NovelToon NovelToon
Misteri Dibalik Tali Gantungan

Misteri Dibalik Tali Gantungan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Misteri / Horor / Hantu / Dendam Kesumat / Mata Batin / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:561k
Nilai: 4.8
Nama Author: sumurni

Setelah terjebak begitu lama dalam kamar kosong dan jeratan tali gantungan di lehernya, hantu
tergantung itu pun menjadi terbebaskan setelah Zahira mendoakannya.

meskipun sudah terlepas dari tali gantungan yang menjeratnya, dia masih belum juga tenang. Dia berniat balas dendam terhadap orang yang sudah menggantungnya hingga mati tanpa mendapatkan hukuman.

Hatinya sangat sakit mengingat pelaku pembunuhnya masih tetap tenang sementara dirinya sendiri harus tersiksa hidup bergentayangan.

segala cara dia lakukan untuk mendekati orang yang telah membunuhnya, namun selalu berujung kegagalan. akankah Zahira mampu membantunya?

Sedangkan Zahira sendiri selalu mendapat masalah akibat ulah Yeni yang cemburu melihat kedekatannya dengan Alfian. Ditambah dr. Khalid yang indigo tapi penakut ikutan menempel padanya.
Akankah dendam hantu terbalas? atau cinta Yeni yang terbalas?
ikuti cerita selengkapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sumurni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 33.

Saat Alfian memasuki areal kampus, Zahira dan teman-temannya pun sudah keluar dari kantin sehingga tak sengaja Alfian melihat mereka di dekat kantin.

Alfian yang melihat Zahira pun segera tersenyum lalu buru-buru mendekatinya. Dengan langkah seribu Alfian berusaha menyusul Zahira yang terus berjalan menuju gedung kampusnya.

Zahira dengan santainya mengimbangi langkah Daniah dan yang lainnya. Karena sudah beberapa kali jalan bareng ahirnya Zahira kini sudah terbiasa untuk jalan beriringan.

Dari kejauhan Khalid memandang Zahira dengan muka tegang, namun segera berpaling dan buru-buru ke kantornya.

Alfian kini sudah menyusul Zahira. Perlahan dia nenarik napas sebelum menyapa Zahira dari belakang.

"Ehem Assalamu alaikum."

Zahira segera menoleh, demikian juga yang lainnya. Serempak mereka menjawab.

"Eh waalaikum salam."

"Kak Fian?"

Alfian hanya mengangguk sambil tersenyum sambil ikutan berjalan di samping mereka.

Daniah menggamit lengan Della lalu mengerlingnya.

Della segera memahami maksudnya.

"Eh Ra kami duluan ya," Della pun menggamit Meta. Yang digamit malah kelabakan tak tahu keadaan.

"Eh kenapa kamu Della, pake colek-colek aja."

Della jadi nyengir kuda karenanya.

"E hehehe, Meta kita kan ada kelas lebih awal ayo cepetan jalannya!" Della menyeret lengan Meta segera menjauh ke kampus mereka sendiri.

Daniah sendiri segera bergegas pula.

"Zahira aku duluan ya."

Zahira jadi bengong melihat semua tingkah temannya. "Eh kok semua pada buru-buru sih?"

Alfian tersenyum melihat tingkah semua teman Zahira. Seakan-akan mereka sengaja meninggalkan mereka berdua.

"Ra, maaf ya gara-gara aku mendekati kamu mereka pada kabur, hehehe."

Zahira menoleh memandangi Alfian tidak mengerti. "Tapi kenapa mereka begitu? memangnya kenapa kalau Kakak nyamperin aku, kenapa mereka harus pergi?"

Alfian hanya terdiam dalam senyum dikulum. Dia sedikit kaget dengan pertanyaan Zahira, dan tidak tahu harus jawab apa. Ahirnya Alfian mendapat alasan yang tepat.

"Mungkin mereka berpikir kita ada sesuatu yang mau dibicarakan, atau mungkin mereka masih takut sama aku, karena tempo hari aku pernah menegurnya ya kan?"

Zahira mengangguk mengerti lalu tersemyum. "Ooh begitu ya Kak, ya udah aku duluan juga ya Kak, soalnya bentar lagi Dosen masuk."

Alfian mengagguk. "Oke aku juga ada perlu ke ruang Dosen."

Mereka pun akhirnya berpisah. Mereka melangkah menuju ke tempat masing-masing.

*****

Pelajaran yang melelahkan sudah berahir, Zahira segera bangkit dari duduknya hendak keluar. Tapi Daniah segera memanggilnya.

"Zahira!! mau pulang?tungguin napa?"

Zahira menoleh, Rasti ikutan menoleh. Tampak di belakang sana, Daniah sedang sibuk memasukkan bukunya dalam tas.

Zahira terpaksa berdiri mematung menunggunya. Rasti hanya tersenyum.

"Zahira aku duluan ya." Sambil menyelempangkan tasnya, Rasti segera beranjak dari kursinya dan keluar.

Daniah sudah selesai dan beranjak mendekati Zahira. Tapi Adrian malah mencegahnya. "Daniah makan siang bareng aku yuk di kantin!"

Muka Daniah langsung berubah masam mendengar ajakan Adrian sementara Zahira cuma tersenyum.

"Daniah kalau kamu mau makan siang ma Adrian, biar aku duluan aja ya."

Daniah segera angkat bicara. "Eh tidak, tidak kok, aku mau pulang," Daniah melangkah cepat meninggalkan Adrian yang kecewa. Zahira segera mengikuti Daniah yang sudah duluan.

Adrian mengikuti mereka dari belakang meski tahu kalau dirinya tidak akan dihiraukan. "Daniah! tinggu bentar dong."

Daniah tidak menggubris panggilan Adrian dan terus melangkah. Zahira merasa tidak enak hati langsung menoleh. "Maaf ya Adrian lain kali aja," lalu segera menyusul Daniah, takut kena kesal lagi. Adrian hanya bisa mendengus.

Saat mereka sudah keluar dari gedung kampusnya, Della dan Meta sudah menunggu di sana. Dengan wajah sumbringah mereka menyambut kedatangan Zahira dan Daniah.

"Ah ahirnya nongol juga, lapar banget nih," Meta merajuk. Della cuma senyum.

Daniah mendelik mendengar rajukan Meta. Zahira pun hanya tersenyum melihat mereka.

"Ayo makan!" Zahira mengajak temannya makan siang. Yang lain saling pandang, terutama Meta langsung senang.

"Di traktir lagi nih?"

Zahira hanya mengangguk mendengar pertanyaan Meta kemudian berjalan. Daniah yang saling pandang dengan Della cuma menaikkan alisnya lalu melangkah mengikutinya. Meta dengan tingkah manjanya segera bergelayut di lengan Zahira membuat Zahira menoleh dan tersenyum.

Saat mereka sedang berjalan menuju kantin kampus, Pak Khalid pun sedang menuju parkiran mobilnya. Demi melihat Zahira, Pak Khalid kembali memasang wajah tegang. Betapa tidak, di belakang Zahira, sesosok mahluk mengerikan sedang mengikutinya.

Antara maju dan tidak, Pak Khalid jadi bimbang. "Apa yang harus aku lakukan, kalau aku ketahuan sedang melihat mahluk itu, dia pasti mendatangiku, tapi kalau tidak, Zahira tidak akan pernah tahu kalau dirinya sedang diincar."

Ahirnya Pak Khalid memutuskan untuk pura-pura tidak melihat mahluk itu dan segera mendekati Zahira meskipun tengkuknya kaku bagai habis kesetrum listrik.

Dengan menahan napasnya Pak Khalid berjalan melewati mahluk mengerikan yang hanya berjarak beberapa senti dari tubuhnya membuat bulu kuduknya meremang. Sesaat dirasakan tubuhnya bagai melayang saking takutnya melewati mahluk disampingnya.

"Zahira!" Pak Khalid memanggilnya pelan.

Zahira menoleh, begitu juga dengan yang lainnya.

"Pak Khalid?"

Pak Khalid tersenyum tapi tidak bisa menyembunyikan raut wajah ketakutannya. Zahira yang melihatnya segera memahaminya.

"Pak Khalid lihat hantu lagi?"

Mendengar pertanyaan Zahira, Meta dan Della langsung melompat menjauh dari samping Pak Khalid. "Aaaaaaa, takuut!!"

Daniah jadi panik mendengar teriakan kedua temannya. Segera ikutan berpindah ke belakang Zahira mengikuti Temannda tadi. Sedangkan Pak Khalid masih berdiri mematung. Napasnya naik turun begitu cepat. Zahira semakin cemas.

"Pak ada apa sih, kok diam dari tadi?"

Pak Khalid mengerling Zahira mencoba memberi kode supaya tetap jalan tanpa banyak tanya. Zahira yang tidak mengerti malah mengerutkan keningnya. Sementara semua temannya sudah berpegangan di punggungnya dengan tubuh gemetaran.

"Pak ada apa sih?" Zahira semakin cemas.

Pka khalid dengan ragu mengulurkan tangannya hendak meraih tangan Zahira. "Maaf ya Zahira, aku pegang."

Belum sempat Zahira menjawab, Pak Khalid sudah menariknya menjauh. Zahira hanya mengikuti dengan heran. Demikian pula teman-temannya berlarian mengikuti dari belakang.

Setelah dirasa agak jauh, Pak Khalid berhenti dan melepaskan tangan Zahira. Begitu Pak Khalid berhenti, semua ikutan berhenti. Mereka ketakutan tapi juga bingung, entah apa yang mereka takutkan.

Pak Khalid segera melihat ke belakang Zahira. Betapa leganya dia saat melihat di sana tidak ada lagi mahluk mengerikan yang mengikuti.

"Ahhh Alhamdulillah, mahluknya sudah pergi."

Mendengar penuturan Pak Khalid, Daniah and the gank langsung memekik sambil berpelukan.

"Aaaaaaa!!"

Pak Khalid malah tertawa. "Hahahaha, mahluknya udah ga ada kok malah teriak."

Zahira bernapas lega. "Alhamdulillah ya Pak, jadi benar tadi ada hantu ya Pak?"

Khalid mengangguk, "iya sepertinya mahluk itu mengikuti kamu sejak pagi tadi."

Mendengar penuturan Pak Khalid, Daniah menjadi panik, "Ah Zahira kita ga jadi makan sama kamu deh, takut banget."

"Iya deh kita pulang duluan aja yah, kamu pergi makan sama Pak Khalid aja sana!" Della ikutan menolak makan siang. Meta cuma melengos mengikuti Daniah dan Della yang sudah berlalu pergi.

Sepeninggal temannya, Zahira memandangi Pak Khalid lekat. Masih dengan rasa cemas, heran dan tidak percaya memenuhi wajahnya.

Pak Khalid bisa memahami tatapan Zahira. "Bagaimana kalau kita pergi makan siang sambil aku jelaskan nanti lagi pula ada yang mau aku tanyakan."

Zahira mematung tak bergeming.

Pak Khalid tersenyum melihat Zahira tak bereaksi. "Sekalian aja bayar janji kamu kemarin ya kan?"

Pak Khalid melangkah menuju parkiran tanpa menunggu jawaban dari Zahira.

.

.

.

.

.

Sampai jumpa di episode selanjutnya yah....

Jangan lupa untuk memberi jempol dan kritikan sekalian di vote yah bila kawan-kawan readers menyukai ceritaku. Wassalam.😍😍😍😍😘

1
Trye Lestari
lanjut
Trye Lestari
lanjut thor
Maharani Rania
lanjut kk aku tunggu
Bunda umu: Aah akhirnya ada yg pengen dilanjutin🥰 oke deh, makasih ya udah baca novelku😘
total 1 replies
siti Maspupah
ceritanya sangat menghibur dan juga deg-deg saat membacanya. Saya sangat suka😊
Elisabeth Ratna Susanti
waahhh berhasil membuatku merinding nih 😍
Bunda umu: Terima kasih sudah membaca ceritaku🥰
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like plus favorit ❤️
Bunda umu: makasiih
total 1 replies
Lena Sari
aku mampir thorr.
Bunda umu: Makasih banyak, ya🥰
total 1 replies
bundaoskaa
Do'anya sama ya sama do'a kalau kita mau buka baju, biar jin g lihat aurat kita
bundaoskaa
Lihat kupu² banyak, sama air terjun. Dan aku hampir tenggelam di sana gara² ada bujang nyebur di air terjun tapi g bisa renang, eeeh dia pegangan aku kayak pelampung, ditekan²... Alhamdulillah adayg narik tu orang😪
Siti Arbainah
kyanya senjata makan tuan itu apa yg di kirim Yeni ke Zahira mlah blik ke dirinya sendiri
Maliqa Effendy
sumpah deh..abis perbaharui noveltoon jadi kagok ..trus klo naro favorite dimn coba..klo yg dulu kan ada di bawahnya..ada yg bisa kasih tau? masalahnya ini cerita mo sy favorite in
Tina Febbryanti
👍😘😍
Dyah Naufal
thor maaf kok ada istilah kremasi &kain kafan,emang menggunakan pemakaman islam / nasrani thor
Peni Setyowati
bantuan 7 jin... slmt lah mas Khalid 🤭
Peni Setyowati
Danish kok Kya yg Bonjol karakter jutekx di antara tmnx ya,, emosian..egois..dan sangat juga
Peni Setyowati
kenalanx pak Khalid kok ghaib smua ya?? hati" pak jgn ngomong sndr,, ckp di batin aja kata pak jin..
Peni Setyowati
tidur aj thor,, tar dipaksain hasilx amburadul🤭
ok MET rehat..
Peni Setyowati
kocak bgt para jomblowati..🤭😀👌😘
Peni Setyowati
Daniah..Napa klu ga sarapan jd marah?? coba km sndr yg masak,, jgn ngandelin Zahira aja,, km kerjax cuma marah,, saking sj Zahira itu orgx penyabar,, sana masak sndri...! !!
Peni Setyowati
3 serangkai itu mmg heboh..ada aja ulah / tingkahx, hny Zahira aja yg kalem..n tak byk bicara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!