Karena tuntutan hidup, Green harus menerima tawaran pekerjaan untuk menjadi seorang asisten rumah tangga. Green yang malang tidak tahu jika dia sedang bekerja pada orang yang telah memecatnya beberapa hari yang lalu. Dia adalah Anyer, pria yang sering bergonta-ganti pasangan setiap malamnya. Mampukah Green bertahan untuk mengahadapi majikan yang selalu menguji kesabarannya?
Ikuti terus kisah cerita Green dan Anyer ❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teh ijo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hasrat Tuan Majikan | 28
“Biru!” panggil Anyer saat Biru baru saja mematikan mesin mobil, karena telah sampai di tempat pemarkiran mobil.
"Ya Tuan, ada apa?” Biru langsung menoleh kebelakang.
“Apakah Green pernah berpacaran?” tanya Anyer dengan ragu-ragu.
“Pacar?” cicit Biru. Seketika Biru langsung menarik kedua garis bibirnya. “Sepertinya Tidak pernah Tuan. Selama ini Green tidak tertarik untuk pacaran, karena didalam otaknya hanya ada duit untuk biaya kuliah dan juga biaya hidup kami. Green itu pekerja keras, bahkan sebelum kerja disini, Green sempat berkerja di sebuah hotel. Tapi entah masalah apa yang telah dibuatnya sehingga dia dipecat,” ujar Biru panjang lebar.
“Aku tidak butuh ceritamu. Sudahlah, buka pintunya sekarang, aku mau turun!”
“Oh ... Baik, Tuan.” Dengan secepat kilat, Biru turun dari mobil dan bergegas untuk membukakan pintu majikan. "Silahkan, Tuan.”
***
Satu Minggu telah berlalu ....
Seperti tidak pernah terjadi sesuatu antara Green dan juga Anyer. Bahkan Green bersikap biasa saja ketika membereskan kamar majikannya. Namun, dada Green akan terasa sesak saat harus merapikan tempat tidur yang telah menjadi saksi bisu atas tragedi malam itu.
“Green, lupakan semuanya! Anggap tak pernah terjadi apa-apa. Lo harus kuat biar bisa cepat keluar dari kandang buaya ini.”
Sudah menjadi tanggung jawab Green untuk membersihkan kamar dan menata pakaian milik tuanya sesuai dengan harinya. Baru saja Green ingin keluar, tiba-tiba saja pintu telah dibuka.
Sosok Anyer pun muncul dari balik pintu membuat keduanya sama saling terkejut. Green terheran melihat majikan sudah kembali pulang, padahal baru beberapa jam yang lalu ia meninggalkan rumah.
Tak ada kata yang terucap dari bibir Green. Ia pun berlalu begitu saja sambil membawa keranjang baju kotor untuk di cucinya.
“Kamu enggak kuliah?” tanya Anyer saat dilewati oleh Green.
“Tidak, Tuan,” jawab Green singkat.
“Oh ... ”
Karena tak ada pernyataan lagi, Green pun langsung keluar dengan jantung yang berdebar. Entah karena apa, yang jelas saat melihat wajah majikan tiba-tiba saja bayangan malam itu muncul begitu saja.
"Green, apakah Tuan Anyer baik-baik saja?” Baru saja menghela napas lega, tiba-tiba Green diterkejutkan oleh sosok madam Re yang telah berada di depan.
“Memangnya tuan Anyer kenapa, Madam?” tanya Green dengan heran.
“Kata Biru Tuan demam, makanya beliau memilih pulang lebih awal untuk beristirahat. Kamu enggak tahu?”
Green menggelengkan dengan pelan, karena ia memang tidak tahu apa-apa. “Enggak tahu, Madam.”
“Astaga, Green! Jadi kamu ngapain dari dalam sana? Peka dikit dong jadi pelayan. Gimana sih! Udah sana ambil Paracetamol dan kompres tuan Anyer!” titah madam Re yang mengkhawatirkan keadaan majikannya.
“Tapi Green mau nyuci baju kotor ini, Madam,” ujar Green sambil menunjukkan keranjang pakaian kotor milik majikannya.
“Enggak usah banyak alasan! Masalah pakaian kotor ini biar dicuci sama yang lain. Yang penting tugas kamu sekarang adalah merawat Tuan Anyer, karena cuma kamu satu-satunya manusia yang diizinkan masuk ke kamarnya.”
Green hanya pasrah saat keranjang pakaian kotornya di ambil paksa oleh Madam Re. Sambil menghela napas kasarnya, green langsung mencari obat penurun demam yang ada di rumah itu.
Tak butuh waktu lama, Green akhirnya kembali ke kamar majikannya. Dilihatnya saat ini Anyer sedang merebahkan tubuhnya di sofa sambil memijat pangkal hidungnya. Saat Green telah mendekat, mendadak Anyer terkejut dengan sosok Green yang muncul dengan tiba-tiba.
“Astaga, Green!” Anyer terkejut dengan kedatangan Green yang secara tiba-tiba.