Bagaimana jadinya jika seorang keponakan diam-diam mencintai tantenya sendiri? Sementara sang tante selalu membuat ulah dengan menerima semua laki-laki yang menyatakan cinta padanya.
Ini adalah kisah Dalziel Lawrance, anak yang diangkat di keluarga Tan dan adik dari ayahnya—Gloria Rusell Taneta.
Bagaimana kisah cinta mereka akan berujung? Cus kepoin ceritanya.
Jangan lupa follow Ig @nitamelia05
Salam anu 👑
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33. Berusaha
"Aku ingin kita menikah, menurutmu bagaimana?" tanya Gloria dengan serius, karena dia memang sudah memikirkan masa depannya dengan Ziel.
Namun, pertanyaan yang begitu mendadak itu membuat Ziel terdiam. Sebab dia belum tahu bagaimana caranya menjelaskan kepada para orang tua, bahwa mereka telah menjalin hubungan.
Sebuah hubungan yang lebih intim, yaitu sebagai sepasang kekasih. Bukan sebagai tante dan keponakan.
Beberapa detik telah berlalu, tetapi Ziel masih saja bergeming. Membuat Gloria kembali memasang wajah cemberut, bahkan dia melepaskan pegangan tangannya dari rahang Ziel.
"Kamu tidak setuju? Atau kamu memang tidak serius denganku?" tanya Gloria lagi, kali ini dia langsung memalingkan wajah.
Sontak saja Ziel langsung memegang satu sisi wajah Gloria, agar mereka kembali saling tatap. Dia tidak ingin gadis ini salah paham.
"Sayang, bukan seperti itu. Aku masih butuh waktu untuk menjelaskan hubungan kita pada seluruh keluarga, karena hubungan yang kita jalani ini berbeda," jelas Ziel, sesuai dengan pemikirannya.
"Berbeda bagaimana, Ziel?" Kening Gloria sampai berlipat-lipat, karena dia sudah merasa bahwa Ziel adalah pilihan yang tepat untuknya.
Lantas Ziel membaringkan tubuhnya di samping Gloria, lalu mengusap rambut gadis itu. "Awal status kita. Itu yang menjadi masalahnya. Jadi, aku harus menyusun semuanya dengan matang. Aku tidak ingin mereka menganggap hubungan kita main-main. Tapi jika kamu memang butuh keseriusan dariku, aku akan secepatnya melamarmu."
Deg!
Jantung Gloria mendadak bergemuruh, dia yang semula menghindari tatapan mata Ziel, kini kembali memberi tatapan teduh.
"Ka—mu? Kamu mau melamarku, Ziel?" tanya Gloria dengan terbata, dari penjelasan Ziel, dia tahu pria ini menginginkan yang terbaik untuk mereka berdua.
Ziel langsung menganggukkan kepala.
"Aku akan melamarmu terlebih dahulu. Selanjutnya aku akan bicara pada keluarga kita, okey?"
Senyum di bibir Gloria langsung mengembang, dia memegang punggung tangan Ziel lalu menggenggamnya. "Aku akan menunggu hari itu. Aku tidak ingin berlama-lama seperti ini. Aku lelah kucing-kucingan, aku ingin semua orang tahu bahwa kamu adalah milikku, dan aku adalah milikmu."
"Aku pasti mengusahakannya, Sayang. Jadi, sabarlah sebentar. Aku akan mempersiapkan semuanya," jawab Ziel dengan suara yang begitu lembut dan mampu meluluhkan hati seorang gadis bar-bar seperti Gloria.
Gloria yang merasa bahagia langsung memeluk leher Ziel. Karena dia yakin Ziel tidak pernah berbicara omong kosong.
"Terima kasih sudah mau berjuang untukku. Aku mencintaimu, Ziel," ungkap Gloria dengan wajah sumringah.
"Aku lebih mencintaimu, Glor. Aku tidak akan mungkin membiarkan gadisku merasa kecewa."
"Ah, aku jadi tidak sabar makan ikan," ucap Gloria dengan suara yang sedikit keras, membuat Ziel langsung panik. Dia takut orang lain tahu kalau Gloria berada di kamarnya.
"Glor, pelankan suaramu," seru Ziel setelah melepaskan pelukan Gloria. "Lagi pula apa hubungannya dengan hubungan kita dengan ikan?"
Gloria yang masih terkekeh langsung menunjukkan gigi-giginya yang berbaris rapih.
"Ada deh, pokoknya aku suka ikan," jawab Gloria sambil cengengesan, membuat Ziel mengernyitkan dahinya. Bahkan dia jadi teringat dengan pendidikan kekasihnya.
"Tapi, Glor, bagaimana dengan kuliahmu? Semestermu masih jauh, apa tidak sebaiknya menunggu kamu lulus baru kita menikah?"
Mendengar pertanyaan itu, senyum di bibir Gloria langsung sirna seketika, dia tiba-tiba menabok dada Ziel dengan keras.
"Kamu sudah berjanji untuk mengusahakannya, jadi jangan membahas yang lain! Lagi pula aku pernah mendengar cerita dari Mommy, kalau Mommy dan Daddy itu menikah sebelum Mommy lulus, jadi tidak masalah!" ketus Gloria, tak ingin Ziel mengubah rencana mereka.
Ziel langsung tersenyum melihat reaksi Gloria yang berlebihan.
"Aku hanya bertanya, Glor. Jika memang kamu inginnya begitu ya sudah, aku yakin kita bisa menikah secepatnya. Ya, itu juga kalau Grandpa mengizinkan."
"Haish, harus! Daddy harus mengizinkan, kalau tidak aku akan mengeluarkan jurus andalan."
"Apa?"
"Merengek sepanjang hari sampai Daddy bosan."
"Untuk menikah denganku?"
"Tentu saja, kamu pikir aku melakukan itu untuk apa? Membujuk Daddy itu tidak mudah," ujar Gloria sambil memutar bola matanya.
Ziel langsung memegang tengkuk Gloria, lalu mengusak pucuk hidung mereka dengan gemas.
"Iya-iya aku percaya. Kalau begitu sekarang kembali ke kamarmu, kamu harus segera beristirahat."
"APA? AKU SUDAH SUSAH PAYAH UNTUK MASUK KE DALAM KAMARMU, TAPI KAMU MALAH MENGUSIR—"
Humpt!
Suara Gloria langsung tertahan, karena Ziel membungkam mulutnya dengan ciuman. Kalau tidak, mungkin malam ini mereka akan digerebek oleh orang-orang.
Ampuh, tubuh Gloria langsung lemas, bahkan pandangan matanya yang semula melotot tajam, kini berubah melunak.
Novel Author Ceritanya bagus².👍👍👍
Harus sabar lagi Ziel, kalau emang sudah ga tahan mending panggil Mommy Zoya siapa tau kalau lewat pawangnya Raja Uler ga buat ulah lagi di situ.🤭🤭🤣
Ada²bsaja Authornya.🤦♀️🤭
Happy Wedding Ziel Glor.
Semoga Ziel baik² saja.