Ave Calista adalah seorang single parent dari putra kecilnya yang bernama Aldo berusia 5 tahun. Bekerja menjadi WO milik ibunya di salah satu kota terbesar di USA, New York. Pengalaman masa lalu yang buruk dengan mantan suaminya membuat Ave tidak ingin menikah lagi. Tapi bagaimana kalau dia di tunjuk sebagai WO salah seorang pebisnis wanita dan yang lebih sialnya calon suaminya itu adalah sang mantan suami?
"Austin!! jangan gila!!" seru Ave.
"Hahaha, Ave, kau yang gila! bahkan kau menyembunyikan Aldo dari Ayahnya sendiri!"
Apakah Ave akan membuat pesta pernikahan mantan suaminya dengan wanita lain, sedangkan sang mantan masih tetap mengejarnya dan selalu bersikap posesif?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Navizaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kencan Buta
Happy Reading
Akhirnya libur musim dingin bisa di rasakan oleh Austin, Ave, Caroline dan juga Zack. Keempat orang dewasa itu bersama satu bocah tampan sedang menikmati indahnya salju tebal yang berada di kawasan patung Liberti. Tempatkan lumayan cukup jauh dari tempat tinggal Ave, namun mereka tetap menuju kesana walau udara di ahir bulan Desember cukup dingin.
Mereka naik kapal dari South Ferry Subway dan mengliling pulau dimana terdapat patung yang menjadi ikon kota New York dan juga katanya menyambut jutaan imigran yang datang mencari kehidupan baru di Amerika.
Aldo sudah dua kali ke tempat itu dan melihat keindahan patung Liberti yang sangat terkenal itu. Kedatangan yang pertama saat libur musim panas setahun yang lalu, dan sekarang adalah liburan musim dingin yang begitu sempurna menurut Aldo, dia bisa liburan bersama kedua orang tuanya. Hal yang sangat ia impikan sejak dulu.
Sedangkan Austin memang mengatakan pada Laura bahwa dia akan mengajak Aldo bermain di taman central park, dia berencana membawa Florensia dan juga Laura, tapi Flo mengalami sedikit demam karena perubahan cuaca, akhirnya Laura memilih untuk di rumah menjaga keponakannya.
Namun para orang dewasa lebih memilih untuk liburan ke patung liberty, awalnya Allah itu menolak karena dia ingin pergi ke central Park dan bermain ice skating di sana tapi dengan bujuk rayuan dari Caroline akhirnya Aldo pun menurut.
Setelah puas keliling jalan-jalan, naik perahu dan melihat patung Liberti, akhirnya mereka memutuskan untuk istirahat makan siang. Kelimanya memasuki sebuah restoran yang lumayan cukup ramai karena memang di jam-jam seperti ini pasti banyak orang yang ingin mengisi perut mereka
Drrttt!!
Ave merasakan getaran di saku celananya, dia mengambil ponsel dan melihat sang ibu menelepon.
"Emm,, aku angkat telepon dulu, ya! Al jangan nakal, di sini saja sama Daddy!" ucap Ave ketika melihat Aldo yang ingin beranjak ikut dengannya.
"Baik, Mom!" jawab Aldo lesu.
Zack menatap Austin dan berdehem, dia ingin membicarakan hal ini sebelum semuanya terlambat. "Austin, apa kamu serius dengan Laura? Aku mau bertanya padamu sekali lagi, karena ini adalah kesempatan terakhir masihededa ssb.ddap Zack.
Austin mengerutkan keningnya, "memangnya kenapa?"
"Sebenarnya kami ingin kamu dan Ave kembali bersatu, apalagi ada Aldo, dan waktumu sudah tidak banyak lagi untuk mengambil keputusan, aku tahu kalau kamu masih mencintai Ave," jawab Zack.
"Apa kalian mencoba menggoyahkan pikiran ku? Apa aku harus menjadi pria brengsek lagi?" ucap Austin frustrasi.
Sesungguhnya dia juga semakin bingung dengan hatinya, mungkin memang dia sedang terkena karma hingga membuatnya dilema. Di sisi lain dia tidak mau menyakiti hati Laura yang dengan tulus menerimanya, tapi satu sisi dia ingin bisa bersatu dengan sang putra dan tentunya Mommy dari Aldo juga.
Dia memang harus punya ketegasan dalam memilih.
"Kak, kalau memang kamu memilih untuk bersama Laura, tegaskan sekarang juga di hatimu bahwa kamu akan bahagia hidup dengannya!" seru Carol sambil menggebrak meja.
Hal itu membuat beberapa pengunjung di restoran itu sempat melihat ke arahnya namun hanya sesaat, karena Caroline langsung tersenyum dan menundukkan kepala kepada orang-orang seakan meminta maaf.
"Sayang, jangan bertindak berlebihan," bisik Zack.
"Maaf, aku benar-benar merasa antusias pada kak Austin, ingin tahu gimana perasaan dia yang sebenarnya!" jawab gadis cantik itu.
"Bibi Caroline, ck, ck, ck!" Aldo bersidekap dada sambil menggelengkan kepalanya. Tablet yang di bawanya sudah dia letakkan di atas meja setelah kaget karena Caroline memukul meja tadi.
"Hehehe, Al mau ikut Bibi mencari Mommy, gak?" tawar Carol berusaha membawa anak itu menghindar sebentar.
"Baiklah, Mommy juga sudah terlalu lama," jawab Aldo turun dari kursinya.
Caroline menuntun Aldo menjauh setelah membisikkan kata-kata pada Zack.
"Austin, aku mendengar pembicaraan Bibi Alma dengan Ave, dia mengatakan bahwa besok malam Ave akan di perkenalkan dengan seorang pria, bibi mengatur kencan buta untuk putrinya, kamu tahu apa artinya itu?" ucap Zack menatap Austin serius.
Austin yang mendengar hal itu merasa terkejut, apakah ini adalah strategi Nyonya Alma agar Austin menjaga jarak dengan putrinya.
Ave akan di jodohkan dengan seorang pria lajang? Ya, tentu saja pria lajang yang belum memiliki ikatan apapun seperti dirinya yang sudah memiliki calon istri.
Entah kenapa sudut hatinya merasa sedikit memanas, tangannya mengepal kuat sampai terlihat otot-otot lengan nya.
Zack bisa melihat aura kecemburuan di mata Austin. "Jadi jangan sia-siakan kesempatan yang di berikan Tuhan untukmu, apa artinya ini semua? Kamu bisa di pertemukan kembali dengan mantan istrimu dan juga putramu yang begitu tampan, jadi menurut ku inilah kesempatan mu untuk menebus semua kesalahan yang dulu kau lakukan pada Ave!"
***
Di sisi lain.
Ave meremas ponselnya setelah mematikan panggilan dari sang ibu. Tadi Nyonya Alma mengatakan bahwa malam ini dia harus pulang dan bertemu dengan seorang pria pilihan ibunya. Ave harus mengikuti kencan butanya kali ini.
Mungkin memang benar dia harus segera membuka hati untuk pria lain, biar bagaimanapun juga sang ibu pasti ingin yang terbaik untuk nya.
Setelah mengiyakan permintaan sang ibu, Ave segera mematikan panggilan itu. Tiba-tiba kepalanya menjadi sedikit pusing, apakah dia sanggup untuk menikah lagi??
"Mommy!!" Aldo berlari ke arahnya.
Saat ini Ave berada di samping mobilnya yang berada di parkiran.
"Loh, kenapa keluar??" tanya Ave.
"Al nyari Mom, ayo kita masuk, Al sudah lapar!" Aldo menarik tangan sang Mommy.
Caroline hanya mengangkat kedua tangannya saat Ave menatap nya dengan memicingkan mata.
"Ayo, Mom, Bibi Carol!! Dad sana paman Zack sudah menunggu!!" seru Aldo.
Aku mereka masuk ke dalam dan sudah tersedia hidangan yang mereka pesan.
***
Sore hari pukul 5 mereka sudah sampai di rumah, Nyonya Alma menyambut mereka di depan pintu masuk. Wanita paruh baya itu menatap Austin sekilas kemudian menyuruh Zack dan Caroline masuk, dia tidak menyapa Austin sama sekali dan hal itu tentu saja sudah di pahami oleh mantan suami Ave tersebut.
"Aku pamit pulang dulu, selamat sore Nyonya Alma!" ujar Austin tanpa basa basi.
Nyonya Alma hanya mengangguk, sedangkan yang lain hanya diam sambil mengamati wajah Austin yang berubah muram. Aldo sudah tertidur di pelukan Zack dan segera dia bawa masuk untuk di tidurkan.
Di dalam perjalanan pulang, Austin mendapatkan pesan dari Zack yang mengatakan bahwa nanti malam di restoran X dia harus datang karena Ave akan dinner bersama pasangan barunya.
'Aku harus datang, akan ku gagalkan kencan buta mereka!!' batin Austin.
Bersambung.