Devian, akhirnya mampu menaklukan hatinya.
Namun, sebuah fakta mencengangkan muncul di saat keduanya memadu kasih. Diandra baru mengetahui bahwa pasangannya itu ialah 1 diantara 7 anggota psikopat dari Keluarga Breadsley.

Sanggupkah Diandra menjalani hidup bersama Devian, sang psikopat tampan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizky Rachma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku punya kaki untuk melangkah pergi

Dua orang gadis yang masing-masing tengah asyik menyisap batang rokok di gedung bekas sekolah itu membulatkan mata kaget melihat munculnya seorang cewek dari balik pintu secara tiba-tiba.

Buru-buru keduanya kompak membuang batang rokok itu kesembarang tempat.

"Awas, kalau lo berani ngadu sama guru!" ancaman itu dilayangkan oleh Gisel---teman sekelas Diandra.

"Iya! Awas lo, Ndra! Lo tau, 'kan akibatnya kalau lo sampai berani ngadu?!" timpal Rahel penuh penekanan, menatap tajam kepada Diandra.

Sedikitpun ancaman dari mereka tak mempengaruhi Diandra. Gadis dengan surai dikucir asal itu mengabsen wajah mereka bergantian dengan pandangan tak acuh dan berlalu pergi melewati keduanya. Gadis itu kini duduk di anak tangga sembari memandang ke arah luar jendela di sampingnya.

Gisel dan Rahel saling memandang sejenak lalu berjalan menghampiri Diandra di sana.

Diandra menatap risih saat Rahel dan Gisel ikut duduk di sampingnya.

"Gue nggak bakal lapor ke guru. Kalian, tenang aja," ucap Diandra lalu kembali lagi mengalihkan pandanganya ke luar jendela.

Gisel penasaran melihat Diandra yang sedari tadi sibuk memandang ke arah luar.

Gisel berdehem. "Tu ... anak baru, keliatan bukan cewek baik-baik. Dia lebih ganas daripada gue," ucap Gisel tiba-tiba setelah mengerti dengan objek yang sedari tadi disorot oleh Diandra.

Di bawah, tepatnya di lapangan basket, Devian yang notabene guru di sekolah mereka itu tengah asyik menggiring bola basket bersama dengan beberapa murid. Di sisi pinggir lapangan, ada Zea yang nampak kegirangan menyoraki sang guru tampan seraya membawa minuman dingin di tangannya. Jelas, itu minuman dikhususkan untuk Devian.

Kontan Diandra terkesiap, mengalihkan atensinya menatap Gisel. "Gue tau, Ndra. Pak Devian guru baru itu ... pacar lo, 'kan?"

Diandra gelagapan. Mereka menembak fakta yang selama ini susah payah Diandra tutupi.

Rahel mengeluarkan kotak rokok dari dalam sakunya lalu membagi benda yang dihisap itu pada Gisel. "Nggak usah main rahasia dari kita kali, Ndra. Kita berdua udah tahu. Bahkan, pas lo kisess sama pak Devian di situ ... kita juga tau." Tanpa canggung Rahel menyampaikan kebenarannya dengan santai. Namun, lawan bicara mereka ini wajahnya sudah memerah,persis seperti kepiting rebus.

Rahel memberi clue, menuju pada meja yang ada di bawah dengan kode tarikan dagunya. Tanpa sadar, sudut bibir Diandra tertarik membentuk senyum, menandakan ucapan dari Rahel itu benar adanya. Ya, waktu itu Devian mencium Diandra sangat mesra.

"Sel, undang aja si Diandra supaya ikut gabung sama kita nanti malam," ujar Rahel setelah membakar ujung rokok di selipan jarinya.

"Boleh, boleh." Gisel menjawab antusias, mengepulkan asap rokoknya ke udara.

"Dateng, ya, Ndra. Ntar malem ... acara ultah gue di club star."

"Gue ...." Diandra menunjuk wajahnya sendiri sembari menatap keduanya.

"Tenang, Ndra. Gue bakal jemput lo nanti malam." Rahel menepuk-nepuk bahu Diandra.

Entah ada angin apa, Rahel dan Gisel bisa seramah ini memperlakukan Diandra. Mereka sampai bersenda gurau bersama. Hal langka yang baru sekali terjadi selama mereka menjadi teman sekelas.

*

"Diandra ke kamar dulu, ya, Yah. Banyak tugas yang harus dikumpulkan besok di sekolah," ucap Diandra yang baru saja pulang dari sekolah. Gadis itu perlahan menapaki anak tangga. Tubuhnya nampak lesu, matanya sembab, berjalan dengan tatapan kosong seperti mayat hidup.

Hanung menatap punggung anaknya yang kian menjauh. Penuh tanda tanya melihat keadaannya yang berantakan seperti itu.

Sesampainya di atas, Diandra segera masuk ke dalam kamar. Dia segera menaruh tas di atas meja belajar dan berniat untuk langsung akan membaringkan diri.

"Ndra ...." Sebuah suara lembut memanggil namanya. Gadis itu kontan menoleh ke arah balcon---tempat suara itu berasal.

"Gue nggak mau lagi ketemu sama, lo! Pergi!" Diandra berniat keluar meninggalkan kamarnya, tetapi tanganya sudah di tarik oleh Devian terlebih dahulu.

"Jangan pergi, Ndra. Gue ke sini mau jelasin semuanya sama lo. Please, kasih gue kesempatan sekali lagi," pinta Devian.

"Apa lagi yang mau dijelasin. Bagi gue semuanya udah jelas," jawab Diandra dingin.

"Malam itu cuma sekedar taruhan, Ndra. Gue nggak bakal mau ngelakuin itu kalau bukan karena misi dari keluarga gue. Lo tahu, 'kan pacar lo ini latar belakangnya seperti apa? Please, jangan marah lagi, Ndra. Gue bisa mati kalau gini caranya."

"Apa kata lo? Cuma sekedar taruhan? Enteng banget kata-kata lo. Nggak mikir apa di sini gue yang dibikin sakit hati!" Diandra menarik paksa tangannya. Setelah berhasil terlepas, dia mengambil langkah cepat berniat meninggalkan Devian.

Secepat kilat pria itu merangkul gadis yang tengah dilahap api amarah dari belakang. Tak akan membiarkan jika gadis itu pergi dari radarnya.

"Kalau lo begini terus sama gue ... mendingan bunuh gue sekalian aja, Ndra. Lo itu, alasan gue untuk bahagia. Jadi gue mohon, tetaplah disini dan jangan pergi."

Jujur, hati Diandra saat ini terasa sesak menahan pilu. Dia menggigit bibir menahan agar air matanya tak luruh di depan pria itu. Kali ini, semesta sedang menawarkan luka dalam yang kemungkinan tak akan bisa sembuh.

Semua orang bisa saja berubah. Melihat pacar yang ia sayangi bermesraan dengan wanita lain ... terpatri di pikirannya bahwa ia tak lagi berharga di mata Devian.

Gadis itu memejamkan mata lalu perlahan menurunkan tangan pria yang masih erat merangkul dirinya. Dia membuang nafas berat lalu berkata, " Kamu lupa, Dev. Aku juga punya kaki untuk melangkah pergi. Sorry, gue nggak bisa jadi pacar lo lagi."

Tubuh pria itu mematung, menatap punggung gadis yang dicintainya pergi meninggalkan ruangan.

Mata Devian masih membulat kaget. Tak disangka, Diandra sampai hati memutuskan sepihak hubungan yang terbilang singkat tersebut.

*

Pria itu duduk di meja bar sebuah club elit.Terus saja meneguk wine tanpa jeda sedikitpun. Padahal wajahnya sudah memerah, matanya menyipit, dan mulai meracau menyebuti nama seorang gadis.

Dua orang bertubuh kekar datang menghampiri Devian. Beberapa jam yang lalu, salah satu pria tersebut sudah memberi peringatan agar Devian segera meninggalkan club itu dikarenakan akan segera tutup. Namun, Devian tak menggubris peringatan itu dan terus memaksa bartender untuk melayaninya.

Tanpa berdiskusi menggunakan kata-kata lagi, kedua pria itu langsung mencekal masing-masing lengan pria yang tengah mabuk itu dan tanpa izin menyeret Devian keluar dari club.

Devian yang merasa tak suka kesenangannya diganggu akhirnya membelot, memberontak sampai akhirnya mampu melepaskan diri dari cengkaraman.

"Pergi, sebelum gue habisin lo, berdua!" ancam Devian tak main-main. Bunuh membunuh memang sudah keahliannya.

Pria satunya berdecak kesal, menatap Devian dengan sangat remeh lalu memberi isyarat pada teman disampingnya agar sama-sama maju melawan.

Devian menganggukan kepala lalu mengeluarkan benda tajam dari dalam saku celana yang selalu ia bawa kemana-mana.

Dari sana, pria yang kini membawa pisau itu menyorot tubuh pria lain di hadapannya satu per satu. Dari ujung rambut hingga ujung kaki, menatap keduanya dengan pandangan minat.

Devian membidik satu pria yang akan menjadi korbanya dengan pisau miliknya. Sekali lemparan, pisau miliknya itu berhasil menancap pada bagian dada dari korban.

Darah merembes membasahi tubuh pria tersebut. Raungan sakit mulai terdengar memenuhi ruangan.

Devian menikmati setiap teriakan dari korbannya. Bau darah mulai menyeruak dan semakin menambah nafsu membunuhnya jadi meningkat.

Pria yang berdiri di samping korban yang terluka itu terlihat panik. Wajahnya pucat pasi, mengetahui temannya mulai tak sadarkan diri. Dia berniat lari menyelamatkan diri, meninggalakan temannya sendiri.

Ingat! Keluarga Breadsley tak pernah membiarkan korban yang telah dicap milik pergi dan kabur begitu saja. Seperti saat ini, Devian mencengkeram leher pria itu, mencekiknya sampai pria itu tak dapat menerima pasokan oksigen.

Dengan tangan lainnya yang masih nganggur, Devian mencabut pisau miliknya dari tubuh korban yang nampak sudah tak bernyawa itu. Dengan senang hati menghunuskan pisaunya pada bagian perut korbannya yang kedua.

Pekik rintihan terdengar merdu bak musik pengantar tidur bagi Devian. Dia menekan lagi pisau miliknya agar semakin dalam menusuk perut korbanya.

Pria haus darah itu agresif menghabisi nyawa dari kedua santapannya. Tanpa mengenal lagi rasa belas kasihan yang memang nyatanya tak pernah dimiliki oleh seorang psikopat berdarah dingin.

Seorang pria yang berprofesi sebagai bartender itu menjadi satu-satunya saksi atas peristiwa berdarah, mengerikan malam ini.

Tubuhnya nampak gemetaran diikuti kakinya yang kian melemas sampai sukar digerakkan.

Devian kembali duduk di depan meja bar dan secara kasar meletakkan pisau miliknya di atas meja.

"Terus layanin gue untuk minum. Nasib lo nggak akan sama seperti mereka kalau lo nurut sama perintah gue," tutur Devian dan direspon anggukan takut oleh si lawan bicara.

🌾¤¤¤🌾

*Maaf aku baru update. Terima kasih yang sudah setia mengikuti cerita ini. Kalian, luar biasa.

Ayo tinggalin like, komen, vote, dan ratenya ya. Jangan sampek ketinggalan, loh.

Follow juga akun aku ya.

#Salamdariku_Penulisyangmenyukaiceritahappyending*

1
Vitamincyu
...
Novia Ayu Apriani
horang Kya bebas cui
tf-boy
good
Novianti Ratnasari
merinding baca nya thour serem
Novianti Ratnasari
gila bener si Davian langsung gaspol aj.
Novianti Ratnasari
kaya nya seru nich cerita
Novianti Ratnasari
serem bgd semua cogan nya Spikopat
Octa Febian Nii
de best ka, aalur suka banget, gk bikin bosen, sehat terus ka🥰🥰🥳🥳🥳
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) & FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA " dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
Nurul Azizah
q
Nurul Azizah
iiji9
Gina Gayatri
jangan di ganti
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) & FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA " dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
Syifa Azzahra
nyimak
Salmah S
Sadiiisss...
Samsul Rubiah
So sweet banget
Putri
yg ini aja, manis2 gimana gitu...
Dee Na
agh si diandra ini sdh tau devian suka bunuh org jg,
Sartini Dimitri Mah
ceritanya bagus
Fitria
Byk pesan moral yg terkandung di dalamnya, ceritanya jg seru, bikin greget, bikin emosi, bikin sedih, nano² deh rasanya, pokoknya membawa pembaca ikut masuk ke alur ceritanya, penulisnya 👍
"Jgn mudah percaya ucapan org lain, walaupun dg bukti yg nyata, krn org licik bisa melakukan apapun itu. Jgn sprti Devian yg mudah percaya kalo Zea adl Melody masa lalunya tnp menyelidikinya terlebih dahulu, sampai mengabaikan & menyakiti Diandra. Tegaslah dlm berprinsip, jgn ingin keduanya tp mengabaikan org yg tulus dg nya. & ternyata Diandra adl Melody masa lalunya."
"Jk kita mencintai seseorg, kita hrs bisa mnjaga kepercayaannya, mnjaga hati, pikiran & tubuh kita hny utk nya. Jgn sprti Devian yg menyentuh Kimberly hny krn obat perangsang, walaupun Diandra tdk tau saat itu, taunya saat ucapan Kimberly sblm kematian."
Moertini
terimakasih bagus ceritanya..terus berkarya
...dilanjutin yaaaa..semangat
ms huang
smangattt thor!!! intip karyaku jg y SATU DAN SELAMANYA ..tq !!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!