Kisah gadis polos bernama Kania dengan seorang laki-laki yang Kania anggap sebagai monster karena memiliki banyak memar di wajah.
Jangan lupa add Facebook Author ya : Helly IV
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defina Rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Honeymoon
***
Percepat.
Tak terasa, waktu bulan madu Daniel dan Kania telah tiba.
Tampak di pagi itu, pasangan suami istri yang baru menikah beberapa hari yang lalu tengah berpamitan kepada semua anggota keluarga.
"Hati-hati di jalan ya, Sayang. Semoga honeymoon kalian lancar dan membuahkan hasil," ucap Mrs Saras sembari memeluk Daniel dan Kania secara bergantian.
"Iya Mom. Makasih doanya ya Mom," ucap Daniel, yang langsung direspon anggukan kepala dari Mrs Saras.
"Sukses ya, Nak." Kali ini Mr Austin yang memberikan doa untuk Daniel dan Kania.
"Iya Daddy, makasih ya," ucap Kania dengan senyum manisnya.
"Ehem."
Tiba-tiba Bella berdehem. Hal itu tentunya membuat Daniel dan Kania langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah Bella.
"Ciee yang mau honeymoon. Semoga berhasil ya Kakak-Kakakku," ucap Bella seraya memeluk Daniel dan Kania secara bergantian.
"Iya Bell, makasih ya," ucap Kania, dan langsung direspon anggukan kepala dari Bella.
"Duh, roman-romannya bakal lebih ga*1rah nih dari malam pertama," ucap Bella frontal.
Mendengar hal itu, Daniel langsung menoyor pelan kepala Bella. "Dasar otak m3sum!" cibir Daniel.
"Biarin. Wle," ledek Bella, sekilas menjulurkan lidahnya ke arah Daniel.
"Sudah-sudah, lebih baik kalian berangkat sekarang! Nanti keburu pesawatnya take off lagi!" seru Mrs Saras pada Daniel dan Kania.
"Oke Mom, kami berdua berangkat ya," ucap Daniel sembari menggenggam erat tangan Kania.
"Yasudah, hati-hati ya kalian!" ucap Mr Austin.
Tanpa babibu, Daniel dan Kania langsung bergegas masuk ke dalam mobil.
Skip.
Pesawat yang ditumpangi Daniel dan Kania kini telah lepas landas. Terlihat keduanya tengah menikmati perjalanan mereka menuju Bali.
"Duhh, kenapa jantung Kania jadi deg-degan gini ya. Padahal kan cuma honeymoon doang," ucap Kania dengan ekspresi wajah cemas tak terkontrol.
Daniel yang mendengar hal itu, tentu saja tertawa. "Hahaha, mungkin kamu takut peranin peran w0man on t0p kali Sayang," goda Daniel seraya tersenyum nak4l.
"Hah? W0man on t0p? W0man on t0p itu apa Kak?" tanya Kania penasaran.
"Nanti juga kamu akan tau," timpal Daniel dengan berbisik di telinga Kania.
***
Di sinilah Daniel dan Kania berada. Di Six Sense Uluwatu Bali, tempat di mana mereka akan menghabiskan waktu berbulan madu.
"Woah, bagus banget Kak tempatnya!" kagum Kania dengan mata berbinar-binar saat melihat secara langsung resort mewah yang terbentang luas dengan berbagai puluhan fasilitas menarik.
"Bali memang terkenal dengan tempat-tempat yang bagus Sayang. Dulu waktu kecil aku sering berlibur juga ke Bali bareng keluarga," ucap Daniel seraya merangkul bahu Kania dengan erat.
Seketika saja raut wajah Kania berubah menjadi sendu. "Kakak beruntung ya, sejak kecil bisa diajak berlibur sama keluarga. Ga kayak Kania, yang sejak kecil selalu dikurung di rumah sama Mommy Milla," lirih Kania dengan kepala tertunduk.
Daniel yang mendengar hal itu tentu saja terkejut. "Jadi waktu kecil kamu ga dibolehin keluar sama Mommy tiri kamu?" tanya Daniel.
Kania mengangguk pelan. "Iya Kak. Itupun kalo keluar rumah cuma sekolah doang."
'Sudah kuduga,' batin Daniel sembari menahan rasa geram.
Pantas saja Istrinya itu lugu, ternyata Milla yang menjadi penyebab utamanya.
"Sayang!" Daniel perlahan mengangkat dagu Kania agar mau menatapnya.
"Kamu percaya padaku kan?" tanya Daniel seraya menangkup kedua pipi Kania dengan lembut.
Cepat-cepat Kania pun mengangguk.
"Aku berjanji akan memberimu kebahagiaan yang belum pernah kamu dapatkan sejak kecil. Kamu ingin berlibur bareng keluarga kan?"
Kania kembali mengangguk.
"Nanti kita akan berlibur. Tapi sekarang kamu harus senyum ya. Masa di hari honeymoon kita kamu sedih sih, kan ga seru," ucap Daniel di akhiri dengan mengerucutkan bibirnya.
Lantas Kania terkekeh saat melihat ekspresi cemberut sang Suami. "Yaudah, Kania senyum nih Kak. Tuh lihat, senyum kan?"
Kania mulai menunjukan senyum termanisnya pada Daniel.
"Nah gitu dong. Ini baru namanya Istri Daniel Sebastian Leonardo," ucap Daniel seraya mencubit pipi Kania dengan gemas.
"Hihi." Kania hanya menunjukan sederet giginya yang putih.
Setelah itu, Daniel menarik lembut tangan Kania menuju ke dalam resort.
***
"Selamat menikmati waktu bulan madunya Tuan dan Nyonya. Jika ada perlu apa-apa, segera hubungi kami," ujar Resepsionis seraya menangkupkan kedua tangannya di depan Daniel dan Kania.
"Iy, terimakasih ya."
"Terimakasih kembali, Tuan. Kalau begitu saya permisi dulu."
Setelah resepsionis itu pergi, Daniel langsung menarik pinggang Kania agar lebih dekat dengannya.
"Aku ingin makan," ucap Daniel dengan suara paraunya.
"Yaudah makan aja Kak. Di tempat ini ada restorannya kan."
"Maksudnya itu aku ingin makan kamu," bisik Daniel.
Mendengar hal itu, Kania langsung melototkan mata. "Sutt, jangan bahas itu dulu. Ini masih siang Kak," protes Kania.
"Terus jalan-jalan ke surga dunianya kapan?" tanya Daniel dengan wajah cemberut.
"Nanti malam Kak Daniel," jawab Kania seraya mencubit pipi Daniel dengan gemas.
"Janji ya nanti malam?" tanya Daniel memastikan.
"Iya Kak, Kania janji."
***
Sore harinya ...
"Kita mau ke mana Kak?" tanya Kania saat tangannya ditarik lembut oleh Daniel menuju suatu tempat.
"Berenang!" timpal Daniel.
Mendengar hal itu, Kania langsung terkejut. "Kania ga bisa berenang Kak," ucap Kania terus terang.
"Nanti aku ajarin, Sayang," ucap Daniel.
"Tapi Kak ..." Kania memilih untuk tidak melanjutkan ucapannya. Karena jika ia menolak, pasti Daniel akan menyebut kata dosa.
Skip.
Di Kolam Renang.
"Kak, tunggu dulu!" Kania menahan diri saat Daniel hendak menggendongnya.
"Kenapa Sayang?" tanya Daniel.
"Kania belum ganti baju Kak," timpal Kania.
"Ohh iya lupa. Yaudah, kamu ganti baju dulu gih!" seru Daniel.
Kania mengangguk. Lalu tanpa babibu, Kania bergegas ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya.
Selang beberapa menit...
Kania kembali ke area kolam dengan mengenakan swimsuit bik*in1.
"Kak!" panggil Kania usai melihat sang Suami sedang menyelam di dalam kolam.
Tak lama setelah itu, Daniel memunculkan diri ke permukaan air.
"Iya Say--yang..." Daniel seketika dibuat bungkam dengan keindahan tubuh istrinya yang memakai bik*in1 se*xy.
"Ke--kenapa Kak? Baju renangnya aneh ya?" tanya Kania saat menyadari sorotan mata Daniel tertuju pada tubuhnya.
"Ga aneh kok, malah keliatan se*xy," jawab Daniel dengan mengedipkan satu matanya.
Kania tersenyum canggung. Entah kenapa saat melihat air kolam, keberanian Kania langsung menciut.
"Kemarilah!" seru Daniel.
"Eumm, Kania takut air Kak," cicit Kania seraya menggigit bibir bawahnya.
Sekilas Daniel tersenyum. Setelah itu, ia keluar dari kolam dan menghampiri Kania.
"Kakak mau apa?" tanya Daniel saat Daniel tiba-tiba menggendong tubuhnya.
"Bukannya kamu gak bisa renang, Sayang?" tanya Daniel.
"Iya emang gak bisa Kak. Kania--"
"Yaudah, sekarang aku ajarin," potong Daniel dan langsung berjalan ke pinggir kolam.
"Kania takut Kak," cicit Kania sembari mencengkram kuat tengkuk Daniel.
"Jangan takut Kania. Kan ada aku," ucap Daniel dengan menaik-naikan kedua alisnya.
"Tapi Kak-- Ha! Kakak, jangan dilepas Kak. Jangan dilepas..." panik Kania seraya mempererat lingkarannya pada leher Daniel saat lelaki tampan itu dengan jahil melepas tangan dari punggungnya.
Daniel sekilas terkekeh. Setelah itu, ia menahan punggung Kania kembali. Lalu bersiap untuk meloncat.
"Ayo Sayang, kita berenang bersama!"
"TIDAKKK ..." jerit Kania. Dan...
Byurrr!
"Hmm..." Refleks Kania langsung menutup mata rapat-rapat sembari menahan napas saat merasakan dirinya sudah berada di dalam air.
Melihat hal itu, Daniel kembali terkekeh. Ia benar-benar gemas dengan ekspresi takut Istrinya.
Karena tak ingin membuat Kania merasa sesak, Daniel langsung membawa sang Istri ke permukaan air.
"Uhukkk ... uhukkk..." Kania mulai batuk-batuk.
"Sayang, kamu ga papa?" tanya Daniel.
"Huaaa! Kak Daniel jahat! Kenapa Kakak malah nenggelamin Kania? Kakak mau bun*uh Kania?" tanya Kania sembari menangis histeris.
"Syut, Sayang ... jangan nangis. Aku beneran ga ada niat nenggelamin kamu. Tadi aku cuma ingin kamu terbiasa aja dengan air," jelas Daniel.
Saat ini Daniel tidak bisa menghapus air mata Kania karena kedua tangannya sedang menggendong tubuh mungil sang Istri.
"Bohong! Hiksss ..."
"Aku ga bohong, Sayang. Beneran!" ucap Daniel berusaha meyakinkan Kania.
Tak selang lama, Kania mulai berhenti menangis. Ia merasa perkataan Daniel tidak menunjukan adanya kebohongan.
"Mau coba turun hm?" tanya Daniel.
Kania menggeleng pelan. "Ga mau, airnya dalam."
"Ga dalam Sayang. Dangkal kok. Cobain ya!" bujuk Daniel.
Kania perlahan mengangguk. Bersamaan dengan itu, Daniel mulai menurunkan setengah tubuh sang Istri ke dalam kolam.
"Hmm, takut," cicit Kania seraya menggenggam erat tangan Daniel setelah merasakan kedua telapak kakinya belum menemukan sesuatu untuk dipijak.
"Jangan tegang Kania! Sekarang coba buka matamu dan lihat ke bawah!" seru Daniel dengan nada lembut.
Awalnya Kania menggeleng tidak mau. Tapi karena penasaran, akhirnya Kania memberanikan diri untuk membuka mata dan melihat ke bawah.
"Tuh lihat, dangkal kan?"
"Iya juga sih Kak."
"Coba pijakan ke bawah!" seru Daniel.
Menurut! Kania langsung memijakkan telapak kakinya ke atas keramik. Dan tak disangka, tinggi air kolamnya hanya sebatas dadanya.
"Gimana? Apa masih takut?" tanya Daniel memastikan.
"Sedikit Kak," jawab Kania seraya memutar tubuhnya menghadap ke arah Daniel.
"Yaudah, belajar berenangnya nanti aja ya. Sekarang kamu biasakan diri aja dulu!" ucap Daniel, yang langsung direspon anggukan kepala dari Kania.
Bersambung
ini kania emang gak tau apa apa atau gimana kk. ko lugu ya kebangetan
lo ketemu sama orang jahat gimana coba....