Dia datang untuk menemui saudara kembarnya tapi kenyataan pahit harus dia terima, saudara kembarnya sudah meninggal dua hari sebelum bertemu dengannya.
Lila meninggal karena kecelakaan, mobil yang dia kendarai masuk ke dalam jurang.
Luna hadir ke dalam keluarga tersebut, dan menyamar menjadi seorang pembantu, dan dia menemukan fakta bahwa saudara kembarnya meninggal tidak wajar. Ada sekelompok orang yang sengaja ingin melenyapkan nya.
Luna marah dan bersiap untuk balas dendam, satu persatu informasi dia dapat dan perlahan dia memberikan hukuman kepada para penjahat tersebut.
Bagaimana Luna membalas mereka semua?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Curiga
"Apa maumu?"
"Hehehehe kau tanya apa mau ku? Apakah kau yakin, kau akan mengabulkan apa permintaanku." ucap Alfian dengan senyum remeh nya.
"Harusnya kau tahu malu ikut campur urusan rumah tanggaku dengan Surya. Kau hanya orang lain dan orang asing." sindir Miranda
"hahahaha...apa aku tidak salah dengar? kau mengingatkan aku akan posisi ku, oke benar aku hanya orang asing untuk Surya karena aku adalah adik dari Miranti istrinya yang sudah meninggal dunia.
Lalu kau siapa? kau juga tidak ada hubungannya dengan ini, karena kau juga orang asing. Jika Surya tidak menikah denganmu, Kau bukan apa-apa di sini, dan ingat rumah dan perusahaan itu adalah peninggalan dari kakakku bukan milikmu,"
"Benar dugaan ku jika kau kembali hanya untuk merebut perusahaan itu, ingat jika kau hanyalah anak pungut sama sepertiku." ucap Miranda.
"Setidaknya aku berjuang untuk keponakanku, tidak sepertimu yang berniat buruk padanya. Jangan-jangan kau yang telah mencelakai Lila."
"Kau tidak bisa menuduhku tanpa bukti justru aku yang merasa curiga padamu kau ingin mengkambing hitamkan ku dan kau ingin cuci tangan tapi sebenarnya kau sendiri yang telah mencelakai keponakanmu untuk menguasai hartanya,"
"Hahahaha, aku tidak selicik itu, pergilah dan lihat putri Mu, jaga dia jangan sampai dia bunuh diri karena pria itu tidak mau bertanggung jawab menikahinya."
"Kau!!!" Miranda sangat marah wajahnya merah padam dan tangannya tak kelaparan siap untuk memaki dan menghajar Alfian tapi dia sadar Alfian bukanlah tandingannya.
Jadi dia memilih diam dan berlalu dari sana sambil menahan kekesalannya.
Alvian tersenyum penuh kemenangan. Dia baru saja mendapatkan informasi tentang kehamilan Rena, dan dia juga terkejut setelah mengetahui jika yang menghamilinya adalah Regan kekasih dari Lila.'Permainan semakin menarik dan aku sangat senang melihatnya,' guman pria itu.
deeeeert
derrrrt..
Ponsel pria itu berdering, dengan cepat dia mengangkatnya.
"Ya halo, apa yang kamu dapat?* tanya Alvian tidak sabar
" Tuan, kami mendapatkan informasi jika nona Rena mengalami keguguran."
"Oh ya? itu berita bagus, ada lagi?"
"Maaf tuan, ada yang melihat nona Lila berkeliaran di sekitar taman dua hari yang lalu. Tapi kami belum menemukan nya, padahal sudah dua hari ini kami menyisir tempat itu."
" Apa kamu tidak salah lihat?"
"Tidak tuan, dia bilang dia yakin sekali itu nona lila."
"Baiklah, cepat lakukan penyisiran, aku tunggu hasilnya satu kali dua puluh empat jam."
"Baik tuan."
Tut... Alfian mematikan ponselnya dan meletakkannya kembali ke atas meja.
Kemudian dia mengambil teh hangat diatas meja dan menyeruputnya, dia menikmati rasa hangat yang menjalar masuk dari tenggorokan menuju perutnya.
"Lila di manapun kamu berada, Om pasti akan menemukanmu dan Om akan membantumu membalas dendam kepada nenek sihir ini dan juga anaknya. Jadi kamu yang akan menguasai seluruh harta kekayaan ibumu. Dan meneruskan nya." ucap Alvian
"apa jangan-jangan yang mereka lihat itu adalah Luna dan mereka salah sangka?" batin Alvian yang tiba-tiba teringat akan Luna yang sangat mirip dengan keponakannya.
"Apa aku gunakan saja Luna untuk berpura-pura menjadi Lyla dan mengambil alih semuanya. Perusahaan, butik, kafe dan juga beberapa salon kecantikan."
Sedari tadi Lila hanya mengintip di belakang pintu gadis itu mendengarkan pertengkaran Miranda dengan pamannya.
"Siapa yang harus aku percaya? dan apakah om Alvian Itu tulus ingin membantuku?"tanya Luna pada dirinya sendiri.
"Tapi mengapa hati kecilku meragukannya? ke mana Om Alfian selama ini? dan mengapa dia baru kembali sekarang Jika dia benar menyayangiku harusnya sejak dulu dia sudah membantuku."
othor fokus 1 novel aja spy g salah, yg baca jd bingung & byk typo lho SMP part ini
hpmu jgn lupa diambil, lumayan merekam smua obrolan bs jd bukti
skip" obrolan pas nenek lampir & anak'a
siapa hayo yg kepoin Luna...