NovelToon NovelToon
Khanaya

Khanaya

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Model / Tamat
Popularitas:117.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Muhammad Yunus

Tidak bertanggung jawab kalau baper, nangis, berkata kasar terus senyum-senyum sendiri.

Jika perlu cek tensi sebelum membaca.

Happy reading ❤️

Tujuan mulia dan tulus yang Khanaya berikan di salah artikan oleh sahabatnya.

Semua sudah terjadi, bukan sekali! Tapi tak terhitung kebaikannya, menjaga anak serta mengurus suami sang sahabat sudah dilakukan Khanaya bertahun-tahun. Tulus tapi diragukan.

Pria yang merasa terabaikan mulai melihat pada Khanaya.

Jatuh hati pada sahabat Istrinya.

Lantas siapa yang layak di salahkan?

Hati Huston?

Ataukah Qilla yang secara tidak langsung mendorong Khanaya masuk dan membuat suami serta anaknya nyaman?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenyataan

Asisten rumah tangga Khanaya izin pulang karena ayahnya sakit jadi Huston mengajak Dewi kerumah. Alasannya Khanaya kangen.

Untungnya Dewi menyayangi menantu pilihan putranya kali ini.

"Mas Huston yang minta Ibu datang?" tanya Khanaya.

Dewi mengiyakan, sementara Khanaya merasa tidak enak. Sebagai anak mereka sudah merepotkan orang tua.

"Rencananya Mommy memang mau main kesini, kebetulan saja Huston jemput." Selain mengerti keinginan putranya Dewi juga paham bagaimana sulitnya Khanaya di kehamilan yang sudah tua.

Khanaya tahu Ibu mertua lebih paham Huston ketimbang dirinya, namun demikian dia tetap merasa tidak enak.

"Sini duduk Kay, Mommy mau elus perut kamu."

********

"Kenapa minta Ibu kesini?" tanya Khanaya begitu suaminya menyusul ke dalam kamar setelah makan malam.

"Mas khawatir kamu sendirian, lagian mommy tidak keberatan menjaga menantu cantiknya."

"HPL kan masih lumayan lama Mas."

"Kalau tidak ada orang yang menjagamu, bagaimana Mas bisa tenang bekerja?"

Sesungguhnya Huston sangat mengkhawatirkan istrinya, tapi menurut Khanaya ini terlalu berlebihan.

"Sayang,"

Melihat Khanaya memejamkan matanya Huston mendekat.

"Ada apa?" gegas Huston merangkul pundak sang istri.

"Sakit," Khanaya meringis.

"Sayang?"

"Mas, ini sakit."

Dengan cepat, Huston mengendong Khanaya dan membawa turun. Huston bisa meredam rasa paniknya.

"Khanaya kenapa, Huston?"

"Khanaya kesakitan."

"Apa sudah waktunya?" Dewi ikut panik.

Khanaya menggigit bibirnya.

Ini sangat sakit.

Pinggangnya, perutnya dan sekujur tubuhnya.

Kepanikan Ibu mertuanya dan Huston tidak mengusik pikiran Khanaya di tengah kesakitan yang sedang dirasakan.

"Khanaya, jangan tutup mata sayang!"

"Kita ke rumah sakit."

Antara suara Dewi dan Huston saling bersahutan.

"Kay.."

Khanaya berusaha tersenyum di tengah kesakitannya, suaminya...Ayah anaknya menangis dengan memeluk tubuhnya erat.

Khanaya ingin mengatakan bahwa dia tidak apa-apa, tapi suaranya melemah tidak ada kekuatan dalam dirinya.

Huston memeluk tubuh istrinya. Ini bukan Khanaya istrinya. Khanaya tidak seperti ini.

Khanaya merasakan tubuhnya melayang dan dirinya sadar sudah masuk kedalam mobil.

"Sayang, mana yang sakit?"

"Mas..."

Huston mencium kening Khanaya. "Iya sayang, mas disini."

Entah kenapa Huston tidak bisa menahan isak tangisnya.

"Huston, Khanaya berdarah."

Huston mematung mendengar ucapan ibunya.

"Apa Khanaya tadi terjatuh?" Dewi ikut merangkul menantunya.

Mata Khanaya meredup, namun kesadaran masih ada, dan dia bisa merasakan telapak tangan Huston mengusap dadanya.

Khanaya ingin berkata sesuatu tapi ucapan itu bertahan di kerongkongannya.

Dan terakhir kali yang diingat adalah kecupan singkat di sudut bibirnya, juga tetesan hangat di pipinya.

******

Kalau dulu dia akan melihat wajah kesal itu, kini tidak bisa lagi.

Jika kemarin senyumnya terasa menyejukkan, kini air mata yang akan menemani kenangan yang sudah terukir.

"Mommy pulang nanti sore."

"Besok saja Mom?"

Dewi menggeleng. "Sudah tujuh hari nanti juga kesini lagi."

Huston menatap ibunya. Ada kesedihan setiap mengingat kenangan yang sudah lama berlalu.

Mata Huston menatap pintu kamar yang dimasuki ibunya.

Biasanya, kamar itu sering di kunjungi seseorang.

Namun, sekarang?

"Melamun lagi?"

Senyum diberikan Huston pada ibunya. Menandakan dirinya lebih baik sekarang karena...

"Mommy sudah dijemput."

Huston ikut berdiri dan memeluk ibunya.

"Rajin kunjungi kami Mom."

"Tanpa diminta pun." jawab Dewi yang menerbitkan senyum di bibir Huston.

Huston melewati kamar yang melukiskan ratusan kenangan yang tidak akan dilupakannya.

Kali ini air mata Huston kembali menetes. Jalan takdir memang tidak ada yang tahu.

Dan kebahagiaan mereka harus disertai duka yang tak bisa dihindari seperti ini.

"Jadi rumah ini akan kamu jual?"

Huston mendekati Bramyansyah Ayah mertuanya.

"Seperti keinginan Khanaya, Ayah. Rumah ini akan kami jual dan uangnya akan kami sumbangkan ke panti asuhan."

Terlalu banyak kenangan indah disini, dirumah ini pula benih cinta tumbuh di hati Huston untuk Khanaya.

"Semua atas kehendaknya, mungkin ini yang terbaik."

Bukan raungan tangis yang dibutuhkan bagi orang yang sudah berpulang melainkan do'a. Huston akan belajar menerima takdir yang sudah di tetapkan.

"Huston, Ayah percaya padamu, sekarang tanggung jawabmu bertambah, jaga dia, sayangi seperti kamu mencintai ibunya. Kelak dia akan membahagiakanmu."

Huston mengangguk dan melihat kepergian Ayah mertuanya dengan tatapan haru.

Satu persatu orang-orang pergi meninggalkan rumah yang penuh kenangan.

Kini tidak ada alasan untuk Huston tetap tinggal, kakinya pun beranjak meninggalkan ruang tengah dan melanjutkan langkahnya ke kamar yang dulu di tempati oleh putrinya Avila.

"Mas,"

Senyum Huston merekah dan buru-buru menghampiri istrinya yang tengah menyusui putranya.

"Beneran lapar dedeknya?"

Khanaya mengangguk sambil tersenyum, ia mengusap sayang pipi putranya. Kemudian menatap suaminya.

"Ibu, dan yang lainnya sudah pulang?"

"Iya,"

"Jangan terlalu dipikirkan. Jodoh, takdir, pertemuan sudah digariskan, jauh sebelum kita lahir."

Huston mencium pipi putranya yang masih menyusui.

"Aku memikirkan perasaanmu."

Senyum khanaya melengkung, yang dialami sahabatnya memang menyedihkan. Tapi Tuhan punya rencana lain, atau ada hikmah setelah kejadian ini.

"Aku hanya menyayangkan mengapa Qilla memilih jalan pintas yang salah seperti ini?"

Ingatan Huston kembali pada saat sang istri berjuang melahirkan buah hatinya.

Saat brangkar Khanaya di tarik ke ruang bersalin satu brangkar lainnya di dorong ke ruang tindakan, dan disana Huston mendapati pemandangan yang memilukan, istrinya yang kesakitan karena akan segera melahirkan dan mantan istrinya yang terbaring dengan mulut mengeluarkan busa putih dengan mata terbuka lebar.

1
Hanna Julia
qilla jahat banget
Lia Afriani
hamil Khay
Lia Afriani
aq kira kanaya 😭😭
Lia Afriani
suka sm kanaya
Lia Afriani
suka sm karakter Khanaya
Lia Afriani
aku mo bc smua novelmu thor💪💪
Lia Afriani
Qila Qila
Lia Afriani
buq jangan ketus2 ntar pengen Khanaya jd menantux
Diana Dwiari
sudah kudugong....pasti aksanyg ingin kembali pada khanaya
Diana Dwiari
hamil ya.....ah,baru sadar ternyata avila bukan anaknya Houston,tapi jebakan Aqila yg dah hamil
Diana Dwiari
ya betul itu,laki2 kog ga bertanggung jawab dg keluarga,.alah limpahkan ke orang lain
ayu cantik
bagus
Nesya Yanuar
Kanaya ini terlalu baik apa terlalu bodoh sih, kok ya mau" nya dia mengorbankan banyak hal dlm hidupnya Demi utk sahabat yg tak layak utk di sebut sbg sahabat
Nesya Yanuar
Qilla ini bnr" istri tak berguna, ibu tak punya hati, Dan sahabat tdk tahu diri.
Heryta Herman
pusing dgn skap khanaya...
Heryta Herman
hubungan yg rumit...
Heryta Herman
jln takdir mu ada bersama si gadis kecil kesayanganmu khanaya..
Heryta Herman
takdir dan jodoh urusan Allah sang pencipta...
klo khanaya menuruti kata orang tua dan pergi sejauh manapun...bila mereka berjodoh,pasti bersatu juga..
serahkan semua pada yg punya hidup...
Heryta Herman
dasar qilla wanita minim akhlak...lupakah kamu,selama ini siapa yg berdiri di sblhmu bila kamu memerlukan sandaran dan dukungan wahai qilla si gila...
Heryta Herman
kasihan khanaya...serba sulit posisinya..
saranku...mantqpkan hati..tinggalkan sahabat ga ada akhlakmu itu..biarkan dia selesaikan mslhnya sendiri...wanita egois sprti qilla tdk layak menjadi sahabatmu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!