Madu itu manis namun berbeda dengan madu yang aku rasakan, rasanya sungguh pahit, membuat hati yang baik-baik saja menjadi terluka, membuat hati dilema antara bertahan atau menyerah hingga akhirnya aku memutuskan untuk menyerah dan mengakhiri semuanya.
Dari sinilah aku menjadi wanita kuat karena harus berjuang untuk sang buah hati dan akhirnya aku bertemu dengan pria yang tulus mencintaiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhirnya
POV Penulis.
Dalam bimbingan David, Reza semakin berkembang, dia kini mulai bangkit dari keterpurukannya. Siapa sangka suami mantan istrinya lah yang justru membantunya keluar dari keterpurukan.
Air tuba di balas air susu, ya mungkin inilah istilah yang cocok untuk Reza, meski dulu dia mendzolimi Melati namun David dan Melati tetap membalasnya dengan kebaikan.
Tak terasa sudah setahun berlalu, Reza kini sudah bisa membeli hunian sendiri yang sebelumnya dia kontrak karena rumah terdahulu telah dijual Viona.
"Alhamdulillah Mel, aku bisa bangkit lagi," kata Reza dengan tersenyum senang.
"Alhamdulillah ya mas, ingat jangan salah jalan lagi, dalam memilih wanita carilah yang tulus yang mencintai kamu apa adanya bukan ada apanya," pesan Melati.
Reza tersenyum, lalu menatap mantap istrinya dengan lekat.
"Kalau pun ada, aku ingin mencari wanita seperti kamu Mel, yang bisa menerima keadaan suami," sahut Reza.
"Amin semoga kamu menemukan melati ke dua mas," balas Melati.
Tak berlama-lama ngobrol dengan Melati Reza bergegas kembali ke kantor karena David sudah menunggunya.
***********
"Mas nafsu makan aku kok besar banget ya," kata Melati yang merasa heran dengan nafsu makannya yang terus bertambah.
"Malah bagus dong biar gemuk istri aku," sahut David dengan terkekeh.
"Kalau aku gemuk nanti kamu cari yang lain," timpal Melati dengan cemberut.
Mengetahui istrinya cemberut membuat David semakin menggoda Melati.
Melati yang kesal memutuskan untuk meninggalkan David di meja makan sendirian.
"Lo sayang kok marah sih," protes David lalu bergegas menyusul istrinya.
Melati pergi ke balkon kamarnya, dia menatap langit yang bertaburan dengan bintang-bintang.
"Sayang, maafkan aku," bisik David sambil memeluk Melati dari belakang.
"Nggak mau, kamu jahat," sahut Melati.
David mengendus leher Melati sambil menggosok janggutnya yang ditumbuhi bulu-bulu kecil sehingga membuat Melati kegelian.
"Mas geli," ucap Melati.
Saat itulah David sedikit menekan perut sang istri, dia merasakan kalau perut istrinya agak keras dan agak buncit.
"Sayang perut kamu kenapa agak buncit," kata David lalu membalik tubuh istrinya.
"Tuh kan, mulai lagi." Melati memajukan bibirnya.
"Siapa yang mulai, aku ini serius," sahut David.
David segera mengajak Melati keluar, dia ingin memastikan apa kecurigaannya benar atau tidak.
"Kita mau kemana?" tanya Melati dengan heran.
"Ke rumah sakit sayang," jawab David.
Tak berselang lama mobil David sudah tiba di rumah sakit, dia segera membawa Melati ke ruangannya.
"Berbaringlah sayang," pinta David.
Melati nampak bingung, apa yang sebenarnya terjadi, kenapa David tiba-tiba ingin memeriksanya, ada apa?
"Ada apa sih mas?" tanya Melati.
"Sudahlah berbaring saja, ada yang ingin aku periksa," jawab David.
Tak ingin banyak bicara Melati pun berbaring di bed yang ada di ruangan David, David segera menyingkap baju Melati dan mengoleskan gel di perutnya.
"Mas aku mau di USG?" tanya Melati.
"Iya, aku merasakan kalau perut kamu agak membuncit," jawab David.
Saat David menggerakkan alat USG yang benar saja dia layar monitor ada sebuah titik, bahkan titik itu sudah kelihatan membesar.
Mata David membasah, akhrinya penantian mereka kini hadir juga.
"Kamu kenapa mas?" tanya Melati yang heran karena David malah menangis.
"Akhirnya sayang, Tuhan kembali mempercayakan seorang anak untuk kita," jawab David.
Melati yang sangat senang segera beranjak dan langsung memeluk sang suami.
"Akhirnya ya mas, doa kita dikabulkan," kata Melati dengan air mata.
David dan Melati sangat senang karena Tuhan mempercayakan mereka seorang anak lagi.
(Tamat)
Dan untuk Viona, dia telah diusir oleh Daniel sehingga dia menjadi seorang tunawisma yang tak tau kemana harus tinggal.
Bau perselingkuhan Daniel dan Viona telah tercium oleh istri Daniel sehingga meminta Daniel untuk memilih, tentu Daniel memilih istrinya karena semua aset yang dimiliki Daniel adalah milik istrinya.
Dengan tangis penuh penyesalan, Viona pergi dari rumah Daniel yang dibeli dari uang istrinya, dia kini baru menyadari semuanya, berapa berartinya Reza.
Lagi-lagi penyesalan selalu datang di akhir, yang membuat jiwa semakin tersiksa.
"Maafkan aku mas," kata Viona.
Jelas kata maaf tidak akan menyelesaikan semuanya, luka yang sudah tertoreh tetap ada bekasnya.
Apakah Reza mau menerima Viona kembali????
Sehat dan semangat berkarya author...
Good job 😘😘