Setelah membina rumah tangga selama lima tahun, Ayumi sama sekali tak menyangka jika suami yang sangat dicintainya tega berselingkuh dibelakangnya.
Bahkan keluarga sang suami yang sangat dia hormati dan sayangi juga menusuknya dari belakang dengan mendukung perselingkuhan yang dilakukan oleh sang suami.
Bahkan mereka dengan kejinya merencanakan pembunuhan terhadap Ayumi demi bisa menguasai seluruh harta wanita yatim piatu tersebut.
Ayumi yang mengetahui perselingkuhan sang suami masuk kedalam perangkap yang telah suami dan selingkuhannya buat.
Tapi untungnya Ayumi masih bisa lolos dari maut dengan terjun kedalam sungai dan berhasil diselamatkan oleh sekelompok orang dan bertemu dengan cinta pertamanya.
Dengan bantuan cinta pertamanya inilah Ayumi yang wajahnya rusak menjalani operasi plastik dan dengan penampilan barunya ini Ayumi kembali ke kota asal dan berusaha mengambil kembali semua miliknya dan membalas dendam terhadap suami dan seluruh keluarganya termasuk wanita selingkuhannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERTEMU DAFEL
Percikan embun pagi masih segar diudara ketika Ayumi melangkah keluar apartemen menuju taman yang masih berada dilingkungan apartemen yang dia tinggali untuk joging.
Rutinitas pagi yang sempat dia tinggalkan beberapa waktu karena padatnya jadwal yang ada membuat wanita itu baru bisa tertidur menjelang dini hari dan ketika bangun dia sudah harus segera berangkat ke lokasi syuting.
“ Akhirnya…..”
“ Aku bisa kembali merasakan udara pagi yang segar seperti ini….”, guman Ayumi senang.
Setelah melakukan pemanasan sebentar, dia langsung berlari mengeliling taman yang tak terlalu besar tersebut lima kali sebelum akhirnya beristirahat di bangku yang ada dipinggir taman.
“ Sudah mulai banyak pengunjung yang datang rupanya….”, ucap Ayumi sambil tersenyum tipis.
Sambil beristirahat dan meregangkan ototnya sejenak, Ayumi mengamati setiap orang yang datang ketaman pagi ini.
Orang - orang yang datang rata - rata adalah pemilik apartemen seperti dirinya. Namun tak menutup kemungkinan beberapa orang yang tinggal disekitar area apartemen juga menyambangi taman tersebut mengingat hanya disanalah terdapat area hijau yang asri.
Selain untuk berolahraga, tak jarang Ayumi melihat para manula datang bersama perawat atau anggota keluarganya hanya untuk berjemur sambil menikmati hangatnya mentari yang mulai naik seiring bertambahnya waktu.
Dafel yang sudah beberapa hari ini mengawasi gerak – gerik Ayumi hari ini berniat untuk menampilkan diri dihadapan wanita yang telah menyelamatkan nyawanya tersebut.
" Kurasa ini adalah waktu yang tepat untuk bertemu dengannya.....", guman Dafel optimis.
Dafelpun melangkahkan kakinya dengan penuh percaya diri menghampiri Ayumi yang masih sibuk memperhatikan aktivitas para pengunjung taman sambil sesekali tersenyum hangat ketika melihat sebuah keluarga kecil sedang jalan - jalan ditaman dengan gembira.
“ Nona Ayumi…..”, sapa Dafel ramah.
Ayumi menoleh dan melihat lelaki yang berdiri dihadapannya dengan seksama karena merasa tak asing dengan wajah tampan tersebut.
“ Siapa dia ?.....”
“ Apa aku mengenalnya ?.....”
“ Wajahnya terlihat tak asing bagiku…..”, batin Ayumi bermonolog.
Bagi Ayumi lelaki dengan kaos hitam pas body, celana training panjang hitam serta sepatu kets putih terlihat sangat sexy.
“ Penampilannya seperti mafia – mafia yang pernah kutonton didalam serial drama….”, batin Ayumi kagum.
Melihat Ayumi terpesona akan penampilannya, Dafel pun memberanikan diri untuk duduk disamping wanita tersebut dan memperkenalkan diri.
Tak ingin membuang kesempatan yang ada, Dafelpun langsung mengulurkan tangannya untuk mengajak Ayumi berkenalan secara resmi.
“ Apakah kita pernah bertemu sebelumnya ?....”
“ Saya seperti tak asing dengan wajah anda…..”, ucap Ayumi spontan.
Mengetahui jika Ayumi mengingat dirinya, seketika kedua mata Dafelpun berbinar cerah. Harapannya untuk bisa lebih dekat dengan wanita cantik itu sepertinya akan terwujud sebentar lagi.
" Jangan bicara terlalu formal, santai saja.....", ucap Dafel tersenyum lebar.
" Baiklah.....", jawab Ayumi cepat.
“ Apa kamu ingat pernah menolong laki – laki yang sedang sekarat disebuah taman kota satu setengah tahun silam….”, ucap Dafel berusaha mengingatkan.
Ayumi terdiam sejenak sambil berusaha untuk memutar kembali kaset memori ingatan satu tahun kebelakang dengan kening sedikit berkerut.
Satu tahun setengah silam adalah waktu tersulit bagi Ayumi karena tahun tersebut dirinya mendapati fakta yang begitu menyakitkan setelah selamat dari pembunuhan yang direncanakan oleh suami dan selingkuhannya.
“ Bukankah lelaki yang kutolong ditaman dan terkena tusukan pisau diperut waktu itu adalah Raphael ?....”
“ Lalu, siapa orang ini ?....”
“ Apa dia orang yang mengejar Raphael malam itu ?.....”, batin Ayumi curiga.
Dalam ingatan Ayumi, hanya Raphael yang dia ingat pernah dia selamatkan nyawanya hingga pada akhirnya lelaki itu membantu mengubah hidupnya seperti sekarang ini.
Ayumi sama sekali tak ingat jika waktu dia baru keluar dari rumah sakit, dia sempat menolong seseorang yang tergeletak dijalan dekat taman dalam keadaan luka parah dan sekarat sehingga dia langsung membawanya ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan.
Melihat jika lelaki yang mengaku bernama Dafel tersebut terus menatapnya dengan tajam, jantung Ayumi mulai berdetak dengan cepat karena takut.
Dia mulai sadar jika lelaki yang ada disampingnya itu tentunya bukanlah orang sembarangan mengingat Raphael pernah bercerita jika pada malam itu dia dikejar oleh sekelompok mafia yang ingin membunuhnya.
Dafel yang menyadari jika Ayumi mulai takut terhadapnya kembali tersenyum ramah dan berusaha untuk menjelaskan semuanya agar wanita yang dicarinya itu tak salah paham terhadapnya.
“ Berkat pertolongan pertama yang kamu berikan, nyawaku bisa selamat malam itu…”
“ Dokter di klinik hanya menyebutkan jika aku dibawa kesana oleh seorang wanita muda…”
“ Sudah cukup lama aku mencari keberadaanmu tapi hasilnya nihil….”
“ Seakan sosokmu lenyap ditelan bumi….”
“ Hingga dipesta tuan Bruno kemarin aku baru bisa menemukanmu setelah mencium aroma tubuhmu…..”, ucap Dafel menjelaskan.
“ Jadi kamu mengenaliku hanya dari parfum yang biasa ku gunakan ?.....”
“ Bisa saja kan kamu salah orang…..”
“ Karena aku sama sekali tak ingat jika pernah menolongmu…..”, ucap Ayumi berusaha mengelak.
Dalam saku celana training hitam yang dikenakannya, Dafel mengeluarkan sebuah syal merah yang membuat Ayumi sedikit terkejut.
“ Syal merah ini milikmu kan…..”
“ Aroma yang tercium disyalmu ini bukan aroma parfum, melainkan aroma tubuhmu….”
“ Aku sudah menanyakannya ke seseorang yang ahli dalam pembuatan parfum dan mereka mengatakan jika aroma yang tersimpan dalam syal adalah aroma tubuh dari pemilknya…..”, ucap Dafel berusaha meyakinkan Ayumi jika dia tak salah mengenali orang.
Ayumi masih terdiam dengan kedua mata terbelalak karena terkejut jika syal rajutan peninggalan sang mama yang selama ini dicarinya ada ditangan Dafel.
“ Bagaimana bisa syal itu ada ditanganmu ?.....”, tanya Ayumi binggung.
“ Seperti yang tadi kujelaskan…..”
“ Wanita yang menolongku malam itu selain membungkus tubuhku dengan jaket tebal setelah membalut lukaku dia juga melilitkan syal ini dileherku agar suhu tubuhku tetap hangat….”
“ Jika tidak ada jaket dan syal ini mungkin aku akan terkena hipotermia…..”, Dafel berusaha kembali menjelaskan semuanya agar Ayumi paham.
“ Ini memang syal milikku….”
“ Tapi aku sama sekali tak ingat jika pernah menolongmu dan memberikan syal ini kepadamu….”, ucap Ayumi membantah.
Dafel yang melihat jika Ayumi masih saja terus menggelak setelah beberapa penjelasan yang telah diutarakannya merasa sedikit geregetan.
Ingin rasanya dia menculik Ayumi saat ini juga dan membawanya pulang, tapi niat tersebut urung dia lakukan karena tak ingin wanitanya tersebut semakin ketakutan dan pada akhirnya kembali melarikan diri lagi.
Sejenak, keduanya terdiam dan sibuk dengan pemikiran masing – masing hingga bunyi ponsel Ayumi membuat wanita cantik tersebut mendesah lega karena bisa keluar dari situasi tak mengenakkan ini.
“ Maaf, aku harus kembali ke apartemen karena sebentar lagi harus meeting dengan salah satu rumah produksi….”, ucap Ayumi sambil beranjak dari tempat duduknya.
“ Tulis nomor ponselmu agar aku bisa mengirimkan foto jaket yang pernah kamu berikan padaku agar kamu percaya….”, ucap Dafel sambil menyodorkan ponselnya kearah Ayumi.
Ayumi tampak sedikit ragu menerima ponsel Dafel mengingat dia masih curiga jika lelaki tersebut hendak berniat buruk kepadanya.
Dan jika tak memberikan nomor ponsel, Ayumi sangat yakin jika Dafel tak akan melepaskannya begitu saja maka dari itu diapun berusaha untuk memutar otaknya dengan cepat.
“ Ini nomor ponsel manajerku….”
“ Jika sedang syuting aku jarang memegang ponsel jadi hubungi dia saja jika ingin bertemu denganku….”, ucap Ayumi sambil mengetikkan nomor ponsel Riska di hand phone milik Dafel.
Dafel yang melihat Ayumi masih takut dan tak nyaman dengannya terpaksa menerima saja waktu wanita cantik tersebut hanya memberikan nomor ponsel milik manajernya, bukan miliknya.
Setelah berpamitan, Ayumi pun berjalan cepat meninggalkan taman sambil sesekali menoleh kebelakang untuk mengecek apakah Dafel mengikutinya atau tidak.
“ Dari reaksi yang kamu berikan….”
“ Aku tahu itu kamu….”
“ Dan aku tak akan melepaskanmu lagi kali ini….”, guman Dafel penuh ambisi sambil menatap punggung Ayumi yang menghilang dibalik tembok.
Didalam lift, Ayumi baru bisa bernafas dengan lega. Untung saja dia tadi bisa melepaskan diri dari lelaki yang dia curigai sedang mencari kekasihnya Raphael melalui dirinya.
" Aku harus secepatnya mengingatkan Raphael mengenai masalah ini agar dia semakin waspada....", batin Ayumi cemas.
tp nilai plus buat novel ini, jarang jarang lho