Tak menyangka, setelah sampai di kota dan belum lagi bekerja . Tini malah salah masuk kamar ,dia tidak tau kalau ternyata kamar yang dia masuki adalah kamar milik tuan muda disana .
"Kau cari mati ya ? "
"Mau menjebak ku ?"
"Siapa yang menyuruh mu?"
Tini jelas ketakutan, pria tinggi besar didepan nya ini begitu menakutkan. Walaupun wajah nya tampan ,tapi hanya dengan satu tangan saja dia bisa mencengkeram leher tini dengan kuat membuat tini sulit bernafas . Apalagi kini wajah mereka sudah cukup dekat ,tanpa memberi kesempatan tini untuk menjelaskan nya. Pria yang memiliki tubuh kekar dan besar itu pun langsung meraup bibir tini ,mencium nya dengan kasar membuat tini kewalahan dan hampir mati karena tak bisa bernafas .
Bagaimana kisah selanjut nya? yuk langsung mampir 💁♀️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SK(Target berikut nya)
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Gara menyiapkan segala nya, dia sengaja membuat tempat tidur nya berantakan. Kemudian mengambil gunting yang ada di dekat nya ,menggores jari kelingking nya hingga berdarah. Meneteskan darah nya di atas sprei putih miliknya dengan senyuman kemenangan ,kemudian dia berjalan menuju lemari untuk mengambil pakaian nya
Pintu di ketuk, Gara sudah tau siapa yang datang. Dengan tubuh yang masih penuh dengan air ,handuk yang melilit di bagian pinggang nya. Gara berjalan dan mendekati pintu ,membuka nya hingga terlihat dengan jelas tubuh seksi lulu disana.
Tak ada rasa sama sekali melihat tubuh lulu ,bahkan saat Lulu mendekat dan tangan nya menyentuh dada juga perut nya. Rasa itu biasa ,miliknya tak bereaksi sama sekali membuat Gara langsung menahan tanagn Lulu yang hendak menyentuh milik nya.
Tubuh lulu menegang saat mendengar bisikan dari Gara ,dia menatap ke arah tempat tidur yang kini sudah tak beraturan lagi . Seketika air mata mengenang di sudut mata nya, dia menangis tanpa di minta .
Pria yang selama ini di cintai nya ,kini sudah menjadi milik orang lain. Lulu terisak dan pergi dari sana dengan wajah yang penuh air mata ,kini tinggal satu kesempatan lagi dan dia ngak ingin ada yang mendahului nya.
"Aku akan melakukan apa pun agar Mahesa menjadi milikku " batin Lulu ,kini dia berjalan menuju kamar Mahesa
Sedangkan Gara tersenyum, dia kembali menutup pintu miliknya . Mengambil ponsel nya dan duduk di tepi ranjang ,dia akan memperingatkan Mahesa mengenai hal ini karena dia yakin kalau target selanjutnya pasti sahabat nya itu .
"Hhmmm....." jawab mahesa dengan malas saat panggilan telpon dari Gara ,dia baru saja merasa kesal karena seorang pelayan menolak nya.
"Sebentar lagi Lulu kesana, jangan sampai kamu di jebak nya . Dia sudah berusaha melakukan nya pada ku ,berhati hati lah kecuali kalau memang kau menginginkan nya " ucap Gara dan langsung mematikan panggilan nya, membuat Mahesa semakin kesal .
Mahesa masih bingung dengan ucapan dari Gara ,tapi belum lagi dia sempat berpikir. Kini pintu kamar nya sudah di ketuk dari luar, dengan malas dia pun berjalan ke pintu dan membuka nya .
Disana sudah ada lulu dengan gaun tidur berwarna hitam nya yang seksi ,memperlihatkan lekukan tubuh nya yang berisi dan begitu menggoda . Tapi tidak untuk nya ,dia sudah biasa melihat hal itu selama ini . Bahkan miliknya pun tak merespon nya sama sekali, dia pun menatap ke arah nampan di tangan Lulu.
"Aku bawakan cemilan dan jus semangka kesukaan mu ,ayo masuk. Aku temani kamu minum didalam " ucap Lulu, kali ini dia membawa dua gelas jus buah dan berharap dirinya yang akan menjadi pelampiasan Mahesa nanti karena dia sudah memasukan obat perangsang di dalam minuman milik Mahesa .
Dahi Mahesa mengernyit cukup dalam ,dia pun tersenyum miring dan sudah mengerti apa yang di maksud dengan ucapan Gara. Kini dia ikut masuk setelah Lulu masuk kedalam ,dia duduk di depan lulu dengan pikiran yang penuh dengan tanda tanya " Mengapa lulu melakukan hal ini ?"
"Ayo di minum ,tadi aku ngajak Gara kesini tapi dia malah sibuk dengan pelayan ck....dasar Gara . Suka main main sama wanita saja " ucap Lulu membuat kedua mata Mahesa melotot, dia terkejut mendengar nya
"Pelayan ? Jadi dia melampiaskan semua nya dengan pelayan itu ? Beruntung sekali dia " batin Mahesa sambil tersenyum miring, dia tau apa yang di maksud oleh Lulu.
Lulu menyodorkan gelas berisi jus semangka pada Mahesa ,dia yakin kalau rencana nya akan berjalan lancar saat ini . Berharap Mahesa melakukan nya dengan nya ,dia akan meminta tanggung jawab untuk menikahi nya .
Sedangkan mahesa ,masih memikirkan untuk mencari pelayan yang menolak nya tadi . Dia pasti butuh wanita itu untuk melampiaskan hasrat nya, dia pun mengambil gelas yang di berikan oleh Lulu kemudian dia meneguk nya secara langsung.
"Haus banget kayak nya ya Cha" ucap Lulu pada Mahesa yang biasa di panggil Echa,hanya Lulu dan Gara yang suka memanggil nya seperti itu.
"Ekkhmmm.....sudah aku minum ,sebaiknya kamu keluar saja . Aku mau istirahat, tiba tiba kepala ku pusing " ucap Mahesa padahal dia belum merasakan efek dari obat yang diberikan oleh Lulu .
Mahesa hanya ingin mengusir lulu dari kamar nya agar bisa mengambil kesempatan untuk memanggil pelayan yang menolak nya tadi. Seketika wajah mina terbayang di mata nya, dia tersenyum lebar begitu juga dengan Lulu .
Kini lulu bangkit dan duduk di pangkuan Mahesa ,dia tak ingin kehilangan kesempatan untuk mendapatkan Mahesa tapi ternyata Mahesa malah bangkit dari duduk nya hingga tubuh Lulu terjatuh ke lantai
"Aaakhhh....." Lulu meringis kesakitan, memegangi pan tat nya yang terasa sakit
"Aku keluar dulu, mau cari bik Karsih " ucap Mahesa membuat bibir Lulu cemberut, dia ingat ucapan mama nya Gara yang menyuruh mereka mencari bik Karsih jika membutuhkan apa pun.
"Aku bisa menyembuhkan sakit kepala mu Cha ,jangan tinggalkan aku sendirian " ucap Lulu yang sudah menarik tangan mahesa ,dia tak percaya jika mahesa pun tak tertarik pada nya.
Mahesa menghempaskan tangan Lulu dan berjalan ke arah pintu, dia pergi dari sana . Meninggalkan lulu yang masih cemberut dan meringis, dia tak perduli sama sekali.
Mahesa mencari keberadaan para pelayan, dia ingin menemui wanita yang menampar nya tadi. Dia berharap bisa melampiaskan hasrat nya pada wanita itu ,tapi sudah sampai setengah jam berlalu. Wanita itu tak juga kelihatan, dia sudah bertanya pada para pelayan tapi karena tak tau nama Mina maka dia pun bingung menjelaskan nya hingga akhirnya tubuh nya sudah benar benar tak tahan lagi .
Dengan langkah kaki yang gontai, tubuh yang menegang akhirnya Mahesa sampai didepan pintu kamar bik Karsih. Dia ingin meminta obat pada bik Karsih agar bisa menetralkan sakit kepala dan tubuh nya yang panas saat ini, dia berharap dengan obat itu dia bisa lebih baik lagi .
Tok....tok...tok..
"Bik......" panggil Mahesa ,dia sudah membuka kancing kemeja bagian atas nya hingga memperlihatkan dada bidang nya. Kepala nya sudah terasa berat ,belum lagi tubuh nya yang panas yang membutuhkan belaian.
"Biiiikkk....." teriak Mahesa lagi karena pintu kamar bik Karsih belum juga terbuka ,dia sudah benar benar tak tahan lagi .
Pintu pun terbuka ,Mahesa masih memejamkan mata nya dengan kepala tertunduk karena rasa sakit di tubuh bagian bawah nya. Dia sudah tak tahan lagi hingga akhirnya dia melihat wanita yang sedari tadi dia cari ,dengan cepat dia mendorong tubuh Mina untuk masuk kedalam kamar itu.
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘