Jangan lupa membaca Menikahi Pria Tua agar alur cerita lebih mudah dipahami ya. 😘💕
Odet Alesha, gadis mungil berwajah baby face yang dijuluki Queen of Game, tak pernah menyangka hidupnya akan berubah karena satu malam yang penuh kekacauan.
Alexandre Mahendra, CEO muda di balik perusahaan gaming terbesar, dikenal dingin, sempurna, dan tak tersentuh. Namun, di balik tatapan tajamnya, tersimpan luka mendalam akibat cinta pertama yang memilih kakaknya sendiri.
Sebuah kesalahan di acara anniversary Mommy Keyna dan Daddy Devan membuat mereka terikat dalam pernikahan yang tak pernah diinginkan.
Di antara pertengkaran, rasa benci, dan luka masa lalu, benih-benih cinta perlahan tumbuh. Namun, ketika rahasia demi rahasia mulai terungkap, keduanya harus memilih...
Mempertahankan cinta yang telah diperjuangkan... atau melepaskan orang yang akhirnya menjadi rumah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keysa Bom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 33
Berkas-berkas cahaya mulai masuk ke dalam cela-cela jendela kamar, Odet bisa merasakan hawa hangat dari sang Surya. Perlahan kedua kelopak mata Odet terbuka menatap seluruh kamar. Hingga pandangannya terhenti ke arah ranjang.
" Alex, jam berapa sekarang?" Odet meraih ponsel nya melihat waktu menunjukan sembilan pagi tapi Alex masih berada di atas ranjang. Tidak seperti biasanya.
" Apa dia tidak terlambat ke kantor,?" Odet beranjak dari sofa berjalan menuju ke ranjang Alex.
" Alex, Alex," panggil Odet pelan namun Alex tidak menyahut nya sama sekali.
" Wajahnya sangat pucat," Odet memegang kening Alex terasa sangat panas.
" Ya ampun dia demam," Odet bergegas pergi ke lantai bawah untuk mengambil kompres dan memberitahukan keluarga lain namun baru saja melangkah Alex menahannya.
" Jangan memberitahukan siapapun, aku mohon," pinta Alex dengan suara parau menahan sakit dalam dirinya.
" Tapi kau demam, aku harus memberitahukan pada mommy Keyna. Kau akan di bawa ke dokter," ucap Odet.
" Tidak, aku baik-baik saja. Setelah aku minum obat, demam ini pasti akan turun," Alex beranjak dari ranjangnya. Baru saja ingin berdiri tubuh Alex tidak seimbang ambruk jatuh untung saja saat ini Odet cepat menahan tubuh Alex.
" Alex," panggil Odet.
" Jangan memberitahukan siapapun," ucap Alex.
Odet menganggukkan kepalanya. Merebahkan tubuh Alex kembali di atas ranjang. Odet bingung harus melakukan apa, saat ini di pikirannya harus merawat Alex.
Odet mengikat rambutnya yang terurai lalu mulai mencari pakaian ganti untuk Alex. Sejak mendengar berita kehamilan Keyla kemarin, Alex sama sekali tidak mengganti pakaiannya.
Dengan pelan Odet mulai mengganti pakaian Alex, tanpa adanya penolakan dari lelaki itu Odet dengan talen melakukan semuanya. Perasaan panas menghampiri dirinya, tentu saja Odet wanita normal melihat tubuh kekar Alex seperti ini.
Namun Odet berusaha menghempaskan pikiran nya dan fokus untuk mengganti pakaian Alex. Setelah itu ia bergegas ke lantai bawah melihat sekeliling rumah apakah ada mommy Keyna atau Keyla di bawah sana.
Odet melihat jam menunjukan pukul sepuluh pagi.
" Bi, apa Mom dan kak Keyla ada di rumah?," tanya Odet.
" Nyonya besar dan nyonya muda Keyla baru saja keluar bersama Tuan besar." Balas pelayan utama di rumah Mension itu.
" Mereka kemana Bi?," tanya Odet kembali.
" Mereka ke kantor Tuan Aditya," jelas Pelayan utama di sana.
" Okey baiklah Bi," ucap Odet.
Lalu Odet berjalan ke dapur sepertinya keadaan di sana terlihat sepi. Odet lalu mengambil panci berniat hati memasarkan bubur ayam untuk Alex.
" Nyonya muda sedang apa? " Tanya seorang pelayan yang baru saja masuk dan melihat Odet.
" Anu- mm aku ingin makan bubur ayam. Iya soalnya tadi aku baru lihat di aplikasi toktok orang sedang mereview bubur ayam jadi aku pengen makan," jawab Odet berbohong
" Owalah, sini biar bibi aja yang masak nyonya muda cukup lihat dan duduk ya," Odet menganggukkan kepalanya dengan cepat. Ia tidak melakukan hal apapun lagi. Jika Odet melawan maka ada akan banyak beribu pertanyaan membuat Odet bingung untuk menjawab pertanyaan nya.
Hampir setengah jam Odet menunggu dan akhirnya bubur ayamnya telah siap. Odet mengucapkan terimakasih lalu segera naik ke atas. Odet menyimpan buburnya di atas meja dekat ranjang Alex lalu kembali turun ke lantai bawah.
Odet melihat kiri kanan seperti pencuri kecil. Saat orang sedang sibuk dengan hal lain wanita itu dengan kecepatan kilat mengambil air hangat dan memasukan nya ke dalam wadah. Odet berjalan pelan menuju lantai kamar atas agar tidak seorangpun melihat dirinya.
"Wah sepertinya aku berbakat jika menjadi maling," puji Odet pada dirinya sendiri.
Di dalam kamar Odet menyuruh Alex untuk duduk bersandar pada ranjang agar Odet bisa menyuapi nya.
" Kau yang mengganti pakaian ku?," tanya Alex.
" Aku mengganti nya, karena sejak kemarin kau tidak mengganti pakaian mu. Tenang saja aku tidak memikirkan hal lain selain kesembuhan mu," jelas Odet lalu memberikan suapan pertama ke mulut Alex.
Mendengar perkataan Odet, Alex sedikit rasa malu. Baru pertama kali seorang wanita menggantikan pakaiannya, saat ini wajah Alex sedikit memerah namun ia berusaha untuk tetap tenang.
Alex perlahan mengunyah makanan demi sedikit hingga bubur ayam di dalam mangkok itu mulai habis.
" Jika kau makan banyak seperti ini kau akan sehat," ucap Odet.
" Kenapa kau menuruti kata-kataku, padahal kau bisa memberitahu kan keluarga dan tidak kerepotan seperti ini?," tanya Alex.
Odet menghela nafas panjang lalu menatap wajah Alex.
" Saat ini kau suamiku, jadi siapa yang akan mengurus mu selain aku," jawab Odet. Alex tersenyum tipis yang hampir samar untuk di lihat.
" Apa karena kau kasihan pada ku karena takdir kita sama?," ucapan Alex seketika menebus ke relung jantung hati Odet.
" Beda. Kau bisa hidup bergelimang harta dan kasih sayang orang tua mu. Tuhan hanya menguji perasaan mu tidak dengan ku. Tuhan mengambil semuanya dari ku menghancurkan segalanya lalu membuat keadaan ku seperti ini. Jika kau mengatakannya sama kau terlalu naif" Odet memalingkan wajahnya, menghapus air matanya yang mulai menguap di pelupuk mata indahnya.
Dring...dring..
Ponsel Alex berdering, Alex melihat ponsel miliknya dari Andre. Hampir dua puluh panggilan tidak terjawab.
" Biar aku yang bicara," Odet meraih ponsel Alex dan berbicara kepada Andre.
" Halo Andre...📞📞📞"
" Halo kak, eh tunggu kak Odet 📞📞" ucap Andre di sebrang telfon sana.
" Iya ini aku,📞📞" sahut Odet.
" Kok bisa, ponsel kak Alex! Wow tunggu- apa kalian semalem,📞📞"
" Semalam-,..astaghfirullah jauhkan pikiran mu Andre 📞📞" Odet langsung mematikan panggilan nya.
" Kenap Andre?," tanya Alex.
" Enggak tau enggak jelas," Odet mengangkat piring lalu berjalan dengan langkah tergesa-gesa ke lantai bawa. Sementara Alex hanya terdiam mencerna apa yang terjadi.
" Dasar Andre. Akhh otakku" batin Odet.
✨✨✨✨✨
Seharian penuh Odet menjaga Alex yang terbaring sakit tanpa sepengatahuan siapapun. Wanita itu juga meminta resep obat pada dokter pribadi Alex atas permintaan suaminya. Alex sama sekali tidak ingin siapapun mengetahui kondisi dirinya.
Odet kembali mengecek suhu badan Alex menggunakan alat termometer digital, suhu panasnya mulai membaik.
" Syukurlah demamnya tidak setinggi pagi tadi," gumam Odet.
" Aku sudah mulai enakan, jadi kau tidak perlu repot mengurus ku lagi," ucap Alex ketus. Pria itu lalu beranjak dari tempat tidur nya berjalan keluar. Seharian di dalam kamar pasti akan membuat keluarga berpikir hal aneh atau apapun itu.
Perkataan ketus dari Alex sedikit menggores luka di hati Odet. Namun sikap yang sudah bukan lebih bersama Alex wanita itu mulai terbiasa dan menerimanya.
Mereka berdua berjalan ke bawah, menuju meja makan yang kini sudah di isi oleh keluarga.
" Alex, Odet. Seharian kalian berdua di dalam kamar. Apa ada yang sakit?," tanya mommy Keyna yang berhasil menebak dengan tepat.
" Aku sedikit demam tadi pagi Mom, tapi sudah membaik. " Jelas Alex tentu saja Odet lalu menatap bingung pada pria di sampingnya ini.
" Katanya jangan memberitahukan kepada siapapun" batin Odet
" Apa kamu sakit, Kenapa tidak memberitahukan mommy," mommy Keyna lalu memegang kening Alex.
" Ada Odet menjaga ku," Alex mengambil piring dengan wajah yang datarnya.
Mommy Keyna tersenyum menatap wajah Odet, wanita baru baya itu mengira hubungan mereka semakin dekat.
" Sepertinya aku bakal dapat ponakan baru lagi," Andre tertawa kecil sambil mengambil sendok nasi dari Alex namun sayang tanpa di sangka sendok di tangan Alex malah melayang jatuh ke arah kepala Andre.
"Aw.. kak ," pekik Andre .
" Hahaha.. tuh rasa, lain kali ngomong lihat orang ya dek," Aditya tertawa puas. Sementara Keyla hanya bisa menggelengkan kepalanya, sudah terbiasa melihat Andre selalu mendapatkan tabok dari Alex.
Setelah keluarga Mahendra selesai menikmati makanan malam, Alice bersama Audrey datang ke Mension utama sambil membawa tentengan perlengkapan bayi untuk Keyla.
" Kak Keyla, aku menyerah belanja sama kak Alice. Satu hari kami mengelilingi mall untuk belanja ini semua," Audrey terduduk lemas sambil memeluk tubuh Keyla.
" Hehehe, Soryy Audrey. Oh iya kak coba lihat ini deh baju nya lucu banget," Alicia mengeluarkan baju dari totabag yg begtu lucu membuat Keyla senang.
" Wah cantik banget, selera kamu bagus banget Alicia," puji Keyla.
" Ya ampun, anak kak Keyla dan kak Aditya baru sebesar kacang hijau tapi kamu sudah membelikan semua ini," protes Andre tentu saja pria itu mendapatkan tatapan tajam dari Audrey dan Alicia.
" Audrey sebaiknya kamu menerima lamaran dari dokter Deka deh," ucap Alicia.
" Sebaiknya sih," balas Audrey tentu saja membuat Andre panik.
" Bercanda sayangku, ya ampun Audrey ku makin cantik aja. " Andre berjalan mendekati Audrey namun wanita itu memeluk Keyla untuk meminta perlindungan dari lelaki buaya.
" Audrey buaya di jauhi," nimbruk Alex tentu saja membuat satu keluarga tertawa.
" Ya ampun kak Alex betul banget," Alicia tertawa memegangi perutnya.
Di saat semua orang tertawa membahas tentang kehamilan Keyla. Odet hanya menatap mereka dengan wajah sendu nya yang berusaha ia tutupi dengan senyuman. Kehangatan keluarga yang mungkin ia akan rindukan.
Tinggal menghitung bulan pernikahan nya bersama Alex akan berakhir dan Odet mau tak mau harus kembali mencari nafkah untuk dirinya sendiri.
" Aku akan merindukan suasana hangat rumah ini" batin Odet.
Bersambung...
upp terus ya