Apa jadinya ketika kamu mengambar karakter komik. Lalu karakter itu muncul dalam dunia nyata?
Hal ini terjadi kepada Kinara Angelica seorang penulis cerita komik yang suatu hari menemukan sesosok lelaki didalam kamarnya. Tak disangka lelaki itu mirip dengan wajah karakter komik yang digambarnya.
Yuk ikuti kisah seru Kinara yang harus mengurusi lelaki manja nan polos yang keluar dari komik buatannya bernama Ken.
Ditambah ia harus bersaing melawan karakter utama wanita dalam komik yang dibuatnya sendiri.
Dapatkah Ken berhasil menjalankan sebuah misi agar ia menjadi manusia seutuhnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neng Euis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31. Akhirnya Ken tahu
Kinara berjalan mondar-mandir memikirkan asumsi Dokter Dika yang membuatnya frustasi. Pagi-pagi berpelukan bersama lelaki pasti membuat Dokter Dika berpikiran negatif tentang dirinya. Bagaimana jika Dokter Dika mengadu kepada kakaknya. Banyak sekali pertanyaan yang kini berputar-putar difikiran Kinara.
Kinara mengambil kotak makanan yang dibawa Dokter Dika dan membawanya ke meja makan. "Ken sarapan yuk?"
"Nanti aja." jawab Ken sambil berjalan kearah sofa, merebahkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya.
Karna Ken belum mau sarapan, Kinara akhirnya berjalan ke kamar mengambil ponselnya. Ia terkejut mendapatkan pesan beruntun dari Dokter Dika. Tapi anehnya semua pesan itu sudah ditarik dan dihapus oleh Dokter Dika jadi ia tak bisa membacanya.
Kira-kira kak Dika kirim pesan apa ya sebanyak ini?
"Maaf kak, aku baru buka chat, kakak kirim pesan apa kok dihapus? ohya jangan salah paham sama yang kakak liat tadi ya. Aku sama Ken gak melakukan hal yang kakak pikirin." (balas Kinara ke Dokter Dika)
Kinara hanya melihat tanda pesannya sudah dibaca oleh Dokter Dika. Tapi sudah hampir beberapa menit menunggu Dokter Dika tak kunjung membalas pesannya.
Apa Kak Dika marah, ya?
Sambil menunggu Dokter Dika membalas, Kinara melihat pesan-pesan lainnya. Pesan dari Kiano dan pesan lainnya sampai pandangan matanya kini terfokus menatap sebuah pesan dari nomer tak dikenal lagi.
"Sudah ku bilang jangan usil, semakin kamu usil aku semakin bersemangat mengodamu."
Kinara tertegun, ia mengambil tablet dan membuka situs MangaX lagi, tapi ia kembali tak bisa mengakses akunnya. Kata sandinya telah berubah lagi.
Kinara panik dan menyadari ada yang tidak beres. Kinara kemudian login mengunkaan akun lain dan terkejut melihat chapter baru yang ia gambar tiba-tiba hilang dan diganti dengan chapter buatan si penyusup. Yang bikin ia makin syok si penyusup itu upadate gila-gilaan hingga lima chapter sekaligus dalam semalam dimana semua adegan hanya dipenuhi romansa cinta Ken dan Luna. Dari kelima chapter itu tak ada adegan yang menampilkan dirinya sama sekali. Itulah kenapa semalam ia tak pindah ke dimensi komik.
Kinara kemudian keluar dari kamarnya berniat ingin menghabiskan waktu sepuasnya bersama Ken sebelum chapter terbarunya kembali dimulai.
Tapi saat Kinara keluar dari kamarnya, Ken sudah menghilang lagi dan Kinara langsung panik bergegas mencari ke segala ruangan apartemennya. Tapi Ken tak ada dimanapun, Kinara mulai menangis dan berteriak, ia memangil nama Ken berulang-ulang berharap Ken kembali.
Kinara kemudian keluar dari apartemen mencoba mencari Ken diluar. Tapi saat ia menunggu pintu lift terbuka, ia melihat Rama dan Shinta keluar dari lift. Ia tak jadi masuk ke lift dan berjalan mengikuti Rama dan Shinta. Kebetulan ia sudah tak sabar ingin bertanya banyak hal ke Shinta.
"Mbak Shinta dari kemarin kemana aja kok gak pernah kelihatan?" tanya Kinara.
Shinta tersenyum, "Aku tahu, banyak hal yang ingin kamu tanyakan kepada kami. Mari bicarakan di apartemenku." saran Shinta.
"Tapi, Mbak. Aku mau cari Ken sebentar ya. Soalnya dia tiba-tiba hilang."
"Biarkan saja, nanti dia juga kembali kok." jawab Shinta.
Kinara akhirnya mengikuti mereka dan masuk ke apartemen 104. Mereka bertiga kemudian duduk di sofa.
"Mbak, kemarin aku berhasil meretas akunku dan mencoba mengupdate chapter baru cerita. Tapi aku gak berhasil pindah ke dunia komik malah akunku kembali direbut penyusup itu lagi." ungkap Kinara terus terang memberitahukan masalahnya.
"Walaupun kamu merebut akunmu kembali. Tapi kalau kamu mengambarnya dan menguploadnya tak menggunakan tablet ajaib itu. Gambaranmu akan ditolak dan akunmu akan kembali ke pemilik tablet itu karna keduanya saling terhubung dan tak dapat dipisahkan. Jadi seberapa keras kamu berusaha meretas akunmu. Tapi kalau tabletmu masih ada ditangan orang itu. Kamu tetap tidak akan pernah bisa berbuat apa-apa." jawab Shinta.
"Jadi usahaku kemarin sia-sia?" ucap Kinara lemas menujukkan wajah putus asanya.
Shinta mengangguk. "Temukan tablet itu secepatnya sebelum ia menambah energi negatif ke komikmu. Ken bisa saja berubah menjadi karakter jahat kalau memang si penyusup itu menginginkannya."
"Tapi aku tak tahu siapa dan dimana orang itu. Apa Mbak Shinta tahu dimana dia?"
"Mencari tahu keberadaannya adalah salah satu misimu."
"Kenapa harus aku yang mengalami kejadian aneh ini dan kenapa juga aku yang dipilih jadi orang ketiga yang dipercaya memegang tablet itu."
"Nanti kamu akan mengetahui jawabannya Kinara. Alasan dibalik semua hal ini terjadi kepadamu. Hanya itu yang bisa ku katakan. Selebihnya cari tahu sendiri. Penyusup itu sekarang berada disekitar sini. Semoga ini bisa membantumu. Kamu bisa keluar dari apartemenku sekarang juga sebelum ia pergi."
Mendengar penjelasan dari Shinta, Kinara langsung beranjak dari tempat duduknya dan berlari keluar apartemen 104 bersamaan dengan penghuni 101 yang juga keluar dari apartemennya.
"Hei, kamu!" panggil Kinara.
Penghuni unit 101 langsung berlari sekencang-kencangnya dan masuk kedalam lift. Kinara jadi makin curiga, orang yang tak bersalah tak mungkin ketakutaan dan berlari kabur.
Sayangnya, setelah Kinara sampai ke depan lift, pintu liftnya menutup. Kinara langsung melihat nomer lantai dan langsung berlari menuju tangga darurat. Kali ini Kinara berusaha mengeluarkan langkah tercepatnya menuruni ratusan anak tangga demi memburu tetangga apartemen 101 yang ia kini yakini sebagai si penyusup itu.
Setelah sampai di lantai dasar, Kinara langsung berdiri di depan lift dan menunggu pintunya terbuka.
Tak berselang pintu lift terbuka dan orang-orang keluar dari lift, Kinara langsung mencari tetangga apartemennya yang berhoodie hitam itu. Namun ia tak menemukannya dan malah melihat Ricko yang keluar dari lift bersama beberapa orang.
"Ricko." panggil Kinara.
Ricko berjalan mendekati Kinara, "Eh, Nara. Kamu dari mana?"
"Kamu ngapain disini, Ric?" bukannya menjawab pertanyaan Ricko, Kinara malah balik bertanya.
"Minta tanda tangan Danny Jo. Ternyata dia tinggal di gedung ini. Aku menang giveaway lagi. Jadi aku di kasih tanda tangannya." jawab Ricko mengibas-ngibaskan kertas berisi tanda tangan Danny Jo di depan wajah Kinara.
Kinara merebut kertas itu dan mencoba melihat tanda tangan Danny Jo. "Danny Jo tinggal di unit berapa, 101?" tanya Kinara.
"Karna masalah privasi, dia gak ngasih tahu tempat tinggal. Kita ketemuan di lantai tiga."
"Kalau gitu, aku juga mau ikut daftar biar dapat giveaway dan pengen ketemu sama dia langsung karna aku fans beratnya." ucap Kinara membalikan kertas berisi tanda tangan itu ke Ricko.
"Biasanya diadakan sebulan sekali."
"Kalau begitu, kabarin aku kalau Danny Jo mengadakan giveaway lagi, ya."
"Oke, aku pamit ya. Mau ke kantor." Ricko kemudian berjalan pergi.
"Nara ...." teriak seseorang.
Kinara membalikan badan dan menatap siapa orang yang memanggilnya. Kinara terkejut melihat Ken berjalan ke arahnya dengan wajah penuh luka memar.
"Kamu kenapa, Ken? siapa yang melakukan ini padamu? ayo kita kerumah sakit." Kinara panik dan menarik Ken untuk pergi ke rumah sakit.
Ken menangkis tangan Kinara, "Ke rumah sakit? apa yang akan Dokter katakan setelah mengetahui aku berasal dari komik!"
"Ken, kamu udah tahu yang sebenarnya?"
•
•
•
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa Like 👍 dan Vote 💝 ya ....
Masukan ke Favorit ❤ dan jangan lupa beri Bintang 5 🌟
Happy Reading 🤗
Salam hangat dari author
"Neng Euis"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bintang 5 untuk karyanya...
salam manis dari KENANGAN dan FOREST GIRL 🤗🤗