NovelToon NovelToon
Teror Di Desa Angker

Teror Di Desa Angker

Status: tamat
Genre:Rumahhantu / Kutukan / Horor / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Titin Supriatin

follow igku @zariya_zaya

Refald dan temannya Eric, tak sengaja terjebak di sebuah desa yang penuh dengan misteri. Saat menunggu mobil Refald diperbaiki, ia tak sengaja melihat sosok Kuntilanak mengikuti sepasang muda mudi yang sedang asyik berkencan disebuah warung. Refald merasakan hawa jahat dari sosok Kuntilanak tersebut karena ia adalah salah satu manusia istimewa yang bisa melihat makhluk astral tak kasat mata. Kuntilanak tersebut memberi peringatan keras pada Refald untuk tidak ikut campur urusannya.

Apakah yang akan dilakukan Refald? Mengabaikan pasangan yang sedang dalam bahaya itu ataukah menyelamatkan mereka dari ancaman sang Kuntilanak? Bisakah Refald yang dijuluki sebagai pangeran dedemit ala Edward dan Eric keluar dari desa yang penuh dengan teror?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin Supriatin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33 Refald si Pelindung

Fey tercengang melihat Refald, ternyata pandai mengumbar rayuan manis, semanis madu milik lebah asli murni dari alam. Refald yang Fey lihat sekarang, sangat berbeda dengan Refald sebelumnya. Entah setan apa yang merasuki pria tampan itu hingga mulutnya berubah legit melebihi manisnya gula batu.

Sayangnya, Fey sama sekali tak termakan oleh rayuan gombal yang keluar dari mulut Refald. Gadis itu malah bergidik ngeri menatap pria tampan yang tak lain dan tak bukan adalah tunangan masa kecilnya yang baru saja diketahuinya. Fey merasa tunangannya ini jadi lebih aneh dari biasanya semenjak mereka berpisah beberapa hari lalu.

“Huh, beberapa hari tidak bertemu denganmu, aku baru tahu kalau kau semakin pandai merayu. Darimana kau dapatkan jurus gombalmu itu, ha?” tanya Fey cuek bebek pada Refald. Ia melipat kedua tangannya di depan dada sambil melirik sekeliling hutan yang gelap gulita dan sedikit menakutkan.

Anehnya, Refald malah datang seorang diri kemari seolah ia tak takut sama sekali. Padahal kanan kiri depan belakang semuanya terlihat gelap. Kalau saja tidak ada senter, entah akan seperti apa tempat ini. Jelas saja Refald tidak merasa takut sedikitpun. Pemuda tampan itu merupakan calon raja dedemit, mana mungkin ia takut dengan apa yang bakal menjadi dunianya sehari-hari. Yang ada, para dedemitlah yang takut pada Refald.

“Siapa yang merayu, Honey? Aku tidak mengatakan kalau kau itu cantik bagai bidadari yang baru saja turun dari surga. Aku hanya mengatakan kalau aku sedang latihan merangkai kata yang pas untuk membuatmu menerima lamaranku ketika aku melamarmu entah kapan itu. Sebab, cepat atau lambat, kita akan menikah. Mana bisa kalimat seperti itu dikatakan merayu?” Refald masih menahan senyum mendengar kata-kata yang ia ucapkan sendiri.

Fey tertegun, jelas-jelas yang barusan Refald ucapkan juga termasuk jurus rayuan gombal untuk meluluhkan hatinya. Tapi si pangeran dedemit itu malah tidak mau mengakuinya. Dasar Refald benar-benar menjengkelkan. Semakin lama, Refald bertingkah menyebalkan.

“Percuma aku bicara denganmu, aku bisa terkena kencing manis dadakan mendengar semua ucapanmu!” Fey balik badan dan hendak berlalu pergi.

Sebenarnya, Fey mengikuti Refald kemari karena mengkhawatirkan pria tampan itu yang tiba-tiba saja pergi menjauh dari kerumunan. Fey sungguh lega karena tunangannya baik-baik saja dan tampak tak terlihat marah setelah pembicaraan tentang kata sandi yang diberitahukan senior Fey pada Refald.

Baru juga beberapa langkah Fey beranjak pergi, tiba-tiba lengan kanannya ditarik oleh Refald sehingga gadis itu terjatuh dalam pelukan kekasihnya. Mata kedua insan itu saling bertemu dan membuat detak jantung Fey semakin berdegup sangat kencang.

“Kau mau ke mana? Di sini saja bersamaku,” pinta Refald dengan suaranya yang merdu.

Fey menelan salivanya karena tiba-tiba ia menjadi gugup. Namun, mati-matian ia bersikap wajar dan menyembunyikan perasaannya jangan sampai Refald tahu meski usaha Fey itu hanya sia-sia saja. Tak ada yang tidak diketahui oleh Refald. Bahkan Refald bisa mendengar jelas detak jantung wanita pujaan hatinya.

“Kenapa kau pergi meninggalkan kami, tadi?” tanya Fey bersikap normal setelah ia bisa menguasai dirinya saat dipeluk Refald. “Ada apa? Apa ada yang salah dengan kata sandi yang kami ucapkan?” tanya Fey to the poin untuk menyamarkan rasa gugupnya begitu tubuhnya berdekatan dengan Refald.

Mendadak, raut wajah Refald berubah menjadi serius. “Iya, kalian salah menggunakan kata sandi yang tak seharusnya kalian ucapkan.”

“Tapi … kata sandi itu kan menggunakan bahasa jawa? Apa kau tahu artinya?” tanya Fey semakin penasaran.

Refald adalah bule, darimana ia belajar menggunakan bahasa jawa? Itulah yang mengganggu pikiran Fey dan ia semakin yakin kalau Refald adalah orang yang sangat misterius dan penuh teka-teki.

“Honey, meski aku bukan asli orang pribumi, aku bisa mengerti bahasa asli daerah sini. Tak perlu kujelaskan bagaimana aku bisa menguasai bahasa yang kau kuasai juga, karena itu sangat rumit untuk diceritakan. Lambat laun, kau akan mengerti sendiri nanti begitu kau menjadi nyonya Refald.” Refald mengedipkan salah satu matanya tanda tebar pesona pada Fey.

“Jangan sok keren di depanku, bagaimana dengan kata sandi yang sudah kami ucapkan? Apa akan berdampak buruk?” cetus Fey sedikit kesal dengan tingkah Refald yang semakin aneh ini.

“Aku tidak bisa memastikan apakah itu buruk atau tidak. Semuanya sudah terlanjur, yang bisa kulakukan sekarang hanyalah melindungimu agar tetap aman sampai kau menyelesaikan kegiatan ini. Aku takkan meninggalkanmu lagi, Honey. Aku akan selalu ada bersamamu, disetiap waktu. Kau bisa pegang kata-kataku. Dan selama ada aku di sini, kau aman, begitupula dengan yang lainnya. Fokuslah pada kegiatan ini dan jangan pikirkan yang lain, oke. Kau juga tak perlu berterimakasih padaku atas apa yang kulakukan padamu.” Mata Refald menatap tajam mata Fey.

Mulut Fey menganga lebar mendengar ucapan narsis yang baru saja dikatakan oleh Refald. “Hilih, siapa juga yang mau berterimakasih padamu! Dasar narsis. Asal kamu tahu, aku sama sekali tidak mengerti apapun yang kau ucapkan.”

"Kau tak perlu mengerti apapun. Kau hanya perlu tahu kalau aku ... hanya ingin bersamamu." Lagi-lagi Refald melayangkan tatapan mautnya pada Fey.

Ditatap Refald seperti itu, hati Fey kembali berguncang hebat. Iapun memutuskan melepaskan diri dari Refald untuk menenangkan hatinya. Mungkin wajahnya sekarang sudah memerah seperti tomat. Rasa panas membakar seluruh wajah Fey ketika Refald mencoba beromantis ria dengannya.

Kali ini, Refald sengaja membiarkan wanitanya pergi. Namun, tatapan matanya menajam, ketika ia melihat sesoak makhluk berwujud hitam legam mencoba mengikuti langkah kaki Fey dari belakang. Secepat kilat, Refald melesat menangkap sosok makhluk tak kasat mata itu. Dengan kekuatan penuh, Refald mencekik leher makhluk yang dipenuhi dengan bulu dan bermata merah hingga makhluk tersebut terdorong ke belakang menabrak sebuah pohon besar.

Tentu saja, hal itu Refald lakukan tanpa sepengetahuan Fey. Gadis cantik itu terus berjalan lurus ke depan tanpa tahu bahwa dibelakangnya, Refald sedang berkelahi dengan salah satu makhluk penunggu hutan ini.

Refald masih diam dan terus menekan kuat leher makhluk mengerikan didepannya sembari menunggu Fey berada di tempat aman. Refald khawatir, saat ia sibuk menangkap makhluk astral ini, dedemit lain mencoba mendekati kekasihnya. Karena itulah Rafald sangat ekstra hati-hati.

Setelah situasi dan kondisi Fey dirasa aman bersama dengan teman-temannya yang lain, barulah Refald menginterogasi makhluk astral tak kasat mata yang berhasil diamankannya sebelum dedemit liar ini menyerang Fey.

“Siapa kau? Kenapa kau mengincar permaisuriku?” tanya Refald dengan geram. Matanya menyilaukan api kemarahan yang begitu besar karena tepat di depan mata kepalnya, ada sesosok dedemit berani-beraninya mencoba menyakiti wanita yang Refald cintai.

BERSAMBUNG

***

1
Fikha Clara
novel sebelumnya apa yg kk judulnya
RatuKuyang 👻 ig @zariya_zaya: putra raja kak cek saja
total 1 replies
Regina Kimmie
sebelum baca cerita ini,harus baca cerita mna dlu ia,dan apa nma judul nya biar nyambung dari awal
Allizha Febrina: kl ga salah judulnya putra raja S1 & 2
maklum,,, udh lm banget bacanya smpek lupa 😁
total 2 replies
Wamasu Menunggumu
Kecewa
Bunda Silvia
sama kaya refald
Bunda Silvia
pernah baca novel lain PKS (pasukan karisma jagat) menceritakan adanya ayi mahogra yg menjaga keseimbangan dunia antara manusia dan makhluk tak kasat mata
Bunda Silvia
pie to ngga entuk ketawa sedangkan aq dah hampir ngompol baca mantra pak pocicu
Bunda Silvia
yang aq tau badaharuih itu manusia pemuja siluman dan menganut ilmu hitam untuk suatu 7an
Bunda Silvia
ana2 ae kelakuan pak po 🤣🤣🤣🤣🤣
Bunda Silvia
nggak kebayang Eric kalo sampe ngompol 🤣🤣🤣🤣🤣
Bunda Silvia
khususnya daerah jabar kayaknya wajib nanam pohon dringo alias benggle😄
Bunda Silvia
semua yg tinggal di pulau jawa tahu itu 🫰🏻 aq juga nurut aja apa kata orang tua dari pada di omelin bikin pusing kepala 😄😄😄😄
Bunda Silvia
bawang putih jantan itu kaya apa ya
Bunda Silvia
tamat sudah citra serem poci 🤣🤣🤣🤣
Bunda Silvia
Luar biasa
Mutia Anggraini
hmmm kayak x seru jg sih
Rara Aida
finally refald berhasil negosiasi dengan mbak kun untuk tidak meneruskan dendamnya meski mbak kun tidak rela melupakan dendamnya tapi ada harga yang harus dibayar refald dan eric baik yang mereka ketahui atau tidak terlepas dari takdir yang sudah ditentukan
Rara Aida
i think you can't speak english nana but you do it
suci
kisahnya di bab 8 ini aku suka sekali.karena yg tadinya seram menjadi seperti lelucon
suci
semangat buk titin
Siti Romlah
setahun ku tunggu lanjutan "Serahkan cintamu Bianca" belum jg berlanjut thoor. lama X macetnya.
kangen
RatuKuyang 👻 ig @zariya_zaya: habis ini aku lanjut kak sabar ya kak🙈🙈
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!