Marquellia Anderson, dikenal sebagai Lia, adalah ketua mafia yang ditakuti di seluruh dunia. Keahliannya dalam strategi dan pertarungan telah menjadikannya raja di dunia bawah tanah. Namun, suatu hari, dalam pertempuran sengit, Lia mengalami nasib yang tak terduga. Dia terbangun dan mendapati dirinya dalam tubuh seorang gadis muda bernama Felicia Lauren Filipe.
Felicia adalah anak yang diabaikan oleh keluarganya. Lahir dari keluarga bangsawan yang kaya raya, dia selalu dianggap sebagai beban karena penampilannya yang tidak menarik dan kekurangannya dalam segala hal. Keluarga Filipe memperlakukannya dengan dingin dan merendahkan, membuat Felicia hidup dalam bayang-bayang kebencian dan penghinaan.
Namun, kini, dengan jiwa Lia yang kuat dan tak kenal takut dalam tubuh Felicia, segalanya akan berubah. Lia bertekad untuk membalas dendam kepada mereka yang telah meremehkan dan menyakiti Felicia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mealvineaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 33
Jangan lupa tombol suka dan comment jikalau kalian suka sama cerita ini!!
Happy Reading guys....
--------
Dengan peta kuno di tangan, Lia dan Duke Richard memulai perjalanan mereka menuju Lembah Bayangan. Mereka tahu bahwa waktu adalah musuh utama mereka. Setiap detik yang terbuang bisa menjadi keuntungan bagi pria misterius yang ingin menguasai dunia dengan Cincin Kekuatan.
---
Mereka menempuh jalan yang penuh dengan tantangan. Medan yang sulit dan cuaca yang tidak menentu membuat perjalanan mereka semakin berat. Namun, tekad mereka tidak tergoyahkan. Setiap langkah yang mereka ambil semakin mendekatkan mereka pada tujuan, meskipun ancaman di sekitar mereka semakin nyata.
---
Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan seorang pria tua yang tampak bijaksana dan misterius. Pria itu duduk di tepi jalan, mengamati mereka dengan mata yang tajam dan penuh pengetahuan.
"Selamat siang, Tuan," sapa Duke Richard dengan sopan. "Kami sedang dalam perjalanan menuju Lembah Bayangan. Apakah Anda tahu jalannya?"
Pria tua itu tersenyum tipis. "Lembah Bayangan adalah tempat yang berbahaya. Hanya mereka yang benar-benar siap yang bisa melewatinya. Apa tujuan kalian, anak muda?"
Lia maju ke depan. "Kami mencari Penjaga Waktu untuk menghentikan pria jahat yang ingin menggunakan Cincin Kekuatan untuk tujuan jahat."
---
Pria tua itu mengangguk pelan. "Aku tahu tentang cincin itu. Banyak yang telah mencarinya, tapi hanya sedikit yang tahu bagaimana menggunakannya dengan bijak. Perjalanan kalian akan penuh dengan rintangan, tapi aku bisa membantu."
Duke Richard mengerutkan kening. "Bagaimana Anda bisa membantu kami?"
Pria tua itu membuka tangannya, dan cahaya lembut muncul dari telapak tangannya. "Aku adalah Penjaga Pengetahuan. Aku bisa memberi kalian petunjuk dan perlindungan sementara, tapi kalian harus berhati-hati. Ada banyak yang ingin melihat kalian gagal."
---
Lia merasa harapan baru muncul. "Terima kasih, Tuan. Kami sangat menghargai bantuan Anda."
Penjaga Pengetahuan memberi mereka sebuah batu berwarna biru yang berkilauan. "Batu ini akan melindungi kalian dari bahaya besar. Gunakan dengan bijak, dan jangan pernah meremehkan kekuatannya."
Dengan bekal baru itu, mereka melanjutkan perjalanan dengan semangat yang diperbarui. Lembah Bayangan semakin dekat, dan mereka tahu bahwa mereka harus siap menghadapi apapun yang ada di sana.
---
Saat memasuki Lembah Bayangan, suasana berubah drastis. Cahaya matahari yang tadi menerangi jalan mereka kini tertutupi oleh awan gelap dan pepohonan yang lebat. Suara angin yang menderu dan gemerisik daun membuat suasana semakin mencekam.
Lia menggenggam batu biru itu erat-erat, merasa sedikit lebih tenang dengan kehadiran benda itu. "Ayah, kita harus tetap bersama. Lembah ini terasa penuh dengan bahaya yang tak terlihat."
Duke Richard mengangguk. "Kita harus bergerak cepat dan hati-hati. Jangan sampai kita terpisah."
---
Saat mereka melangkah lebih dalam, kabut tebal mulai menyelimuti jalan. Tiba-tiba, mereka mendengar suara langkah kaki yang berat mendekat. Dari balik kabut, muncul sosok besar dengan mata merah menyala. Itu adalah raksasa penjaga Lembah Bayangan, makhluk yang dikenal sebagai Penguasa Kegelapan.
"Siapa yang berani memasuki wilayahku?" suara menggelegar dari raksasa itu menggema di seluruh lembah.
Lia dan Duke Richard mundur beberapa langkah, merasakan ketegangan yang semakin memuncak. "Kami tidak bermaksud mengganggu," kata Duke Richard dengan suara tegas. "Kami hanya mencari jalan menuju Kuil Kehidupan."
Raksasa itu tertawa jahat. "Tidak ada yang bisa melewati lembah ini tanpa menghadapi ujianku. Kalian harus membuktikan bahwa kalian layak."
---
Lia maju ke depan, memegang batu biru itu dengan percaya diri. "Kami siap menghadapi ujianmu. Kami harus menemukan Penjaga Waktu untuk menyelamatkan dunia."
Raksasa itu menatap batu biru di tangan Lia dan mengangguk pelan. "Baiklah. Ujian kalian adalah menyeberangi jurang tanpa jatuh. Hanya dengan keyakinan dan keberanian kalian bisa berhasil."
Lia dan Duke Richard saling berpandangan. Jurang yang dimaksud adalah celah besar di tanah yang tampak tak berdasar. Tidak ada jembatan atau alat bantu lainnya. Mereka harus melompat dengan penuh keyakinan.
Duke Richard menggenggam tangan Lia. "Kita bisa melakukannya, Lia. Kita harus percaya pada diri kita sendiri dan pada batu ini."
---
Dengan hati yang berdebar, mereka melompat bersama. Di tengah udara, batu biru itu bersinar terang, menciptakan jembatan cahaya di bawah kaki mereka. Mereka mendarat dengan selamat di sisi lain, menghadap raksasa yang tampak terkesan.
"Keyakinan kalian telah menyelamatkan kalian. Kalian layak melanjutkan perjalanan," kata raksasa itu sebelum menghilang ke dalam kabut.
---
Mereka melanjutkan perjalanan dengan semangat yang diperbarui. Jalan setapak membawa mereka keluar dari Lembah Bayangan dan menuju Kuil Kehidupan. Namun, ketika mereka hampir mencapai tujuan, mereka dihadang oleh sekelompok prajurit berpakaian hitam, dipimpin oleh pria misterius yang telah mencuri cincin itu.
"Kalian terlalu terlambat," kata pria itu dengan senyum jahat. "Cincin ini sudah ada dalam genggamanku, dan kekuatan dunia akan menjadi milikku."
Lia dan Duke Richard siap menghadapi pertarungan yang tak terhindarkan. Mereka tahu bahwa nasib dunia bergantung pada keberhasilan mereka.
---
Di tengah ketegangan, tiba-tiba langit menjadi gelap, dan suara gemuruh terdengar di kejauhan. Angin kencang menerpa mereka, membuat suasana semakin mencekam. Lia menggenggam batu biru itu dengan erat, berharap bisa menemukan cara untuk menghentikan pria jahat itu.
"Apa yang kau rencanakan, Lia?" tanya Duke Richard dengan suara tegang.
Lia menatap pria misterius itu dengan tekad. "Kita harus menghentikannya sekarang juga, apapun yang terjadi."
Pertarungan pun dimulai. Lia dan Duke Richard melawan dengan segala kekuatan yang mereka miliki. Namun, pria misterius itu tampak lebih kuat dari yang mereka perkirakan. Setiap serangan yang mereka lancarkan tampak tidak berdampak.
---
Di tengah pertempuran, Lia melihat peluang. Dia mengambil batu biru itu dan melemparkannya ke arah cincin di tangan pria misterius. Cahaya yang terang benderang memancar dari batu itu, membuat pria itu terhenti sejenak.
Namun, pada saat yang sama, Lia merasakan kekuatan besar yang menariknya ke arah cincin. "Tidak!" teriak Duke Richard, berusaha mencapai putrinya. Tetapi kekuatan itu terlalu besar, dan Lia terseret ke dalam pusaran cahaya yang tiba-tiba muncul di tengah mereka.
---
Di detik-detik terakhir sebelum Lia menghilang, dia menatap ayahnya dengan mata penuh ketakutan dan tekad. "Aku akan kembali, Ayah. Aku janji."
Dan dengan itu, Lia menghilang dalam cahaya yang memancar dari cincin, meninggalkan Duke Richard dan pria misterius itu yang terdiam dalam keterkejutan.
_Bersambung_
semangat terus ya kak buat cerita novel nya💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯