Pria itu benar-benar tidak menyangka jika satu malam itu berhasil membuat Vior mengandung anaknya.
Pernikahan yang didasari atas kesalahan apakah akan bertahan lama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ding-dong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku ikut kamu aja,
"Iya, iya, kita bagi dua aja yah, sebagian mirip aku dan sebagian mirip kamu biar adil," ucap Prince.
"Nggak mau, maunya anak aku nanti tingginya kayak kamu, tapi imutnya kayak aku," ketus Vior benar-benar kekanakan tapi entah kenapa Prince bukannya marah justru tertawa, sepertinya semenjak dia mulai jauh lebih dekat dengan Vior tawanya semakin sering terlihat dan Prince merasa lebih bahagia dari sebelumnya.
Sebelah tangan Prince menarik pelan wajah Vior untuk menatapnya.
"Katanya mau cium masih mau atau udah nggak berlaku nih?" tanya Prince.
"Ih mau, tapi kalau Mama tiba-tiba masuk ke sini gimana?" tanya Vior.
"Udah nggak apa-apa, kamu kan istri aku jadi nggak ada yang ngelarang aku mau cium kamu," lantas Prince menarik tengkuk Vior, mendaratkan ciuman yang istri kecilnya ini minta, entah kenapa tapi Prince suka, mulai menyukai kegiatannya dengan Vior, seolah apa yang membuat mereka menikah adalah hal yang memang ditakdirkan untuk membuat Prince bahagia.
Cukup lama sampai Vior menarik diri, mengatur nafasnya, ibu jari Prince mengusap permukaan bibir Vior yang basah, tersenyum samar karena Vior mulai pandai bermain mengimbangi permainan.
"Udah nggak malu lagi kan?" tanya Prince.
Vior tersenyum menarik kedua sudut bibir yang tipis berisi sebelum mengangguk pelan, Vior kembali memeluk leher Prince, menyembunyikan wajahnya di balik ceruk leher Prince menghirup aroma wangi dan nyaman yang ada di sana.
Tangan Prince mengusap bahu Vior.
"Kamu ngantuk?" tanya Prince.
Vior mengangguk pelan.
"Tapi kata Mama orang hamil nggak boleh tidur sore dan ini kan udah mau maghrib, kamu temenin aku begini aja yah, pekerjaan kamu lanjut nanti malam lagi nggak apa-apa kan?" tanya Vior.
"Iya nggak apa-apa, lagian aku juga nggak sibuk banget kok," Prince kembali mengusap bahu Vior, masih belum sepenuhnya menyangka jika gadis mungil nan imut ini adalah istrinya, Prince merasa seperti punya adik dan istri sekaligus.
"Vior," ucap Prince.
"Hm?"
"Kalau anak kita nanti lahir cewek kamu mau kasih nama apa?" tanya Prince.
"Kamu aja yang kasih nama, tapi apa kamu yakin anak ini nanti lahir cewek?" Vior mengurai pelukan beralih menatap wajah Prince yang hangat meneduhkan.
"Kemarin aku lupa bilangin kamu, Mama bilang sama aku supaya kita coba USG untuk lihat jenis kelamin anak ini, menurut kamu gimana?" tanya Vior.
Prince menggeleng, menarik pelan kepala Vior untuk bersandar di bahunya.
"Aku nggak mau lihat jenis kelamin anak kita, biar itu jadi kejutan pas dia lahir," ucap Prince.
"Tapi Mama bilang dia penasaran sama cucunya," ucap Vior lagi.
"Udah nggak apa-apa, Mama pasti bisa ngerti, lagian mau cewek atau cowok yang lahir nanti, Mama pasti akan suka cita menyambut cucunya," jawab Prince.
"Oh ya, setelah anak ini lahir nanti, kamu aku ajak pindah ke Jakarta nggak apa-apa kan? aku pasti akan jarang pulang ke Bandung karena pekerjaan di sana banyak, belum lagi aku nggak mau jauh dari kamu dan anak yang belum lahir ini, aku pengen tiap hari lihat wajah kamu dan baby sampai dia besar dan bisa memanggil aku Papa," ucap Prince.
"Aku ikut kamu aja, kata ibu sebelum meninggal wajib hukumnya seorang istri mengikuti suami apalagi untuk tinggal bersama, jadi aku ikut kamu di Bandung ataupun di Jakarta," jawab Vior, matanya menyipit menahan kantuk berusaha tidak tidur saat sore.
makan tuu cinta, mamposss sekalian sorry thor aq kesel sama si prince
next Thor,,,