Di dunia ini hanya yang kuatlah yang berkuasa dan yang lemah hanya menjadi pion, oleh sebab itu aku harus menjadi yang terkuat agar bisa membuat seluruh dunia berada di bawah kendali ku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arisky wa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 33.Pusat Kota
Beberapa jam telah berlalu setelah Feng Ying pulang ke rumah dari tempat pelatihannya, Feng Ying kini sedang duduk di kamarnya dan melihat album foto masa kecilnya.
Tidak pernah terpikirkan oleh Feng Ying bahwa ia akan bisa mengalami masa kecil yang sangat berkesan dalam hidupnya, karena ia saat itu sudah menjadi seorang Dewa yang suka dengan pertarungan.
Feng Ying juga kini sudah mencapai pencapaian yang luar biasa dengan menjadi pendekar tingkat Bumi termuda sepanjang sejarah melampaui ayahnya.
Namun di mata Feng Ying pencapaian itu tidak berarti,karena standar Feng Ying masih dengan standar kehidupan pertamanya.
Feng Ying kemudian turun ke lantai bawah dan ingin meminta ijin untuk berkeliling kota, agar bisa mengenal kota Naga.
Saat di lantai satu, Feng Ying tidak melihat Long Fei maupun Feng Jia Li, Feng Ying kemudian bertanya kepada seorang pelayan yang sedang membersihkan ruang tamu.
"Dimana ayah dan ibu, kenapa mereka tidak ada di kamar?"
Tanya Feng Ying kepada pelayan wanita itu.
"Tuan muda, nyonya dan tuan besar sedang pergi menuju kediaman utama karena ada acara penting"
Jawab pelayan wanita itu dengan malu malu.
Feng Ying tidak terganggu dengan tingkah pelayan itu karena ia sudah terbiasa dengan hal itu, biasanya pelayan dan pendekar wanita yang masih muda akan bersikap seperti pelayan tadi karena wajah Feng Ying yang rupawan.
Feng Ying kemudian meminta pelayan itu agar menitipkan pesan kepada Feng Jia Li dan Long Fei ketika kembali.
"Aku akan pergi berkeliling kota, jadi tolong sampaikan kepada ayah dan Ibuku"
Ucap Feng Ying sambil sedikit menggoda pelayan itu.
Pelayan muda itu hanya bisa mengangguk dan tersipu malu ketika Feng Ying mencubit pipi pelayan muda itu,Feng Ying kemudian pergi di antar oleh sopir yang ada di kediaman Long Fei.
"Untungnya semua pelayan di rumah ini masih muda dan cantik, jadi jika aku bosan bisa sedikit bermain dengan mereka"
Batin Feng Ying dengan senyum cabulnya.
Feng Ying kemudian pergi menuju pusat kota yang menempuh satu jam perjalanan dari kediaman Long Fei, Feng Ying berniat untuk lebih mengenal kota Naga, karena ia selama lima tahun hanya sibuk berlatih meningkatkan kekuatannya.
Setelah satu jam perjalanan, Feng Ying akhirnya sampai di pusat kota, ia turun dari mobilnya di dekat taman anak anak, Feng Ying kemudian meminta supirnya untuk kembali ke kediaman Long Fei.
"Kembalilah, aku akan pulang sendiri nanti"
Ucap Feng Ying kepada supirnya.
"Baik tuan muda"
Jawab supir itu kemudian pergi meninggal Feng Ying.
Feng Ying melihat sekitar yang cukup ramai, karena hari sudah malam, banyak remaja dan orang dewasa yang berada di sana, Feng Ying belum cukup terkenal karena ia baru muncul di hadapan publik satu kali saat portal tingkat Bumi muncul.
Banyak tentara dan pendekar yang berlalu lalang di kota itu membuat keamanan di kota Naga sangat terjamin.
Ia kemudian berkeliling tanpa arah mencari hal hal yang menarik untuknya, setelah beberapa saat berkeliling, Feng Ying menemukan sebuah pasar modern yang menjual berbagai macam makanan.
Karena Feng Ying suka makanan, ia kemudian masuk ke dalam pasar untuk mencari makanan yang terlihat enak, di sana juga ada meja dan bangku untuk para pembeli menyantap hidangan dengan nyaman.
Hampir semua orang yang berada di sana pergi bersama orang yang mereka kenal, jadi mereka bisa mengobrol dan bercanda dengan bebas.
"Sial, aku akan meminta seorang pelayan untuk menemani ku berkeliling kota"
Batin Feng Ying sambil menelfon pelayan yang ada di rumahnya.
Setelah menelfon pelayan untuk menemaninya, Feng Ying duduk di bawah pohon pinggir jalan agar bisa dengan mudah bertemu orangnya.
Feng Ying menunggu sambil menikmati pemandangan orang orang yang sedang berada di kota, meskipun sesekali ia mengumpat karena ia menunggu cukup lama.
Setelah cukup lama menunggu, pelayan yang Feng Ying hubungi akhirnya sampai, pelayan itu segera meminta maaf karena membuat Feng Ying menunggu lama.
"Tidak apa-apa, kau lebih tau tentang kota ini, jadi tunjukan kepada ku tempat-tempat yang menarik"
Ucap Feng Ying meminta pelayan menuntunnya.
Mereka berdua kemudian masuk ke pasar untuk membeli cemilan karena Feng Ying memintanya menunjukan cemilan yang enak.
Pelayan itu kemudian pergi mengantri dan Feng Ying menunggu di tempat duduk tak jauh dari penjual cemilan.
"Kenapa dia pergi kemari masih menggunakan pakaian pelayan"
Batin Feng Ying sambil mengamati pelayannya dari tempat duduk.
Tak lama kemudian pelayan itu membawa beberapa cemilan yang Feng Ying minta, Feng Ying kemudian menyuruh pelayannya ikut memakan cemilan bersamanya.
"Saya tidak layak makan bersama tuan muda"
Ucap pelayan itu sambil menundukkan Kepalanya.
"Jangan membantah ku"
Ucap Feng Ying sambil menawarkan cemilan.
Pelayan muda itu dengan ragu mengambil cemilan yang Feng Ying tawarkan, ia kemudian duduk dan makan bersama Feng Ying.
"Saat bersantai... anggap saja aku teman mu"
Ucap Feng Ying sambil menikmati cemilan, pelayan itu hanya menganggukkan kepala karena ia tidak boleh menolak perintah Feng Ying.
"Selanjutnya kita akan ke mana?"
Tanya Feng Ying kepada pelayannya.
"Yang terdekat dari sini adalah pusat perbelanjaan, jadi jika tuan muda mau kita akan pergi ke sana"
Jawab pelayan Feng Ying.
Feng Ying pun mengangguk setuju jika mereka akan pergi ke pusat perbelanjaan,mereka kemudian menghabiskan cemilan mereka dan kemudian pergi ke pusat perbelanjaan dengan berjalan kaki.
Setelah mereka sampai di pusat perbelanjaan yang super megah itu, Feng Ying segera masuk ke dalam karena ia juga sedang ingin menghamburkan uang.
Setelah cukup lama berkeliling, Feng Ying tidak menemukan sesuatu yang menurutnya menarik, ia kemudian melirik ke arah pelayannya yang selalu mengikuti Feng Ying.
"Ada yang ingin kau beli?"
Tanya Feng Ying kepada pelayannya.
"T..tentu tidak tuan muda"
Ucap pelayan itu, kemuning melihat harga barang yang di jual.
Feng Ying pun juga melihat daftar harga yang ada dan baru ingat bahwa gaji pelayan di rumahnya tidak cocok dengan barang-barang yang di jual di pusat perbelanjaan.
"Jangan khawatir, pilih saja beberapa barang yang berguna, juga pilihkan untuk pelayan yang lain, aku akan membayar semuanya"
Ucap Feng Ying sambil menakut nakuti pelayan muda itu agar tidak menolak.
Setelah beberapa saat membiarkan pelayan itu memilih apa yang ia inginkan dan Feng Ying duduk menunggu.
Tak lama kemudian pelayan itu kembali dengan membawa beberapa pakaian musim dingin yang ia pilih untuknya dan pelayan lainnya di kediaman Long Fei.
"Kenapa kau memilih pakaian musim dingin?"
Tanya Feng Ying.
"Sebentar lagi musim dingin, jadi aku memilih ini agar bisa menghangatkan kami ketika berada di luar"
Jawab pelayan itu sambil tersenyum canggung.
Feng Ying kemudian mengecek pakaian itu yang terlihat seperti jaket tebal namun ringan dan bagian dalamnya terasa sedikit hangat, ia kemudian memanggil pelayan yang menjaga toko.
"Apakah ini pakaian musim dingin terbaik kalian?"
Tanya Feng Ying kepada pelayan toko.
"Bukan tuan muda,ini bukan kualitas terbaik"
Jawab pelayan toko dengan ramah.
Feng Ying kemudian mencubit pipi pelayannya karena memilih barang kualitas rendah, ia kemudian meminta pelayan toko untuk membantu pelayannya memilih pakaian musim dingin kualitas terbaik.
Setelah beberapa saat memilih, mereka kembali dengan pakaian dengan kualitas terbaik, dan memberikan kepada Feng Ying untuk mengeceknya.
"Oh tidak buruk, pakaian ini bisa hangat saat musim dingin, dan menyejukan badan saat musim panas,juga sangat ringan seperti kapas, aku ambil ini semua"
Ucap Feng Ying kepada pelayan toko yang membawa beberapa pakaian musim dingin, pelayan itu pun segera menghitung harga semuanya dan Feng Ying membayarnya.
"Tuan muda, kami sangat berterimakasih atas kebaikan mu"
Ucap pelayan itu sambil membukukan badannya merasa sangat berterimakasih.
"Anggap saja itu hadiah untuk kalian karena telah melayani Ibuku dengan baik"
Ucap Feng Ying kemudian mengajak pelayan itu pulang setelah menyimpan barang belanjaannya di cincin penyimpanannya agar tidak susah.
Supir pun menjemput mereka setelah Feng Ying hubungi setelah selesai berbelanja.