NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Putri Terbuang: Pelayan Itu Ternyata Suamiku

Reinkarnasi Putri Terbuang: Pelayan Itu Ternyata Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Putri asli/palsu / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Buang mayatnya! Jangan sampai bau busuk anak angkat ini merusak pesta putri kandungku."
​Sepuluh tahun menjadi "boneka" sempurna keluarga Lynn, Nerina Aralynn justru mati dikhianati di gudang lembap demi memberi tempat bagi si putri asli, Elysia. Namun, maut memberinya kesempatan kedua. Nerina terbangun di masa lalu, kali ini dengan duri mawar hitam yang mematikan.
​Satu per satu kekayaan keluarga Lynn ia preteli. Namun di balik balas dendamnya, Nerina menemukan satu rahasia: Satu-satunya pria yang menangisi kematiannya adalah Ergino Aldrich Leif—kepala pelayan misterius yang aslinya adalah penguasa dunia bawah.
​"Aku adalah pedangmu, Nerina. Katakan, siapa yang ingin kau hancurkan lebih dulu?"
​Saat sang putri terbuang mulai berkuasa, mampukah ia menuntaskan dendamnya, atau justru terjerat obsesi gelap sang pelayan yang melindunginya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: PERJAMUAN TERAKHIR MAWAR HITAM

​Suasana di ruang makan kediaman Lynn malam ini terasa sangat berbeda. Meja jati panjang itu telah ditata dengan peralatan perak terbaik dan lilin-lilin aromaterapi yang menyebarkan wangi melati—bunga kesukaan Elysia. Di atas meja, hidangan mewah kelas atas tersaji, namun aroma persaingan jauh lebih menyengat daripada aroma makanan.

​Nerina duduk di kursinya dengan tenang, namun tangannya di bawah meja meremas kain serbet. Pesan tentang dermaga lama itu terus terngiang di kepalanya. Di belakangnya, Ergino berdiri seperti bayangan, diam namun kehadirannya memberikan tekanan yang tidak bisa dijelaskan pada siapa pun di ruangan itu.

​"Nerina, kamu terlihat pucat. Apa pekerjaan di kantor terlalu melelahkan bagimu?" tanya Anora Lynn dengan nada yang terdengar seperti perhatian, namun ada sedikit ejekan di dalamnya.

​"Aku hanya sedang memikirkan efisiensi, Ibu," jawab Nerina datar. "Terutama efisiensi di departemen pemasaran yang baru saja kedatangan tenaga baru."

​Elysia, yang duduk di sebelah Elyas, tertawa merdu. Ia tampak sangat cantik malam ini, mengenakan gaun sutra merah muda yang membuatnya terlihat seperti malaikat tanpa dosa. "Kak Nerina tidak perlu khawatir. Hari pertamaku di kantor berjalan sangat luar biasa. Aku bahkan sudah mengusulkan beberapa perubahan strategi untuk kampanye kuartal depan."

​Elyas Lynn mendehem, meletakkan pisau dan garpunya dengan suara denting yang otoriter. "Itulah alasan aku mengumpulkan kalian malam ini. Aku baru saja meninjau proposal yang diajukan Elysia sore tadi. Visi dan misinya sangat segar, sangat... berani."

​Nerina mengangkat alisnya. "Berani? Dalam bisnis, berani tanpa data biasanya disebut ceroboh, Ayah."

​"Tapi datanya lengkap, Nerina," potong Nero dengan nada membela. "Elysia berhasil mendapatkan dukungan dari beberapa klien besar yang selama ini sulit kita tembus. Karena itulah, Ayah memutuskan sesuatu yang besar."

​Elyas menatap Nerina dengan pandangan yang kaku. "Mulai besok, Elysia tidak lagi menjadi asisten pemasaran. Aku akan mengangkatnya menjadi Wakil Direktur Operasional. Dia akan bekerja berdampingan denganku, dan memiliki otoritas yang setara denganmu dalam pengambilan keputusan strategis."

​Nerina tertegun. Setara? Elysia baru masuk satu hari, dan keluarga ini sudah siap memberikannya kunci kerajaan.

​"Selamat, Kak Nerina. Sekarang kita adalah partner kerja yang sebenarnya," ujar Elysia dengan senyum kemenangan yang paling cerah yang pernah ia tunjukkan. Matanya berkilat, menatap Nerina dengan cara yang sangat aneh. "Aku harap kita bisa bekerja sama dalam waktu yang... lama. Meskipun aku tahu, hidup ini terkadang penuh dengan kejutan yang tidak terduga, bukan?"

​Nerina menyipitkan mata. Kalimat terakhir Elysia terdengar seperti ancaman yang dibungkus dengan madu.

​Elysia kemudian melirik jam dinding, lalu beralih menatap Ergino yang berdiri di belakang Nerina. "Oh, Gino... sepertinya malam ini akan menjadi malam yang sangat sibuk untukmu. Apakah kamu sudah menyiapkan rute perjalanan Nona Nerina untuk malam ini?"

​Ergino tidak bergeming. "Tugas saya adalah memastikan Nona Nerina sampai ke tujuannya dengan aman, Nona Elysia."

​Elysia terkekeh, suara tawanya terdengar sangat tajam bagi telinga Nerina. "Aman. Kata yang sangat relatif. Terkadang, tempat yang paling aman pun bisa menjadi tempat peristirahatan terakhir jika takdir berkata lain."

​Anora dan Elyas tampak tidak menyadari ketegangan itu, namun Nerina tahu. Elysia tahu tentang pesan dermaga lama itu. Atau lebih buruk lagi, Elysia adalah bagian dari rencana itu.

​Setelah makan malam yang menyesakkan itu berakhir, Nerina segera menuju kamarnya. Ia menutup pintu dengan rapat dan menyandarkan tubuhnya di sana. Napasnya memburu.

​"Dia tahu," bisik Nerina pada kegelapan. "Elysia tahu aku akan ke sana."

​Tiba-tiba, pintu balkon kamarnya terbuka. Nerina terperanjat, namun ia segera tenang saat melihat siluet tinggi itu masuk. Ergino.

​"Nona, jangan pergi," suara Ergino sangat rendah, lebih berat dari biasanya.

​"Kamu mendengar apa yang dikatakan Elysia tadi?" tanya Nerina, melangkah mendekati pelayannya. "Dia tahu tentang pesan itu, Gino. Jika aku tidak pergi, aku tidak akan pernah tahu siapa yang mengirim pesan itu dan apa hubungan mereka denganmu!"

​"Itu jebakan, Nerina," Ergino menyebut namanya tanpa gelar, sebuah tanda bahwa situasi ini sudah di luar kendali formalitas mereka. "Elysia bekerja sama dengan Andrew. Mereka ingin menghabisi Anda di tempat yang sepi agar tidak ada saksi."

​"Kalau begitu ikutlah denganku!" seru Nerina.

​Ergino menggeleng. "Jika saya ikut secara terang-terangan, mereka tidak akan muncul. Mereka ingin Anda sendirian. Mereka ingin melihat Anda hancur."

​Nerina mencengkeram lengan kemeja Ergino. "Lalu apa gunanya kamu menjadi pedangku jika kamu membiarkanku berjalan menuju kematian?"

​Ergino meraih tangan Nerina, menggenggamnya dengan kekuatan yang membuat Nerina terdiam. Mata pria itu berkilat di kegelapan, memancarkan aura yang sangat dominan dan misterius.

​"Saya tidak akan membiarkan Anda berjalan sendirian. Saya akan ada di sana, di bayang-bayang. Tapi Anda harus percaya pada saya. Apa pun yang terjadi di dermaga itu nanti, jangan takut."

​Nerina menatap mata pria yang selama ini hanya ia anggap pelayan. "Siapa kamu sebenarnya, Gino? Kenapa kamu begitu yakin bisa melindungiku dari Andrew dan orang-orangnya?"

​Ergino mendekatkan wajahnya, napasnya yang hangat menyentuh kening Nerina. "Identitas saya adalah harga yang harus saya bayar untuk keselamatan Anda. Pergilah. Gunakan mobil SUV hitam itu. Saya akan mengikuti dari belakang dengan cara saya sendiri."

Pukul 21.00 - Dermaga Lama

Nerina turun dari mobil SUV hitamnya. Dermaga itu gelap, hanya diterangi oleh satu lampu jalan yang berkedip-kedip. Angin laut bertiup kencang, membawa bau busuk air payau dan besi berkarat.

"Aku sudah di sini!" teriak Nerina ke arah kegelapan gudang.

Tak lama kemudian, beberapa siluet pria keluar dari balik kontainer. Di tengah mereka, berdirilah Andrew Fred Fidelis dengan wajah yang tidak lagi tampan, melainkan dipenuhi dendam kesumat.

"Selamat datang di liang lahatmu, Nerina," ujar Andrew sambil mengeluarkan sebilah pisau lipat yang berkilau di bawah lampu.

Nerina mundur perlahan. "Andrew, kamu sudah gila! Jika terjadi sesuatu padaku, keluarga Lynn akan mencarimu!"

"Keluarga Lynn?" Andrew tertawa liar. "Elysia sudah memastikan bahwa malam ini kamu dianggap depresi karena kehilangan jabatanmu di kantor. Dia yang memberiku lokasi ini. Dia ingin kamu hilang, Nerina. Agar mawar putihnya bisa mekar tanpa bayang-bayangmu."

Andrew memberi aba-aba, dan tiga pria berbadan besar segera mengepung Nerina. Nerina mencoba mencari keberadaan Ergino di kegelapan, namun ia tidak melihat siapa pun.

"Pelayanmu tidak ada di sini untuk menyelamatkanmu kali ini," desis Andrew. Ia melangkah maju, siap menyerang.

Tiba-tiba, sebuah suara dentuman keras terdengar dari arah kontainer atas. Salah satu pria suruhan Andrew tumbang seketika tanpa sempat berteriak.

"Apa itu?!" Andrew panik.

Lampu jalan tiba-tiba meledak, membuat dermaga menjadi gelap total. Nerina merasa seseorang menarik lengannya dengan kasar dan membawanya bersembunyi di balik tumpukan kayu.

"Tetap di sini," bisik suara yang sangat familiar.

Nerina mendengar suara pertempuran yang mengerikan di kegelapan. Suara tulang yang patah, teriakan Andrew yang ketakutan, dan gerakan yang sangat cepat. Ia melihat kilatan cahaya dari senjata api yang dilengkapi peredam suara—pft! pft!

Tak lama kemudian, kesunyian kembali menyergap.

Nerina melangkah keluar dengan ragu. Di tengah dermaga, ia melihat Andrew tersungkur dengan luka parah di kakinya, merintih kesakitan. Tiga pria lainnya sudah tidak sadarkan diri.

Dan di sana, berdiri seorang pria. Bukan dalam seragam pelayan, melainkan setelan taktis hitam lengkap dengan peralatan komunikasi di telinganya. Ia sedang membersihkan noda darah di tangannya dengan sapu tangan putih milik keluarga Lynn.

"Gino?" panggil Nerina lirih.

Pria itu berbalik. Dalam keremangan sisa cahaya bulan, Nerina melihat wajah itu. Wajah pelayannya, namun auranya... auranya adalah milik seorang raja yang kejam.

Ergino berjalan mendekati Nerina. Langkahnya berat dan penuh otoritas. Saat ia sampai di depan Nerina, ia tiba-tiba berlutut, namun kali ini bukan sebagai pelayan yang tunduk, melainkan sebagai prajurit yang melapor pada komandannya.

Namun, Nerina merasa kepalanya tiba-tiba sangat pening. karena stres atau aroma mesiu yang tajam. Ia terhuyung, dan Ergino dengan sigap menangkapnya.

Di ambang kesadarannya yang menipis, Nerina mendengar Ergino membisikkan sesuatu yang membuatnya membeku.

"Maafkan aku... maafkan aku karena terlambat lagi, Nerina."

Suara Ergino pecah oleh emosi yang sangat dalam, sesuatu yang belum pernah Nerina dengar sebelumnya.

"Aku tidak akan membiarkan kamu mati lagi... tidak di kehidupan ini. Aku sudah mencarimu terlalu lama di antara garis waktu yang hancur ini..."

Nerina mencoba membuka matanya, menatap wajah pria yang sedang memeluknya dengan sangat erat itu. Mati lagi? Garis waktu? Apa maksudnya?

"Siapa... kamu..." gumam Nerina sebelum akhirnya kegelapan menelannya sepenuhnya.

Di dermaga yang sunyi itu, Ergino menggendong tubuh Nerina. Ia tidak menoleh pada Andrew yang memohon ampun. Matanya hanya tertuju pada wanita di pelukannya.

"Aku adalah bayanganmu, Nerina. Dan kali ini, bayangan ini yang akan memakan mereka semua," bisik Ergino, suaranya kini terdengar seperti penguasa dunia bawah yang paling ditakuti.

1
Ariska Kamisa
/Shhh//Shhh//Shhh//Shhh//Shhh/
aditya rian
burulah dinikahin nerina nya gino
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
anak angkat seakan sengaja dibuang agar bisa hidup
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
wow/Scare/
Ariska Kamisa: 🤔🤔🤔🤔🤔
total 1 replies
aditya rian
mulai babak drak romance
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
rahasia terbaru👍
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
gino tidak mati dulunya? apakah time traveler?
Ariska Kamisa: ikuti terus ya🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
ergino keren amat
Ariska Kamisa: terimakasih🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
cettaass
aditya rian
wow tentara bayaran
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
💪💪💪💪💪💪
Ariska Kamisa: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
sepertinya ergino terobsesi 🤭
Ariska Kamisa: yes👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
ini mulai babak baru , misteri ibu kandung nerina.
Ariska Kamisa: betul
total 1 replies
aditya rian
gob**k elysia 🤣
aditya rian
ibu kandung nya hidup???
aditya rian
dibutakan oleh rasa bersalah karena telah terpisah lama ini orang tuanya jadi anak salah geh kaya ga mau salah🤭
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
rame👍
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
siapa gino sebenarnya, begitu kuat kah sehingga di takuti
Ariska Kamisa: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!