Bercerita tentang seorang wanita bernama Citra Natalina, gadis super modern. Di Usia ke 25 tahun, dia masih belum menikah. Alasannya karena dia tripikal wanita yang pemilih dalam mencari pasangan. Dan tak di sangka ibunya menjodohkannya dengan putra dari sahabat masa kecilnya yang bernama Rizki Putra Pratama. Karena menurut ibunya anak dari temannya itu termasuk kriteria citra, pria mapan, kaya, dan tampan.
Mendengar hal itu Citra langsung setuju untuk menikah dengan pria pilihan ibunya itu, sampai di hari pernikahan Citra di kagetkan dengan kenyataan tentang suaminya.
Akankah Citra Natalia dan Rizki Putra Pratama menjalankan pernikahan layaknya suami istri atau malah sebaliknya. Dan akankah tumbuh perasaan Cinta antara keduannya atau malah sebaliknya.
☆Langsung di baca aja...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 33
Lalu Rizki langsung menarik Citra untuk segera pergi meninggalkan tempat ini.
"Tunggu nak." Panggil pak Wiranto.
Lalu Rizki langsung meliha ke arah pak Wiranto dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Nak?" Tanya Rizki.
"Iya, kau tak boleh pergi. Kau anakku, dan ini pesta keluarga kita." Ucap pak Wiranto.
"Apa saya tak salah dengar? Dan sejak kapan aku menjadi putramu. Dan bukankah semua orang juga tahu kau hanya memiliki 1 putra dan 1 putri." Ucap Rizki dengan tatapan datar.
Dan Citra melihat Rizki yang memasang ekspresi datar seperti itu, karena baru pertama kali dia melihat Rizki seperti itu.
"Apakah ini Rizki yang sebenarnya." Pikir Citra.
"Kau putraku. Aku ayahku, dan tadi itu hanya bercanda saja." Ucap pak Wiranto.
"Apa karena kau mengetahui jika aku pemilik perusahaan Adijaya Entertainment lalu kau mengakui aku sebagai putramu?" Tanya Rizki dengan tatapan merendahkan.
"Tidak, bukan seperti itu. Aku selalu menganggap mu sebagai putraku." Jelas pak Wiranto.
Tak ingin berdebat lagi dengan pak Wiranto, Rizki langsung menarik tangan Citra dan segera meninggalkan pesta tersebut.
Di sepanjang jalan Rizki nampak diam, terlihat dari matanya tersimpan sebuah kemarahan. Mungkin kemarahan pada ayahnya yang telah mempermalukannya di depan umum dan karena ayahnya mengakuinya sebagai putranya setelah mengetahui jika Rizki pemilik perusahaan Adijaya Entertainment.
"Rizki." Panggil Citra.
"Ada apa?" Tanya Rizki datar.
Dan Citra tak menjawab ucapan Rizki, dia memilih diam. Karena dia tak ingin membuat Rizki marah besar.
Kini mobil milik Rizki sudah berhenti di depan rumahnya, tanpa melihat Citra. Rizki langsung keluar dari dalam mobil dan meninggalkan Citra yang diam mematung.
Di dalam kamar...
Citra tak menemukan keberadaan Rizki, lalu dia langsung mendudukkan bokong nya di atas ranjang.
Sementara itu di dalam kamar mandi.
Terlihat Rizki tengah mendinginkan otak dan juga pikirannya, dia bingung dengan situasi saat ini. Apakah dia harus bahagia karena ayahnya sekarang mengakuinya sebagai putranya atau dia harus marah karena ayahnya mengakuinya sebagai putranya setelah mengetahui jika dirinya adalah pemilik perusahaan Adijaya Entertainment.
Sementara itu di kediaman pak Wiranto.
Tengah terjadi sebuah perselihan antara pak Wiranto dan juga Rendi.
"Apa maksud ayah tadi mengatakan jika dia putramu di depan semua orang." Tanya Rendi dengan nada yang cukup tinggi.
"Apa kau masih tak mengerti situasi kita saat ini Rendi." Ucap pak Wiranto.
"Tapi tidak seperti itu juga ayah. Mau di taruh dimana muka kita. Jika semua orang tahu kalau pria cacat itu adalah anggota keluarga kita." Ucap Rendi.
"Ayah melakukan ini demi keluarga kita Rendi, apa kau lupa jika dia pemilik perusahaan Adijaya Entertainment." Jelas pak Wiranto.
"Lantas?" Tanya rendi.
"Kita bisa memanfaatkan dia untuk membantu perusahaan kita, malahan kita bisa menguasai perusahaan miliknya." Jelas pak Wiranto.
"Bagaimana caranya?" Tanya Rendi.
"Dia tak pernah merasakan bagaimana kasih sayang orang tua, dan itu merupakan titik lemahnya. Jadi kita bisa memberikan kasih sayang itu padanya, dan secara perlahan kita bisa merayu dia untuk membantu perusahaan kita." Jelas pak Wiranto.
Nampak Rendi langsung tersenyum, rencana yang ayahnya buat sungguh sangat sempurna.
"Aku tak setuju." Terlihat Maria pada suami dan juga anaknya.
"Apa maksud mu?" Tanya pak Wiranto pada istrinya.
"Kalian berdua memang tak punya hati, kalian ingin memanfaatkan Rizki hanya demi kepentingan kalian berdua." Ucap Maria marah.
"Ini bukan hanya untuk kepentingan ku saja. Tapi kepentingan kita semua, karena dengan cara ini perusahaan kita bisa bangkit lagi." Jelas pak Wiranto pada istrinya.
"Tapi tidak dengan memanfaatkan Rizki." Ucap Maria.
"Sudahlah ibu kau tak perlu ikut campur ini urusan ku dengan ayah." Ucap Rendi sambil membawa ibunya keluar dari ruangan tersebut.
Di tempat lain..
Kini Citra sudah mengganti pakaian miliknya menjadi sebuah piyama tidur, terlihat Rizki hanya diam membisu.
"Rizki." Panggil Citra.
"Ada apa?" Tanya Rizki.
"Apa yang sedang kau pikirkan." Tanya Citra pada suaminya itu.
"Tak ada." Jawab Rizki.
"Jangan bohong, aku tahu kau masih memikirkan tentang kejadian di pesta tadi. Cobalah jika ada masalah kau harus cerita padaku, kita ini suami istri." Ucap Citra.
Nampak Rizki langsung tersenyum, saat mendengar Citra mengatakan jika mereka adalah suami istri.
"Jadi kau sudah mengakui ku sebagai suami mu?" Tanya Rizki.
"Memangnya sejak kapan aku tak mengakui mu?" Ucap Citra.
"Dasar kau ini." Ucap Rizki sambil mencubit kedua pipi Citra.
"Uh.. Sakit." Ucap Citra sambil melepaskan tangan Rizki yang mencubit kedua pipinya.
Cup.
Sebuah ciuman mendarat di pipi Citra, nampak wajah Citra langsung memerah seperti buah tomat.
Lalu Rizki langsung menarik tangan Citra untuk masuk ke dalam pelukannya.
"Sebenarnya aku masih memikirkan tentang kejadian tadi, aku bingung apakah aku harus bahagia atau marah. Aku bahagia karena ayahku mengakui sebagai putranya tapi aku juga marah karena dia mengakui ku setelah mengetahui jika aku pemilik perusahaan Adijaya Entertainment. Jadi aku harus bagaimana?" Tanya Rizki.
Nampak Citra mencermati ucapan Rizki. "Kalau menurut ku, jika ayahmu mengakui mu sebagai putranya kau juga harus mengakui nya sebagai ayahmu. Tapi, kalau suatu saat dia membicarakan tentang bisnis atau mencari keuntungan darimu. Kau harus menolak jika itu membuat kerugian untukmu. Karena dalam bisnis tak pernah mengenal hubungan keluarga, yang di utamakan dalam bisnis adalah keuntungan." Jelas Citra.
"Hem.. Sejak kapan istri kecilku ini mulai mengerti tentang bisnis." Ucap Rizki.
"Kau selalu saja meremehkan kemampuan ku." Ucap Citra.
Dan Rizki langsung tersenyum, untuk saat ini citralah yang mampu membuat kembali tersenyum. Dan Rizki sangat bahagia bisa bersama dengan Citra.
but jujurly cerita nya bagus dan ga ngebosenin
Suami absurd
Suami rupa madu mulut racun
Perjodohan Arini