Niken Asmara,gadis manis berusia 18 tahun.Harus mengubur cita citanya untuk kuliah karena mengalami kesulitan ekonomi.Dia melamar kerja sebagai ART dirumah keluarga Baskoro,keluarga paling kaya di Jawa Barat.
Dirumah itu,Niken bertemu dengan Julian Baskoro,putra tunggal Tuan Baskoro.Pria tampan berusia 30 tahun yang berprofesi sebagai seorang pengusaha.
Julian hobi bergonta ganti pacar,dia seorang playboy kelas kakap yang lihai memainkan hati perempuan.Sifat nakalnya itu muncul setelah dia diselingkuhi oleh kekasihnya sendiri.
Diam diam,Tuan Baskoro memiliki rencana untuk menjodohkan Niken dengan Julian.Dia menganggap Niken adalah calon istri terbaik untuk Julian.
Bagaimanakah kelanjutan kisah Niken dan Julian?
Apakah rencana Tuan Baskoro untuk menjodohkan mereka berdua membuahkan hasil?
Follow IG : Fatmawati 1472
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoungLady, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
...🍂🍂🍂Happy reading🍂🍂🍂...
Sore itu Julian pulang sedikit terlambat,membuat Niken merasa sedikit cemas dan khawatir.Terlebih pria itu tidak menelfon kerumah dan memberinya kabar terlebih dahulu.
"Lain kali kalau pulang telat kabari rumah ya,jadi aku tidak khawatir,"pinta Niken.
"Iya,"sahut Julian malas.
Wajahnya terlihat lesu,sepertinya dia sedang kelelahan karena sesuatu.Tanpa diminta,Niken langsung menyiapkan air hangat untuk Julian mandi.
Saat Julian mandi,Niken diam diam menemui Bruno.Dia menanyakan dari mana saja mereka sampai mereka berdua pulang terlambat kerumah.Tapi sayang,Bruno tidak mau bicara.Seolah dia tidak mau dimarahi oleh Julian.
Jelas sekali Julian telah mengancam Bruno,kini dia hanya bisa mengandalkan kemampuannya sendiri untuk mencari tau.
Saat makan malam,Julian terlihat begitu bersemangat.Hari itu Niken memasak makanan favoritnya,sudah lama wanita itu tidak melakukannya.
"Besok sore jangan pulang terlambat ya,aku mau minta ditemani ke Dokter,"
"Mau apa pergi ke Dokter?"
"Melihat perkembangan anakmu,besok jadwalnya USG,"
"Aku tidak bisa janji,tapi aku akan usahakan untuk pulang cepat."Julian menyunggingkan senyum manis.
Kring...Kring...Kring...
Ponsel Julian berdering,dia mengangkat telpon itu dan pergi menjauh dari Niken.Meski kesal,Niken tidak berani protes.Dia tidak mau Julian marah kepadanya.
Niken tidak boleh terus menerus berburuk sangka pada suaminya,hal itu akan berdampak buruk untuk janin yang sedang dia kandung.Sebisa mungkin,Niken akan berpikir positif dan menghempaskan segala pikiran negatif.
Selesai makan,Julian dan Niken pergi ke kamar.Niken menawarkan diri untuk memijat punggung Julian,dengan senang hati Julian menerima tawaran menarik dari istrinya itu.
"Tolong lebih kuat lagi,"
"Tidak bisa,segini sudah mentok.Kulitmu sangat keras,seperti kulit badak saja!"
"Hey,itu bukan kulit.Tapi otot,lagi pula kamu menyukai yang keras keras bukan?"Julian tertawa.
"Apaan sih,tidak jelas deh,"Niken sedikit menahan senyum.
Malam itu keduanya saling menggoda,sudah seperti pasangan pengantin baru yang sedang dimabuk asmara.
*****
Bruno terus memandangi potret Citra yang digantung di dinding kamar tidurnya.Foto itu sengaja dicetak dalam ukuran besar agar Bruno bisa puas memandangnya jika sedang dilanda demam rindu.
Tidak ada yang tau kalau Bruno dan Citra menjalin hubungan asmara.Baik itu Julian,Niken atau Pak Baskoro sekalipun.Bruno sengaja merahasiakan hubungan mereka karena merasa belum siap mental menanggung beban yang mungkin terjadi.Seperti penolakan dan lain sebagainya.
Bagaimanapun,Bruno adalah seorang babu sementara Citra adalah seorang Nona muda.Status sosial mereka jauh berbeda bak langit dan bumi.Jika keberuntungan meliputi hidup Niken,belum tentu keberuntungan mau meliputi hidup Bruno.
Pagi hari,Niken mengetuk pintu kamar Bruno.Dia kesal karena pria itu bangun kesiangan,padahal dia tidak pernah bangun kesiangan sebelumnya.
Bruno membuka pintu,dia mengucek ngucek mata sambil menguap kecil.
"Bruno,sudah jam berapa ini?Kenapa jam segini kamu belum bangun?"Omel Niken.
"Maaf,semalam saya tidak bisa tidur,"
"Cepat mandi,Julian sudah menunggu kamu didepan,"
"Iya Non,"
Bruno hendak menutup pintu lagi,tapi Niken menahan dengan tangannya.
"Ada apa Nona?"Tanya Bruno.
"Itu foto Citra kan?"Niken menunjuk kesatu arah.
"Ah,iya.."
"Kalian berdua,jangan jangan,"
Bruno meringis,hal itu menjadi tanda kalau yang dituduhkan Niken adalah benar.
"Apa Julian tau soal ini?"
"Tidak,"
"Kamu tenang saja,dia tidak akan peduli pada hal hal receh seperti ini.Lagi pula hubungan mereka tidak dekat,"
"Iya Nona."
Niken berlalu pergi,dia menemui Julian yang tengah menunggu Bruno di kursi teras depan.Wajah pria itu nampak kesal,hari ini dia akan datang terlambat ke tempat kerja.
"Dia sudah bangun?"Tanya Julian.
"Sudah,sedang mandi,"
"Tumben dia telat bangun,apa dia sedang tidak enak badan?"
"Tanyakan saja sendiri padanya.Ini baru pertama kali dia telat bangun bukan?Jangan terlalu galak padanya!"Pesan Niken.
"Perhatian sekali pada Bruno,"sindir Julian pedas.
"Perhatian?Aku hanya tidak mau kamu dikatai galak oleh pegawai sendiri,"
"Iya,aku tidak akan memarahinya.Tapi aku akan memotong bonus bulanannya,"Julian meringis.
Bersambung...